“ Tak ada yang sulit dalam
hidup, asal mau berusaha.
Termasuk dalam
Matematika”
STANDAR KOMPETENSI:
Menggunakan konsep
barisan dan deret dalam
pemecahan masalah.
KOMPETENSI DASAR:
Menentukan suku ke-n
barisan dan jumlah n
suku deret aritmetika dan
geometri.
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat menguasai barisan
dan deret aritmatika
 Pola Bilangan adalah ?
Susunan bilangan yang disusun menurut aturan tertentu.
Contoh :
1. Pola Bilangan Ganjil 1, 3, 5, ....
2. Pola Bilangan Genap 2, 4, 6, ....
 PERHATIKAN SUSUNAN BILANGAN DI BAWAH INI
• Susunan bilangan asli : 1, 2, 3, 4, , ...
• Susunan bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, ...
• Susunan bilangan genap: 2, 4, 6, 8, , ...
• Susunan bilangan kelipatan tiga: 3, 6, 9, 12, ...
Definisi Barisan Bilangan
Barisan bilangan adalah urutan bilangan-bilangan yang memiliki pola atau aturan
tertentu
Jika barisan bilangan tadi dijumlahkan maka terbentuklah deret bilangan.
Definisi
Definisi Deret Bilangan
Deret bilangan adalah penjumlahan dari suku-suku barisan bilangan.
Sebagai contoh, jika 1, 2, 3, 4, ... merupakan barisan bilangan maka
deret dari barisan bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + ....
BARISAN ARITMATIKA
Definisi Barisan Aritmetika
Suatu barisan dikatakan sebagai barisan aritmetika jika
selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap.
Bilangan (selisih) tetap tersebut disebut sebagai beda.
Biasanya diberi simbol b .
Definisi tersebut jika diubah ke bentuk notasi adalah sebagai
berikut.
Jika U1, U2, U3, ..., Un–1, Un adalah suatu barisan bilangan maka
barisan tersebut dikatakan sebagai barisan aritmetika apabila
memenuhi hubungan berikut U2 – U1 = U3 – U2 = ... Un – Un–1
Rumus umum suku ke-n pada barisan aritmatika
Suatu barisan dengan suku
pertama dan beda b maka
rumus umum suku ke-n
barisan aritmatika
ditentukan oleh :
Keterangan :
Un = Rumus Suku Ke-n
a = suku pertama
b = beda b = U2 – U1 = U3 – U2 = .... = Un – Un-1
U1 a
U2 a+ b
U3 a+2b Urutan ke 3 beda 2 b
Urutan ke 2 beda b
Urutan ke 1 beda b
Jadi jika urutannya n
maka mempunyai beda
(n-1)b
Un a+(n-1) b
Un=a+(n-1) b
Seorang ibu membagikan permen kepada 5
orang anaknya menurut aturan deret
aritmetika. Semakin muda usia anak semakin
banyak permen yang diperoleh. Jika banyak
permen yang diterima anak kedua 11 buah dan
anak keempat 19 buah, maka jumlah seluruh
permen adalah …buah
Telah diketahui bahwa penjumlahan dari barisan bilangan
dikenal sebagai deret bilangan. Begitu pula jika
menjumlahkan suatu barisan aritmetika maka akan
mendapatkan suatu deret aritmetika.
Definisi
Definisi Deret Aritmetika
Misalkan U1, U2, ...,Un adalah barisan
aritmetika maka penjumlahan
U1 + U2 + ... + Un adalah deret aritmetika.
Sebagai contoh, jika barisan aritmetika 2, 5, 8, 11, ...
Kemudian menjumlahkan setiap suku dalam barisan
aritmetika tersebut maka akan diperoleh deret
aritmetika 2 + 5 + 8 + 11 + ....
Secara umum, dari suatu barisan U1, U2, ..., Un
dengan U1= a dan beda = b
Maka dapat diperoleh bentuk umum deret
aritmetika, yaitu
U1 + U2 + ...+ Un = a + (a + b) + (a + 2b) + ... +
(a + (n – 1) b)
Jika jumlah n suku pertama deret aritmatika dilambangkan dengan
Sn , maka Sn dapat dicari dengan menggunakan rumus.
Rumus Umum Deret Aritmatika
Sn = n/2 (a + Un ) atau Sn = n/2 ( 2 a +(n-1) b )
Keterangan :
a = suku pertama
b = beda
Sn = jumlah suku ke – n
Misalkan Sn = U1 + U2 + ... + Un merupakan deret aritmetika
dengan suku pertama a dan beda b maka :
Seorang anak menabung di suatu bnk
dengan selisih kenaikan tabungan antar
bulan tetap. Pada bulan pertama
sebesar Rp. 50.000,00, bulan kedua
Rp.55.000,00, bulan ketiga
Rp.60.000,00, dan seterusnya. Besar
tabungan nak tersenut selama dua tahun
adalah
a. Deret = 6 + 17 + 28 + 39 + ...
a = 6
b = 11
Sn = n/2 ( 2 (a) + ( n-1 ) b )
= n/2 ( 2 (6) + ( n-1 ) 11 )
= n/2 (12 + 11n – 11 )
= n/2 ( 1 + 11n )
= 11n2 / b + n/2
b. Jumlah 10 suku pertama
= 11.(10)2/ 11 + 10 / 2
= 555
Jadi jumlah suku pertamanya adalah 555
1. Suku ke–4 dari suatu barisan aritmetika adalah 17 dan
suku ke–12 dari barisan tersebut adalah 81. Tentukan
suku ke–25 dari barisan tersebut ?
2. Dari suatu deret aritmetika, diketahui U5 = 5 dan U10 =
15.
Tentukan nilai dari Suku ke 20 !
barisan & deret Arimatika.ppt

barisan & deret Arimatika.ppt

  • 2.
    “ Tak adayang sulit dalam hidup, asal mau berusaha. Termasuk dalam Matematika”
  • 3.
    STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan konsep barisandan deret dalam pemecahan masalah.
  • 4.
    KOMPETENSI DASAR: Menentukan sukuke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmetika dan geometri.
  • 5.
    Tujuan Pembelajaran: Siswa dapatmenguasai barisan dan deret aritmatika
  • 6.
     Pola Bilanganadalah ? Susunan bilangan yang disusun menurut aturan tertentu. Contoh : 1. Pola Bilangan Ganjil 1, 3, 5, .... 2. Pola Bilangan Genap 2, 4, 6, ....  PERHATIKAN SUSUNAN BILANGAN DI BAWAH INI • Susunan bilangan asli : 1, 2, 3, 4, , ... • Susunan bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, ... • Susunan bilangan genap: 2, 4, 6, 8, , ... • Susunan bilangan kelipatan tiga: 3, 6, 9, 12, ...
  • 7.
    Definisi Barisan Bilangan Barisanbilangan adalah urutan bilangan-bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu Jika barisan bilangan tadi dijumlahkan maka terbentuklah deret bilangan. Definisi Definisi Deret Bilangan Deret bilangan adalah penjumlahan dari suku-suku barisan bilangan. Sebagai contoh, jika 1, 2, 3, 4, ... merupakan barisan bilangan maka deret dari barisan bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + ....
  • 8.
    BARISAN ARITMATIKA Definisi BarisanAritmetika Suatu barisan dikatakan sebagai barisan aritmetika jika selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Bilangan (selisih) tetap tersebut disebut sebagai beda. Biasanya diberi simbol b . Definisi tersebut jika diubah ke bentuk notasi adalah sebagai berikut. Jika U1, U2, U3, ..., Un–1, Un adalah suatu barisan bilangan maka barisan tersebut dikatakan sebagai barisan aritmetika apabila memenuhi hubungan berikut U2 – U1 = U3 – U2 = ... Un – Un–1
  • 9.
    Rumus umum sukuke-n pada barisan aritmatika Suatu barisan dengan suku pertama dan beda b maka rumus umum suku ke-n barisan aritmatika ditentukan oleh : Keterangan : Un = Rumus Suku Ke-n a = suku pertama b = beda b = U2 – U1 = U3 – U2 = .... = Un – Un-1 U1 a U2 a+ b U3 a+2b Urutan ke 3 beda 2 b Urutan ke 2 beda b Urutan ke 1 beda b Jadi jika urutannya n maka mempunyai beda (n-1)b Un a+(n-1) b Un=a+(n-1) b
  • 10.
    Seorang ibu membagikanpermen kepada 5 orang anaknya menurut aturan deret aritmetika. Semakin muda usia anak semakin banyak permen yang diperoleh. Jika banyak permen yang diterima anak kedua 11 buah dan anak keempat 19 buah, maka jumlah seluruh permen adalah …buah
  • 11.
    Telah diketahui bahwapenjumlahan dari barisan bilangan dikenal sebagai deret bilangan. Begitu pula jika menjumlahkan suatu barisan aritmetika maka akan mendapatkan suatu deret aritmetika. Definisi Definisi Deret Aritmetika Misalkan U1, U2, ...,Un adalah barisan aritmetika maka penjumlahan U1 + U2 + ... + Un adalah deret aritmetika.
  • 12.
    Sebagai contoh, jikabarisan aritmetika 2, 5, 8, 11, ... Kemudian menjumlahkan setiap suku dalam barisan aritmetika tersebut maka akan diperoleh deret aritmetika 2 + 5 + 8 + 11 + .... Secara umum, dari suatu barisan U1, U2, ..., Un dengan U1= a dan beda = b Maka dapat diperoleh bentuk umum deret aritmetika, yaitu U1 + U2 + ...+ Un = a + (a + b) + (a + 2b) + ... + (a + (n – 1) b)
  • 13.
    Jika jumlah nsuku pertama deret aritmatika dilambangkan dengan Sn , maka Sn dapat dicari dengan menggunakan rumus. Rumus Umum Deret Aritmatika Sn = n/2 (a + Un ) atau Sn = n/2 ( 2 a +(n-1) b ) Keterangan : a = suku pertama b = beda Sn = jumlah suku ke – n Misalkan Sn = U1 + U2 + ... + Un merupakan deret aritmetika dengan suku pertama a dan beda b maka :
  • 14.
    Seorang anak menabungdi suatu bnk dengan selisih kenaikan tabungan antar bulan tetap. Pada bulan pertama sebesar Rp. 50.000,00, bulan kedua Rp.55.000,00, bulan ketiga Rp.60.000,00, dan seterusnya. Besar tabungan nak tersenut selama dua tahun adalah
  • 15.
    a. Deret =6 + 17 + 28 + 39 + ... a = 6 b = 11 Sn = n/2 ( 2 (a) + ( n-1 ) b ) = n/2 ( 2 (6) + ( n-1 ) 11 ) = n/2 (12 + 11n – 11 ) = n/2 ( 1 + 11n ) = 11n2 / b + n/2 b. Jumlah 10 suku pertama = 11.(10)2/ 11 + 10 / 2 = 555 Jadi jumlah suku pertamanya adalah 555
  • 16.
    1. Suku ke–4dari suatu barisan aritmetika adalah 17 dan suku ke–12 dari barisan tersebut adalah 81. Tentukan suku ke–25 dari barisan tersebut ? 2. Dari suatu deret aritmetika, diketahui U5 = 5 dan U10 = 15. Tentukan nilai dari Suku ke 20 !