Tari tunggal di Indonesia berkembang berbeda di luar Pulau Jawa sebelum kemerdekaan karena kurangnya seniman dan kebutuhan masyarakat yang lebih fokus pada tari upacara kelompok. Tari tunggal memiliki kekuatan dalam pengolahan ruang gerak, pengaturan tenaga berdasarkan cerita, dan rias serta iringan yang mendukung identitas tarian. Tari tunggal dapat berpola tradisional atau kreasi berpola tradisi