Seni Budaya 5 
Pengkajian Seni Rupa 
Proses pengkajian seni rupa dengan pendekatan saintifik 
(mengamati, menanyakan, mencoba, menalar, dan menyajikan) 
mencakup aspek visual (menguraikan keberadaan rupa dengan 
kata-kata), aspek proses kreasi seni (menguraikan tahapan teknis 
penciptaan, skill atau keterampilan), aspek konseptual (menemukan 
inspirasi dan gagasan seni) dan aspek kreativitas (menetapkan tingkat 
pencapaian kreativitas). Pada Gambar 4.1, 4.2, dan 4.3 disajikan 3 
reproduksi karya seni rupa, sebagai objek pengamatan dan latihan 
mengapresiasi seni. 
Setiap siswa dapat memilih 1 karya untuk diapresiasi secara 
tertulis, dengan urutan seperti di bawah ini: 
4.1 Kajian Aspek Visual 
4.2 Kajian Aspek Keterampilan 
4.3 Kajian Aspek Konseptual 
4.4 Kajian Aspek Kreativitas 
4.5 Kesimpulan 
BAB 2 
Sumber: Katalog Pameran 
Gambar 4.1 I. Ketut Nurija, Konfigurasi 1, 
Keprihatinan, 1998. Fire Clay, tinggi 50 cm
Yang dimaksud dengan keramik ialah berbagai macam benda 
yang dibuat dari bahan-bahan anorganik yang berasal dari bumi, 
yang secara umum disebut tanah liat, dan melalui proses pembakaran 
dengan suhu cukup tinggi akhirnya menjadi keras dan awet. Dikenal 
adanya tiga kualitas keramik, yang dihasilkan dari perbedaan 
komposisi unsur-unsur bahan dan suhu pembakaran yang lebih 
rendah atau tinggi, yaitu gerabah lunak yang juga disebut earthenware 
atau aardewerk, benda batu atau stoneware, dan porselen. 
Secara garis besar konsep seniman instalasi ditunjukkan dalam 
sikap berkesenian. Mereka menawarkan suatu sikap yang paling 
ekstrim dan nyata-nyata “keberatan” dengan media konvensional. 
Dalam berkarya mereka mencari alternatif yang paling radikal dan 
sungguh-sungguh diperjuangkan dalam karyanya. 
Pada seni kubisme seniman lebih banyak mengungkapkan 
tema alam benda, manusia dan lingkungan. Selain itu banyak yang 
mengungkapkan tentang warna, garis, bentuk dan komposisi, yang 
memperlihatkan visi yang berbeda-beda dari setiap seminam.Tema 
yang mempunyai pengaruh besar pada kubisme adalah lingkungan 
sosial, baik sebelum maupun sesudah perang dunia. 
Sumber: Katalog Pameran 
Gambar 4.2 Karya seni instalasi, bukan saja 
mengekspresikan makna denotatif, melainkan 
juga makna konotatif. 
6 kelas XI SMA/SMK/MA/MAK semester 2
Seni Budaya 7 
Kubisme cukup konsisten dalam penggarapan objek dan latar 
belakangnya, penggunaan warna dipikirkan secara rasional, dengan 
menselaraskan objek dengan latar belakangnya. Pada karya But 
Muchtar kehadiran objek sudah demikian tersamar dalam kesatuan 
kepingan komposisi bidang-bidang warna. 
Sumber: Katalog Pameran 
Gambar 4.3 But Muchtar, Sitting Girl, cat 
minyak pada kanvas, 75 x 90 cm.

Bab II Kelas XI Seni Budaya

  • 1.
    Seni Budaya 5 Pengkajian Seni Rupa Proses pengkajian seni rupa dengan pendekatan saintifik (mengamati, menanyakan, mencoba, menalar, dan menyajikan) mencakup aspek visual (menguraikan keberadaan rupa dengan kata-kata), aspek proses kreasi seni (menguraikan tahapan teknis penciptaan, skill atau keterampilan), aspek konseptual (menemukan inspirasi dan gagasan seni) dan aspek kreativitas (menetapkan tingkat pencapaian kreativitas). Pada Gambar 4.1, 4.2, dan 4.3 disajikan 3 reproduksi karya seni rupa, sebagai objek pengamatan dan latihan mengapresiasi seni. Setiap siswa dapat memilih 1 karya untuk diapresiasi secara tertulis, dengan urutan seperti di bawah ini: 4.1 Kajian Aspek Visual 4.2 Kajian Aspek Keterampilan 4.3 Kajian Aspek Konseptual 4.4 Kajian Aspek Kreativitas 4.5 Kesimpulan BAB 2 Sumber: Katalog Pameran Gambar 4.1 I. Ketut Nurija, Konfigurasi 1, Keprihatinan, 1998. Fire Clay, tinggi 50 cm
  • 2.
    Yang dimaksud dengankeramik ialah berbagai macam benda yang dibuat dari bahan-bahan anorganik yang berasal dari bumi, yang secara umum disebut tanah liat, dan melalui proses pembakaran dengan suhu cukup tinggi akhirnya menjadi keras dan awet. Dikenal adanya tiga kualitas keramik, yang dihasilkan dari perbedaan komposisi unsur-unsur bahan dan suhu pembakaran yang lebih rendah atau tinggi, yaitu gerabah lunak yang juga disebut earthenware atau aardewerk, benda batu atau stoneware, dan porselen. Secara garis besar konsep seniman instalasi ditunjukkan dalam sikap berkesenian. Mereka menawarkan suatu sikap yang paling ekstrim dan nyata-nyata “keberatan” dengan media konvensional. Dalam berkarya mereka mencari alternatif yang paling radikal dan sungguh-sungguh diperjuangkan dalam karyanya. Pada seni kubisme seniman lebih banyak mengungkapkan tema alam benda, manusia dan lingkungan. Selain itu banyak yang mengungkapkan tentang warna, garis, bentuk dan komposisi, yang memperlihatkan visi yang berbeda-beda dari setiap seminam.Tema yang mempunyai pengaruh besar pada kubisme adalah lingkungan sosial, baik sebelum maupun sesudah perang dunia. Sumber: Katalog Pameran Gambar 4.2 Karya seni instalasi, bukan saja mengekspresikan makna denotatif, melainkan juga makna konotatif. 6 kelas XI SMA/SMK/MA/MAK semester 2
  • 3.
    Seni Budaya 7 Kubisme cukup konsisten dalam penggarapan objek dan latar belakangnya, penggunaan warna dipikirkan secara rasional, dengan menselaraskan objek dengan latar belakangnya. Pada karya But Muchtar kehadiran objek sudah demikian tersamar dalam kesatuan kepingan komposisi bidang-bidang warna. Sumber: Katalog Pameran Gambar 4.3 But Muchtar, Sitting Girl, cat minyak pada kanvas, 75 x 90 cm.