Workholding Devices
PERKAKAS BANTU
 Secara umum perkakas bantu
berfungsi sebagai perangkat
pemegang benda kerja (workholding
devices)
 Tujuannya adalah memposisikan dan
menahan benda kerja secara
presisi agar operasi pemesinan
dapat dilakukan.
Perkakas bantu terdiri dari 2 jenis yaitu:
 JIGS : perkakas bantu yang berfungsi untuk
menuntun jalannya pahat
 FIXTURES: perkakas bantu yang berfungsi
untuk mengalokasikan dan mencekam benda
kerja agar tidak berubah posisinya.
 Kebanyakan buku teks istilah perkakas bantu
ini disebut sebagai Jigs & Fixtures
PERKAKAS BANTU
PERKAKAS BANTU
Umumnya perkakas bantu memiliki
fungsi sebagai:
 Pengalokasi (locating): agar benda
kerja dapat diposisikan secara benar &
teliti
 Pencekam (clamping): untuk menahan
gaya & momen yang berkerja dalam
operasi pemesinan sehingga dapat
menjaga posisi benda kerja secara
benar
Pengalokasi (Locator)
Pengalokasian dalam arah vertikal
Pengalokasian dalam arah horizontal
Pencekam (clamp)
Pencekam (clamp)
clamp
locator
Perkakas Bantu Pegang
Serbaguna (General Proposes
Work holding devices)
 Istilah perkakas bantu pegang serbaguna (general
proposes) adalah perangkat bantu pegang yang
umumnya tersedia pada setiap mesin perkakas
sesuai dengan operasi mesin tersebut seperti:
chuck pada mesin bubut atau vise pada mesin
freis.
 Istilah perkakas bantu yang dikenal dengan jigs &
fixtures lebih ditujukan kepada perkakas bantu
yang didisain khusus untuk operasi benda kerja
tertentu (special porposes workholding devices)
 Beberapa perkakas bantu serba guna a.l.: vise,
clamp, chuck, face plate, angel plate, lathe dog,
senter, steady rest, rotary table dll.
Vice
Vise atau ragum
presisi dipakai sebagai
alat bantu pada
operasi pada mesin
perkakas freis, gurdi
ataupun sekrap
Pencekam (clamp)
clamp
Clamp atau
pencekam seperti
terlihat disebelah
adalah perkakas
bantu serbaguna
yang banyak
dipakai pada
mesin perkakas
Chuck
Chuck sebagai alat bantu pegang pada operasi
bubut
Gambar (a) three-jaw chuck untuk memegang benda kerja
selindrik dan (b) independent four-jaw chuck untuk
memegang benda kerja prismatik
Face plate, lathe dog, center
Face plate, lathe dog
dan center dipakai
untuk proses bubut
antar senter. Lihat
mekanisme
pemegangan benda
kerja.
Proses bubut senter
dipakai dalam
membubut konus
(taper turning)
Angle Plate
Angle plate
Angle plate berbentuk
pelat siku presisi yang
berfungsi sebagai
pemosisi locating)
benda kerja secara
vertikal sehingga
dapat diproses. Angle
Plate dipakai pada
mesin freis horizontal
(horizontal milling
machine).
Collet
Collet sebagai perkakas
bantu (fixture) untuk
memegang benda kerja
dengan diameter kecil
pada proses bubut.
collet
Benda kerja
spindel
Collet
Collet juga sebagai
perkakas bantu (fixture)
untuk memegang pahat
umumnya pahat end mill.
Steady rest
Steady rest adalah
perkakas bantu
pegang pada mesin
bubut, khusus untuk
memegang benda
kerja selinder panjang
agar mengurangi efek
defleksi
Rotary table
Dipakai pada mesin freis,
berfungsi memegang benda
kerja sehingga benda kerja
dapat dibagi atau diputar
sesuai sudut yang diingini.
Dipakai dalam pemesinan
benda kerja segi banyak
atau roda gigi
T-Slot (Alur T)
T-Slot adalah alur yang dibuat pada meja mesin
sedemikian sehingga membantu dalam proses
pencekaman benda kerja
Metodologi perancangan Jig
dan Fixture
 Interpretasi gambar teknik
 Ukuran & bentuk benda kerja
 Ketelitian yang diingini
 Material benda kerja
 Jumlah produk
 Tempat pengalokasian & pencekaman benda kerja
 Analisa proses
 Tipe & ukuran mesin perkakas
 Tipe dan ukuran pahat potong
 Urutan operasi
 Orientasi benda kerja terhadap pahat potong
 Gaya potong
 Rancang solusi perkakas bantu dengan kriteria: ketelitian,
parameter proses (kec potong & ongkos)
TEORI DASAR PEMEGANGAN
PADA PERKAKAS BANTU
Obyek dalam ruang
memiliki 12 derajat
kebebasan yaitu:
6 derajat kebebasan
gerakan rotasi (gerakan 1
s/d 6) dan 6 derajat
kebebasan berikutnya
merupakan gerakan
translasi ( gerakan 7 s/d
12). Fungsi dari perkakas
bantu (locator & clamp)
adalah meniadakan
gerakan tersebut sehingga
obyek/ benda kerja dapat
dimesin. A
Tinjauan obyek dalam ruang
3 pin yang meyangga benda kerja di atas meniadakan 5
derajat kebebasan yaitu gerakan no. 2, 5 (rotasi sb Y), no 1,4
(rotasi sumbu x) dan no. 12 (translasi – Z). Ada 7 derajat
kebebasan yang belum ditiadakan.
TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
5 pin seperti gambar diatas meniadakan 8 derajat kebebasan
yaitu gerakan no. 1,2,4,5, dan 12 (seperti slide sebelumnya)
ditambah gerakan no. 3, 6 (rotasi sb Z), gerakan translasi no.
8 (translasi +Y). Ada 4 derajat kebebasan yang belum
ditiadakan.
TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
6 pin seperti gambar diatas meniadakan 9 derajat kebebasan..
Ada 3 derajat kebebasan yang belum ditiadakan yaitu translasi
+Z, translasi –X dan translasi –Y.
TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
Jig
 Jig adalah suatu perkakas pemegang benda kerja
untuk tujuan khusus (special-purpose workholding
device)
 Jig sebagai alat bantu dipakai luas pada proses
pemesinan, pengelasan, dan assembly
 Jig merupakan perkakas pemegang benda kerja
sekaligus memberikan tuntunan dan orientasi pada
pahat potong (proses pemesinan) atau katoda
mesin las (proses pengelasan)
Box Jig
Jenis-jenis
Jig
 Plate jigs
 Channel jigs
 Ring jigs
 Diameter jigs
 Leaf jigs
 Box jigs
leaf jig
Fixture
 Sama dengan jig, fixture adalah perkakas
pemegang benda kerja untuk tujuan khusus
(special-purpose workholding device)
 Perbedaan dengan Jig adalah tidak ada tuntunan
khusus untuk pahat potong
 Fixture adalah perkakas bantu yang berfungsi
untuk mengalokasikan dan mencekam benda
kerja agar tidak berubah posisinya akibat proses
pemesinan.
 Digunakan pada berbagai proses pemesinan
seperti milling, broaching, planing, grinding and
turning.
Fixture
untuk benda
kerja
berbentuk
pelat
Fixture untuk proses bubut
Fixture ini dipakai bila benda kerja tidak bisa
dicekam dengan chuck yang sudah disediakan
Fixture Pengelasan
Fixture untuk proses gerinda
Karena gaya potong
pada proses gerinda
datar yang relatif
kecil maka proses
pemegangan benda
kerja dapat
dilakukan dengan
ragum bermagnet
(magnetic vise) atau
tidak memerlukan
pencekam (clamp)
secara mekanik.
Fixture Modular
Fixture modular adalah perkakas bantu yang terdiri dari
modul-modul seperti modul locator, V-block, clamp,
support, base plate agar dapat mengakomodasi benda
kerja yang beragam ukuran dan bentuk sehingga
menghindari perancangan fixture khusus.
Fixture Modular
Fixture Modular
Beberapa Persyaratan dalam
perancangan Perkakas Bantu
 Mudah dibongkar pasang
 Satu sistim pencekaman untuk beberapa
operasi pemesinan
 Cepat & mudah dioperasikan
 Perhatikan bid referensi bendakerja
 Repeatability
 Skala ekonomis
 Gaya pencekaman
 Hindari pencekaman kembali
Mudah dibongkar pasang untuk meminimalisasi
waktu non-produktif (waktu yang terbuang akibat
tidak melakukan proses pemotongan)
Prinsip Perancangan Fixture
Prinsip Perancangan Fixture
Usahakan benda kerja dipegang/dicekam untuk beberapa
operasi pemesinan sehingga tidak perlu mengubah bidang
referensi (datum). Mengubah datum akan berpengaruh
terhadap ketelitian geometrik benda kerja yang dihasilkan.
Prinsip Perancangan Fixture
Cepat dan mudah dioperasikan dan tidak
membutuhkan penanganan (handling) khusus
Sukar
dalam
pengoper
asian
Perancangan Fixture
Usahakan perkakas bantu standar (serbaguna) bila
jumlah benda kerja yang dimesin sedikit (sehingga
ongkos perkakas bantu rendah). Fixture hanya dipakai
untuk jumlah benda kerja banyak (skala ekonomis)
Prinsip Perancangan Fixture
 Perhatikan bidang referensi benda kerja (datum) dalam
perancangan perkakas bantu dan posisi & orientasi
elemen geometris lain terhadap datum tersebut.
 Keterulangan (repeatability) untuk jumlah benda kerja
datum
Prinsip Perancangan Fixture
 Gaya pencekam harus dapat menjamin gaya & momen
yang terjadi akibat proses pemotongan tidak
mempengaruhi ketelitian bendakerja
 Gaya pencekaman yang terlalu besar sebaiknya
dihindari agar tidak terjadi defeksi pada benda kerja
locator
clamp
Prinsip Perancangan Fixture
 Perkakas bantu harus diusahakan agar dapat dicekam
untuk beberapa operasi pemesinan agar menjaga
ketelitian & produktifitas. Pencekaman ulang untuk
pemesinan bagian tertentu harus dihindari (permukaan
datum hilang & ketelitian tidak dijamin)
Workholding in Assembly
Workholding devices
 Its covers all devices that are used to hold, grip or
chuck a workpiece in a prescribed manner to allow
a manufacturing operation to be performed
 Main purpose: to position and hold a workpiece in a
precise location while the manufacturing operation
is being performed
 4 basic elements:
 Locating element: allow the wp to be positioned
correctly
 Structural : can withstand the force applied
during the operation
 Clamping: can withstand the force applied during
the operation and maintain the position of wp
 Fixing: attach the workholder to the machine
Locator
 Fixed
 Adjustable
Clamps
 Eccentric-
cam
 Toggle
 Strap
 screw
Workholding devices
 General Workholding devices (sometimes referred
to as Low-cost Jigs and Fixtures)
 Vices
 Clamps and abutments
 Chuck
 Collets
 Centers
 Mandrels
 Face plates
 special-purpose workholding device
 Jigs and Fixtures
Vice
Workholding Method
 For machine table having T-slot
Workholding in vertical-
boring machine
Jenis-jenis Fixture
 VISE
 PROSES BUBUT
 Lathe center (dead and life)
 Mandrel (solid, gang, cone, ekspansi)
 Chuck (three jaws self, four jaws independent,
combinations)
 Collet (round, square, hexagon)
 Face plate
 Steady and follow rest
Jenis-jenis Fixture Proses
Freis
 Untuk proses freis, rata-rata pb-nya terdiri lima bagian,
seperti pelat dasar, cekam, sarang, titik lokasi dan referensi.
 Diklasifikasikan atas berbagai cara :
 berdasarkan jenis operasi freis
 cara pencekaman
 cara lokasi
 cara penempatan benda kerja
 Jenis-jenis :
 T-slot
 V-block
 Clamping
 Block indexter
 Angle plate
Why use jigs and fixtures
 For many machining and assembly operation,
General-purpose workholding device may not
sufficient
 Jigs and Fixtures known as special-purpose workholding
device are generally satisfied
 Component can be produced quicker
 Greater interchangeability is obtained due to
repeatibility of manufacture which subsequently
reduces assembly time
 Accuracy can be easily obtained and maintained
 Unskilled or semi-skilled labour may be used on a
machine, resulting in reduced manufacturing costs
Jigs
 A workholding device
 Its further important function; determining location
dimensions of specific features produced during
machining or assembly
 Not all jigs provide guidance for tools, e.g. in many
assembly process, such as welding, the jig merely
holds the parts together in the correct orientation
with respect to each other while the tool carries out
the joining process.
 however, in the case of machining processes, jigs
always provide guidance for the cutting tool
Jigs
 A specially designed and built workholding device,
usually made of metal, and performs three basic
functions:
 Holding the components
 Providing guidance for cutting tools to determine
the location dimension for the machining of a
feature
 Positively locating the component so that
subsequent components are machined in the
same manner
 Generally classified either drilling jigs or boring jigs
and are used for e.g. drilling, reaming, chamfering,
counterboring,countersinking, and boring operation
Fixtures
 Similar to a jig, a special-purpose workholding
device used during machining or assembly
 However, fixture are generally heavier
construction than jigs and also usually fixed to
machine table
 Main function: to positively locate the workpiece.
 Unlike a jig, No guidance is provided for cutting
tools
 Used in a variety processes including milling,
broaching, planing, grinding and turning
Factors influence the design and/or
construction of workholders
 Physical characteristics of the wp:
shape/form (geometry), overall size, and
mass
 Cutting force involved
 Machine selection: weight and size of
workholder and wp
 Fixing method to machine
 Workholder-cutting tool relationship
 Workpiece-cutting tool relationship
Basics principles of the jigs
and fixtures design
 Location
 Clamping
 Clearance
 Stability and rigidity
 Handling and fixing
 Ease of construction and design
Design methodology for jig
and fixture design
 Drawing interpretation
 Size and shape of workpiece
 Accuracy required
 Workpiece material
 Quantity required
 Location and clamping surface
 Manufacturing analysis
 Type and size of machine tool
 Type and size of tooling
 Sequence of operation
 Orientation of the workpiece relative to the tooling
 Cutting forces
 Develop workholding solution: criteria; speed of operation,
accuracy, and cost
 Design and construction
Types of jigs
 Classified by process
 Drilling jigs
 Template
 Plate
 Sandwich
 Angle
 Box
 Swinging arm
 Boring jigs
Template jig, plate jig, leaf
jig
Box Jig
Jig Borer
Types of Fixtures
 Usually classified according to their use
with particular process such as: for
assembly, machining, joining, inspection
 Basic types of fixture and their name
usually describe their construction
 Plate
 Angle plate
 Vice jaw
 Indexing
Plate
Fixture
Turning Fixture
Turning Fixture
Turning Fixture
Welding Fixture
Furthe workholding
 Power
 Modular
 Magnetic
 Electrostatic
 vacuum
Modular Fixture components
 Flexible fixture, can accommodate workpieces of
various sizes, shapes, hights, widths, diameter
etc.
Modular Fixture
Modular Fixture
Elemen standar:
 riser block
 vee block
 angle plate
 Cubes
 Box parallels
Dedicated And Modular
Fixture
 Perbedaan antara Dedicated And Modular Fixture
Conformable clamping system
(Programmable fixture)
 For machining turbin-blade forging
Jig dan Fixture
 Perkakas Bantu mempunyai 2 (dua) fungsi
sebagai berikut :
 Pelokasian
 Pencekam
 Ada 2 (dua) jenis perkakas Bantu :
 Jigs
 Fixtures
Persyaratan untuk
perancangan Perkakas Bantu
 Positive location
 Repeatability
 Adequate clamping force
 Reliability
 Ruggedness
 Design and construction ease
 Low profile
 Workpiece accommodation
 Rapid, easy operation
 Freedom from part distortion
Jenis-jenis
Jigs
 Plate jigs
 Channel jigs
 Ring jigs
 Diameter jigs
 Leaf jigs
 Box jigs
 Universal Jigs
Universal Jigs
Syarat-syarat jig
 Kekakuan
 Lokasi dan pencekaman
 Pengendalian geram
 Kaki perkakas
JENIS-JENIS LAIN JIG/
FIXTURE
 THE GROUP JIG/ FIXTURE
 Contoh Assembly jigs
 Magnetic workholders
 Electrostatic workholders
 Vacuum chucks
Pertimbangan Ekonomi dari
Jigs and Fixtures
 Biaya perkakas
 Bunga/keuntungan dari biaya perkakas
 Pengurangan dari penggunaan dari
perkakas
 Pengurangan dari biaya mesin
 Jumlah yang dihasilkan
Typical Lathe Tool Post (Jig)
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Komponen yang selalu ada pada setiap
mesin perkakas
 Rangka mesin
 Penggerak
 Peralatan Pemegang benda kerja
 Pengontrol
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Struktur:
 Dasar
 Bangku
 Kolom
 Kepala tetap
 Meja
 Peluncur silang
Bahan:
 besi cor
kelabu
 baja
 baja las
Rangka Mesin
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Penggerak:
 Mekanis
 Listrik
 Hidrolis
 Pneumatis
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Peralatan pemegang benda kerja :
 Pada benda kerja berputar
 Diantara pusat
 Mandril
 Plat Penyetel
 Pencekam
 Leher
 Arbor
 Peralatan Khusus
 Pada Benda Kerja Ulang Alik
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Peralatan pemegang benda kerja :
 Pada benda kerja berputar
 Pada benda kerja ulang alik
 Ragum
 Celah T
 Pencekam magnet
• Magnet tetap
• Arus searah
Basic Elements of Machine Tools
(Elemen dasar mesin perkakas)
Metode pengendalian:
 Dengan tangan
 Mekanis
 Hidrolis
 Gerakan nok (cam)
 Daur pemilih waktu
 Pengendali numerik
Bentuk-bentuk geometri yang umum
produk hasil pemotongan
 Permukaan datar (plane atau flat)
 Silindris (cylindrical)
 Konis (conical)
 Tak beraturan (irregular, curve atau
warped)
Ketelitian mesin-mesin
perkakas
 Ketelitian produk yang dihasilkan sampai 0.001 inci
atau kurang.
 untuk menghasilkan ketelitian tersebut mesin
perkakas harus memenuhi persyaratan sbb antara
lain:
 Fungsional
 Kekakuan
 Bentuk
 Kemudahan dalam pengoperasian
 Kemudahan pengeluaran serpihan (geram)
 Keselamatan
Bab-10-WorkHoldingDevices.ppt

Bab-10-WorkHoldingDevices.ppt

  • 1.
  • 2.
    PERKAKAS BANTU  Secaraumum perkakas bantu berfungsi sebagai perangkat pemegang benda kerja (workholding devices)  Tujuannya adalah memposisikan dan menahan benda kerja secara presisi agar operasi pemesinan dapat dilakukan.
  • 3.
    Perkakas bantu terdiridari 2 jenis yaitu:  JIGS : perkakas bantu yang berfungsi untuk menuntun jalannya pahat  FIXTURES: perkakas bantu yang berfungsi untuk mengalokasikan dan mencekam benda kerja agar tidak berubah posisinya.  Kebanyakan buku teks istilah perkakas bantu ini disebut sebagai Jigs & Fixtures PERKAKAS BANTU
  • 4.
    PERKAKAS BANTU Umumnya perkakasbantu memiliki fungsi sebagai:  Pengalokasi (locating): agar benda kerja dapat diposisikan secara benar & teliti  Pencekam (clamping): untuk menahan gaya & momen yang berkerja dalam operasi pemesinan sehingga dapat menjaga posisi benda kerja secara benar
  • 5.
    Pengalokasi (Locator) Pengalokasian dalamarah vertikal Pengalokasian dalam arah horizontal
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Perkakas Bantu Pegang Serbaguna(General Proposes Work holding devices)  Istilah perkakas bantu pegang serbaguna (general proposes) adalah perangkat bantu pegang yang umumnya tersedia pada setiap mesin perkakas sesuai dengan operasi mesin tersebut seperti: chuck pada mesin bubut atau vise pada mesin freis.  Istilah perkakas bantu yang dikenal dengan jigs & fixtures lebih ditujukan kepada perkakas bantu yang didisain khusus untuk operasi benda kerja tertentu (special porposes workholding devices)  Beberapa perkakas bantu serba guna a.l.: vise, clamp, chuck, face plate, angel plate, lathe dog, senter, steady rest, rotary table dll.
  • 9.
    Vice Vise atau ragum presisidipakai sebagai alat bantu pada operasi pada mesin perkakas freis, gurdi ataupun sekrap
  • 10.
    Pencekam (clamp) clamp Clamp atau pencekamseperti terlihat disebelah adalah perkakas bantu serbaguna yang banyak dipakai pada mesin perkakas
  • 11.
    Chuck Chuck sebagai alatbantu pegang pada operasi bubut Gambar (a) three-jaw chuck untuk memegang benda kerja selindrik dan (b) independent four-jaw chuck untuk memegang benda kerja prismatik
  • 12.
    Face plate, lathedog, center Face plate, lathe dog dan center dipakai untuk proses bubut antar senter. Lihat mekanisme pemegangan benda kerja. Proses bubut senter dipakai dalam membubut konus (taper turning)
  • 13.
    Angle Plate Angle plate Angleplate berbentuk pelat siku presisi yang berfungsi sebagai pemosisi locating) benda kerja secara vertikal sehingga dapat diproses. Angle Plate dipakai pada mesin freis horizontal (horizontal milling machine).
  • 14.
    Collet Collet sebagai perkakas bantu(fixture) untuk memegang benda kerja dengan diameter kecil pada proses bubut. collet Benda kerja spindel
  • 15.
    Collet Collet juga sebagai perkakasbantu (fixture) untuk memegang pahat umumnya pahat end mill.
  • 16.
    Steady rest Steady restadalah perkakas bantu pegang pada mesin bubut, khusus untuk memegang benda kerja selinder panjang agar mengurangi efek defleksi
  • 17.
    Rotary table Dipakai padamesin freis, berfungsi memegang benda kerja sehingga benda kerja dapat dibagi atau diputar sesuai sudut yang diingini. Dipakai dalam pemesinan benda kerja segi banyak atau roda gigi
  • 18.
    T-Slot (Alur T) T-Slotadalah alur yang dibuat pada meja mesin sedemikian sehingga membantu dalam proses pencekaman benda kerja
  • 19.
    Metodologi perancangan Jig danFixture  Interpretasi gambar teknik  Ukuran & bentuk benda kerja  Ketelitian yang diingini  Material benda kerja  Jumlah produk  Tempat pengalokasian & pencekaman benda kerja  Analisa proses  Tipe & ukuran mesin perkakas  Tipe dan ukuran pahat potong  Urutan operasi  Orientasi benda kerja terhadap pahat potong  Gaya potong  Rancang solusi perkakas bantu dengan kriteria: ketelitian, parameter proses (kec potong & ongkos)
  • 20.
    TEORI DASAR PEMEGANGAN PADAPERKAKAS BANTU Obyek dalam ruang memiliki 12 derajat kebebasan yaitu: 6 derajat kebebasan gerakan rotasi (gerakan 1 s/d 6) dan 6 derajat kebebasan berikutnya merupakan gerakan translasi ( gerakan 7 s/d 12). Fungsi dari perkakas bantu (locator & clamp) adalah meniadakan gerakan tersebut sehingga obyek/ benda kerja dapat dimesin. A Tinjauan obyek dalam ruang
  • 21.
    3 pin yangmeyangga benda kerja di atas meniadakan 5 derajat kebebasan yaitu gerakan no. 2, 5 (rotasi sb Y), no 1,4 (rotasi sumbu x) dan no. 12 (translasi – Z). Ada 7 derajat kebebasan yang belum ditiadakan. TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
  • 22.
    5 pin sepertigambar diatas meniadakan 8 derajat kebebasan yaitu gerakan no. 1,2,4,5, dan 12 (seperti slide sebelumnya) ditambah gerakan no. 3, 6 (rotasi sb Z), gerakan translasi no. 8 (translasi +Y). Ada 4 derajat kebebasan yang belum ditiadakan. TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
  • 23.
    6 pin sepertigambar diatas meniadakan 9 derajat kebebasan.. Ada 3 derajat kebebasan yang belum ditiadakan yaitu translasi +Z, translasi –X dan translasi –Y. TEORI DASAR PEMEGANGAN PADA PERKAKAS BANTU
  • 24.
    Jig  Jig adalahsuatu perkakas pemegang benda kerja untuk tujuan khusus (special-purpose workholding device)  Jig sebagai alat bantu dipakai luas pada proses pemesinan, pengelasan, dan assembly  Jig merupakan perkakas pemegang benda kerja sekaligus memberikan tuntunan dan orientasi pada pahat potong (proses pemesinan) atau katoda mesin las (proses pengelasan)
  • 25.
  • 26.
    Jenis-jenis Jig  Plate jigs Channel jigs  Ring jigs  Diameter jigs  Leaf jigs  Box jigs
  • 27.
  • 28.
    Fixture  Sama denganjig, fixture adalah perkakas pemegang benda kerja untuk tujuan khusus (special-purpose workholding device)  Perbedaan dengan Jig adalah tidak ada tuntunan khusus untuk pahat potong  Fixture adalah perkakas bantu yang berfungsi untuk mengalokasikan dan mencekam benda kerja agar tidak berubah posisinya akibat proses pemesinan.  Digunakan pada berbagai proses pemesinan seperti milling, broaching, planing, grinding and turning.
  • 29.
  • 30.
    Fixture untuk prosesbubut Fixture ini dipakai bila benda kerja tidak bisa dicekam dengan chuck yang sudah disediakan
  • 31.
  • 32.
    Fixture untuk prosesgerinda Karena gaya potong pada proses gerinda datar yang relatif kecil maka proses pemegangan benda kerja dapat dilakukan dengan ragum bermagnet (magnetic vise) atau tidak memerlukan pencekam (clamp) secara mekanik.
  • 33.
    Fixture Modular Fixture modularadalah perkakas bantu yang terdiri dari modul-modul seperti modul locator, V-block, clamp, support, base plate agar dapat mengakomodasi benda kerja yang beragam ukuran dan bentuk sehingga menghindari perancangan fixture khusus.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    Beberapa Persyaratan dalam perancanganPerkakas Bantu  Mudah dibongkar pasang  Satu sistim pencekaman untuk beberapa operasi pemesinan  Cepat & mudah dioperasikan  Perhatikan bid referensi bendakerja  Repeatability  Skala ekonomis  Gaya pencekaman  Hindari pencekaman kembali
  • 37.
    Mudah dibongkar pasanguntuk meminimalisasi waktu non-produktif (waktu yang terbuang akibat tidak melakukan proses pemotongan) Prinsip Perancangan Fixture
  • 38.
    Prinsip Perancangan Fixture Usahakanbenda kerja dipegang/dicekam untuk beberapa operasi pemesinan sehingga tidak perlu mengubah bidang referensi (datum). Mengubah datum akan berpengaruh terhadap ketelitian geometrik benda kerja yang dihasilkan.
  • 39.
    Prinsip Perancangan Fixture Cepatdan mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan penanganan (handling) khusus Sukar dalam pengoper asian
  • 40.
    Perancangan Fixture Usahakan perkakasbantu standar (serbaguna) bila jumlah benda kerja yang dimesin sedikit (sehingga ongkos perkakas bantu rendah). Fixture hanya dipakai untuk jumlah benda kerja banyak (skala ekonomis)
  • 41.
    Prinsip Perancangan Fixture Perhatikan bidang referensi benda kerja (datum) dalam perancangan perkakas bantu dan posisi & orientasi elemen geometris lain terhadap datum tersebut.  Keterulangan (repeatability) untuk jumlah benda kerja datum
  • 42.
    Prinsip Perancangan Fixture Gaya pencekam harus dapat menjamin gaya & momen yang terjadi akibat proses pemotongan tidak mempengaruhi ketelitian bendakerja  Gaya pencekaman yang terlalu besar sebaiknya dihindari agar tidak terjadi defeksi pada benda kerja
  • 43.
    locator clamp Prinsip Perancangan Fixture Perkakas bantu harus diusahakan agar dapat dicekam untuk beberapa operasi pemesinan agar menjaga ketelitian & produktifitas. Pencekaman ulang untuk pemesinan bagian tertentu harus dihindari (permukaan datum hilang & ketelitian tidak dijamin)
  • 44.
  • 45.
    Workholding devices  Itscovers all devices that are used to hold, grip or chuck a workpiece in a prescribed manner to allow a manufacturing operation to be performed  Main purpose: to position and hold a workpiece in a precise location while the manufacturing operation is being performed  4 basic elements:  Locating element: allow the wp to be positioned correctly  Structural : can withstand the force applied during the operation  Clamping: can withstand the force applied during the operation and maintain the position of wp  Fixing: attach the workholder to the machine
  • 46.
  • 47.
  • 48.
    Workholding devices  GeneralWorkholding devices (sometimes referred to as Low-cost Jigs and Fixtures)  Vices  Clamps and abutments  Chuck  Collets  Centers  Mandrels  Face plates  special-purpose workholding device  Jigs and Fixtures
  • 49.
  • 50.
    Workholding Method  Formachine table having T-slot
  • 51.
  • 52.
    Jenis-jenis Fixture  VISE PROSES BUBUT  Lathe center (dead and life)  Mandrel (solid, gang, cone, ekspansi)  Chuck (three jaws self, four jaws independent, combinations)  Collet (round, square, hexagon)  Face plate  Steady and follow rest
  • 53.
    Jenis-jenis Fixture Proses Freis Untuk proses freis, rata-rata pb-nya terdiri lima bagian, seperti pelat dasar, cekam, sarang, titik lokasi dan referensi.  Diklasifikasikan atas berbagai cara :  berdasarkan jenis operasi freis  cara pencekaman  cara lokasi  cara penempatan benda kerja  Jenis-jenis :  T-slot  V-block  Clamping  Block indexter  Angle plate
  • 54.
    Why use jigsand fixtures  For many machining and assembly operation, General-purpose workholding device may not sufficient  Jigs and Fixtures known as special-purpose workholding device are generally satisfied  Component can be produced quicker  Greater interchangeability is obtained due to repeatibility of manufacture which subsequently reduces assembly time  Accuracy can be easily obtained and maintained  Unskilled or semi-skilled labour may be used on a machine, resulting in reduced manufacturing costs
  • 55.
    Jigs  A workholdingdevice  Its further important function; determining location dimensions of specific features produced during machining or assembly  Not all jigs provide guidance for tools, e.g. in many assembly process, such as welding, the jig merely holds the parts together in the correct orientation with respect to each other while the tool carries out the joining process.  however, in the case of machining processes, jigs always provide guidance for the cutting tool
  • 56.
    Jigs  A speciallydesigned and built workholding device, usually made of metal, and performs three basic functions:  Holding the components  Providing guidance for cutting tools to determine the location dimension for the machining of a feature  Positively locating the component so that subsequent components are machined in the same manner  Generally classified either drilling jigs or boring jigs and are used for e.g. drilling, reaming, chamfering, counterboring,countersinking, and boring operation
  • 57.
    Fixtures  Similar toa jig, a special-purpose workholding device used during machining or assembly  However, fixture are generally heavier construction than jigs and also usually fixed to machine table  Main function: to positively locate the workpiece.  Unlike a jig, No guidance is provided for cutting tools  Used in a variety processes including milling, broaching, planing, grinding and turning
  • 58.
    Factors influence thedesign and/or construction of workholders  Physical characteristics of the wp: shape/form (geometry), overall size, and mass  Cutting force involved  Machine selection: weight and size of workholder and wp  Fixing method to machine  Workholder-cutting tool relationship  Workpiece-cutting tool relationship
  • 59.
    Basics principles ofthe jigs and fixtures design  Location  Clamping  Clearance  Stability and rigidity  Handling and fixing  Ease of construction and design
  • 60.
    Design methodology forjig and fixture design  Drawing interpretation  Size and shape of workpiece  Accuracy required  Workpiece material  Quantity required  Location and clamping surface  Manufacturing analysis  Type and size of machine tool  Type and size of tooling  Sequence of operation  Orientation of the workpiece relative to the tooling  Cutting forces  Develop workholding solution: criteria; speed of operation, accuracy, and cost  Design and construction
  • 61.
    Types of jigs Classified by process  Drilling jigs  Template  Plate  Sandwich  Angle  Box  Swinging arm  Boring jigs
  • 62.
    Template jig, platejig, leaf jig
  • 63.
  • 64.
  • 65.
    Types of Fixtures Usually classified according to their use with particular process such as: for assembly, machining, joining, inspection  Basic types of fixture and their name usually describe their construction  Plate  Angle plate  Vice jaw  Indexing
  • 66.
  • 67.
  • 68.
  • 69.
  • 70.
  • 71.
    Furthe workholding  Power Modular  Magnetic  Electrostatic  vacuum
  • 72.
    Modular Fixture components Flexible fixture, can accommodate workpieces of various sizes, shapes, hights, widths, diameter etc.
  • 73.
  • 74.
    Modular Fixture Elemen standar: riser block  vee block  angle plate  Cubes  Box parallels
  • 75.
    Dedicated And Modular Fixture Perbedaan antara Dedicated And Modular Fixture
  • 76.
    Conformable clamping system (Programmablefixture)  For machining turbin-blade forging
  • 78.
    Jig dan Fixture Perkakas Bantu mempunyai 2 (dua) fungsi sebagai berikut :  Pelokasian  Pencekam  Ada 2 (dua) jenis perkakas Bantu :  Jigs  Fixtures
  • 79.
    Persyaratan untuk perancangan PerkakasBantu  Positive location  Repeatability  Adequate clamping force  Reliability  Ruggedness  Design and construction ease  Low profile  Workpiece accommodation  Rapid, easy operation  Freedom from part distortion
  • 80.
    Jenis-jenis Jigs  Plate jigs Channel jigs  Ring jigs  Diameter jigs  Leaf jigs  Box jigs  Universal Jigs
  • 81.
  • 82.
    Syarat-syarat jig  Kekakuan Lokasi dan pencekaman  Pengendalian geram  Kaki perkakas
  • 83.
    JENIS-JENIS LAIN JIG/ FIXTURE THE GROUP JIG/ FIXTURE  Contoh Assembly jigs  Magnetic workholders  Electrostatic workholders  Vacuum chucks
  • 84.
    Pertimbangan Ekonomi dari Jigsand Fixtures  Biaya perkakas  Bunga/keuntungan dari biaya perkakas  Pengurangan dari penggunaan dari perkakas  Pengurangan dari biaya mesin  Jumlah yang dihasilkan
  • 85.
  • 86.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Komponen yang selalu ada pada setiap mesin perkakas  Rangka mesin  Penggerak  Peralatan Pemegang benda kerja  Pengontrol
  • 87.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Struktur:  Dasar  Bangku  Kolom  Kepala tetap  Meja  Peluncur silang Bahan:  besi cor kelabu  baja  baja las Rangka Mesin
  • 88.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Penggerak:  Mekanis  Listrik  Hidrolis  Pneumatis
  • 89.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Peralatan pemegang benda kerja :  Pada benda kerja berputar  Diantara pusat  Mandril  Plat Penyetel  Pencekam  Leher  Arbor  Peralatan Khusus  Pada Benda Kerja Ulang Alik
  • 90.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Peralatan pemegang benda kerja :  Pada benda kerja berputar  Pada benda kerja ulang alik  Ragum  Celah T  Pencekam magnet • Magnet tetap • Arus searah
  • 91.
    Basic Elements ofMachine Tools (Elemen dasar mesin perkakas) Metode pengendalian:  Dengan tangan  Mekanis  Hidrolis  Gerakan nok (cam)  Daur pemilih waktu  Pengendali numerik
  • 92.
    Bentuk-bentuk geometri yangumum produk hasil pemotongan  Permukaan datar (plane atau flat)  Silindris (cylindrical)  Konis (conical)  Tak beraturan (irregular, curve atau warped)
  • 93.
    Ketelitian mesin-mesin perkakas  Ketelitianproduk yang dihasilkan sampai 0.001 inci atau kurang.  untuk menghasilkan ketelitian tersebut mesin perkakas harus memenuhi persyaratan sbb antara lain:  Fungsional  Kekakuan  Bentuk  Kemudahan dalam pengoperasian  Kemudahan pengeluaran serpihan (geram)  Keselamatan