Standar Kompetensi:
Meningkatkan keimanan kepada hari akhir
Kompetensi Dasar:
1. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan
terhadap hari akhir
2. Menerapkan hikmah beriman kepada hari akhir
IMAN KEPADA HARI AKHIR
Tadarus
) ‫الم‬1) ‫ن‬َ  ‫قني‬ِ‫َني‬ ‫ت‬َّ‫ق‬ ‫م‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫د ى‬ً‫ ى‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ه‬ِ‫َني‬ ‫فني‬ِ‫َني‬ ‫ب‬َ  ‫ي‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ  ‫ال‬َ  ‫ب‬ُ‫ّت‬ ‫تبا‬َ  ‫ك‬ِ‫َني‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ك‬َ  ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ذ‬َ  (2‫ن‬َ  ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫ا‬ (
‫ن‬َ  ‫قنو‬ُ‫ّت‬ ‫ف‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َ  ‫ق‬ْ‫ُم‬ ‫ز‬َ  ‫ر‬َ  ‫مبا‬َّ‫ق‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ  ‫ة‬َ  ‫ال‬َ  ‫ص‬َّ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ن‬َ  ‫منو‬ُ‫ّت‬ ‫قني‬ِ‫َني‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫و‬َ  ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫غ‬َ  ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ببا‬ِ‫َني‬ ‫ن‬َ  ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬
)3‫ك‬َ  ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ق‬َ  ‫نن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫لن‬َ  ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫با‬‫ن‬‫م‬َ  ‫و‬َ  ‫كن‬َ  ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ  ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫لن‬َ  ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫با‬‫ن‬‫م‬َ  ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫نن‬َ  ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫نن‬َ  ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫وا‬َ  (
) ‫ن‬َ  ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬ِ‫َني‬ ‫ينو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ة‬ِ‫َني‬ ‫ر‬َ  ‫خ‬ِ‫َني‬ ‫ببال‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ 4/‫]البقرة‬ (1-4[
) ‫ن‬ِ‫َني‬ ‫عنو‬ُ‫ّت‬ ‫ج‬ِ‫َني‬ ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ب‬ِّ  ‫ر‬َ  ‫ل‬َ  ‫قبا‬َ  ‫ت‬ُ‫ّت‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫م‬ُ‫ّت‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫د‬َ  ‫ح‬َ  ‫أ‬َ  ‫ء‬َ  ‫جبا‬َ  ‫ذا‬َ  ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫تإ ى‬َّ‫ق‬ ‫ح‬َ 99‫لأ ي‬ِّ  ‫ع‬َ  ‫ل‬َ  (
‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ  ‫با‬‫ن‬‫ه‬َ  ‫ل‬ُ‫ّت‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫قبا‬َ  ‫نو‬َ  ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ةن‬ٌ ‫ه‬ ‫م‬َ  ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ك‬َ  ‫با‬‫ن‬‫ه‬َ  ‫ن‬َّ‫ق‬ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫ال‬َّ‫ق‬ ‫ك‬َ  ‫تن‬ُ‫ّت‬ ‫ك‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ  ‫ت‬َ  ‫با‬‫ن‬‫م‬َ  ‫فني‬ِ‫َني‬ ‫حبا‬ً‫ ى‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫با‬‫ن‬‫ص‬َ  ‫لن‬ُ‫ّت‬ ‫م‬َ  ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ 
) ‫ن‬َ  ‫ثنو‬ُ‫ّت‬ ‫ع‬َ  ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ  ‫لإ ى‬َ  ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫خ‬ٌ ‫ه‬ ‫ز‬َ  ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ب‬َ  ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ِ‫َني‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫را‬َ  ‫و‬َ 100/‫]المؤمننون‬ (99-100[
) ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬َ  ‫مبا‬َ  ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ  ‫وا‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ  ‫ني‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫تبا‬ً‫ ى‬ ‫تبا‬َ  ‫ش‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ  ‫س‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َّ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ر‬ُ‫ّت‬ ‫د‬ُ‫ّت‬ ‫ص‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ  ‫ذ‬ٍ ‫ي‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫م‬َ  ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ 6‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ  ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫ف‬َ  (
) ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ر‬َ  ‫ي‬َ  ‫را‬ً‫ ى‬ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫خ‬َ  ‫ة‬ٍ ‫ي‬ ‫ر‬َّ‫ق‬ ‫ذ‬َ  ‫ل‬َ  ‫قبا‬َ  ‫ث‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬7‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ر‬َ  ‫ي‬َ  ‫را‬ًّ‫ا‬ ‫ش‬َ  ‫ة‬ٍ ‫ي‬ ‫ر‬َّ‫ق‬ ‫ذ‬َ  ‫ل‬َ  ‫قبا‬َ  ‫ث‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ  ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫و‬َ  (
)8/‫]الزلزلة‬ (6-8[
A. Hari Kiamat Sebagai Hari Pembalasan Hakiki
Beriman pada hari akhir merupakan ciri orang yang bertakwa
‫ك‬َ  ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ق‬َ  ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َ  ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫مبا‬َ  ‫و‬َ  ‫ك‬َ  ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ  ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َ  ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫مبا‬َ  ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫ن‬َ  ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫ن‬َ  ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫وا‬َ 
‫]البقرة‬ ‫ن‬َ  ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬ِ‫َني‬ ‫ينو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ة‬ِ‫َني‬ ‫ر‬َ  ‫خ‬ِ‫َني‬ ‫ببال‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ 4[
Artinya: “Dan mereka yang beriman kepada kitab
(Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan
Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta
mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”
1. Hari Kiamat Menurut al Qur’an
a. Kiamat Sugra
Kiamat sugra berarti kerusakan kecil. Contohnya kematian.
/ ]‫العنكبنوت‬ ‫ن‬َ  ‫عنو‬ُ‫ّت‬ ‫ج‬َ  ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ت‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َ  ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ  ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫م‬َّ‫ق‬ ‫ث‬ُ‫ّت‬ ‫ت‬ِ‫َني‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ  ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ة‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬َ  ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫ذا‬َ  ‫س‬ٍ ‫ي‬ ‫ف‬ْ‫ُم‬ ‫ن‬َ 57
Artinya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian
hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”
Alam Barzakh merupakan alam lanjutan tempat hidup
manusia setelah mati sampai mereka dibangkitkan dari
kuburnya.
b. Kiamat Kubra
Kiamat Kubra merupakan tanda kehidupan di dunia ini berakhir.
Di awali dengan sangkakala ditiup pertama kali oleh malaikat
Israfil. Yang di susul dengan hancurnya dunia ini.
) ‫ة‬ٌ ‫د‬َ ‫ح‬ِ ‫وووا‬َ ‫و‬‫ة‬ٌ ‫خ‬َ ‫ف‬ْ ‫ن‬َ ‫ر‬ِ ‫ووووو‬‫ص‬ّ ‫ال‬ ‫وويو‬‫و‬‫ف‬ِ ‫و‬‫خ‬َ ‫ف‬ِ ‫ن‬ُ ‫ذا‬َ ‫إ‬ِ ‫ف‬َ13(
‫ة‬ً ‫د‬َ ‫ح‬ِ ‫وا‬‫و‬‫و‬َ ‫و‬‫ة‬ً ‫ك‬ّ ‫د‬َ ‫توا‬َ ‫ك‬ّ ‫د‬ُ ‫فوو‬َ ‫و‬‫ل‬ُ ‫با‬َ ‫ج‬ِ ‫ل‬ْ ‫وووووا‬َ ‫و‬‫ض‬ُ ‫ر‬ْ ‫ل‬َ ‫وو‬‫و‬‫ا‬ ‫و‬‫ت‬ِ ‫ل‬َ ‫م‬ِ ‫ح‬ُ ‫و‬َ
)14) (‫ة‬ُ ‫ع‬َ ‫ق‬ِ ‫وا‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫ت‬ِ ‫ع‬َ ‫ق‬َ ‫و‬َ ‫ذ‬ٍ ‫ئ‬ِ ‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ف‬َ15(‫ت‬ِ ‫ق‬ّ ‫ش‬َ ‫ن‬ْ ‫وا‬َ
) ‫ة‬ٌ ‫ي‬َ ‫ه‬ِ ‫وا‬َ ‫ذ‬ٍ ‫ئ‬ِ ‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ي‬َ ‫ه‬ِ ‫ف‬َ ‫ء‬ُ ‫ما‬َ ‫س‬ّ ‫ال‬16/ ] (‫الحاقة‬13-
16[Artinya: “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup. Dan
diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu
dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari
itu terjadilah hari kiamat, Dan terbelahlah langit,
karena pada hari itu langit menjadi lemah.
Sangkakala
pertama
kali di tiup
Semesta
hancur
Berkumpul di
padang
mahsyar
Allah
membangkitkan
manusia
Sangkakala
ditiup
untuk
kedua
kalinya
Di hisab
amal Surga
/neraka
“Pada hari kiamat seorang tidak akan luput dari 4
pertanyaan: tentang umurnya untuk apa saja umur itu
dipergunakan; tentang ilmunya apa yang
dilakukannya dengan ilmu tersebut; tentang hartanya
darimana didapatnya dan untuk apa dibelanjakannya;
tentang tubuh (tenaga atau kekuatan tubuhnya) untuk
apa dipakainya”
(H.R al Tirmidzi)
2. Surga dan Neraka
a. Surga
Surga merupakan tempat yang penuh dengan bebagai
kenikmatan. Allah menyediakan tempat ini untuk orang-
orang yang bertakwa
b. Neraka
Neraka merupakan tempat yang penuh dengan siksa dan
kehinaan. Alah menyediakan tempat ini untuk orang-orang
yang durhaka
“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk
orang-orang yang kafir . Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu
diberi rahmat . Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari
Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa ”
(Q.s Ali Imran 131 – 133)
B.Perilaku Sebagai Pencerminan
Keimanan Terhadap Hari Akhir
1. Senantiasa bertakwa kepada Allah swt. Yakni melaksanakan
semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya
2. Disiplin dalam melaksanakan sholat lima waktu dan ibadah-
ibadah lain yang hukumnya wajib
Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda:
“Amal yang paling pertama dihisab dari seorang hamba di hari
kiamat ialah sholatnya. Jika salatnya diterima maka diterimalah
amal-amal yang lain. Jika shalatnya ditolak, maka ditolaklah
amal-amal lainnya (H.R. al Thabrani dari Anas r.a)
3. Mencintai fakir miskin yang diwujudkan melalui sikap, ucapan,
perbuatan dan bantuan harta benda
Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda:
“Setiap segala sesuatu ada kuncinya, sedang kunci surga adalah
mencintai fikir miskin. Karena kesabaran mereka mereka adalah
kawan akrab Allah pada hari kiamat
(H.R. Abu Bakar bin Laal dari Umar bin Khattab)
4. Menyantuni, memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anak
yatim dengan penuh kasih sayang
Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda:
“Saya dan orang yang menanggung (memelihara) anak yatim
(dengan baik) ada di surga bagaikan ini. Seraya memberi isyarat
dengan jari telunjuk dan jari tengah dan beliau rentangkan kedua
jarinya
(H.R. Bukhari)
5. Berprilaku baik terhadap tetangga, menghormati tamu
dan bertutur kata yang baik-baik saja atau diam
Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir
(kiamat) maka hendaklah ia berbuat baik pada
tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan
hari akhir maka hendaklah ia menghormati tamunya. Dan
barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka
hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam”
(H.R. Muslim)
6. Melaksanakan tujuh macam perilaku yang menyebabkan
mendapatkan naungan (perlindungan) Allah swt di
akherat kelak
Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda:
“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu: (1) Pemimpin yagng
adil (2) Pemuda yang rajin beribadah (3) orang yang hatinya selalu
rindu dengan masjid (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah
(5) Seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan dan
cantik kemudian menolaknya sambil berkata: sesungguhnya saya takut
karena Allah (6) Orang yang bersedekah secara rahasia sehingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di sedekahkan tangan
kanannya (7) Orang yang mengingat Allah ketikla sendirian sehingga
mencucurkan air matanya
(H.R. Muslim dan Bukhari)
B. Hikmah Beriman Pada Hari Akhir
1. Memperkuat keyakinan bahwa Allah swt Mahakuasa dan Mahaadil.
‫م‬َ ‫ل‬ْ ‫ظ‬ُ ‫ل‬َ ‫ت‬ْ ‫بب‬‫ب‬‫ب‬َ ‫ب‬‫س‬َ ‫ك‬َ ‫باب‬‫م‬َ ‫ببب‬‫ب‬‫ب‬ِ‫ب‬‫س‬ٍ ‫ف‬ْ ‫نبب‬َ ‫ب‬‫ل‬ّ ‫ك‬ُ ‫زى‬َ ‫ج‬ْ ‫تبب‬ُ ‫ب‬‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬
‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬‫ب‬ِ ‫سا‬َ ‫ح‬ِ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫ع‬ُ ‫ري‬ِ ‫س‬َ ‫ه‬َ ‫ل‬ّ ‫ال‬ ‫ن‬ّ ‫إ‬ِ
/‫]غافر‬17[
Artinya:
“Pada hari ini (kiamat) tiap-tiap jiwa diberi Balasan dengan apa yang
diusahakannya. tidak ada yang dirugikan pada hari ini.
Sesungguhnya Allah Amat cepat hisabnya.”
2. Memberikan dorongan untuk membiasakan diri dengan sikap dan
perilaku terpuji (akhlakul karimah) dan menjauhkan diri dari sikap serta
perilaku tercela (akhlakul mazmumah)
3. Memberi dorongan untuk bersikap optimis, tawakal dan sabar
meskipun tertimpa kemalangan
Artinya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
 ‫نا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ِ‫ن‬  ‫صا‬ٍ ‫م‬ ‫ق‬ْ‫ٍص‬ ‫ن‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬  ‫عا‬ِ‫ن‬ ‫جعو‬ُ‫عو‬ ‫ل‬ْ‫ٍص‬ ‫ولا‬َ ‫ا‬  ‫فا‬ِ‫ن‬ ‫عو‬ْ‫ٍص‬ ‫خ‬َ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ٍص‬ ‫نا لا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ِ‫ن‬  ‫ءا‬ٍ ‫م‬ ‫ي‬ْ‫ٍص‬ ‫ش‬َ ‫ا‬ ‫ب‬ِ‫ن‬  ‫ما‬ْ‫ٍص‬ ‫ك‬ُ‫عو‬ ‫ن‬َّ‫ك‬ ‫عو‬َ ‫ا‬ ‫ل‬ُ‫عو‬ ‫ب‬ْ‫ٍص‬ ‫ن‬َ ‫ا‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬
‫ن‬َ ‫ا‬ ‫رني‬ِ‫ن‬ ‫ب‬ِ‫ن‬ ‫ِبا‬‫ص‬َّ‫ك‬ ‫را لال‬ِ‫ن‬ ‫ش‬ِّ‫ر‬ ‫ب‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬  ‫تا‬ِ‫ن‬ ‫رلا‬َ ‫ا‬ ‫م‬َ ‫ا‬ ‫ث‬َّ‫ك‬ ‫ولال‬َ ‫ا‬  ‫سا‬ِ‫ن‬ ‫ف‬ُ‫عو‬ ‫ن‬ْ‫ٍص‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫ولا‬َ ‫ا‬  ‫لا‬ِ‫ن‬ ‫عولا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ْ‫ٍص‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫لا‬ ‫ا‬
/‫]لالبقرة‬155[

Bab 3-imankepadahariakhir.

  • 1.
    Standar Kompetensi: Meningkatkan keimanankepada hari akhir Kompetensi Dasar: 1. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap hari akhir 2. Menerapkan hikmah beriman kepada hari akhir IMAN KEPADA HARI AKHIR
  • 2.
    Tadarus ) ‫الم‬1) ‫ن‬َ ‫قني‬ِ‫َني‬ ‫ت‬َّ‫ق‬ ‫م‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫د ى‬ً‫ ى‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ه‬ِ‫َني‬ ‫فني‬ِ‫َني‬ ‫ب‬َ ‫ي‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ ‫ال‬َ ‫ب‬ُ‫ّت‬ ‫تبا‬َ ‫ك‬ِ‫َني‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ك‬َ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ذ‬َ (2‫ن‬َ ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫ا‬ ( ‫ن‬َ ‫قنو‬ُ‫ّت‬ ‫ف‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َ ‫ق‬ْ‫ُم‬ ‫ز‬َ ‫ر‬َ ‫مبا‬َّ‫ق‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ ‫ة‬َ ‫ال‬َ ‫ص‬َّ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ن‬َ ‫منو‬ُ‫ّت‬ ‫قني‬ِ‫َني‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫و‬َ ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫غ‬َ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ببا‬ِ‫َني‬ ‫ن‬َ ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ )3‫ك‬َ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ق‬َ ‫نن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫لن‬َ ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫با‬‫ن‬‫م‬َ ‫و‬َ ‫كن‬َ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫لن‬َ ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫با‬‫ن‬‫م‬َ ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫نن‬َ ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫نن‬َ ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫وا‬َ ( ) ‫ن‬َ ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬ِ‫َني‬ ‫ينو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ة‬ِ‫َني‬ ‫ر‬َ ‫خ‬ِ‫َني‬ ‫ببال‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ 4/‫]البقرة‬ (1-4[ ) ‫ن‬ِ‫َني‬ ‫عنو‬ُ‫ّت‬ ‫ج‬ِ‫َني‬ ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ب‬ِّ ‫ر‬َ ‫ل‬َ ‫قبا‬َ ‫ت‬ُ‫ّت‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫م‬ُ‫ّت‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫د‬َ ‫ح‬َ ‫أ‬َ ‫ء‬َ ‫جبا‬َ ‫ذا‬َ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫تإ ى‬َّ‫ق‬ ‫ح‬َ 99‫لأ ي‬ِّ ‫ع‬َ ‫ل‬َ ( ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ ‫با‬‫ن‬‫ه‬َ ‫ل‬ُ‫ّت‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫قبا‬َ ‫نو‬َ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ةن‬ٌ ‫ه‬ ‫م‬َ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ك‬َ ‫با‬‫ن‬‫ه‬َ ‫ن‬َّ‫ق‬ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫ال‬َّ‫ق‬ ‫ك‬َ ‫تن‬ُ‫ّت‬ ‫ك‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ ‫ت‬َ ‫با‬‫ن‬‫م‬َ ‫فني‬ِ‫َني‬ ‫حبا‬ً‫ ى‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫با‬‫ن‬‫ص‬َ ‫لن‬ُ‫ّت‬ ‫م‬َ ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ ) ‫ن‬َ ‫ثنو‬ُ‫ّت‬ ‫ع‬َ ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ ‫لإ ى‬َ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫خ‬ٌ ‫ه‬ ‫ز‬َ ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ب‬َ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ِ‫َني‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫را‬َ ‫و‬َ 100/‫]المؤمننون‬ (99-100[ ) ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬َ ‫مبا‬َ ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ ‫وا‬ْ‫ُم‬ ‫ر‬َ ‫ني‬ُ‫ّت‬ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫تبا‬ً‫ ى‬ ‫تبا‬َ ‫ش‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬َ ‫س‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َّ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ر‬ُ‫ّت‬ ‫د‬ُ‫ّت‬ ‫ص‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ ‫ذ‬ٍ ‫ي‬ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫م‬َ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ 6‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫ف‬َ ( ) ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ر‬َ ‫ي‬َ ‫را‬ً‫ ى‬ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫خ‬َ ‫ة‬ٍ ‫ي‬ ‫ر‬َّ‫ق‬ ‫ذ‬َ ‫ل‬َ ‫قبا‬َ ‫ث‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬7‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ر‬َ ‫ي‬َ ‫را‬ًّ‫ا‬ ‫ش‬َ ‫ة‬ٍ ‫ي‬ ‫ر‬َّ‫ق‬ ‫ذ‬َ ‫ل‬َ ‫قبا‬َ ‫ث‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫ع‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬َ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫و‬َ ( )8/‫]الزلزلة‬ (6-8[
  • 3.
    A. Hari KiamatSebagai Hari Pembalasan Hakiki Beriman pada hari akhir merupakan ciri orang yang bertakwa ‫ك‬َ ‫ل‬ِ‫َني‬ ‫ب‬ْ‫ُم‬ ‫ق‬َ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َ ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫مبا‬َ ‫و‬َ ‫ك‬َ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َ ‫ز‬ِ‫َني‬ ‫ن‬ْ‫ُم‬ ‫أ‬ُ‫ّت‬ ‫مبا‬َ ‫ب‬ِ‫َني‬ ‫ن‬َ ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ‫ُم‬ ‫ي‬ُ‫ّت‬ ‫ن‬َ ‫ذي‬ِ‫َني‬ ‫ل‬َّ‫ق‬ ‫وا‬َ ‫]البقرة‬ ‫ن‬َ ‫ننو‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬ِ‫َني‬ ‫ينو‬ُ‫ّت‬ ‫م‬ْ‫ُم‬ ‫ه‬ُ‫ّت‬ ‫ة‬ِ‫َني‬ ‫ر‬َ ‫خ‬ِ‫َني‬ ‫ببال‬ِ‫َني‬ ‫و‬َ 4[ Artinya: “Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”
  • 4.
    1. Hari KiamatMenurut al Qur’an a. Kiamat Sugra Kiamat sugra berarti kerusakan kecil. Contohnya kematian. / ]‫العنكبنوت‬ ‫ن‬َ ‫عنو‬ُ‫ّت‬ ‫ج‬َ ‫ر‬ْ‫ُم‬ ‫ت‬ُ‫ّت‬ ‫نبا‬َ ‫ني‬ْ‫ُم‬ ‫ل‬َ ‫إ‬ِ‫َني‬ ‫م‬َّ‫ق‬ ‫ث‬ُ‫ّت‬ ‫ت‬ِ‫َني‬ ‫نو‬ْ‫ُم‬ ‫م‬َ ‫ل‬ْ‫ُم‬ ‫ا‬ ‫ة‬ُ‫ّت‬ ‫ق‬َ ‫ئ‬ِ‫َني‬ ‫ذا‬َ ‫س‬ٍ ‫ي‬ ‫ف‬ْ‫ُم‬ ‫ن‬َ 57 Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan” Alam Barzakh merupakan alam lanjutan tempat hidup manusia setelah mati sampai mereka dibangkitkan dari kuburnya.
  • 5.
    b. Kiamat Kubra KiamatKubra merupakan tanda kehidupan di dunia ini berakhir. Di awali dengan sangkakala ditiup pertama kali oleh malaikat Israfil. Yang di susul dengan hancurnya dunia ini. ) ‫ة‬ٌ ‫د‬َ ‫ح‬ِ ‫وووا‬َ ‫و‬‫ة‬ٌ ‫خ‬َ ‫ف‬ْ ‫ن‬َ ‫ر‬ِ ‫ووووو‬‫ص‬ّ ‫ال‬ ‫وويو‬‫و‬‫ف‬ِ ‫و‬‫خ‬َ ‫ف‬ِ ‫ن‬ُ ‫ذا‬َ ‫إ‬ِ ‫ف‬َ13( ‫ة‬ً ‫د‬َ ‫ح‬ِ ‫وا‬‫و‬‫و‬َ ‫و‬‫ة‬ً ‫ك‬ّ ‫د‬َ ‫توا‬َ ‫ك‬ّ ‫د‬ُ ‫فوو‬َ ‫و‬‫ل‬ُ ‫با‬َ ‫ج‬ِ ‫ل‬ْ ‫وووووا‬َ ‫و‬‫ض‬ُ ‫ر‬ْ ‫ل‬َ ‫وو‬‫و‬‫ا‬ ‫و‬‫ت‬ِ ‫ل‬َ ‫م‬ِ ‫ح‬ُ ‫و‬َ )14) (‫ة‬ُ ‫ع‬َ ‫ق‬ِ ‫وا‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫ت‬ِ ‫ع‬َ ‫ق‬َ ‫و‬َ ‫ذ‬ٍ ‫ئ‬ِ ‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ف‬َ15(‫ت‬ِ ‫ق‬ّ ‫ش‬َ ‫ن‬ْ ‫وا‬َ ) ‫ة‬ٌ ‫ي‬َ ‫ه‬ِ ‫وا‬َ ‫ذ‬ٍ ‫ئ‬ِ ‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ي‬َ ‫ه‬ِ ‫ف‬َ ‫ء‬ُ ‫ما‬َ ‫س‬ّ ‫ال‬16/ ] (‫الحاقة‬13- 16[Artinya: “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
  • 6.
    Sangkakala pertama kali di tiup Semesta hancur Berkumpuldi padang mahsyar Allah membangkitkan manusia Sangkakala ditiup untuk kedua kalinya Di hisab amal Surga /neraka “Pada hari kiamat seorang tidak akan luput dari 4 pertanyaan: tentang umurnya untuk apa saja umur itu dipergunakan; tentang ilmunya apa yang dilakukannya dengan ilmu tersebut; tentang hartanya darimana didapatnya dan untuk apa dibelanjakannya; tentang tubuh (tenaga atau kekuatan tubuhnya) untuk apa dipakainya” (H.R al Tirmidzi)
  • 7.
    2. Surga danNeraka a. Surga Surga merupakan tempat yang penuh dengan bebagai kenikmatan. Allah menyediakan tempat ini untuk orang- orang yang bertakwa b. Neraka Neraka merupakan tempat yang penuh dengan siksa dan kehinaan. Alah menyediakan tempat ini untuk orang-orang yang durhaka “Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir . Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat . Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa ” (Q.s Ali Imran 131 – 133)
  • 8.
    B.Perilaku Sebagai Pencerminan KeimananTerhadap Hari Akhir 1. Senantiasa bertakwa kepada Allah swt. Yakni melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya 2. Disiplin dalam melaksanakan sholat lima waktu dan ibadah- ibadah lain yang hukumnya wajib Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda: “Amal yang paling pertama dihisab dari seorang hamba di hari kiamat ialah sholatnya. Jika salatnya diterima maka diterimalah amal-amal yang lain. Jika shalatnya ditolak, maka ditolaklah amal-amal lainnya (H.R. al Thabrani dari Anas r.a)
  • 9.
    3. Mencintai fakirmiskin yang diwujudkan melalui sikap, ucapan, perbuatan dan bantuan harta benda Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda: “Setiap segala sesuatu ada kuncinya, sedang kunci surga adalah mencintai fikir miskin. Karena kesabaran mereka mereka adalah kawan akrab Allah pada hari kiamat (H.R. Abu Bakar bin Laal dari Umar bin Khattab) 4. Menyantuni, memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anak yatim dengan penuh kasih sayang Rasulullullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda: “Saya dan orang yang menanggung (memelihara) anak yatim (dengan baik) ada di surga bagaikan ini. Seraya memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan beliau rentangkan kedua jarinya (H.R. Bukhari)
  • 10.
    5. Berprilaku baikterhadap tetangga, menghormati tamu dan bertutur kata yang baik-baik saja atau diam Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat) maka hendaklah ia berbuat baik pada tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam” (H.R. Muslim)
  • 11.
    6. Melaksanakan tujuhmacam perilaku yang menyebabkan mendapatkan naungan (perlindungan) Allah swt di akherat kelak Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu: (1) Pemimpin yagng adil (2) Pemuda yang rajin beribadah (3) orang yang hatinya selalu rindu dengan masjid (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah (5) Seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan dan cantik kemudian menolaknya sambil berkata: sesungguhnya saya takut karena Allah (6) Orang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di sedekahkan tangan kanannya (7) Orang yang mengingat Allah ketikla sendirian sehingga mencucurkan air matanya (H.R. Muslim dan Bukhari)
  • 12.
    B. Hikmah BerimanPada Hari Akhir 1. Memperkuat keyakinan bahwa Allah swt Mahakuasa dan Mahaadil. ‫م‬َ ‫ل‬ْ ‫ظ‬ُ ‫ل‬َ ‫ت‬ْ ‫بب‬‫ب‬‫ب‬َ ‫ب‬‫س‬َ ‫ك‬َ ‫باب‬‫م‬َ ‫ببب‬‫ب‬‫ب‬ِ‫ب‬‫س‬ٍ ‫ف‬ْ ‫نبب‬َ ‫ب‬‫ل‬ّ ‫ك‬ُ ‫زى‬َ ‫ج‬ْ ‫تبب‬ُ ‫ب‬‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫م‬َ ‫و‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ْ ‫ا‬‫ب‬ِ ‫سا‬َ ‫ح‬ِ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫ع‬ُ ‫ري‬ِ ‫س‬َ ‫ه‬َ ‫ل‬ّ ‫ال‬ ‫ن‬ّ ‫إ‬ِ /‫]غافر‬17[ Artinya: “Pada hari ini (kiamat) tiap-tiap jiwa diberi Balasan dengan apa yang diusahakannya. tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah Amat cepat hisabnya.” 2. Memberikan dorongan untuk membiasakan diri dengan sikap dan perilaku terpuji (akhlakul karimah) dan menjauhkan diri dari sikap serta perilaku tercela (akhlakul mazmumah)
  • 13.
    3. Memberi doronganuntuk bersikap optimis, tawakal dan sabar meskipun tertimpa kemalangan Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ‫نا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ِ‫ن‬ ‫صا‬ٍ ‫م‬ ‫ق‬ْ‫ٍص‬ ‫ن‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬ ‫عا‬ِ‫ن‬ ‫جعو‬ُ‫عو‬ ‫ل‬ْ‫ٍص‬ ‫ولا‬َ ‫ا‬ ‫فا‬ِ‫ن‬ ‫عو‬ْ‫ٍص‬ ‫خ‬َ ‫ا‬ ‫ل‬ْ‫ٍص‬ ‫نا لا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ِ‫ن‬ ‫ءا‬ٍ ‫م‬ ‫ي‬ْ‫ٍص‬ ‫ش‬َ ‫ا‬ ‫ب‬ِ‫ن‬ ‫ما‬ْ‫ٍص‬ ‫ك‬ُ‫عو‬ ‫ن‬َّ‫ك‬ ‫عو‬َ ‫ا‬ ‫ل‬ُ‫عو‬ ‫ب‬ْ‫ٍص‬ ‫ن‬َ ‫ا‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬ ‫ن‬َ ‫ا‬ ‫رني‬ِ‫ن‬ ‫ب‬ِ‫ن‬ ‫ِبا‬‫ص‬َّ‫ك‬ ‫را لال‬ِ‫ن‬ ‫ش‬ِّ‫ر‬ ‫ب‬َ ‫ا‬ ‫و‬َ ‫ا‬ ‫تا‬ِ‫ن‬ ‫رلا‬َ ‫ا‬ ‫م‬َ ‫ا‬ ‫ث‬َّ‫ك‬ ‫ولال‬َ ‫ا‬ ‫سا‬ِ‫ن‬ ‫ف‬ُ‫عو‬ ‫ن‬ْ‫ٍص‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫ولا‬َ ‫ا‬ ‫لا‬ِ‫ن‬ ‫عولا‬َ ‫ا‬ ‫م‬ْ‫ٍص‬ ‫ل‬َ ‫ا‬ ‫لا‬ ‫ا‬ /‫]لالبقرة‬155[