BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Materi ini diperlukan kepada semua peserta didik untuk membekali kemampuan berpikir 
logis,analitis,sistematis kritis dan kreatif serta kemampuan kerjasama.Karena masalah HAM telah 
merambah di masyarakat dan telah menjadi persoalan bersama makna para siswa di sekolah sudah 
seyogianya dikenalkan kepada masalah ini agar mereka mengetahui dan sadar akan hak dan kewajiban 
asasi dirinya dan hak asasi orang lain sehingga mereka akan terbiasa untuk menghormati diri dan hak-hak 
asasi orang lain. 
Berbicara tentang demokrasi,sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda.Telah banyak di 
antara Anda yang telah paham tentang konsep maupun pengertian yang berkaitan dengan 
demokrasi.modul ini mengajak Anda memahami materi dan pembelajaran,menganalsis dan melatih diri 
dalam menerrapkan model pembelajaran demokrasi untuk siswa sekolah dasar dalam mata pelajaran 
Pkn. 
B.Tujuan 
Tujuan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca.Para mahasiswa fakultas 
pendidikan dan ilmu pengetahuan agar dapat mengetahui hak asasi manusia serta pembelajaran 
demokratis yang diterapkan dalam kehidupan. 
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Materi Dan Pembelajaran Hak Asasi manusia 
Hak Asasi Manusia merupakan hak yang bersifat dasar,atau hak pokok yang di miliki 
manusia,seperti hak hidup,hak berbicara,dan hak mendapat perlindunngan.Hak Asasi Manusia tidak 
boleh di cabut karena manusia adalah ciptaan Tuhan maka Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat 
pada diri manusia dan merupakan hak yang di berikan sebagai karunia Tuhan. 
Di balik adanya Hak Asasi Manusia yang perlu dihormati mengandung makna adanya kewajiban 
asasi dari setiap orang. Kewajiban yang dimaksud adalah kewajiban dasar manusia yang di tekankan UU 
sebagai seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan 
tegaknya hak asasi manusia.Ada 5 hak asasi manusia yang telah mendapat pengakuan dari masyarakat 
dunia yaitu : 1. Kebebasan berbicara,pendapat dan pers 
2. Kebebasan beragama 
3. Kebebasab berkumpul dan berserikat 
4. Hak atas perlindungan yang sama di depan hokum 
5. Hak atas perlindungan dan penghidupan yang layak
Hak asasi manusia untuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai peraturan 
perundangan dan apabila ada kesepakatan,perlunya materi dan konsep-konsep HAM di ajarkan di 
sekolah,sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang di ajarkan atas dasar 
berbagai pertimbangan termaksud utamanya memperhatikan tingkat una dan perkembangan anak. 
Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran,guru dapat memodifikasikan konsep HAM 
dalam kompetensi yang dapat di pilih dari standar isi.Untuk menyelenggarakan kegiatan 
B. Materi Pembelajaran Demokrasi 
Demokrasi dapat berarti seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan,tetapi juga 
mencakup seperangkat praktek dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah panjang dan sering berliku-liku 
sehingga demokrasi sering disebut suatu perlambangan dari kebebasan. 
Demokrasi sebagai dasar sistem pemerintahan konstitusional sudah teruji oleh zaman yang 
menjunjung tinggi kebebasan,Hak Asasi Manusia,persamaan di depan hukum yang harus di miliki oleh 
setiap individu dan masyarakat. 
Demokrasi konstitusional adalah suatu gagasan pemerintahan demokratis yang kekuasaannya 
terbatas dan pemerintahnya tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang.Ketentuan dan peraturan 
hukum yang membatasi kekuasaan pemerintah ini ada dalam konstitusi sehingga demokrasi 
konstitusional sering di sebut “pemerintah berdasarkan konstitusi” 
Demokrasi konstitusional adalah demokrasi yang berdasarkan konstitusi dan atau hukum (Rule 
Of Law). Sejumlah syarat-syarat dasar pemerintah yang harus demokratis di bawah rule of law,sebagai 
berikut : 1. Perlindungan konstitusional 
2. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 
3. Pemilihan umum yang bebas 
4. Kebebasan untuk menyatakan pendapat 
5. Kebebasan untuk berserikat/beroganisasi dan beroposisi 
6. Pendidikan kewarganegaraan 
Untuk pembangunan dan menegakkan demokrasi di Indonesia di perlukan pilar-pilar demokrasi 
konstitusional berdasarkan pada filsafat bangsa pancasila dan konstitusi Negara RI UUD 1945 ialah 
demokrasi yang berdasarkan : 1. Ketuhanan yang Maha Esa 
2. Hak Asasi Manusia 
3. Kedaulatan Rakyat 
4. Kecerdasan Rakyat 
5. Pemisahan kekuasaan Negara 
6. Otonomi Daerah 
7. Supremasi Hukum (Rule Of Law) 
8. Peradilan yang bebas 
9. Kesejahteraan Rakyat 
10. Keadilan Sosial 
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan dan penegakkan demokrasi 
konstitusional di suatu Negara meliputi faktor pertumbuhan ekonomi, faktor sosial politik,dan faktor 
budaya kewarganegaraan dan akar sejarah. 
Keberhasilan pembelajaran demokrasi sebagai suatu seni akan di tentukan oleh prins ip-prinsip 
pembelajaran interaktif model John Dewey,yakni:
1. Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain 
2. Berpikir kreatif 
3. Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama 
4. Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut 
Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terrhadap penyelenggaraan pembelajaran 
demokrasi,yaitu: 
1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung,meliputi: 
a. Jenis sekolah 
b. Jenis pendidikan orang dewasa 
c. Masyarakat tetangga 
d. Kelompok kepentingan 
e. Partai politik 
f. Asasi atau perkumpulan di masyarakat 
2) Karateristik sosial,ekonomi dan budaya peserta didik,meliputi : 
a. Karateristik individu,seperti usia dan jenis kelamin 
b. Karateristik sosial individu,status sosial ekonomi (pendapatan pekerjaan),tempat tinggal 
(perkotaan/pedesaan) 
c. Karateristik budaya:tingkat pendidikan,nasionalitas,sejarah agama dan etnis 
Pendidikan demokrasi perlu terus di upayakan dan di laksanakan melalui proses 
pembelajaran,baik melalui sekolah (schools-based civic edication) maupun dalam lingkungan 
masyarakat (community-based civic edication). 
Untuk pengembangan pendidikan demokrasi di Indonesia,maka di perlukan adanya paradigma 
baru yang lebih mengembangkan rasional,emosional dan sosial;tanggung jawab warga Negara (civic 
responsibility);serta partisipasi warga Negara (civic participation) agar terbentuk warga Negara 
Indonesia yang baik. 
Proses pendidikan kewarganegaraan kita harus membedakan antara aspek-aspek:pengetahuan 
(knowledge),sikap dan pendapat (aktitudes and opinions),keterampilan intelettual (intellectual skills), 
dan keterampilan partisipan (participatory skills). 
Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran , terlebih dahulu perlu ada sejumlah 
kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek diatas seperti : 
1) Kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang 
mereka sedang akan hadapi 
2) Isu-isu dan masalah-maslah yang telah menjadi topik dan agenda public. 
Ada dua factor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran 
demokrasi,yakni : 
1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung 
2) Karakteristik sosial,ekonomi,dan budaya peserta didik 
Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran 
demokrasi adalah : 
1) Merumuskan tujuan
2) Menyajikan kata-kata (istilah) yang perlu diketahui 
3) Menyajikan ide-ide yang perlu di pelajari 
4) Memecahkan masalah 
5) Menerapkan kemampuan yang telah di kuasai.
BAB III 
PENUTUPAN 
A. Simpulan 
Hak Asasi Manusia merupakan hak yang bersifat dasar,atau hak pokok yang di miliki oleh 
manusia dan merupakan hak yang di berikan sebagai karunia Tuhan .Karena pentingnya HAM di 
Indonesia dan situasi politk yang tidak menentu serta banyaknya sorotan dari dunia Internasional 
terhadap banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia sehingga perundangan yang dapat di jadikan dasar 
oleh pemerintah untuk menindak pelanggar HAM. 
B. Saran 
Kritik dan saran dari semua pihak terutama bagi pembaca yang dapat membangun sangat di 
butuhkan guna menyempurnakan pembuatan laporan ini.
TUGAS : MAKALAH 
PEMBELAJARAN PKN 
DI SD 
NAMA KELOMPOK : 
ADIYATMAN : 822170807 
ALIFATU : 823194941 
BASRI WOTA : 822109996 
DEWI KOMALASARI : 822179344 
HARIANI : 822179201 
JUMI YATI : 822179312 
LAODE TINGKU : 822179297 
UNUVERSITAS TERBUKA
DAFTAR PUSAKA 
Alamudi, Abdullah (Ed.). (1994). Apakah demokrasi itu? Jakarta: USIA. 
Bahmueller, Charles F. (1996). The Future of Democracy. ERIC/Poland 
book. 
Budiardjo, Miriam. (1989). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta; Gramedia. 
Center For Civic Education. (1998). We the People…Project Citizen. 
Calabasa: Center For Civic Education and the National Conference of 
State Legislatures.
DAFTAR ISI 
BAB I:PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang …………………………………………………………………………………………………. i 
B. Tujuan ……………………………………………………………………………………………………………….. ii 
BAB II:PEMAHASAN 
A. Materi Dan Pembelajaran Hak Asasi manusia ……………………………………………………… iii 
B. Materi Pembelajaran Demokrasi …………………………………………………………………………. iv 
BAB III:PENUTUPAN 
A. Simpulan ………………………………………………………………………………………………………………. v 
B. Saran …………………………………………………………………………………………………………………….. vi 
DAFTAR PUSAKA …………………………………………………………………………………………………………… vii

Bab 1

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Materi ini diperlukan kepada semua peserta didik untuk membekali kemampuan berpikir logis,analitis,sistematis kritis dan kreatif serta kemampuan kerjasama.Karena masalah HAM telah merambah di masyarakat dan telah menjadi persoalan bersama makna para siswa di sekolah sudah seyogianya dikenalkan kepada masalah ini agar mereka mengetahui dan sadar akan hak dan kewajiban asasi dirinya dan hak asasi orang lain sehingga mereka akan terbiasa untuk menghormati diri dan hak-hak asasi orang lain. Berbicara tentang demokrasi,sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi Anda.Telah banyak di antara Anda yang telah paham tentang konsep maupun pengertian yang berkaitan dengan demokrasi.modul ini mengajak Anda memahami materi dan pembelajaran,menganalsis dan melatih diri dalam menerrapkan model pembelajaran demokrasi untuk siswa sekolah dasar dalam mata pelajaran Pkn. B.Tujuan Tujuan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca.Para mahasiswa fakultas pendidikan dan ilmu pengetahuan agar dapat mengetahui hak asasi manusia serta pembelajaran demokratis yang diterapkan dalam kehidupan. BAB II PEMBAHASAN A. Materi Dan Pembelajaran Hak Asasi manusia Hak Asasi Manusia merupakan hak yang bersifat dasar,atau hak pokok yang di miliki manusia,seperti hak hidup,hak berbicara,dan hak mendapat perlindunngan.Hak Asasi Manusia tidak boleh di cabut karena manusia adalah ciptaan Tuhan maka Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia dan merupakan hak yang di berikan sebagai karunia Tuhan. Di balik adanya Hak Asasi Manusia yang perlu dihormati mengandung makna adanya kewajiban asasi dari setiap orang. Kewajiban yang dimaksud adalah kewajiban dasar manusia yang di tekankan UU sebagai seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia.Ada 5 hak asasi manusia yang telah mendapat pengakuan dari masyarakat dunia yaitu : 1. Kebebasan berbicara,pendapat dan pers 2. Kebebasan beragama 3. Kebebasab berkumpul dan berserikat 4. Hak atas perlindungan yang sama di depan hokum 5. Hak atas perlindungan dan penghidupan yang layak
  • 2.
    Hak asasi manusiauntuk bahan pembelajaran dapat diseleksi dari berbagai peraturan perundangan dan apabila ada kesepakatan,perlunya materi dan konsep-konsep HAM di ajarkan di sekolah,sebaiknya dilakukan penjenjangan dalam konsep atau materi yang di ajarkan atas dasar berbagai pertimbangan termaksud utamanya memperhatikan tingkat una dan perkembangan anak. Untuk menerapkan konsep HAM dalam pembelajaran,guru dapat memodifikasikan konsep HAM dalam kompetensi yang dapat di pilih dari standar isi.Untuk menyelenggarakan kegiatan B. Materi Pembelajaran Demokrasi Demokrasi dapat berarti seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan,tetapi juga mencakup seperangkat praktek dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah panjang dan sering berliku-liku sehingga demokrasi sering disebut suatu perlambangan dari kebebasan. Demokrasi sebagai dasar sistem pemerintahan konstitusional sudah teruji oleh zaman yang menjunjung tinggi kebebasan,Hak Asasi Manusia,persamaan di depan hukum yang harus di miliki oleh setiap individu dan masyarakat. Demokrasi konstitusional adalah suatu gagasan pemerintahan demokratis yang kekuasaannya terbatas dan pemerintahnya tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang.Ketentuan dan peraturan hukum yang membatasi kekuasaan pemerintah ini ada dalam konstitusi sehingga demokrasi konstitusional sering di sebut “pemerintah berdasarkan konstitusi” Demokrasi konstitusional adalah demokrasi yang berdasarkan konstitusi dan atau hukum (Rule Of Law). Sejumlah syarat-syarat dasar pemerintah yang harus demokratis di bawah rule of law,sebagai berikut : 1. Perlindungan konstitusional 2. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 3. Pemilihan umum yang bebas 4. Kebebasan untuk menyatakan pendapat 5. Kebebasan untuk berserikat/beroganisasi dan beroposisi 6. Pendidikan kewarganegaraan Untuk pembangunan dan menegakkan demokrasi di Indonesia di perlukan pilar-pilar demokrasi konstitusional berdasarkan pada filsafat bangsa pancasila dan konstitusi Negara RI UUD 1945 ialah demokrasi yang berdasarkan : 1. Ketuhanan yang Maha Esa 2. Hak Asasi Manusia 3. Kedaulatan Rakyat 4. Kecerdasan Rakyat 5. Pemisahan kekuasaan Negara 6. Otonomi Daerah 7. Supremasi Hukum (Rule Of Law) 8. Peradilan yang bebas 9. Kesejahteraan Rakyat 10. Keadilan Sosial Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan dan penegakkan demokrasi konstitusional di suatu Negara meliputi faktor pertumbuhan ekonomi, faktor sosial politik,dan faktor budaya kewarganegaraan dan akar sejarah. Keberhasilan pembelajaran demokrasi sebagai suatu seni akan di tentukan oleh prins ip-prinsip pembelajaran interaktif model John Dewey,yakni:
  • 3.
    1. Menghormati danpenuh perhatian kepada orang lain 2. Berpikir kreatif 3. Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama 4. Berusaha menerapkan solusi-solusi tersebut Ada dua faktor yang sangat berpengaruh terrhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi,yaitu: 1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung,meliputi: a. Jenis sekolah b. Jenis pendidikan orang dewasa c. Masyarakat tetangga d. Kelompok kepentingan e. Partai politik f. Asasi atau perkumpulan di masyarakat 2) Karateristik sosial,ekonomi dan budaya peserta didik,meliputi : a. Karateristik individu,seperti usia dan jenis kelamin b. Karateristik sosial individu,status sosial ekonomi (pendapatan pekerjaan),tempat tinggal (perkotaan/pedesaan) c. Karateristik budaya:tingkat pendidikan,nasionalitas,sejarah agama dan etnis Pendidikan demokrasi perlu terus di upayakan dan di laksanakan melalui proses pembelajaran,baik melalui sekolah (schools-based civic edication) maupun dalam lingkungan masyarakat (community-based civic edication). Untuk pengembangan pendidikan demokrasi di Indonesia,maka di perlukan adanya paradigma baru yang lebih mengembangkan rasional,emosional dan sosial;tanggung jawab warga Negara (civic responsibility);serta partisipasi warga Negara (civic participation) agar terbentuk warga Negara Indonesia yang baik. Proses pendidikan kewarganegaraan kita harus membedakan antara aspek-aspek:pengetahuan (knowledge),sikap dan pendapat (aktitudes and opinions),keterampilan intelettual (intellectual skills), dan keterampilan partisipan (participatory skills). Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran , terlebih dahulu perlu ada sejumlah kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek diatas seperti : 1) Kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang akan hadapi 2) Isu-isu dan masalah-maslah yang telah menjadi topik dan agenda public. Ada dua factor yang sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi,yakni : 1) Lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung 2) Karakteristik sosial,ekonomi,dan budaya peserta didik Langkah-langkah yang dapat dikembangkan oleh guru untuk mengadakan proses pembelajaran demokrasi adalah : 1) Merumuskan tujuan
  • 4.
    2) Menyajikan kata-kata(istilah) yang perlu diketahui 3) Menyajikan ide-ide yang perlu di pelajari 4) Memecahkan masalah 5) Menerapkan kemampuan yang telah di kuasai.
  • 5.
    BAB III PENUTUPAN A. Simpulan Hak Asasi Manusia merupakan hak yang bersifat dasar,atau hak pokok yang di miliki oleh manusia dan merupakan hak yang di berikan sebagai karunia Tuhan .Karena pentingnya HAM di Indonesia dan situasi politk yang tidak menentu serta banyaknya sorotan dari dunia Internasional terhadap banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia sehingga perundangan yang dapat di jadikan dasar oleh pemerintah untuk menindak pelanggar HAM. B. Saran Kritik dan saran dari semua pihak terutama bagi pembaca yang dapat membangun sangat di butuhkan guna menyempurnakan pembuatan laporan ini.
  • 6.
    TUGAS : MAKALAH PEMBELAJARAN PKN DI SD NAMA KELOMPOK : ADIYATMAN : 822170807 ALIFATU : 823194941 BASRI WOTA : 822109996 DEWI KOMALASARI : 822179344 HARIANI : 822179201 JUMI YATI : 822179312 LAODE TINGKU : 822179297 UNUVERSITAS TERBUKA
  • 7.
    DAFTAR PUSAKA Alamudi,Abdullah (Ed.). (1994). Apakah demokrasi itu? Jakarta: USIA. Bahmueller, Charles F. (1996). The Future of Democracy. ERIC/Poland book. Budiardjo, Miriam. (1989). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta; Gramedia. Center For Civic Education. (1998). We the People…Project Citizen. Calabasa: Center For Civic Education and the National Conference of State Legislatures.
  • 8.
    DAFTAR ISI BABI:PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………………………………………………………………………………. i B. Tujuan ……………………………………………………………………………………………………………….. ii BAB II:PEMAHASAN A. Materi Dan Pembelajaran Hak Asasi manusia ……………………………………………………… iii B. Materi Pembelajaran Demokrasi …………………………………………………………………………. iv BAB III:PENUTUPAN A. Simpulan ………………………………………………………………………………………………………………. v B. Saran …………………………………………………………………………………………………………………….. vi DAFTAR PUSAKA …………………………………………………………………………………………………………… vii