TEKNOLOGI PERBENIHAN BAWANG MERAH
MELALUI TSS (TRUE SHALLOT SEED)
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA
Prof. Dr. Ir. YUSDAR HILMAN, MS
Latar Belakang
Sumber benih bawang merah
Umbi
Masalah:
● benih bermutu terbatas: 15-16% (Dirjen Hort, 2010)
● produktivitas rendah: 9.28 t/ha (BPS,2009); potensi hasil
> 20 t/ha (Kartapradja & Putrasamedja, 1990)
● biaya umbi tinggi: 40% (Suherman & Basuki, 1990)
● gudang penyimpanan, transportasi khusus, membawa
penyakit (Permadi, 1995)
Latar Belakang
Biji Botani
(TSS=True Shallot Seed )
Keunggulan:
● produktivitas tanaman meningkat (Basuki, 2009
Currah & Proctor, 1990)
● bebas penyakit dan virus (Currah & Proctor, 1990)
● volume benih lebih rendah (Ridwan et al., 1989;
Permadi & Putrasamedja, 1991; Basuki, 2009)
● menekan biaya produksi (Basuki, 2009)
● tidak memerlukan gudang penyimpanan &
transportasi khusus
Alternatif sumber benih bawang merah
Latar Belakang
Kendala Produksi TSS
● Pembungaan rendah:
- kondisi lingkungan tidak
mendukung
● Pembentukan biji rendah:
- viabilitas serbuk sari rendah
(Ockendon & Gates 1976)
- penyerbukan terbatas
(Gure et al.2009, Yucel &
Duman 2005)
Pendekatan pemecahan masalah
• Varietas TSS
• Budidaya TSS
• Teknologi Produksi Benih TSS
• Alur Produksi Benih TSS :
Konsep Perbenihan Menggunakan TSS
TSS
Bublet/
Umbi mini
Umbi
Umbi
BALITSA
Penangkar Benih
Mitra Terlatih
Petani
Penangkar
TSS Terlatih
-Varietas
- Benih TSS
BALITSA dan Direktorat
Benih Hortikultura
Calon Varietas TSS
NO Galur Lokasi Pengujian
Brebes Tegal
1 TSS-62-S4 10.87 a 14.14 cd
2 TSS-13-S4 6.91 c 15.87 bcd
3 TS- KT-S2 8.07 bc 13.42 d
4 TSS-28-S4 10.24 ab 17.50 bcd
5 TSS-1-S4 11.29 a 20.04 ab
6 TSS-5-S4 9.05 abc 17.73 bcd
7 TSS-33-S4 9.01 abc 18.04 abc
8 TSS-17-S4 10.31 ab 17.87 abcd
9 TS-Mj-S3 9.87 ab 16.22 bcd
10 TS-KL80-S3 11.48 a 21.35 a
11 TS-ML-S3 10.94 a 13.53 cd
12 TUK-TUK 11.32 a 15.94 bcd
Hasil biji TSS pada tiap varietas dan cara
aplikasi zpt GA3 (terbaik dg perendaman)
0
50
100
150
200
250
B1 B2 B3 B4
Hasilbiji(g/12m2)
Cara Aplikasi ZPT GA3
Mentes
Pancasona
1. Meningkatkan pembungaan dan produksi biji dengan BAP.
Pada Cajanus cajan (Barclay & McDavid 1998), kedele (Youngkoo et
al. 2006), dan tanaman Charmomile (Prat et al. 2008) BAP dengan
konsentrasi 20-50 ppm meningkatkan pembungaan
2. Meningkatkan viabilitas serbuk sari dengan boron.
Pada padi (Garg et al., 2004); tomat (Sharma 1995), paprika (Sharma
1999), boron 1-2 kg/ha dapat meningkatkan viabilitas serbuk sari
dan produksi biji.
3. Meningkatkan penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk
Pada bawang bombay Apis mellifera (Yuman & Ducel, 2005; Gure et
al., 2009), dan lalat (Sajjad et al. (2008) meningkatkan produksi
benih
Metodologi
Sumber: Foto Rini Rosliani
(2011)
Gambar 1. Vernalisasi
Metodologi
1. Jumlah kapsul per umbel
2. Bobot TSS per umbel
3. Bobot TSS per tanaman
4. Bobot TSS per plot
5. Bobot benih 100 butir
6. DB : UDK (Copenhagen table)
Pengamatan
Perlakuan Tanaman
berbunga
(%)
Jumlah
umbel per
tanaman
Jumlah
bunga per
umbel
Bobot TSS
per umbel
(g)
Bobot 100
butir (g)
DB
(%)
Konsentrasi BAP (ppm)
0
50
100
150
200
91.11 bc
97.22 a
95.56 ab
93.89 ab
89.44 c
3.4 a
3.1 a
3.4 a
3.3 a
3.6 a
108.1 c
113.8 ab
116.5 a
113.0 abc
108.9 bc
0.435 a
0.420 a
0.476 a
0.424 a
0.373 a
0.360 a
0.365 a
0.372 a
0.369 a
0.367 a
69.54 a
77.87 a
78.13 a
73.30 a
72.80 a
Dosis Boron (kg/ha)
0
1
2
3
4
93.89 a
92.78 a
92.78 a
93.89 a
93.89 a
2.9 b
3.4 a
3.6 a
3.4 a
3.5 a
103.9 b
114.4 a
113.5 a
115.5 a
113.0 a
0.325 b
0.418 a
0.467 a
0.477 a
0.441 a
0.357 c
0.367abc
0.372 ab
0.376 a
0.361 bc
62.67 b
74.13 a
78.93 a
78.04 a
77.87 a
BAP x boron tn tn tn tn tn tn
KK (%) 7.61 16.47 5.85 25.22 4.88 15.37
Tabel 1. Peningkatan pembungaan, viabilitas serbuk sari dan produksi serta mutu benih botani
(TSS) dengan BAP dan boron di Lembang
tn= tidak nyata; * transformasi √x +1
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 4. Kurva respon bobot TSS terhadap konsentrasi BAP (A)
dan terhadap dosis boron (B) di dataran tinggi
Lembang
A B
Perlakuan Tanaman
berbunga
(%)
Jumlah
umbel per
tan.
Jumlah
bunga per
umbel
Bobot
TSS per
umbel
(g)
Bobot TSS
per plot
(g/12 tan.)
Bobot 100
butir (g
DB
(%)
Konsentrasi BAP (ppm)
0
50
100
150
200
11.67 b
28.89 a
34.44 a
35.00 a
39.44 a
0.9 b
1.3 a
1.3 a
1.2 a
1.5 a
59.6 b
105.0 a
90.7 a
100.0 a
89.9 a
0.337 a
0.410 a
0.300 a
0.267 a
0.299 a
0.994 a
1.131 a
1.053 a
1.240 a
1.271 a
0.402 a
0.405 a
0.384 a
0.395 a
0.391 a
79.40 a
74.40 a
71.00 a
77.00 a
75.40 a
Dosis Boron (kg/ha)
0
1
2
3
4
31.67 a
33.33 a
29.45 a
27.78 a
27.22 a
1.2 a
1.3 a
1.2 a
1.3 a
1.2 a
85.8 a
88.1 a
85.1 a
94.2 a
92.0 a
0.331 a
0.311 a
0.323 a
0.299 a
0.340 a
1.309 a
1.049 a
0.940 a
1.052 a
1.340 a
0.391 a
0.404 a
0.395 a
0.395 a
0.392 a
76.60 a
73.80 a
78.40 a
73.20 a
75.20 a
BAP x boron tn tn tn
tn
tn tn tn tn
KK (%) 12.83 10.48 28.64 8.29 18.34 7.03 11.93
Tabel 2. Peningkatan pembungaan, viabilitas serbuk sari dan produksi serta mutu benih botani
(TSS) dengan BAP dan boron di Subang
Pembungaan di DT dan DR
Dataran Tinggi Dataran Rendah
Bobot TSS per plot Bobot 100 butir Daya berkecambah
Produksi dan Mutu TSS di Dua Lokasi
Perlakuan Pembentukan
kapsul (%)
Bobot TSS/
umbel (g)
Bobot TSS/
tan. (g)
Bobot 100
butir (g)
DB (%)
Apis mellifera
(Lebah madu)
Apis cerana
(Lebah madu)
Trigona sp.
(Lebah hutan)
Lucilia sp.
(Lalat hijau)
Penyerbukan
terbuka (OP)
33.5ab
38.7a
14.1c
23.4bc
34.5ab
0.318b
0.494a
0.164c
0.322b
0.316b
0.888ab
1.382a
0.464c
0.898ab
0.884bc
0.33a
0.37a
0.36a
0.37a
0.37a
68b
77a
72ab
76ab
75ab
KK (%) 21.90 23.29 8.99* 6.23 8.92
Tabel 3. Peningkatan produksi benih botani bawang merah (TSS)
dengan serangga penyerbuk di dataran tinggi Lembang
Perlakuan
Pembentukan
kapsul (%)
Bobot
TSS/
umbel (g)
Bobot
TSS/ tan.
(g)
Bobot 100
butir (g) DB (%)
Apis mellifera
(Lebah madu)
Apis cerana
(Lebah madu)
Trigona sp.
(Lebah hutan)
Lucilia sp.
(Lalat hijau)
Penyerbukan
terbuka (OP)
43.8ab
66.7a
14.3b
26.4b
37.5ab
0.303ab
0.453a
0.077c
0.143bc
0.303ab
0.323 b
0.503 a
0.077d
0.143cd
0.313bc
0.350b
0.397a
0.360ab
0.367ab
0.367a
79.6a
83.2a
77.2a
80.8a
82.0a
KK (%) 17.53 29.16 23.46 4.47 8.09
Tabel 4. Peningkatan pembentukan kapsul, produksi dan mutu TSS
dengan serangga penyerbuk di dataran rendah Subang
Produksi dan mutu benih botani (TSS) dari perlakuan
A. cerana di dataran tinggi dan dataran rendah
SIMPULAN (1)
1. BAP mampu meningkatkan pembungaan dan
viabilitas serbuk sari di Lembang maupun
Subang
2. Boron mampu meningkatkan pembungaan,
viabilitas serbuk sari, produksi dan mutu
TSS di Lembang, sedangkan di Subang
boron hanya mampu meningkatkan viabilitas
serbuk sari saja
3. BAP 37.5 ppm dan boron 2.9 kg/ha
merupakan konsentrasi dan dosis yang
optimum untuk produksi benih botani
bawang merah (TSS) di Lembang
SIMPULAN (2)
4. Di Subang BAP 50 ppm merupakan konsentrasi
optimum untuk meningkatkan pembungaan
5. Produksi TSS di dataran tinggi yang mencapai 8
kali lebih tinggi disebabkan oleh pembungaan
yang mencapai 3 kali daripada di dataran rendah
6. Mutu fisik TSS yang tercermin dari bobot benih
100 butir di dataran rendah lebih baik daripada di
dataran tinggi
SIMPULAN (3)
7. Apis cerana merupakan serangga penyerbuk yang dapat
meningkatkan produksi dan mutu TSS di Lembang dan
Subang
8. Daya berkecambah dari perlakuan A. cerana di dataran
rendah lebih baik daripada dataran tinggi.
9. Melalui kegiatan perakitan varietas unggul, telah tersedia
dua calon varietas TSS dengan potensi hasil di atas 20
ton/ha yaitu TSS-1-S4 (20,04 t/ha) dan TS-KL 80-S3 (21,35
t/ha).
10.Petani belum terbiasa menggunakan teknologi budidaya
bawang merah melalui TSS sehingga diperlukan kegiatan
pelatihan kemitraan baik dalam hal produksi benih umbi
mini dan maupun produksi TSS
Terima Kasih

Bawang merah

  • 1.
    TEKNOLOGI PERBENIHAN BAWANGMERAH MELALUI TSS (TRUE SHALLOT SEED) PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA Prof. Dr. Ir. YUSDAR HILMAN, MS
  • 2.
    Latar Belakang Sumber benihbawang merah Umbi Masalah: ● benih bermutu terbatas: 15-16% (Dirjen Hort, 2010) ● produktivitas rendah: 9.28 t/ha (BPS,2009); potensi hasil > 20 t/ha (Kartapradja & Putrasamedja, 1990) ● biaya umbi tinggi: 40% (Suherman & Basuki, 1990) ● gudang penyimpanan, transportasi khusus, membawa penyakit (Permadi, 1995)
  • 3.
    Latar Belakang Biji Botani (TSS=TrueShallot Seed ) Keunggulan: ● produktivitas tanaman meningkat (Basuki, 2009 Currah & Proctor, 1990) ● bebas penyakit dan virus (Currah & Proctor, 1990) ● volume benih lebih rendah (Ridwan et al., 1989; Permadi & Putrasamedja, 1991; Basuki, 2009) ● menekan biaya produksi (Basuki, 2009) ● tidak memerlukan gudang penyimpanan & transportasi khusus Alternatif sumber benih bawang merah
  • 4.
    Latar Belakang Kendala ProduksiTSS ● Pembungaan rendah: - kondisi lingkungan tidak mendukung ● Pembentukan biji rendah: - viabilitas serbuk sari rendah (Ockendon & Gates 1976) - penyerbukan terbatas (Gure et al.2009, Yucel & Duman 2005)
  • 5.
    Pendekatan pemecahan masalah •Varietas TSS • Budidaya TSS • Teknologi Produksi Benih TSS • Alur Produksi Benih TSS :
  • 6.
    Konsep Perbenihan MenggunakanTSS TSS Bublet/ Umbi mini Umbi Umbi BALITSA Penangkar Benih Mitra Terlatih Petani Penangkar TSS Terlatih -Varietas - Benih TSS BALITSA dan Direktorat Benih Hortikultura
  • 7.
    Calon Varietas TSS NOGalur Lokasi Pengujian Brebes Tegal 1 TSS-62-S4 10.87 a 14.14 cd 2 TSS-13-S4 6.91 c 15.87 bcd 3 TS- KT-S2 8.07 bc 13.42 d 4 TSS-28-S4 10.24 ab 17.50 bcd 5 TSS-1-S4 11.29 a 20.04 ab 6 TSS-5-S4 9.05 abc 17.73 bcd 7 TSS-33-S4 9.01 abc 18.04 abc 8 TSS-17-S4 10.31 ab 17.87 abcd 9 TS-Mj-S3 9.87 ab 16.22 bcd 10 TS-KL80-S3 11.48 a 21.35 a 11 TS-ML-S3 10.94 a 13.53 cd 12 TUK-TUK 11.32 a 15.94 bcd
  • 8.
    Hasil biji TSSpada tiap varietas dan cara aplikasi zpt GA3 (terbaik dg perendaman) 0 50 100 150 200 250 B1 B2 B3 B4 Hasilbiji(g/12m2) Cara Aplikasi ZPT GA3 Mentes Pancasona
  • 9.
    1. Meningkatkan pembungaandan produksi biji dengan BAP. Pada Cajanus cajan (Barclay & McDavid 1998), kedele (Youngkoo et al. 2006), dan tanaman Charmomile (Prat et al. 2008) BAP dengan konsentrasi 20-50 ppm meningkatkan pembungaan 2. Meningkatkan viabilitas serbuk sari dengan boron. Pada padi (Garg et al., 2004); tomat (Sharma 1995), paprika (Sharma 1999), boron 1-2 kg/ha dapat meningkatkan viabilitas serbuk sari dan produksi biji. 3. Meningkatkan penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk Pada bawang bombay Apis mellifera (Yuman & Ducel, 2005; Gure et al., 2009), dan lalat (Sajjad et al. (2008) meningkatkan produksi benih Metodologi
  • 10.
    Sumber: Foto RiniRosliani (2011) Gambar 1. Vernalisasi
  • 11.
    Metodologi 1. Jumlah kapsulper umbel 2. Bobot TSS per umbel 3. Bobot TSS per tanaman 4. Bobot TSS per plot 5. Bobot benih 100 butir 6. DB : UDK (Copenhagen table) Pengamatan
  • 12.
    Perlakuan Tanaman berbunga (%) Jumlah umbel per tanaman Jumlah bungaper umbel Bobot TSS per umbel (g) Bobot 100 butir (g) DB (%) Konsentrasi BAP (ppm) 0 50 100 150 200 91.11 bc 97.22 a 95.56 ab 93.89 ab 89.44 c 3.4 a 3.1 a 3.4 a 3.3 a 3.6 a 108.1 c 113.8 ab 116.5 a 113.0 abc 108.9 bc 0.435 a 0.420 a 0.476 a 0.424 a 0.373 a 0.360 a 0.365 a 0.372 a 0.369 a 0.367 a 69.54 a 77.87 a 78.13 a 73.30 a 72.80 a Dosis Boron (kg/ha) 0 1 2 3 4 93.89 a 92.78 a 92.78 a 93.89 a 93.89 a 2.9 b 3.4 a 3.6 a 3.4 a 3.5 a 103.9 b 114.4 a 113.5 a 115.5 a 113.0 a 0.325 b 0.418 a 0.467 a 0.477 a 0.441 a 0.357 c 0.367abc 0.372 ab 0.376 a 0.361 bc 62.67 b 74.13 a 78.93 a 78.04 a 77.87 a BAP x boron tn tn tn tn tn tn KK (%) 7.61 16.47 5.85 25.22 4.88 15.37 Tabel 1. Peningkatan pembungaan, viabilitas serbuk sari dan produksi serta mutu benih botani (TSS) dengan BAP dan boron di Lembang tn= tidak nyata; * transformasi √x +1 HASIL DAN PEMBAHASAN
  • 13.
    Gambar 4. Kurvarespon bobot TSS terhadap konsentrasi BAP (A) dan terhadap dosis boron (B) di dataran tinggi Lembang A B
  • 14.
    Perlakuan Tanaman berbunga (%) Jumlah umbel per tan. Jumlah bungaper umbel Bobot TSS per umbel (g) Bobot TSS per plot (g/12 tan.) Bobot 100 butir (g DB (%) Konsentrasi BAP (ppm) 0 50 100 150 200 11.67 b 28.89 a 34.44 a 35.00 a 39.44 a 0.9 b 1.3 a 1.3 a 1.2 a 1.5 a 59.6 b 105.0 a 90.7 a 100.0 a 89.9 a 0.337 a 0.410 a 0.300 a 0.267 a 0.299 a 0.994 a 1.131 a 1.053 a 1.240 a 1.271 a 0.402 a 0.405 a 0.384 a 0.395 a 0.391 a 79.40 a 74.40 a 71.00 a 77.00 a 75.40 a Dosis Boron (kg/ha) 0 1 2 3 4 31.67 a 33.33 a 29.45 a 27.78 a 27.22 a 1.2 a 1.3 a 1.2 a 1.3 a 1.2 a 85.8 a 88.1 a 85.1 a 94.2 a 92.0 a 0.331 a 0.311 a 0.323 a 0.299 a 0.340 a 1.309 a 1.049 a 0.940 a 1.052 a 1.340 a 0.391 a 0.404 a 0.395 a 0.395 a 0.392 a 76.60 a 73.80 a 78.40 a 73.20 a 75.20 a BAP x boron tn tn tn tn tn tn tn tn KK (%) 12.83 10.48 28.64 8.29 18.34 7.03 11.93 Tabel 2. Peningkatan pembungaan, viabilitas serbuk sari dan produksi serta mutu benih botani (TSS) dengan BAP dan boron di Subang
  • 15.
    Pembungaan di DTdan DR Dataran Tinggi Dataran Rendah
  • 16.
    Bobot TSS perplot Bobot 100 butir Daya berkecambah Produksi dan Mutu TSS di Dua Lokasi
  • 17.
    Perlakuan Pembentukan kapsul (%) BobotTSS/ umbel (g) Bobot TSS/ tan. (g) Bobot 100 butir (g) DB (%) Apis mellifera (Lebah madu) Apis cerana (Lebah madu) Trigona sp. (Lebah hutan) Lucilia sp. (Lalat hijau) Penyerbukan terbuka (OP) 33.5ab 38.7a 14.1c 23.4bc 34.5ab 0.318b 0.494a 0.164c 0.322b 0.316b 0.888ab 1.382a 0.464c 0.898ab 0.884bc 0.33a 0.37a 0.36a 0.37a 0.37a 68b 77a 72ab 76ab 75ab KK (%) 21.90 23.29 8.99* 6.23 8.92 Tabel 3. Peningkatan produksi benih botani bawang merah (TSS) dengan serangga penyerbuk di dataran tinggi Lembang
  • 18.
    Perlakuan Pembentukan kapsul (%) Bobot TSS/ umbel (g) Bobot TSS/tan. (g) Bobot 100 butir (g) DB (%) Apis mellifera (Lebah madu) Apis cerana (Lebah madu) Trigona sp. (Lebah hutan) Lucilia sp. (Lalat hijau) Penyerbukan terbuka (OP) 43.8ab 66.7a 14.3b 26.4b 37.5ab 0.303ab 0.453a 0.077c 0.143bc 0.303ab 0.323 b 0.503 a 0.077d 0.143cd 0.313bc 0.350b 0.397a 0.360ab 0.367ab 0.367a 79.6a 83.2a 77.2a 80.8a 82.0a KK (%) 17.53 29.16 23.46 4.47 8.09 Tabel 4. Peningkatan pembentukan kapsul, produksi dan mutu TSS dengan serangga penyerbuk di dataran rendah Subang
  • 19.
    Produksi dan mutubenih botani (TSS) dari perlakuan A. cerana di dataran tinggi dan dataran rendah
  • 20.
    SIMPULAN (1) 1. BAPmampu meningkatkan pembungaan dan viabilitas serbuk sari di Lembang maupun Subang 2. Boron mampu meningkatkan pembungaan, viabilitas serbuk sari, produksi dan mutu TSS di Lembang, sedangkan di Subang boron hanya mampu meningkatkan viabilitas serbuk sari saja 3. BAP 37.5 ppm dan boron 2.9 kg/ha merupakan konsentrasi dan dosis yang optimum untuk produksi benih botani bawang merah (TSS) di Lembang
  • 21.
    SIMPULAN (2) 4. DiSubang BAP 50 ppm merupakan konsentrasi optimum untuk meningkatkan pembungaan 5. Produksi TSS di dataran tinggi yang mencapai 8 kali lebih tinggi disebabkan oleh pembungaan yang mencapai 3 kali daripada di dataran rendah 6. Mutu fisik TSS yang tercermin dari bobot benih 100 butir di dataran rendah lebih baik daripada di dataran tinggi
  • 22.
    SIMPULAN (3) 7. Apiscerana merupakan serangga penyerbuk yang dapat meningkatkan produksi dan mutu TSS di Lembang dan Subang 8. Daya berkecambah dari perlakuan A. cerana di dataran rendah lebih baik daripada dataran tinggi. 9. Melalui kegiatan perakitan varietas unggul, telah tersedia dua calon varietas TSS dengan potensi hasil di atas 20 ton/ha yaitu TSS-1-S4 (20,04 t/ha) dan TS-KL 80-S3 (21,35 t/ha). 10.Petani belum terbiasa menggunakan teknologi budidaya bawang merah melalui TSS sehingga diperlukan kegiatan pelatihan kemitraan baik dalam hal produksi benih umbi mini dan maupun produksi TSS
  • 23.