Korea mengumumkan rencana transisi ke standar akuntansi internasional pada 2007. Semua perusahaan terdaftar wajib menerapkan standar akuntansi domestik yang setara dengan IFRS pada 2011. Faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional di Korea antara lain sumber pendanaan, sistem hukum, perpajakan, ikatan politik dan ekonomi, inflasi, tingkat pendidikan, dan budaya Korea.