Alat Pelindung Diri
(Personal Protective Device)
Nama Kelompok :
1. Difa Raisatul Ummah
2. Handayani Nurmalasari
3. Setia Indra Yudha
4. Stifa Ayu Ramadhani
• Penggunaan APD adalah alternatif terakhir yaitu
kelengkapan dari segenap upaya teknis pencegahan
kecelakaan. Karakteristik pengguanaan APD:
a. APD digunakan setelah semua usaha rekayasa
(engineering) dan cara kerja yang aman (working
practice) dilakukan maksimal.
b. Pemakaian APD bukanlah sebagai pengganti dari
kedua usaha di atas (rekayasa dan cara kerja).
c. sebagai usaha terakhir APD harus nyaman
dipakai, tidak menggangu pekerjaan dan dapat
memberikan perlindungan yang efektif terhadap
bahaya.
Kebijakan APD
• Diupayakan untuk menghilangkan sumber bahaya di tempat kerja.
• Apabila tidak memungkinkan untuk menghilangkan semua sumber bahaya,
APD akan disediakan bagi seluruh pekerja untuk melindungi, baik dari
cedera maupun bahaya terhadap kesehatan.
• Perlindungan dengan APD ini akan diberikan juga kepada para pekerja
kontraktor dan tamu, sama seperti yang diberikan kepada pekerja
perusahaan.
• Semua APD yang disediakan harus dibuat dengan standaryang berlaku,
sesuai dengan kebijakan mitra kerja, yang disetujui oleh perusahaan.
• APD akan deberikan kepada pekerja berdasarkan kebutuhan, dengan
pengertian bahwa beberapa pekerjaan mungkin memerlukan standar yang
berbeda dengan lainnya, dan beberapa pekerjaan mungkin memerlukan
penggatian yang lebih sering dari yang lainnya.
• Pengguanaan APD didalam operasi perusahaan secara terus-menerus
dimonitor oleh atasannya, didata dan dilaporkan kepada pimpinan.
Pemilihan dan Pengguanaan APD
• Seluruh pekerja diminta untuk berpartisipasi dalam
pemilihan APD, melalui Rapat Tim K3L, Panitia K3,
diskusi dengan atasan, atau dengan Bagian K3L.
• Para pekerja akan diberi instruksi dalam hal
pengguanaan, penanganan dan pemeliharaan
semua APD yang disediakan.
• Seluruh pekerja diminta untuk mengembalikan APD
yang telah digunakan atau rusak kepada atasannya,
untuk dianalisis lebih lanjut, atau untuk
memperoleh penggantinya.
Pakaian kerja harus dianggap suatu perlidungan
terhadap bahaya kecelakaan, yaitu:
a. Pakaian pekerja pria yang bekerja melayani mesin
berlengan pendek, pas (tidak longgar) pada dada atau
punggung, tidak berdasi dan tidak ada lipatan atau pun
kerutan yang mungkin mendatangkan bahaya.
b. Bagi wanita sebaiknya memakai celana panjang, jala
atau ikat rambut, baju yang pas dan tidak mengenakan
perhiasan.
c. Pakaian kerja sintesis hanya baik terhadap bahan
korosif, tetapi justru berbahaya pada lingkungan kerja
dengan bahan yang dapat meledak oleh aliran listrik
statis.
d. Pakaian pekerja yang mencorong (mudah terlihat).
Pedoman APD
Perlindung
an
Area yang memerlukan Jenis APD
Kepala Semua area kerja
Kecuali: Area Akomodasi, kantor, dsb
Semua Topi Pengaman (Safety
Helmets)
Tali Pengikat diberikan bila
dibutuhkan
Topi logam dilarang
Kaki Semua area kerja operasi perusahaan
Kecuali: Area Akomodasi, kantor atau yang
ditentukan oleh pimpinan lapangan.
Semua sepatu boot dan sepatu
produksi untuk suatu standar yang
disetujui
Sepatu pengaman (Safety Shoes)
Mata dan
Muka
Semua area perusahaan dimana diketahui
ada bahaya untuk mata.
Termasuk:
Workshop/Bengkel
Laboraturium
Pengangkatan bahan berbahaya
Pengelasan/gerinda
Lain-lain yang ditentukan
Semua dari jenis yang disetujui:
Pelindung muka penuh (Face shields) /
kacamata pelindung (Protective Glasses)
Kacamata (Goggles)
Kacamata Las (Weldimg Glasses)
Kacamata dengan pelindung samping
Tangan Semua area perusahaan dimana ada:
Penanganan bahan-bahan
Penanganan bahan-bahan berbahaya
Penggunaan peeralatan dan alat ringan
Semua dari jenis yang disetujui:
Sarung tanagn katun (Polka Dot
Gloves)
Sarung tangan kulit
Sarung tangan karet
Sarung tanagn penahan panas
Perlindung
an
Area yang memerlukan Jenis APD
Pernapasan Masuk ke dalam bajana / ruang
tertutup
Masuk ke dalam saluran
Penanganan bahan kimia
Area dengan penumpukan debu
Regu penyelamat / pemadam
kebakaran
Alat bantu bernapas
(Breathing Apparatus)
Respirator dengan
penyaring udara
Masker penahan debu
Tubuh Semua area Tahan panas
Tahan dingin
Pakaian yang tahan
terhadap segala kondisi
Lainnya Sabuk pengaman
APD – Pelindung Kepala
• Diperlukan bila kemungkinan akan kejatuhan benda-benda atau
terbentur/terantuk. Beberapa yang perlu diperhitungkan:
a. benda yang runtuh saat pekerjaan penggalian
b. bahan yang jatuh dari suatu anjungan
c. benda yang jatuh saat diangkat derek/alat angkat, saat dimuat atau
dibawa oleh kendaraan
d. bagian perancah yang jatuh saat membangun atau membongkarnya
Syarat:
> bagian luarnya harus kuat dan tahan terhadap benturan atau tusukan
benda-benda runcing
> jarak antara lapisan luar dan lapisan dalam dibagian puncak 4-5 cm.
> tidak menyerap air dan tahan api.
• APD – Pelindung Kaki
Melindungi dari resiko:
> benda yang jatuh ke kaki
> paku atau benda tajam lainnya yang menusuk telapak kaki
> benda tajam yang melukai urat nadi kaki
• APD – Pelindung Mata/Muka
Diperlukan untuk melindungi terhadap:
> benda-benda berterbangan, misalnya menggunakan alat penanam paku
> percikan, misalnya saat memotong dengan piringan
> radiasi ultra violet saat pengelasan
> percikan bahan kimia
> pekerjaan pengelasan, pemotongan logam, menggerinda
• APD – Sarung Tangan
Sarung tangan yang sesuai dapat melindungi terhadap debu (misal semen),
beton cair dan bahan pelarut yang dapat menyebabkan penyakit kulit. Juga
akan melindungi terhadap teriris dan tergores saat menangani bata, besi
dan kayu
Kelemahan APD
• Kemampuan perlindungan yang tidak sempurna
karena:
> memakai APD yang tidak sesuai
> cara pemakaian APD yang salah
> APD tidak memenuhi persyaratan yang
diperlukan
• APD sering tidak dipakai karena tidak enak /
kurang nyaman
Daftar Pustaka
• Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja
(HIPERKES) hlm. 414-418, DR. Suma’mur P.K.,
MSc, Sagung Seto(penerbit)
• Pedoman Praktis Keselamatan, Kesehatan Kerja
dan Lingkungan (K3L) Industri Konstruksi hlm.
85-89, Ir. B. Boedi Rijanto, MM., Mitra Wacana
Media(penerbit)

Alat pelindung diri

  • 1.
    Alat Pelindung Diri (PersonalProtective Device) Nama Kelompok : 1. Difa Raisatul Ummah 2. Handayani Nurmalasari 3. Setia Indra Yudha 4. Stifa Ayu Ramadhani
  • 2.
    • Penggunaan APDadalah alternatif terakhir yaitu kelengkapan dari segenap upaya teknis pencegahan kecelakaan. Karakteristik pengguanaan APD: a. APD digunakan setelah semua usaha rekayasa (engineering) dan cara kerja yang aman (working practice) dilakukan maksimal. b. Pemakaian APD bukanlah sebagai pengganti dari kedua usaha di atas (rekayasa dan cara kerja). c. sebagai usaha terakhir APD harus nyaman dipakai, tidak menggangu pekerjaan dan dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap bahaya.
  • 3.
    Kebijakan APD • Diupayakanuntuk menghilangkan sumber bahaya di tempat kerja. • Apabila tidak memungkinkan untuk menghilangkan semua sumber bahaya, APD akan disediakan bagi seluruh pekerja untuk melindungi, baik dari cedera maupun bahaya terhadap kesehatan. • Perlindungan dengan APD ini akan diberikan juga kepada para pekerja kontraktor dan tamu, sama seperti yang diberikan kepada pekerja perusahaan. • Semua APD yang disediakan harus dibuat dengan standaryang berlaku, sesuai dengan kebijakan mitra kerja, yang disetujui oleh perusahaan. • APD akan deberikan kepada pekerja berdasarkan kebutuhan, dengan pengertian bahwa beberapa pekerjaan mungkin memerlukan standar yang berbeda dengan lainnya, dan beberapa pekerjaan mungkin memerlukan penggatian yang lebih sering dari yang lainnya. • Pengguanaan APD didalam operasi perusahaan secara terus-menerus dimonitor oleh atasannya, didata dan dilaporkan kepada pimpinan.
  • 4.
    Pemilihan dan PengguanaanAPD • Seluruh pekerja diminta untuk berpartisipasi dalam pemilihan APD, melalui Rapat Tim K3L, Panitia K3, diskusi dengan atasan, atau dengan Bagian K3L. • Para pekerja akan diberi instruksi dalam hal pengguanaan, penanganan dan pemeliharaan semua APD yang disediakan. • Seluruh pekerja diminta untuk mengembalikan APD yang telah digunakan atau rusak kepada atasannya, untuk dianalisis lebih lanjut, atau untuk memperoleh penggantinya.
  • 5.
    Pakaian kerja harusdianggap suatu perlidungan terhadap bahaya kecelakaan, yaitu: a. Pakaian pekerja pria yang bekerja melayani mesin berlengan pendek, pas (tidak longgar) pada dada atau punggung, tidak berdasi dan tidak ada lipatan atau pun kerutan yang mungkin mendatangkan bahaya. b. Bagi wanita sebaiknya memakai celana panjang, jala atau ikat rambut, baju yang pas dan tidak mengenakan perhiasan. c. Pakaian kerja sintesis hanya baik terhadap bahan korosif, tetapi justru berbahaya pada lingkungan kerja dengan bahan yang dapat meledak oleh aliran listrik statis. d. Pakaian pekerja yang mencorong (mudah terlihat).
  • 6.
    Pedoman APD Perlindung an Area yangmemerlukan Jenis APD Kepala Semua area kerja Kecuali: Area Akomodasi, kantor, dsb Semua Topi Pengaman (Safety Helmets) Tali Pengikat diberikan bila dibutuhkan Topi logam dilarang Kaki Semua area kerja operasi perusahaan Kecuali: Area Akomodasi, kantor atau yang ditentukan oleh pimpinan lapangan. Semua sepatu boot dan sepatu produksi untuk suatu standar yang disetujui Sepatu pengaman (Safety Shoes) Mata dan Muka Semua area perusahaan dimana diketahui ada bahaya untuk mata. Termasuk: Workshop/Bengkel Laboraturium Pengangkatan bahan berbahaya Pengelasan/gerinda Lain-lain yang ditentukan Semua dari jenis yang disetujui: Pelindung muka penuh (Face shields) / kacamata pelindung (Protective Glasses) Kacamata (Goggles) Kacamata Las (Weldimg Glasses) Kacamata dengan pelindung samping Tangan Semua area perusahaan dimana ada: Penanganan bahan-bahan Penanganan bahan-bahan berbahaya Penggunaan peeralatan dan alat ringan Semua dari jenis yang disetujui: Sarung tanagn katun (Polka Dot Gloves) Sarung tangan kulit Sarung tangan karet Sarung tanagn penahan panas
  • 7.
    Perlindung an Area yang memerlukanJenis APD Pernapasan Masuk ke dalam bajana / ruang tertutup Masuk ke dalam saluran Penanganan bahan kimia Area dengan penumpukan debu Regu penyelamat / pemadam kebakaran Alat bantu bernapas (Breathing Apparatus) Respirator dengan penyaring udara Masker penahan debu Tubuh Semua area Tahan panas Tahan dingin Pakaian yang tahan terhadap segala kondisi Lainnya Sabuk pengaman
  • 8.
    APD – PelindungKepala • Diperlukan bila kemungkinan akan kejatuhan benda-benda atau terbentur/terantuk. Beberapa yang perlu diperhitungkan: a. benda yang runtuh saat pekerjaan penggalian b. bahan yang jatuh dari suatu anjungan c. benda yang jatuh saat diangkat derek/alat angkat, saat dimuat atau dibawa oleh kendaraan d. bagian perancah yang jatuh saat membangun atau membongkarnya Syarat: > bagian luarnya harus kuat dan tahan terhadap benturan atau tusukan benda-benda runcing > jarak antara lapisan luar dan lapisan dalam dibagian puncak 4-5 cm. > tidak menyerap air dan tahan api.
  • 9.
    • APD –Pelindung Kaki Melindungi dari resiko: > benda yang jatuh ke kaki > paku atau benda tajam lainnya yang menusuk telapak kaki > benda tajam yang melukai urat nadi kaki • APD – Pelindung Mata/Muka Diperlukan untuk melindungi terhadap: > benda-benda berterbangan, misalnya menggunakan alat penanam paku > percikan, misalnya saat memotong dengan piringan > radiasi ultra violet saat pengelasan > percikan bahan kimia > pekerjaan pengelasan, pemotongan logam, menggerinda • APD – Sarung Tangan Sarung tangan yang sesuai dapat melindungi terhadap debu (misal semen), beton cair dan bahan pelarut yang dapat menyebabkan penyakit kulit. Juga akan melindungi terhadap teriris dan tergores saat menangani bata, besi dan kayu
  • 10.
    Kelemahan APD • Kemampuanperlindungan yang tidak sempurna karena: > memakai APD yang tidak sesuai > cara pemakaian APD yang salah > APD tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan • APD sering tidak dipakai karena tidak enak / kurang nyaman
  • 11.
    Daftar Pustaka • HigienePerusahaan dan Keselamatan Kerja (HIPERKES) hlm. 414-418, DR. Suma’mur P.K., MSc, Sagung Seto(penerbit) • Pedoman Praktis Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Industri Konstruksi hlm. 85-89, Ir. B. Boedi Rijanto, MM., Mitra Wacana Media(penerbit)