38
Berdasarkan perhitungan GSB pada wilayah Kecamatan
Pracimantoro, didapatkan bahwa hasil perhitungannya sangat
besar, sehingga kurang relevan untuk diterapkan. Untuk lebih
relevan maka dipakai penetapan GSB berdasarkan ½ dari lebar
jalan. Besar GSB tersebut lebih relevan berhubung sudah banyak
TABEL III.1 Rencana Garis Sempadan Bangunan
permukiman pada wilayah tersebut.

Jenis Jalan
Arteri
Kolektor
Lokal

Lebar Jalan

GSB

10 m

5m

7m

3,5 m

5,5 m

2,75 m

Sumber: Hasil Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013

3.4

Analisis Jangkauan Sarana Perkotaan

Kecamatan Pracimantoro di lengkapi oleh berbagai macam
sarana yang melayani kepentingan masyarakat desa dan kelurahan
di Kecamatan Pracimantoro dan sekitarnya. Sarana tersebut berada
3.4.1 Sarana Pendidikan
Jenis sarana pendidikan yang terdapat di perkotaan
Pracimantoro adalah TK, SD dan SMP. TK menjangkau Desa
Pracimantoro, Desa Tubokarto dan Desa Lebak. Untuk SD
menjangkau Desa Pracimantoro, Desa Sedayu, Desa Sambiroto dan
Desa Tubokarto, sedangkan untuk pelayanan SMP menjangkau
Desa Pracimantoro, Desa Lebak, Desa Tubokarto. Peta
jangkauan sarana pendidikan perkotaan Pracimantoro dapat dilihat
pada Gambar 3.4. Berdasarkan standar pelayanan SNI 03-17332004, jika dilihat dari proyeksi penduduk tahun 2024, kebutuhan
sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Pracimantoro akan

Sarana Kesehatan
Jenis sarana kesehatan yang terdapat di Perkotaan
Pracimantoro adalah posyandu, puskesmas dan praktek dokter.
Jangkauan pelayanan posyandu melayani masyarakat di Desa
Pracimantoro itu sendiri, untuk praktek dokter dapat melayani Desa
Pracimatoro, Desa Sedayu hingga Desa Tubokarto, sedangkan untuk
puskesmas sudah menjangkau Desa Pracimantoro, Kelurahan
Gedong, Desa Sambiroto, Desa Lebak, Desa Sedayu dan Desa
Tubokarto. Peta jangkauan sarana kesehatan perkotaan
Pracimantoro dapat dilihat pada Gambar 3.5. Berdasarkan standar
pelayanan SNI 03-1733-2004, jika dilihat dari proyeksi penduduk
tahun 2024, kebutuhan sarana kesehatan yang ada di Kecamatan

di beberapa desa yang menjadi pusat perkotaan Pracimantoro.
Berikut adalah jenis dan jangkauan sarana yang terdapat di
Kecamatan Pracimantoro :
ditambah kecuali SD,
Rencana
sarana
pendidikan
dapat
dilihat pada tabel
kebutuhan ruang.
GAMBAR 3.3
Peta Jangkauan Sarana Pendidikan

3.4.2

Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013

kebutuhan ruang.

Pracimantoro akan
ditambah
kecuali
Posyandu,
Klinik
Bersalin, Pustu, dan
Puskesmas.
Rencana
sarana
kesehatan
dapat
dilihat pada tabel
39
GAMBAR 3.4

Sarana peribadatan
Sarana peribadatan yang terdapat di perkotaan Pracimantoro
berupa Masjid dan Mushola terdapat dan menjangkau seluruh
perkotaan di Pracimantoro, yaitu di Desa Pracimantoro, Desa Lebak,
Desa Tubokarto, Desa Sedayu dan Desa Sambiroto. Peta jangkauan
sarana peribadatan perkotaan Pracimantoro dapat dilihat pada
Gambar 3.6. Berdasarkan standar pelayanan SNI 03-1733-2004, jika
dilihat dari proyeksi penduduk tahun 2024, kebutuhan sarana
peribadatan yang ada di Kecamatan Pracimantoro tetap, tidak ada

Peta Jangkauan Sarana Kesehatan

3.4.3

penambah
sarana
peribadatan.
Rencana
sarana kesehatan dapat
dilihat
pada
tabel
kebutuhan ruang.

GAMBAR 3.5

3.4.4

Bank
Bank yang terdapat di perkotaan Pracimantoro telahJangkauan SaranaUntuk jumlah
Watangrejo. Peribadatan
Peta
bank, rencananya tidak
melayani beberapa daerah di Kecamatan Pracimantoro. Jangkauan
pelayanan bank tersebut hingga pada Desa Pracimantoro, Analisis Kelompok 1A Studio penambahan,
Desa
akan terjadi Perencanaan, 2013
Sumber:
Gebangharjo,
Desa
karena
jangkauan
Lebak, Desa Tubokarto,
pelayanannya
sudah
Desa Trukan, Desa
cukup luas dan sudah
Sedayu, Desa Banaran,
mampu melayani hampir
Desa Jimbar, Desa
sebagian besar wilayah
Sambiroto, Kelurahan
Kecamatan
Pracimantoro,
Gedong,
Desa
khususnya wilayah perkotaan.

3.4.5
GAMBAR 3.7
Peta Jangkauan
Terminal

Terminal

Terminal
yang
terdapat
di
Desa
Pracimantoro
dapat
melayani semua desa
dan
kelurahan
di
Kecamatan
Pracimantoro termasuk
kecamatan
lainnya
yaitu
Kecamatan
Eromoko,
Giriwoyo
serta
Provinsi
D.I
Yogyakarta

GAMBAR 3.6Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013
Peta Jangkauan Bank
40

Rencananya, lokasi terminal akan dipindah ke jaringan jalan
yang dilewati oleh JJLS. Pertimbangan dari pemindahan terminal ini
adalah untuk menghindari kemacetan di pusat kota Kecamatan

3.5

Pracimantoro yang memang sering mengalami kemacetan karena
lokasi terminal yang berdekatan atau dapat dibilang menjadi satu
dengan Pasar Pracimantoro. Terminal yang terdapat di Desa
Pracimantoro dapat melayani semua desa dan kelurahan di
Kecamatan Pracimantoro termasuk kecamatan lainnya yaitu
Kecamatan Eromoko, Giriwoyo serta Provinsi D.I Yogyakarta

Analisis Kesesuaian Lahan

Berdasarkan analisis kesesuaian lahan, kawasan perkotaan
Kecamatan Pracimantoro difungsikan menjadi kawasan brown field.
Brown Field merupakan istilah yang digunakan pada kawasan
o Perencanaan, 2013
budidaya, diimana pola penggunaan lahan pada kawasan perkotaan
mementingkan pembangunan pada banyak kawasan terbangun
dengan proporsi lahan minim untuk lahan ruang terbuka hijau atau
RTH. Akan tetapi minimnya lahan RTH bukan berarti dengan tidak
mementingkan keberadaannya, melainkan dengan kebutuhan
minimal RTH pada suatu kawasan adalah 30% dari luas wilayah.
Kawasan brown field ini merupakan kawasan yang ditetapkan
dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan
potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya
buatan.
Pada
kawasan

perkotaan Kecamatan Pracimantoro yang terbagi atas Desa Sedayu,
Desa Pracimantoro, Desa Sambiroto, Kelurahan Gedong, dan Desa
watangrejo secara keseluruhan kawasan perkotaannya berfungsi
sebagai kawasan terbangun. Dimana kawasan perkotaan sebagian
besar dapat digunakan sebagai ruang aktivitas pembangunan seperti
lahan pertanian, permukiman, perdagangan dan jasa serta kegiatan
terbangun lainnya. Melihat kondisi eksisting pada wilayah perkotaan
Pracimantoro sudah terdapat Pasar Kecamatan, Pasar Hewan,
terminal serta fungsi peran penting Kecamatan Pracimantoro adalah
adanya JJLS yang menjadi penghubung antara 3 provinsi. Sehingga
kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro dapat ditingkatkan dan
dikembangkan pembangunannya.

Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013

GAMBAR 3.8

3.6
Analisis
Perkembangan
Berdasarkan
peta
pola
perkembangan ruang
Kecamatan
Pracimantoro
berkembang menuju
jalan utama dan pusat
pelayanan kecamatan

Peta Brown Green Field Perkotaan Pracimantoro

Pola
Bangunan
yaitu

Desa
Pracimantoro,
dimana
dalam
sistem
perkembangan
pola ruang, sistem
permukiman akan
berkembang
41
menuju pusat pelayanan untuk mencari kemudahan dalam
memenuhi kebutuhan hidup. Pada Kecamataan Pracimantoro, Desa
Pracimantoro sebagai pusat pelayanan kecamatan karena
terdapatnya pusat perdagangan dan jasa tingkat kecamatan di
wilayah ini. Hal ini juga didukung oleh kondisi eksistingnya yang
dilalui JJLS menyebabkan fungsi Kecamatan Pracimantoro sebagai
penghubung antara Provinsi DIY, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi
Jawa Timur.
Adanya jalur strategis untuk menuju wilayah lain dan
tingginya aktivitas mobilisasi yang ada memicu pola ruang di

Kecamatan Pracimantoro terus berkembang menuju jalan utama
terutama JJLS. Pada kondisi eksisting pusat kota mempunyai pola
perkembangan ruang berbentuk star yang pola perkembangannya
mengikuti jaringan jalan utama dan JJLS kemudian di rencanakan
menjadi pola square
yang memperitmbangkan masalah
perkembangan kota agar tidak terjadinya urban sprawl, sehingga
bentuk pola ruang tersebut akan menyebar dan mengcompackan.
Kemudian akan di rencanakan suatu sub pusat kota yang akan
melayani semua aktivitas yang berada di pusat kota utama.

Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013

GAMBAR 3.9

3.7

Peta Pola Perkembangan Ruang Kecamatan Pracimantoro

Analisis Kebutuhan Ruang

Analisis kebutuhan ruang merupakan analisis yang terkait
dengan pengaturan ruang guna alokasi sarana yang di butuhkan
oleh penduduk berdasarkan proyeksi penduduk pada tahun 2024.
TABEL III.2

Kebutuhan ruang perkotaan eksisting dan rencana dapat dilihat pada
Tabel III.2 (Block Plan terlampir).

Kebutuhan Ruang Eksisting dan Rencana Perkotaan Pracimantoro

No.

Fungsi
Kasawan

1

Permukima
n

Jenis Ruang
Permukiman
Penduduk
Warung

Jumlah
Penduduk
Pendukung
(Jiwa)

Luas
Tanah Per
2
Unit (m )

Jumlah
Unit
Eksistin
g

Jumlah
Unit
Rencana

22619

25,154

3

4

Komersial

Peribadata
n
Pendidikan

250

100

0

338

6000

3000

0

14

Pasar

2

30000

10000

2

3

Masjid

250

600

148

148

Mushola

2500

100

36

36

TK

1250

500

36

Pertokoan

Luas
Lahan
Eksisting
(Ha)

38

Luas
Lahan
Rencana
(Ha)
25,317

0

3.38

0

4.2

2

3

8.88

8.88

0.36

0.36

0.1

1.9

Keterangan
Penambaha
n
Penambaha
n
Penambaha
n
Penambaha
n
Tetap
Tetap
Penambaha
n

Sumber

SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
42
No.

Fungsi
Kasawan

Jenis Ruang

Jumlah
Penduduk
Pendukung
(Jiwa)

Luas
Tanah Per
2
Unit (m )

Jumlah
Unit
Eksistin
g

Jumlah
Unit
Rencana

SD

55

4800

9000

7

SMA

4800

12500

1

SMK

4800

4800

2

Posyandu

1250

60

168

0

Balai Pengobatan
Warga

2500

300

0

22

Klinik Bersalin
Kesehatan

2000

SMP

5

1600

30000

3000

4

4

Pustu

30000

300

9

9

120000

1000

2

2

5000

500

5

10

30000

250

0

3

Puskesmas
Praktek Dokter
Apotik
6

Agrikultur

7

Konservasi

Sawah dan Tegalan
Kars

Luas
Lahan
Eksisting
(Ha)

Luas
Lahan
Rencana
(Ha)

55

11

11

9

1.8

8.1

5

5

6.25

4

0.96

1.92

1.008

1.008

0

0.66

1.2

1.2

0.27

0.27

0.2

0.2

0.25

0.5

0

0.075

10,163

10,000

28,939

28,939

Total Luas Lahan Rencana

Tetap
Penambaha
n
Penambaha
n
Penambaha
n
Tetap
Penambaha
n
Tetap
Tetap
Tetap
Penambaha
n
Penambaha
n
Penguranga
n

Sumber
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004
SNI 031733-2004

Tetap

64,309

Total Luas Lahan Kecamatan Pracimantoro

Keterangan

64,309

Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013

3.8

Analisis Struktur dan Pola Ruang

Kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro meliputi Desa
Pracimantoro, Sambiroto, Gedong, Watangrejo, Sedayu. Kawasan
perkotaan ini berkembang mengikuti jalan raya atau jalan regional.
Kawasan pendukung perkotaan Kecamatan Pracimantoro terletak di
desa Joho dan desa Sumberagung. Pada rencana struktur ruang

Kecamatan Pracimantoro akan terbagi menjadi tiga hirarki atau orde.
Berdasarkan peta orde kota eksisting, Kecamatan Pracimantoro
terbagi kedalam lima orde. Kawasan perkotaan Kecamatan
Pracimantoro eksisting termasuk kedalam gabungan orde satu dan
tiga. Kawasan eksisting tersebut dalam rencana struktur ruang akan
43
menjadi satu hirarki yaitu hirarki pertama yang berfungsi sebagai
pusat pelayanan kota. Kawasan pendukung Perkotaan Pracimantoro
yang eksistingnya termasuk kedalam orde dua dan tiga akan menjadi
hirarki dua yang berfungsi sebagai sub pusat pelayanan kota.
Orde/hierarki tiga akan terdapat diseluruh desa/kelurahan selain
pusat pelayanan kota dan sub pusat pelayanan kota. Peningkatan
atau kenaikan orde akan dilakukan pada orde tiga di perkotaan
eksisting menjadi orde satu untuk perkotaan rencana, begitu pula
pada kawasan pendukung perkotaan yang pada kondisi eksisting
merupakan orde tiga dinaikkan menjadi orde dua.
Kawasan perdagangan terletak di sepanjang jalan utama dan
kawasan permukiman berada tepat setelah kawasan perdagangan.
Untuk persebaran fasilitas yang terdapat di Perkotaan Pracimantoro
cukup beragam.Terdapat fasilitas Pendidikan, fasilitas kesehatan,
dan fasilitas peribadatan, terdapat pula kawasan pertambangan di
Desa Watangrejo yang termasuk dalam perkotaan Pracimantoro.
Berdasarkan Perda No. 09 Tahun 2011, terdapat pula
kawasan wisata berupa Goa Putri Kencono dan Telaga yang
terdapat di kawasan Perkotaan Pracimantoro. Jalan utama yang
digunakan masyarakat sehari-hari juga merupakan jalan penghubung
Kecamatan Eromoko-Kecamatan Paranggupito-Pacitan-Gunung
Kidul
juga
direncanakan
akan
dibangun
jaringan
jalan
arteri
primer
nasional, dimana
jaringan jalan ini
melewati
perkotaan
Pracimantoro dan
akan
memberikan efek
dalam
pengembangan
kawasan
Perkotaan
Pracimantoro.

GAMBAR
3.10
Peta Pola Ruang Kecamatan
Pracimantoro

Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013
44

Bab iii (hal. 38 45)

  • 1.
    38 Berdasarkan perhitungan GSBpada wilayah Kecamatan Pracimantoro, didapatkan bahwa hasil perhitungannya sangat besar, sehingga kurang relevan untuk diterapkan. Untuk lebih relevan maka dipakai penetapan GSB berdasarkan ½ dari lebar jalan. Besar GSB tersebut lebih relevan berhubung sudah banyak TABEL III.1 Rencana Garis Sempadan Bangunan permukiman pada wilayah tersebut. Jenis Jalan Arteri Kolektor Lokal Lebar Jalan GSB 10 m 5m 7m 3,5 m 5,5 m 2,75 m Sumber: Hasil Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 3.4 Analisis Jangkauan Sarana Perkotaan Kecamatan Pracimantoro di lengkapi oleh berbagai macam sarana yang melayani kepentingan masyarakat desa dan kelurahan di Kecamatan Pracimantoro dan sekitarnya. Sarana tersebut berada 3.4.1 Sarana Pendidikan Jenis sarana pendidikan yang terdapat di perkotaan Pracimantoro adalah TK, SD dan SMP. TK menjangkau Desa Pracimantoro, Desa Tubokarto dan Desa Lebak. Untuk SD menjangkau Desa Pracimantoro, Desa Sedayu, Desa Sambiroto dan Desa Tubokarto, sedangkan untuk pelayanan SMP menjangkau Desa Pracimantoro, Desa Lebak, Desa Tubokarto. Peta jangkauan sarana pendidikan perkotaan Pracimantoro dapat dilihat pada Gambar 3.4. Berdasarkan standar pelayanan SNI 03-17332004, jika dilihat dari proyeksi penduduk tahun 2024, kebutuhan sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Pracimantoro akan Sarana Kesehatan Jenis sarana kesehatan yang terdapat di Perkotaan Pracimantoro adalah posyandu, puskesmas dan praktek dokter. Jangkauan pelayanan posyandu melayani masyarakat di Desa Pracimantoro itu sendiri, untuk praktek dokter dapat melayani Desa Pracimatoro, Desa Sedayu hingga Desa Tubokarto, sedangkan untuk puskesmas sudah menjangkau Desa Pracimantoro, Kelurahan Gedong, Desa Sambiroto, Desa Lebak, Desa Sedayu dan Desa Tubokarto. Peta jangkauan sarana kesehatan perkotaan Pracimantoro dapat dilihat pada Gambar 3.5. Berdasarkan standar pelayanan SNI 03-1733-2004, jika dilihat dari proyeksi penduduk tahun 2024, kebutuhan sarana kesehatan yang ada di Kecamatan di beberapa desa yang menjadi pusat perkotaan Pracimantoro. Berikut adalah jenis dan jangkauan sarana yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro : ditambah kecuali SD, Rencana sarana pendidikan dapat dilihat pada tabel kebutuhan ruang. GAMBAR 3.3 Peta Jangkauan Sarana Pendidikan 3.4.2 Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 kebutuhan ruang. Pracimantoro akan ditambah kecuali Posyandu, Klinik Bersalin, Pustu, dan Puskesmas. Rencana sarana kesehatan dapat dilihat pada tabel
  • 2.
    39 GAMBAR 3.4 Sarana peribadatan Saranaperibadatan yang terdapat di perkotaan Pracimantoro berupa Masjid dan Mushola terdapat dan menjangkau seluruh perkotaan di Pracimantoro, yaitu di Desa Pracimantoro, Desa Lebak, Desa Tubokarto, Desa Sedayu dan Desa Sambiroto. Peta jangkauan sarana peribadatan perkotaan Pracimantoro dapat dilihat pada Gambar 3.6. Berdasarkan standar pelayanan SNI 03-1733-2004, jika dilihat dari proyeksi penduduk tahun 2024, kebutuhan sarana peribadatan yang ada di Kecamatan Pracimantoro tetap, tidak ada Peta Jangkauan Sarana Kesehatan 3.4.3 penambah sarana peribadatan. Rencana sarana kesehatan dapat dilihat pada tabel kebutuhan ruang. GAMBAR 3.5 3.4.4 Bank Bank yang terdapat di perkotaan Pracimantoro telahJangkauan SaranaUntuk jumlah Watangrejo. Peribadatan Peta bank, rencananya tidak melayani beberapa daerah di Kecamatan Pracimantoro. Jangkauan pelayanan bank tersebut hingga pada Desa Pracimantoro, Analisis Kelompok 1A Studio penambahan, Desa akan terjadi Perencanaan, 2013 Sumber: Gebangharjo, Desa karena jangkauan Lebak, Desa Tubokarto, pelayanannya sudah Desa Trukan, Desa cukup luas dan sudah Sedayu, Desa Banaran, mampu melayani hampir Desa Jimbar, Desa sebagian besar wilayah Sambiroto, Kelurahan Kecamatan Pracimantoro, Gedong, Desa khususnya wilayah perkotaan. 3.4.5 GAMBAR 3.7 Peta Jangkauan Terminal Terminal Terminal yang terdapat di Desa Pracimantoro dapat melayani semua desa dan kelurahan di Kecamatan Pracimantoro termasuk kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Eromoko, Giriwoyo serta Provinsi D.I Yogyakarta GAMBAR 3.6Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 Peta Jangkauan Bank
  • 3.
    40 Rencananya, lokasi terminalakan dipindah ke jaringan jalan yang dilewati oleh JJLS. Pertimbangan dari pemindahan terminal ini adalah untuk menghindari kemacetan di pusat kota Kecamatan 3.5 Pracimantoro yang memang sering mengalami kemacetan karena lokasi terminal yang berdekatan atau dapat dibilang menjadi satu dengan Pasar Pracimantoro. Terminal yang terdapat di Desa Pracimantoro dapat melayani semua desa dan kelurahan di Kecamatan Pracimantoro termasuk kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Eromoko, Giriwoyo serta Provinsi D.I Yogyakarta Analisis Kesesuaian Lahan Berdasarkan analisis kesesuaian lahan, kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro difungsikan menjadi kawasan brown field. Brown Field merupakan istilah yang digunakan pada kawasan o Perencanaan, 2013 budidaya, diimana pola penggunaan lahan pada kawasan perkotaan mementingkan pembangunan pada banyak kawasan terbangun dengan proporsi lahan minim untuk lahan ruang terbuka hijau atau RTH. Akan tetapi minimnya lahan RTH bukan berarti dengan tidak mementingkan keberadaannya, melainkan dengan kebutuhan minimal RTH pada suatu kawasan adalah 30% dari luas wilayah. Kawasan brown field ini merupakan kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan. Pada kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro yang terbagi atas Desa Sedayu, Desa Pracimantoro, Desa Sambiroto, Kelurahan Gedong, dan Desa watangrejo secara keseluruhan kawasan perkotaannya berfungsi sebagai kawasan terbangun. Dimana kawasan perkotaan sebagian besar dapat digunakan sebagai ruang aktivitas pembangunan seperti lahan pertanian, permukiman, perdagangan dan jasa serta kegiatan terbangun lainnya. Melihat kondisi eksisting pada wilayah perkotaan Pracimantoro sudah terdapat Pasar Kecamatan, Pasar Hewan, terminal serta fungsi peran penting Kecamatan Pracimantoro adalah adanya JJLS yang menjadi penghubung antara 3 provinsi. Sehingga kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro dapat ditingkatkan dan dikembangkan pembangunannya. Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 GAMBAR 3.8 3.6 Analisis Perkembangan Berdasarkan peta pola perkembangan ruang Kecamatan Pracimantoro berkembang menuju jalan utama dan pusat pelayanan kecamatan Peta Brown Green Field Perkotaan Pracimantoro Pola Bangunan yaitu Desa Pracimantoro, dimana dalam sistem perkembangan pola ruang, sistem permukiman akan berkembang
  • 4.
    41 menuju pusat pelayananuntuk mencari kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pada Kecamataan Pracimantoro, Desa Pracimantoro sebagai pusat pelayanan kecamatan karena terdapatnya pusat perdagangan dan jasa tingkat kecamatan di wilayah ini. Hal ini juga didukung oleh kondisi eksistingnya yang dilalui JJLS menyebabkan fungsi Kecamatan Pracimantoro sebagai penghubung antara Provinsi DIY, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Adanya jalur strategis untuk menuju wilayah lain dan tingginya aktivitas mobilisasi yang ada memicu pola ruang di Kecamatan Pracimantoro terus berkembang menuju jalan utama terutama JJLS. Pada kondisi eksisting pusat kota mempunyai pola perkembangan ruang berbentuk star yang pola perkembangannya mengikuti jaringan jalan utama dan JJLS kemudian di rencanakan menjadi pola square yang memperitmbangkan masalah perkembangan kota agar tidak terjadinya urban sprawl, sehingga bentuk pola ruang tersebut akan menyebar dan mengcompackan. Kemudian akan di rencanakan suatu sub pusat kota yang akan melayani semua aktivitas yang berada di pusat kota utama. Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 GAMBAR 3.9 3.7 Peta Pola Perkembangan Ruang Kecamatan Pracimantoro Analisis Kebutuhan Ruang Analisis kebutuhan ruang merupakan analisis yang terkait dengan pengaturan ruang guna alokasi sarana yang di butuhkan oleh penduduk berdasarkan proyeksi penduduk pada tahun 2024. TABEL III.2 Kebutuhan ruang perkotaan eksisting dan rencana dapat dilihat pada Tabel III.2 (Block Plan terlampir). Kebutuhan Ruang Eksisting dan Rencana Perkotaan Pracimantoro No. Fungsi Kasawan 1 Permukima n Jenis Ruang Permukiman Penduduk Warung Jumlah Penduduk Pendukung (Jiwa) Luas Tanah Per 2 Unit (m ) Jumlah Unit Eksistin g Jumlah Unit Rencana 22619 25,154 3 4 Komersial Peribadata n Pendidikan 250 100 0 338 6000 3000 0 14 Pasar 2 30000 10000 2 3 Masjid 250 600 148 148 Mushola 2500 100 36 36 TK 1250 500 36 Pertokoan Luas Lahan Eksisting (Ha) 38 Luas Lahan Rencana (Ha) 25,317 0 3.38 0 4.2 2 3 8.88 8.88 0.36 0.36 0.1 1.9 Keterangan Penambaha n Penambaha n Penambaha n Penambaha n Tetap Tetap Penambaha n Sumber SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004
  • 5.
    42 No. Fungsi Kasawan Jenis Ruang Jumlah Penduduk Pendukung (Jiwa) Luas Tanah Per 2 Unit(m ) Jumlah Unit Eksistin g Jumlah Unit Rencana SD 55 4800 9000 7 SMA 4800 12500 1 SMK 4800 4800 2 Posyandu 1250 60 168 0 Balai Pengobatan Warga 2500 300 0 22 Klinik Bersalin Kesehatan 2000 SMP 5 1600 30000 3000 4 4 Pustu 30000 300 9 9 120000 1000 2 2 5000 500 5 10 30000 250 0 3 Puskesmas Praktek Dokter Apotik 6 Agrikultur 7 Konservasi Sawah dan Tegalan Kars Luas Lahan Eksisting (Ha) Luas Lahan Rencana (Ha) 55 11 11 9 1.8 8.1 5 5 6.25 4 0.96 1.92 1.008 1.008 0 0.66 1.2 1.2 0.27 0.27 0.2 0.2 0.25 0.5 0 0.075 10,163 10,000 28,939 28,939 Total Luas Lahan Rencana Tetap Penambaha n Penambaha n Penambaha n Tetap Penambaha n Tetap Tetap Tetap Penambaha n Penambaha n Penguranga n Sumber SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 SNI 031733-2004 Tetap 64,309 Total Luas Lahan Kecamatan Pracimantoro Keterangan 64,309 Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013 3.8 Analisis Struktur dan Pola Ruang Kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro meliputi Desa Pracimantoro, Sambiroto, Gedong, Watangrejo, Sedayu. Kawasan perkotaan ini berkembang mengikuti jalan raya atau jalan regional. Kawasan pendukung perkotaan Kecamatan Pracimantoro terletak di desa Joho dan desa Sumberagung. Pada rencana struktur ruang Kecamatan Pracimantoro akan terbagi menjadi tiga hirarki atau orde. Berdasarkan peta orde kota eksisting, Kecamatan Pracimantoro terbagi kedalam lima orde. Kawasan perkotaan Kecamatan Pracimantoro eksisting termasuk kedalam gabungan orde satu dan tiga. Kawasan eksisting tersebut dalam rencana struktur ruang akan
  • 6.
    43 menjadi satu hirarkiyaitu hirarki pertama yang berfungsi sebagai pusat pelayanan kota. Kawasan pendukung Perkotaan Pracimantoro yang eksistingnya termasuk kedalam orde dua dan tiga akan menjadi hirarki dua yang berfungsi sebagai sub pusat pelayanan kota. Orde/hierarki tiga akan terdapat diseluruh desa/kelurahan selain pusat pelayanan kota dan sub pusat pelayanan kota. Peningkatan atau kenaikan orde akan dilakukan pada orde tiga di perkotaan eksisting menjadi orde satu untuk perkotaan rencana, begitu pula pada kawasan pendukung perkotaan yang pada kondisi eksisting merupakan orde tiga dinaikkan menjadi orde dua. Kawasan perdagangan terletak di sepanjang jalan utama dan kawasan permukiman berada tepat setelah kawasan perdagangan. Untuk persebaran fasilitas yang terdapat di Perkotaan Pracimantoro cukup beragam.Terdapat fasilitas Pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas peribadatan, terdapat pula kawasan pertambangan di Desa Watangrejo yang termasuk dalam perkotaan Pracimantoro. Berdasarkan Perda No. 09 Tahun 2011, terdapat pula kawasan wisata berupa Goa Putri Kencono dan Telaga yang terdapat di kawasan Perkotaan Pracimantoro. Jalan utama yang digunakan masyarakat sehari-hari juga merupakan jalan penghubung Kecamatan Eromoko-Kecamatan Paranggupito-Pacitan-Gunung Kidul juga direncanakan akan dibangun jaringan jalan arteri primer nasional, dimana jaringan jalan ini melewati perkotaan Pracimantoro dan akan memberikan efek dalam pengembangan kawasan Perkotaan Pracimantoro. GAMBAR 3.10 Peta Pola Ruang Kecamatan Pracimantoro Sumber: Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan, 2013
  • 7.