ASUHAN IBU BERSALIN
KALA IV
OLEH : Tim Askeb II
Pengertian
Kala IV
Persalinan
Kala IV persalinan adalah
waktu atau kala di dalam
suatu proses persalinan yang
dimulai setelah lahirnya
plasenta dan berakhir dua
jam setelah itu (Affandi,
2005).
Kala IV persalinan adalah
dimulai dari lahirnya
plasenta sampai dua jam
pertama post partum.
(Saifuddin dkk, 2005).
Fisiologi Kala IV
Perubahan dari Organ ibu
pada Kala IV
• Involusi korpus uteri
• Segera setelah pengeluaran plasenta, fundus
uteri yang berkontraksi terletak di pertengahan
antara umbilikus dan simfisis atau lebih tinggi
• Korpus uteri sebagian besar terdiri dari
miometrium yang dibungkus oleh serosa dan
dilapisi oleh desidua, dinding anterior dan
posterior berada pada posisi menempel dengan
tebal 4 – 5 cm
UTERUS
Involusi korpus uteri
lanjutan
• Uterus tampak iskemik karena pembuluh darah
tertekan oleh kontraksi miometrium
• Berat uterus setelah melahirkan menjadi 1 kg, hal
ini berkaitan dengan berkurangnya ukuran bukan
pengurangan jumlah sel otot
• Karena pelepasan plasenta dan membran
termasuk lapisan spongiosa, maka hanya desidua
basal yang tetap di uterus dengan ketebalan yang
menyolok, gambaran bergerigi, tidak teratur dan
terinfiltrasi oleh darah.
B.INVOLUSI TEMPAT PLASENTA
 Setelah plasenta lahir, tempat plasenta
tampak kasar, tidak rata dengan ukuran
tempat plasenta sebesar telapak tangan dan
dengan cepat mengecil pada minggu kedua
dengan diameter 3 – 4 cm, pada akhir masa
nifas 1 – 2 cm.
 Tempat plasenta yang terdiri dari pembuluh
darah, tersumbat oleh trombus dan akan
dilepaskan dari dasarnya dengan pertumbuhan
endometrium baru di bawah permukaan luka
(terjadi proses exfoliasi), plasenta bed
mengecil karena kontraksi.
C.PERUBAHAN PADA PEMBULUH DARAH
 Setelah kelahiran, pembuluh darah ekstra uteri
mengecil atau mendekati keadaan pra kehamilan.
Sebagian besar pembuluh darah mengalami
obliterasi denagn perubahan hialin dan pembuluh
yang lebih kecil.
D.PERUBAHAN PADA SERVIKS DAN VAGINA
 Setelah persalinan, serviks dan segmen
bawah uteri menjadi struktur yang tipis,
kolaps dan kendor, tepi luar serviks yang
tadinya os. eksterna mengalami laserasi.
PERUBAHAN PADA SERVIKS DAN
VAGINA
LANJUTAN
 Mulut serviks mengecil perlahan-lahan,
setelah persalinan serviks dapat dimasuki 2
jari, pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi
retak-retak karena robekan dalam
persalinan.
 Pada vagina dan pintu keluar membentuk
lorong berdinding lunak dan luas yang
ukurannya secara perlahan akan mengecil.
Rugae tampak pada minggu ketiga
e.Perubahan Perimetrium dan
dinding abdomen
• Saat miometrium berkontraksi dan beretraksi setelah
kelahiran, peritonium yang membungkus sebagian besar
uterus dibentuk menjadi lipatan-lipatan dan kerutan-
kerutan
• Ligamentum latum dan rotundum lebih kendor daripada
kondisi tidak hamil dan memerlukan waktu yang cukup
lama untuk kembali dari peregangan dan pengendoran
yang dialami selama kehamilan
• Sebagai akibat putusnya serat-serat elastis kulit dan
distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus
saat hamil, dinding abdomen lemah dan kendor.
f. Perubahan pada saluran kencing
 Pada pemeriksaan sistokopik, dinding kandung kencing
tampak oedema dan hiperemia dan sering elestravasasi darah
mukosa.
 Kandung kencing mempunyai kapasitas yang bertambah besar
dan relatif tidak sensitif terhadap tekanan cairan intravesika.
 Dilatasi ureter dan pelvis renalis kembali ke keadaan sebelum
hamil, mulai dari 2 minggu dari kelahiran
3.Tugas Bidan dalam Kala IV
 Evaluasi uterus
 Pemeriksaan dan evaluasi serviks, vagina dan perineum
 Pemeriksaan dan evaluasi plasenta, selaput dan tali pusat
 Penjahitan kembali episiotomi dan laserasi (jika ada)
 Pemantauan dan evaluasi lanjut, meliputi: tanda vital,
kontraksi uterus, lochea, perdarahan, kandung kemih.
EVALUASI UTERUS
Setelah plasenta lahir dilakukan pemijatan
uterus untuk merangsang uterus berkontraksi.
Dalam evaluasi uterus yang perlu dilakukan
adalah mengobservasi kontraksi dan konsistensi
uterus. Kontraksi uterus yang normal adalah
pada perabaan fundus uteri akan teraba keras.
Jika tidak terjadi kontraksi dalam waktu 15
menit setelah dilakukan pemijatan uterus akan
terjadi atonia uteri.
Evaluasi vagina , servik dan perineum
 SERVIKS
Perubahan yang terjadi pada serviks adalah serviks
agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan
oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi,
sedangkan serviks tidak berkontraksi sehingga seolah-
olah ada perbatasan antara korpus dan serviks uteri
terbentuk semacam cincin.
Dilihat dari warnanya serviks menjadi merah kehitam-
hitaman karena penuh pembuluh darah, konsistensinya
lunak.
Segera setelah janin dilahirkan servik masih bisa
dimasuki oleh tangan pemeriksa, tetapi setelah 2 jam
hanya bisa dimasuki 2-3 jari.
VAGINA & PERINEUM
KLASIFIKASI LUKA PERINEUM
LUKA PERINEUM DAN VAGINA
DERAJAD I DERAJAD II DERAJAD III DERAJAD IV
Fourchet Fourchet Fourchet Fourchet
Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Otot perineum Otot perineum Otot perineum
Otot sfingter
ani
Otot sfingter ani
Lumen rectum
LUKA PERINEUM
4. Asuhan Kala IV
• Lanjutkan rangsangan taktil pada dinding uterus
• Evaluasi hasilnya dengan mengukur kekenyalan
dinding dan tinggi fundus uteri
• Lakukan perkiraan kehilangan darah
• Periksa perineum dan jalan lahir
• Nilai keadaan umum ibu
• Dokumentasikan asuhan dan temuan pada kala
IV di halaman belakang partograf
PENTINGNYA PEMANTAUAN KALA IV PERSALINAN
Pemantauan kala IV persalinan sangat penting sebagai
pemantauan dasar minimal pasca persalinan. Hal ini
dikarenakan:
• 2 jam persalinan merupakan waktu yang kritis bagi
ibu dan bayi
• Sangat penting untuk melakukan pemantauan
munculnya perdarahan post partum.
Sebagian besar kesakitan dan kematian ibu disebabkan
oleh perdarahan pasca persalinan yang terjadi selama
empat jam pertama setelah kelahiran bayi.
• Membantu memfasilitasi atau memenuhi kebutuhan
ibu pasca persalinan.
PENILAIAN – PENILAIAN YANG DILAKUKAN PADA KALA IV
• Selama kala IV, petugas kesehatan harus memantau ibu setiap
15 menit pertama setelah kelahiran plasenta dan setiap 30
menit pada jam kedua setelah persalinan. Kecuali untuk suhu
ibu dapat dipantau satu kali setiap 1 jam. Namun Jika kondisi
ibu tidak stabil, maka ibu harus dipantau lebih sering.
Penilaian-penilaian yang dilakukan
pada kala IV diantaranya:
• Tekanan Darah (TD)
Pemeriksaan ini dilakukan karena tekanan darah
merupakan tanda vital yang dapat langsung mendeteksi
keadaan normal ibu. Misalnya pada ibu dengan
perdarahan umumnya tekanan darah turun.
• Nadi
Pemeriksaan ini dilakukan karena nadi juga merupakan
tanda vital yang dapat langsung mendeteksi keadaan
normal ibu (nadi normal 60-100 kali/ menit). Misalnya
pada ibu yang mengalami pre syok.
.
• Suhu
Suhu merupakan salah satu tanda vital untuk mendeteksi
keadaan normal ibu misalnya pada ibu dehidrasi berat
umumnya tubuh ibu panas. Suhu tubuh ibu normal 36,5 0
c –
37,5 0
c.
• Tinggi Fundus Uteri
Pemeriksaan ini penting karena apabila tinggi fundus
meninggi (di atas umbilicus) dapat menjadi perdarahan karena
kontraksi terhalang.
• Kontraksi uterus
Hal itu dilakukan dengan merasakan apakah fundus
berkontraksi kuat dan berada di bawah umbilicus dengan
melakukan massase fundus. Kontraksi uterus yang tidak kuat
dapat menimbulkan perdarahan.
.
• Kandung Kemih
Penilaian ini penting untuk memastikan kandung kemih
yang penuh. Karena kandung kemih yang penuh dapat
mendorong uterus ke atas dan menghalangi kontraksi
sehingga menimbukan perdarahan.
• Perdarahan
Hal ini sangat penting untuk menilai seberapa banyak
darah yang keluar. Jika lebih dari + 500 cc maka terjadi
perdarahan dan hal ini sangat berbahaya karena
menyebabkan perdarahan.
•
Melakukan asuhan yang bermanfaat
 Nutrisi dan hidrasi
 Istirahat
 Anjurkan ibu untuk
minum demi mencegah
dehidrasi. Tawarkan ibu
makanan dan minuman
untuk memulihkan
tubuhnya.
 Biarkan ibu beistirahat
karena dia telah bekerja
keras melahirkan
bayinya. Bantu ibu pada
posisinya yang nyaman.
.
Menolong ibu ke
kamar mandi
Jika ibu ke kamar madi, pastikan ibu
dibantu dan selamat karena ibu masih
dalam keadaan lemah atau pusing setelah
persalinan. Pastikan ibu sudah buang air
kecil dalam 3 jam post partum.
Mendekat
kan
hubunga
n ibu dan
bayi
Biarkan bayi berada
pada ibu untuk
meningkatkan hubungan
ibu dan bayi dan
segerakan ibu menyusui
bayinya.
TINDAKAN KETERANGAN
 Tampon vagina
 Gurita/ sejenisnya
 Memisahkan ibu dan bayi
 Tidak akan menghentikan
perdarahan dan dapat
menyebabkan infeksi
 Adanya gurita apalagi selama 2
jam PP akan menyulitkan
kontraksi dan pemantauan
petugas.
 Bayi benar-benar siaga selama 2
jam pertama kelahiran,
sehingga hal ini merupakan
waktu yang baik untuk
hubungan ibu dan bayi.
Melakukan asuhan tidak bermanfaat
Perubahan Psikologis Kala IV
 Aktivitas-istirahat: berenergi,kelelahan,sampai mengantuk
 Reaksi emosional dapat bervariasi atau berubah-ubah: dari
eksitasi, kurang minat, menjauh, tidak ada kedekatan, kecewa
 Dapat mengekspresikan masalah atau minta maaf untuk
perilaku inpartum atau kehilangan kontrol
 Dapat mengekspresikan kecemasan atas kondisi bayi atau
perawatan segera pada neonatal
 Dapat melaporkan nyeri dan ketidaknyamanan dari berbagai
sumber; trauma mekanis/edema jaringan, kelelahan fisik dan
psikologis
 Perubahan proses keluarga berhubungan dengan
transisi/peningkatan perkembangan anggota keluarga
Intervensi
 Inisiasi dini dan motivasi untuk ASI eksklusif
 Anjurkan ibu untuk menyentuh, memeriksa, dan
kontak kulit ke kulit dengan bayi
 Meningkatkan ikatan dan kesatuan keluarga
 Anjurkan ayah untuk menyentuh, menggendong,
dan terlibat dalam perawatan bayi sesuai kondisi
 Observasi dan catat interaksi bayi-keluarga,
perhatikan faktor budaya
Lanjutan….
 Catat perilaku yang menunjukkan kekecewaan atau
kurang minat/kedekatan
 Beri informasi tepat tentang perawatan rutin pada
periode pascapartum
 Lakukan tindakan kenyamanan pada ibu: misal
memandikan
 Ajarkan penggunaan tehnik relaksasi
 Posisi/reposisi ibu sesuai kebutuhan
 Beri lingkungan yang tenang untuk mencegah
kelelahan yang tidak perlu
.
TERIMAKASIH
EVALUASI
1. Pengertian kala IV persalinan adalah
a. Dimulai dari saat pembukaan nol s.d. pembukaan
lengkap
b. Dimulai dari seluruh plasenta lahir hingga 2 jam
post
Partum
C. Dimulai dari pembukaan lengkap s.d. bayi lahir
d. Dimulai dari bayi lahir hingga seluruh plasenta
lahir
2. Pentingnya pemantauan kala IV diantaranya,
kecuali …
a. Bayi dan ibu masih dalam masa krisis
b. Membantu memfasilitasi kebutuhan keluarga
c. Ibu baru mengalami perubahan fisik yang luar
biasa
d. Memantau kemungkinan terjadi perdarahan pasca
persalinan
3. Waktu yang disarankan untuk melakukan
penilaian kala IV…
a. 15 menit pada jam pertama, 30 pada jam kedua.
b. 20 menit pada jam pertama, 25 menit pada jam
kedua
c. 25 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam
kedua
d. 30 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam
kedua
4. Penilaian-penilaian yang dillakukan pada kala IV,
kecuali…
a. Tekanan darah
b. Nadi
c. Kontraksi uterus
d. Pemeriksaan dalam
5. Yang tidak temasuk asuhan bermanfaat pada Kala
IV yaitu ….
a. Memfasilitasi nutrisi
b. Memasangkan gurita ibu
c. Mendekatkan hubungan ibu & bayi
d. Membantu posisi yang nyaman saat istirahat.

ASUHAN KALA IV empat pada ibu bersalin.pptx

  • 1.
    ASUHAN IBU BERSALIN KALAIV OLEH : Tim Askeb II
  • 5.
    Pengertian Kala IV Persalinan Kala IVpersalinan adalah waktu atau kala di dalam suatu proses persalinan yang dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah itu (Affandi, 2005). Kala IV persalinan adalah dimulai dari lahirnya plasenta sampai dua jam pertama post partum. (Saifuddin dkk, 2005). Fisiologi Kala IV
  • 6.
    Perubahan dari Organibu pada Kala IV • Involusi korpus uteri • Segera setelah pengeluaran plasenta, fundus uteri yang berkontraksi terletak di pertengahan antara umbilikus dan simfisis atau lebih tinggi • Korpus uteri sebagian besar terdiri dari miometrium yang dibungkus oleh serosa dan dilapisi oleh desidua, dinding anterior dan posterior berada pada posisi menempel dengan tebal 4 – 5 cm
  • 7.
  • 8.
    Involusi korpus uteri lanjutan •Uterus tampak iskemik karena pembuluh darah tertekan oleh kontraksi miometrium • Berat uterus setelah melahirkan menjadi 1 kg, hal ini berkaitan dengan berkurangnya ukuran bukan pengurangan jumlah sel otot • Karena pelepasan plasenta dan membran termasuk lapisan spongiosa, maka hanya desidua basal yang tetap di uterus dengan ketebalan yang menyolok, gambaran bergerigi, tidak teratur dan terinfiltrasi oleh darah.
  • 9.
    B.INVOLUSI TEMPAT PLASENTA Setelah plasenta lahir, tempat plasenta tampak kasar, tidak rata dengan ukuran tempat plasenta sebesar telapak tangan dan dengan cepat mengecil pada minggu kedua dengan diameter 3 – 4 cm, pada akhir masa nifas 1 – 2 cm.  Tempat plasenta yang terdiri dari pembuluh darah, tersumbat oleh trombus dan akan dilepaskan dari dasarnya dengan pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka (terjadi proses exfoliasi), plasenta bed mengecil karena kontraksi.
  • 10.
    C.PERUBAHAN PADA PEMBULUHDARAH  Setelah kelahiran, pembuluh darah ekstra uteri mengecil atau mendekati keadaan pra kehamilan. Sebagian besar pembuluh darah mengalami obliterasi denagn perubahan hialin dan pembuluh yang lebih kecil.
  • 11.
    D.PERUBAHAN PADA SERVIKSDAN VAGINA  Setelah persalinan, serviks dan segmen bawah uteri menjadi struktur yang tipis, kolaps dan kendor, tepi luar serviks yang tadinya os. eksterna mengalami laserasi.
  • 12.
    PERUBAHAN PADA SERVIKSDAN VAGINA LANJUTAN  Mulut serviks mengecil perlahan-lahan, setelah persalinan serviks dapat dimasuki 2 jari, pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan.  Pada vagina dan pintu keluar membentuk lorong berdinding lunak dan luas yang ukurannya secara perlahan akan mengecil. Rugae tampak pada minggu ketiga
  • 13.
    e.Perubahan Perimetrium dan dindingabdomen • Saat miometrium berkontraksi dan beretraksi setelah kelahiran, peritonium yang membungkus sebagian besar uterus dibentuk menjadi lipatan-lipatan dan kerutan- kerutan • Ligamentum latum dan rotundum lebih kendor daripada kondisi tidak hamil dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk kembali dari peregangan dan pengendoran yang dialami selama kehamilan • Sebagai akibat putusnya serat-serat elastis kulit dan distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus saat hamil, dinding abdomen lemah dan kendor.
  • 14.
    f. Perubahan padasaluran kencing  Pada pemeriksaan sistokopik, dinding kandung kencing tampak oedema dan hiperemia dan sering elestravasasi darah mukosa.  Kandung kencing mempunyai kapasitas yang bertambah besar dan relatif tidak sensitif terhadap tekanan cairan intravesika.  Dilatasi ureter dan pelvis renalis kembali ke keadaan sebelum hamil, mulai dari 2 minggu dari kelahiran
  • 15.
    3.Tugas Bidan dalamKala IV  Evaluasi uterus  Pemeriksaan dan evaluasi serviks, vagina dan perineum  Pemeriksaan dan evaluasi plasenta, selaput dan tali pusat  Penjahitan kembali episiotomi dan laserasi (jika ada)  Pemantauan dan evaluasi lanjut, meliputi: tanda vital, kontraksi uterus, lochea, perdarahan, kandung kemih.
  • 16.
    EVALUASI UTERUS Setelah plasentalahir dilakukan pemijatan uterus untuk merangsang uterus berkontraksi. Dalam evaluasi uterus yang perlu dilakukan adalah mengobservasi kontraksi dan konsistensi uterus. Kontraksi uterus yang normal adalah pada perabaan fundus uteri akan teraba keras. Jika tidak terjadi kontraksi dalam waktu 15 menit setelah dilakukan pemijatan uterus akan terjadi atonia uteri.
  • 17.
    Evaluasi vagina ,servik dan perineum  SERVIKS Perubahan yang terjadi pada serviks adalah serviks agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi sehingga seolah- olah ada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. Dilihat dari warnanya serviks menjadi merah kehitam- hitaman karena penuh pembuluh darah, konsistensinya lunak. Segera setelah janin dilahirkan servik masih bisa dimasuki oleh tangan pemeriksa, tetapi setelah 2 jam hanya bisa dimasuki 2-3 jari.
  • 18.
    VAGINA & PERINEUM KLASIFIKASILUKA PERINEUM LUKA PERINEUM DAN VAGINA DERAJAD I DERAJAD II DERAJAD III DERAJAD IV Fourchet Fourchet Fourchet Fourchet Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum Membran mukosa Membran mukosa Membran mukosa Membran mukosa Otot perineum Otot perineum Otot perineum Otot sfingter ani Otot sfingter ani Lumen rectum
  • 19.
  • 20.
    4. Asuhan KalaIV • Lanjutkan rangsangan taktil pada dinding uterus • Evaluasi hasilnya dengan mengukur kekenyalan dinding dan tinggi fundus uteri • Lakukan perkiraan kehilangan darah • Periksa perineum dan jalan lahir • Nilai keadaan umum ibu • Dokumentasikan asuhan dan temuan pada kala IV di halaman belakang partograf
  • 21.
    PENTINGNYA PEMANTAUAN KALAIV PERSALINAN Pemantauan kala IV persalinan sangat penting sebagai pemantauan dasar minimal pasca persalinan. Hal ini dikarenakan: • 2 jam persalinan merupakan waktu yang kritis bagi ibu dan bayi • Sangat penting untuk melakukan pemantauan munculnya perdarahan post partum. Sebagian besar kesakitan dan kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan yang terjadi selama empat jam pertama setelah kelahiran bayi. • Membantu memfasilitasi atau memenuhi kebutuhan ibu pasca persalinan.
  • 22.
    PENILAIAN – PENILAIANYANG DILAKUKAN PADA KALA IV • Selama kala IV, petugas kesehatan harus memantau ibu setiap 15 menit pertama setelah kelahiran plasenta dan setiap 30 menit pada jam kedua setelah persalinan. Kecuali untuk suhu ibu dapat dipantau satu kali setiap 1 jam. Namun Jika kondisi ibu tidak stabil, maka ibu harus dipantau lebih sering.
  • 23.
    Penilaian-penilaian yang dilakukan padakala IV diantaranya: • Tekanan Darah (TD) Pemeriksaan ini dilakukan karena tekanan darah merupakan tanda vital yang dapat langsung mendeteksi keadaan normal ibu. Misalnya pada ibu dengan perdarahan umumnya tekanan darah turun. • Nadi Pemeriksaan ini dilakukan karena nadi juga merupakan tanda vital yang dapat langsung mendeteksi keadaan normal ibu (nadi normal 60-100 kali/ menit). Misalnya pada ibu yang mengalami pre syok.
  • 24.
    . • Suhu Suhu merupakansalah satu tanda vital untuk mendeteksi keadaan normal ibu misalnya pada ibu dehidrasi berat umumnya tubuh ibu panas. Suhu tubuh ibu normal 36,5 0 c – 37,5 0 c. • Tinggi Fundus Uteri Pemeriksaan ini penting karena apabila tinggi fundus meninggi (di atas umbilicus) dapat menjadi perdarahan karena kontraksi terhalang. • Kontraksi uterus Hal itu dilakukan dengan merasakan apakah fundus berkontraksi kuat dan berada di bawah umbilicus dengan melakukan massase fundus. Kontraksi uterus yang tidak kuat dapat menimbulkan perdarahan.
  • 25.
    . • Kandung Kemih Penilaianini penting untuk memastikan kandung kemih yang penuh. Karena kandung kemih yang penuh dapat mendorong uterus ke atas dan menghalangi kontraksi sehingga menimbukan perdarahan. • Perdarahan Hal ini sangat penting untuk menilai seberapa banyak darah yang keluar. Jika lebih dari + 500 cc maka terjadi perdarahan dan hal ini sangat berbahaya karena menyebabkan perdarahan. •
  • 26.
    Melakukan asuhan yangbermanfaat  Nutrisi dan hidrasi  Istirahat  Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. Tawarkan ibu makanan dan minuman untuk memulihkan tubuhnya.  Biarkan ibu beistirahat karena dia telah bekerja keras melahirkan bayinya. Bantu ibu pada posisinya yang nyaman.
  • 27.
    . Menolong ibu ke kamarmandi Jika ibu ke kamar madi, pastikan ibu dibantu dan selamat karena ibu masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah persalinan. Pastikan ibu sudah buang air kecil dalam 3 jam post partum. Mendekat kan hubunga n ibu dan bayi Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi dan segerakan ibu menyusui bayinya.
  • 28.
    TINDAKAN KETERANGAN  Tamponvagina  Gurita/ sejenisnya  Memisahkan ibu dan bayi  Tidak akan menghentikan perdarahan dan dapat menyebabkan infeksi  Adanya gurita apalagi selama 2 jam PP akan menyulitkan kontraksi dan pemantauan petugas.  Bayi benar-benar siaga selama 2 jam pertama kelahiran, sehingga hal ini merupakan waktu yang baik untuk hubungan ibu dan bayi. Melakukan asuhan tidak bermanfaat
  • 29.
    Perubahan Psikologis KalaIV  Aktivitas-istirahat: berenergi,kelelahan,sampai mengantuk  Reaksi emosional dapat bervariasi atau berubah-ubah: dari eksitasi, kurang minat, menjauh, tidak ada kedekatan, kecewa  Dapat mengekspresikan masalah atau minta maaf untuk perilaku inpartum atau kehilangan kontrol  Dapat mengekspresikan kecemasan atas kondisi bayi atau perawatan segera pada neonatal  Dapat melaporkan nyeri dan ketidaknyamanan dari berbagai sumber; trauma mekanis/edema jaringan, kelelahan fisik dan psikologis  Perubahan proses keluarga berhubungan dengan transisi/peningkatan perkembangan anggota keluarga
  • 30.
    Intervensi  Inisiasi dinidan motivasi untuk ASI eksklusif  Anjurkan ibu untuk menyentuh, memeriksa, dan kontak kulit ke kulit dengan bayi  Meningkatkan ikatan dan kesatuan keluarga  Anjurkan ayah untuk menyentuh, menggendong, dan terlibat dalam perawatan bayi sesuai kondisi  Observasi dan catat interaksi bayi-keluarga, perhatikan faktor budaya
  • 31.
    Lanjutan….  Catat perilakuyang menunjukkan kekecewaan atau kurang minat/kedekatan  Beri informasi tepat tentang perawatan rutin pada periode pascapartum  Lakukan tindakan kenyamanan pada ibu: misal memandikan  Ajarkan penggunaan tehnik relaksasi  Posisi/reposisi ibu sesuai kebutuhan  Beri lingkungan yang tenang untuk mencegah kelelahan yang tidak perlu
  • 32.
  • 33.
    EVALUASI 1. Pengertian kalaIV persalinan adalah a. Dimulai dari saat pembukaan nol s.d. pembukaan lengkap b. Dimulai dari seluruh plasenta lahir hingga 2 jam post Partum C. Dimulai dari pembukaan lengkap s.d. bayi lahir d. Dimulai dari bayi lahir hingga seluruh plasenta lahir
  • 34.
    2. Pentingnya pemantauankala IV diantaranya, kecuali … a. Bayi dan ibu masih dalam masa krisis b. Membantu memfasilitasi kebutuhan keluarga c. Ibu baru mengalami perubahan fisik yang luar biasa d. Memantau kemungkinan terjadi perdarahan pasca persalinan
  • 35.
    3. Waktu yangdisarankan untuk melakukan penilaian kala IV… a. 15 menit pada jam pertama, 30 pada jam kedua. b. 20 menit pada jam pertama, 25 menit pada jam kedua c. 25 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam kedua d. 30 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam kedua
  • 36.
    4. Penilaian-penilaian yangdillakukan pada kala IV, kecuali… a. Tekanan darah b. Nadi c. Kontraksi uterus d. Pemeriksaan dalam
  • 37.
    5. Yang tidaktemasuk asuhan bermanfaat pada Kala IV yaitu …. a. Memfasilitasi nutrisi b. Memasangkan gurita ibu c. Mendekatkan hubungan ibu & bayi d. Membantu posisi yang nyaman saat istirahat.