Pengertian
Kala IV
Persalinan
Kala IVpersalinan adalah
waktu atau kala di dalam
suatu proses persalinan yang
dimulai setelah lahirnya
plasenta dan berakhir dua
jam setelah itu (Affandi,
2005).
Kala IV persalinan adalah
dimulai dari lahirnya
plasenta sampai dua jam
pertama post partum.
(Saifuddin dkk, 2005).
Fisiologi Kala IV
6.
Perubahan dari Organibu
pada Kala IV
• Involusi korpus uteri
• Segera setelah pengeluaran plasenta, fundus
uteri yang berkontraksi terletak di pertengahan
antara umbilikus dan simfisis atau lebih tinggi
• Korpus uteri sebagian besar terdiri dari
miometrium yang dibungkus oleh serosa dan
dilapisi oleh desidua, dinding anterior dan
posterior berada pada posisi menempel dengan
tebal 4 – 5 cm
Involusi korpus uteri
lanjutan
•Uterus tampak iskemik karena pembuluh darah
tertekan oleh kontraksi miometrium
• Berat uterus setelah melahirkan menjadi 1 kg, hal
ini berkaitan dengan berkurangnya ukuran bukan
pengurangan jumlah sel otot
• Karena pelepasan plasenta dan membran
termasuk lapisan spongiosa, maka hanya desidua
basal yang tetap di uterus dengan ketebalan yang
menyolok, gambaran bergerigi, tidak teratur dan
terinfiltrasi oleh darah.
9.
B.INVOLUSI TEMPAT PLASENTA
Setelah plasenta lahir, tempat plasenta
tampak kasar, tidak rata dengan ukuran
tempat plasenta sebesar telapak tangan dan
dengan cepat mengecil pada minggu kedua
dengan diameter 3 – 4 cm, pada akhir masa
nifas 1 – 2 cm.
Tempat plasenta yang terdiri dari pembuluh
darah, tersumbat oleh trombus dan akan
dilepaskan dari dasarnya dengan pertumbuhan
endometrium baru di bawah permukaan luka
(terjadi proses exfoliasi), plasenta bed
mengecil karena kontraksi.
10.
C.PERUBAHAN PADA PEMBULUHDARAH
Setelah kelahiran, pembuluh darah ekstra uteri
mengecil atau mendekati keadaan pra kehamilan.
Sebagian besar pembuluh darah mengalami
obliterasi denagn perubahan hialin dan pembuluh
yang lebih kecil.
11.
D.PERUBAHAN PADA SERVIKSDAN VAGINA
Setelah persalinan, serviks dan segmen
bawah uteri menjadi struktur yang tipis,
kolaps dan kendor, tepi luar serviks yang
tadinya os. eksterna mengalami laserasi.
12.
PERUBAHAN PADA SERVIKSDAN
VAGINA
LANJUTAN
Mulut serviks mengecil perlahan-lahan,
setelah persalinan serviks dapat dimasuki 2
jari, pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi
retak-retak karena robekan dalam
persalinan.
Pada vagina dan pintu keluar membentuk
lorong berdinding lunak dan luas yang
ukurannya secara perlahan akan mengecil.
Rugae tampak pada minggu ketiga
13.
e.Perubahan Perimetrium dan
dindingabdomen
• Saat miometrium berkontraksi dan beretraksi setelah
kelahiran, peritonium yang membungkus sebagian besar
uterus dibentuk menjadi lipatan-lipatan dan kerutan-
kerutan
• Ligamentum latum dan rotundum lebih kendor daripada
kondisi tidak hamil dan memerlukan waktu yang cukup
lama untuk kembali dari peregangan dan pengendoran
yang dialami selama kehamilan
• Sebagai akibat putusnya serat-serat elastis kulit dan
distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus
saat hamil, dinding abdomen lemah dan kendor.
14.
f. Perubahan padasaluran kencing
Pada pemeriksaan sistokopik, dinding kandung kencing
tampak oedema dan hiperemia dan sering elestravasasi darah
mukosa.
Kandung kencing mempunyai kapasitas yang bertambah besar
dan relatif tidak sensitif terhadap tekanan cairan intravesika.
Dilatasi ureter dan pelvis renalis kembali ke keadaan sebelum
hamil, mulai dari 2 minggu dari kelahiran
15.
3.Tugas Bidan dalamKala IV
Evaluasi uterus
Pemeriksaan dan evaluasi serviks, vagina dan perineum
Pemeriksaan dan evaluasi plasenta, selaput dan tali pusat
Penjahitan kembali episiotomi dan laserasi (jika ada)
Pemantauan dan evaluasi lanjut, meliputi: tanda vital,
kontraksi uterus, lochea, perdarahan, kandung kemih.
16.
EVALUASI UTERUS
Setelah plasentalahir dilakukan pemijatan
uterus untuk merangsang uterus berkontraksi.
Dalam evaluasi uterus yang perlu dilakukan
adalah mengobservasi kontraksi dan konsistensi
uterus. Kontraksi uterus yang normal adalah
pada perabaan fundus uteri akan teraba keras.
Jika tidak terjadi kontraksi dalam waktu 15
menit setelah dilakukan pemijatan uterus akan
terjadi atonia uteri.
17.
Evaluasi vagina ,servik dan perineum
SERVIKS
Perubahan yang terjadi pada serviks adalah serviks
agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan
oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi,
sedangkan serviks tidak berkontraksi sehingga seolah-
olah ada perbatasan antara korpus dan serviks uteri
terbentuk semacam cincin.
Dilihat dari warnanya serviks menjadi merah kehitam-
hitaman karena penuh pembuluh darah, konsistensinya
lunak.
Segera setelah janin dilahirkan servik masih bisa
dimasuki oleh tangan pemeriksa, tetapi setelah 2 jam
hanya bisa dimasuki 2-3 jari.
18.
VAGINA & PERINEUM
KLASIFIKASILUKA PERINEUM
LUKA PERINEUM DAN VAGINA
DERAJAD I DERAJAD II DERAJAD III DERAJAD IV
Fourchet Fourchet Fourchet Fourchet
Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum Kulit perineum
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Membran
mukosa
Otot perineum Otot perineum Otot perineum
Otot sfingter
ani
Otot sfingter ani
Lumen rectum
4. Asuhan KalaIV
• Lanjutkan rangsangan taktil pada dinding uterus
• Evaluasi hasilnya dengan mengukur kekenyalan
dinding dan tinggi fundus uteri
• Lakukan perkiraan kehilangan darah
• Periksa perineum dan jalan lahir
• Nilai keadaan umum ibu
• Dokumentasikan asuhan dan temuan pada kala
IV di halaman belakang partograf
21.
PENTINGNYA PEMANTAUAN KALAIV PERSALINAN
Pemantauan kala IV persalinan sangat penting sebagai
pemantauan dasar minimal pasca persalinan. Hal ini
dikarenakan:
• 2 jam persalinan merupakan waktu yang kritis bagi
ibu dan bayi
• Sangat penting untuk melakukan pemantauan
munculnya perdarahan post partum.
Sebagian besar kesakitan dan kematian ibu disebabkan
oleh perdarahan pasca persalinan yang terjadi selama
empat jam pertama setelah kelahiran bayi.
• Membantu memfasilitasi atau memenuhi kebutuhan
ibu pasca persalinan.
22.
PENILAIAN – PENILAIANYANG DILAKUKAN PADA KALA IV
• Selama kala IV, petugas kesehatan harus memantau ibu setiap
15 menit pertama setelah kelahiran plasenta dan setiap 30
menit pada jam kedua setelah persalinan. Kecuali untuk suhu
ibu dapat dipantau satu kali setiap 1 jam. Namun Jika kondisi
ibu tidak stabil, maka ibu harus dipantau lebih sering.
23.
Penilaian-penilaian yang dilakukan
padakala IV diantaranya:
• Tekanan Darah (TD)
Pemeriksaan ini dilakukan karena tekanan darah
merupakan tanda vital yang dapat langsung mendeteksi
keadaan normal ibu. Misalnya pada ibu dengan
perdarahan umumnya tekanan darah turun.
• Nadi
Pemeriksaan ini dilakukan karena nadi juga merupakan
tanda vital yang dapat langsung mendeteksi keadaan
normal ibu (nadi normal 60-100 kali/ menit). Misalnya
pada ibu yang mengalami pre syok.
24.
.
• Suhu
Suhu merupakansalah satu tanda vital untuk mendeteksi
keadaan normal ibu misalnya pada ibu dehidrasi berat
umumnya tubuh ibu panas. Suhu tubuh ibu normal 36,5 0
c –
37,5 0
c.
• Tinggi Fundus Uteri
Pemeriksaan ini penting karena apabila tinggi fundus
meninggi (di atas umbilicus) dapat menjadi perdarahan karena
kontraksi terhalang.
• Kontraksi uterus
Hal itu dilakukan dengan merasakan apakah fundus
berkontraksi kuat dan berada di bawah umbilicus dengan
melakukan massase fundus. Kontraksi uterus yang tidak kuat
dapat menimbulkan perdarahan.
25.
.
• Kandung Kemih
Penilaianini penting untuk memastikan kandung kemih
yang penuh. Karena kandung kemih yang penuh dapat
mendorong uterus ke atas dan menghalangi kontraksi
sehingga menimbukan perdarahan.
• Perdarahan
Hal ini sangat penting untuk menilai seberapa banyak
darah yang keluar. Jika lebih dari + 500 cc maka terjadi
perdarahan dan hal ini sangat berbahaya karena
menyebabkan perdarahan.
•
26.
Melakukan asuhan yangbermanfaat
Nutrisi dan hidrasi
Istirahat
Anjurkan ibu untuk
minum demi mencegah
dehidrasi. Tawarkan ibu
makanan dan minuman
untuk memulihkan
tubuhnya.
Biarkan ibu beistirahat
karena dia telah bekerja
keras melahirkan
bayinya. Bantu ibu pada
posisinya yang nyaman.
27.
.
Menolong ibu ke
kamarmandi
Jika ibu ke kamar madi, pastikan ibu
dibantu dan selamat karena ibu masih
dalam keadaan lemah atau pusing setelah
persalinan. Pastikan ibu sudah buang air
kecil dalam 3 jam post partum.
Mendekat
kan
hubunga
n ibu dan
bayi
Biarkan bayi berada
pada ibu untuk
meningkatkan hubungan
ibu dan bayi dan
segerakan ibu menyusui
bayinya.
28.
TINDAKAN KETERANGAN
Tamponvagina
Gurita/ sejenisnya
Memisahkan ibu dan bayi
Tidak akan menghentikan
perdarahan dan dapat
menyebabkan infeksi
Adanya gurita apalagi selama 2
jam PP akan menyulitkan
kontraksi dan pemantauan
petugas.
Bayi benar-benar siaga selama 2
jam pertama kelahiran,
sehingga hal ini merupakan
waktu yang baik untuk
hubungan ibu dan bayi.
Melakukan asuhan tidak bermanfaat
29.
Perubahan Psikologis KalaIV
Aktivitas-istirahat: berenergi,kelelahan,sampai mengantuk
Reaksi emosional dapat bervariasi atau berubah-ubah: dari
eksitasi, kurang minat, menjauh, tidak ada kedekatan, kecewa
Dapat mengekspresikan masalah atau minta maaf untuk
perilaku inpartum atau kehilangan kontrol
Dapat mengekspresikan kecemasan atas kondisi bayi atau
perawatan segera pada neonatal
Dapat melaporkan nyeri dan ketidaknyamanan dari berbagai
sumber; trauma mekanis/edema jaringan, kelelahan fisik dan
psikologis
Perubahan proses keluarga berhubungan dengan
transisi/peningkatan perkembangan anggota keluarga
30.
Intervensi
Inisiasi dinidan motivasi untuk ASI eksklusif
Anjurkan ibu untuk menyentuh, memeriksa, dan
kontak kulit ke kulit dengan bayi
Meningkatkan ikatan dan kesatuan keluarga
Anjurkan ayah untuk menyentuh, menggendong,
dan terlibat dalam perawatan bayi sesuai kondisi
Observasi dan catat interaksi bayi-keluarga,
perhatikan faktor budaya
31.
Lanjutan….
Catat perilakuyang menunjukkan kekecewaan atau
kurang minat/kedekatan
Beri informasi tepat tentang perawatan rutin pada
periode pascapartum
Lakukan tindakan kenyamanan pada ibu: misal
memandikan
Ajarkan penggunaan tehnik relaksasi
Posisi/reposisi ibu sesuai kebutuhan
Beri lingkungan yang tenang untuk mencegah
kelelahan yang tidak perlu
EVALUASI
1. Pengertian kalaIV persalinan adalah
a. Dimulai dari saat pembukaan nol s.d. pembukaan
lengkap
b. Dimulai dari seluruh plasenta lahir hingga 2 jam
post
Partum
C. Dimulai dari pembukaan lengkap s.d. bayi lahir
d. Dimulai dari bayi lahir hingga seluruh plasenta
lahir
34.
2. Pentingnya pemantauankala IV diantaranya,
kecuali …
a. Bayi dan ibu masih dalam masa krisis
b. Membantu memfasilitasi kebutuhan keluarga
c. Ibu baru mengalami perubahan fisik yang luar
biasa
d. Memantau kemungkinan terjadi perdarahan pasca
persalinan
35.
3. Waktu yangdisarankan untuk melakukan
penilaian kala IV…
a. 15 menit pada jam pertama, 30 pada jam kedua.
b. 20 menit pada jam pertama, 25 menit pada jam
kedua
c. 25 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam
kedua
d. 30 menit pada jam pertama, 30 menit pada jam
kedua
36.
4. Penilaian-penilaian yangdillakukan pada kala IV,
kecuali…
a. Tekanan darah
b. Nadi
c. Kontraksi uterus
d. Pemeriksaan dalam
37.
5. Yang tidaktemasuk asuhan bermanfaat pada Kala
IV yaitu ….
a. Memfasilitasi nutrisi
b. Memasangkan gurita ibu
c. Mendekatkan hubungan ibu & bayi
d. Membantu posisi yang nyaman saat istirahat.