Dokumen ini membahas perbedaan pandangan antara paradigma pluralis dan kritis dalam analisis media, termasuk bagaimana masing-masing melihat fakta, posisi media, wartawan, dan hasil liputan. Paradigma kritis mengutamakan keberpihakan, subjektivitas, dan konteks sosial, sementara paradigma pluralis cenderung berpegang pada prinsip objektivitas dan universalitas. Penelitian dalam paradigma kritis bertujuan untuk emansipasi dan perubahan sosial, menjadikan peneliti sebagai aktifis dan advokat.