Akhlak
Materi -7
Pengertian Akhlak
 Akhlak adalah keadaan yang
melekat pada jiwa manusia yang
melahirkan perbuatan, mungkin baik
dan mungkin juga buruk
 Dalam bahasa Indonesia kata akhlak
dapat diartikan sebagai sikap yang
melahirkan perbuatan/tingkah laku.
Akhlak dan Budi pekerti
 Pengertian akhlak tidak dapat
dipisahkan dari kata Budi Pekerti,
sebab keduanya memiliki makna
yang sama. Baik budi pekerti
maupun akhlak mengandung makna
yang ideal, tergantung pada
pelaksanaan atau penerapannya
melalui tingkah laku yang mungkin
positif, maupun negatif.
Akhlak baik dan buruk
 Akhlak yang baik adalah segala
tingkah laku, tabiat, watak, dan
perangai yang sifatnya benar,
amanah, sabar, pemaaf, pemurah,
rendah hati dan lain-lain sifat yang
baik
 Akhlak yang buruk adalah semua
tingkah laku, tabiat, watak, perangai
sombang, dendam, dengki, khianat
dan lain-lain sifat yang buruk.
Syarat Akhlak Islami
 Dilakukan berulang-ulang, jika dilakukan
sekali saja, atau jarang dilakukan tidak
dapat dikatakan akhlak. Misalnya, jika
seseorang tiba-tiba memberi sedekah
kepada orang lain karena alasan tertentu
maka, orang tersebut tidak dapat dikatakan
dermawan.
 Timbul dengan sendirinya, tanpa dipikir
atau ditimbang berulang-ulang karena
perbuatan itu telah menjadi kebiasaan bagi
dirinya. Jika suatu perbuatan dilakukan
setelah dipikir-pikir dan ditimbang , apalagi
karena terpaksa maka perbuatan bukanlah
termasuk pencerminan akhlak.
Akhlak menempati posisi yang sangat
penting dalam islam. Akhlak dan takwa
merupakan buah pohon islam yang
berakar akidah, bercabang dan berdaun
syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak,
dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah
(sunnah dalam bentuk perkataan)
Rasulullah. Diantaranya adalah”
Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak”(hadis Rawayu
Ahmad). Dan akhlak Nabi Muhammad
yang diutus menyempurnakan akhlak
manusia, disebut akhlak islam, karena
bersumber dari wahyu Allah yang kini
terdapat dalam Al-Quran yang menjadi
sumber utama agama dan ajaran islam.
Pembagian Akhlak
 Akhlak kepada Allah atau Khalik (pencipta)
 Akhlak kepada sesama Makhluk:
1. Akhlak terhadap manusia :
a. Akhlak terhadap diri sendiri
b. Akhlak terhadap orang lain
2. Akhlak terhadap bukan manusia:
a. Akhlak terhadap makhluk hidup
b. Akhlak terhadap makhluk mati
Dalam garis besarnya akhlak dapat
dibagi dua yaitu, akhlak terhadap Allah
atau sang khalik, dan kedua adalah akhlak
terhadap makhluk. Akhlak terhadap
makhluk, dapat dibagi dua yaitu (1) akhlak
terhadap manusia dan (2) akhlak terhadap
bukan manusia. Akhlak (1) terhadap
manusia dapat dibagi lagi menjadi (a)
akhlak terhadap diri sendiri, dan (b) akhlak
terhadap orang lain. Akhlak (2) terhadap
makhluk bukan manusia, dapat dibagi
menjadi (a) akhlak terhadap makhluk yang
masih hidup, sperti misalnya hewan dan
tumbuh-tumbuhan, dan (b) akhlak terhadap
lingkungan sekitar, seperti tanah, air, udara
dan sebagainya
Akhlak terhadap Allah (khalik antara
lain adalah ; Mencintai Allah melebihi cinta
kepada apa dan siapa pun juga dengan
mempergunakan firman-Nya dalam Al-
Quran sebagai pedoman hidup dan
kehidupan, melaksanakan segala perintah
dan menjauhi larangan-Nya,
mengharapkan dan berusaha memperoleh
keridaan Allah, mensyukuri nikmat dan
karunia Allah, menerima dengan ikhlas
semua Qada dan Qadar Ilahi setelah
berikhtiar maksimal (sebanyak-banyaknya,
hingga batas tertinggi), memohon ampun
hanya kepada Allah, bertaubat hanya
kepada Allah, tawakal (berserah diri)
kepada Allah.
Akhlak terhadap makhluk, dibagi dua: 1.
akhlak terhadap manusia, dapat dirinci menjadi :
a. Akhlak terhadap rasulullah (Nabi Muhammad),
antara lain; mencintai Rasulullah secara tulus
dengan mengikuti semua sunnahnya; Menjadikan
Rasulullah sebagai suri teladan dalam dalam
hidup dan kehidupan.
b. Akhlak terhadap orang tua, antara lain; mencintai
mereka lebih dari cinta pada kerabat yang lain;
merendahkan diri kepada keduanya; selalu
mendoakan keselamatan mereka dunia dan
akhirat.
c. Akhlak terhadap diri sendiri antara lain;
memelihara kesucian diri; menutup aurat; jujur
dalam perkataan dan perbuatan; ikhlas; sabar;
rendah hati; malu melakukan perbuatan jahat;
menjauhi dengki; menjauhi dendam dan banyak
lagi. aturahim
d. Akhlak terhadap keluarga, karib kerabat
antara lain; saling membina kasih sayang
antara anggota keluarga; saling
manunaikan kewajiban untuk
memperoleh hak; memelihara hubungan
sil
e. Akhlak terhadap tetangga antara lain :
saling mengunjungi; saling membantu;
saling memberi; dan menghindari
permusuhan.
f. Akhlak terhadap masyarakat antara lain;
memuliakan tamu; menghormati nilai dan
norma yang berlaku di masyarakat;
saling menolong dalam melakukan
kebaikan; menepati janji.
Akhlak terhadap bukan manusia
(lingkungan hidup)
antara lain:
a. Sadar dan memelihara lingkungan
hidup
b. Menjaga dan memanfaatkan alam
terutama hewan dan tumbuh-
tumbuhan
c. Saling menyayangi terhadap
sesama makhluk
Akhlak

Akhlak

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Akhlak  Akhlakadalah keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang melahirkan perbuatan, mungkin baik dan mungkin juga buruk  Dalam bahasa Indonesia kata akhlak dapat diartikan sebagai sikap yang melahirkan perbuatan/tingkah laku.
  • 3.
    Akhlak dan Budipekerti  Pengertian akhlak tidak dapat dipisahkan dari kata Budi Pekerti, sebab keduanya memiliki makna yang sama. Baik budi pekerti maupun akhlak mengandung makna yang ideal, tergantung pada pelaksanaan atau penerapannya melalui tingkah laku yang mungkin positif, maupun negatif.
  • 4.
    Akhlak baik danburuk  Akhlak yang baik adalah segala tingkah laku, tabiat, watak, dan perangai yang sifatnya benar, amanah, sabar, pemaaf, pemurah, rendah hati dan lain-lain sifat yang baik  Akhlak yang buruk adalah semua tingkah laku, tabiat, watak, perangai sombang, dendam, dengki, khianat dan lain-lain sifat yang buruk.
  • 5.
    Syarat Akhlak Islami Dilakukan berulang-ulang, jika dilakukan sekali saja, atau jarang dilakukan tidak dapat dikatakan akhlak. Misalnya, jika seseorang tiba-tiba memberi sedekah kepada orang lain karena alasan tertentu maka, orang tersebut tidak dapat dikatakan dermawan.  Timbul dengan sendirinya, tanpa dipikir atau ditimbang berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan bagi dirinya. Jika suatu perbuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbang , apalagi karena terpaksa maka perbuatan bukanlah termasuk pencerminan akhlak.
  • 6.
    Akhlak menempati posisiyang sangat penting dalam islam. Akhlak dan takwa merupakan buah pohon islam yang berakar akidah, bercabang dan berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak, dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah. Diantaranya adalah” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”(hadis Rawayu Ahmad). Dan akhlak Nabi Muhammad yang diutus menyempurnakan akhlak manusia, disebut akhlak islam, karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Quran yang menjadi sumber utama agama dan ajaran islam.
  • 7.
    Pembagian Akhlak  Akhlakkepada Allah atau Khalik (pencipta)  Akhlak kepada sesama Makhluk: 1. Akhlak terhadap manusia : a. Akhlak terhadap diri sendiri b. Akhlak terhadap orang lain 2. Akhlak terhadap bukan manusia: a. Akhlak terhadap makhluk hidup b. Akhlak terhadap makhluk mati
  • 8.
    Dalam garis besarnyaakhlak dapat dibagi dua yaitu, akhlak terhadap Allah atau sang khalik, dan kedua adalah akhlak terhadap makhluk. Akhlak terhadap makhluk, dapat dibagi dua yaitu (1) akhlak terhadap manusia dan (2) akhlak terhadap bukan manusia. Akhlak (1) terhadap manusia dapat dibagi lagi menjadi (a) akhlak terhadap diri sendiri, dan (b) akhlak terhadap orang lain. Akhlak (2) terhadap makhluk bukan manusia, dapat dibagi menjadi (a) akhlak terhadap makhluk yang masih hidup, sperti misalnya hewan dan tumbuh-tumbuhan, dan (b) akhlak terhadap lingkungan sekitar, seperti tanah, air, udara dan sebagainya
  • 9.
    Akhlak terhadap Allah(khalik antara lain adalah ; Mencintai Allah melebihi cinta kepada apa dan siapa pun juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al- Quran sebagai pedoman hidup dan kehidupan, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, mengharapkan dan berusaha memperoleh keridaan Allah, mensyukuri nikmat dan karunia Allah, menerima dengan ikhlas semua Qada dan Qadar Ilahi setelah berikhtiar maksimal (sebanyak-banyaknya, hingga batas tertinggi), memohon ampun hanya kepada Allah, bertaubat hanya kepada Allah, tawakal (berserah diri) kepada Allah.
  • 10.
    Akhlak terhadap makhluk,dibagi dua: 1. akhlak terhadap manusia, dapat dirinci menjadi : a. Akhlak terhadap rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain; mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya; Menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam dalam hidup dan kehidupan. b. Akhlak terhadap orang tua, antara lain; mencintai mereka lebih dari cinta pada kerabat yang lain; merendahkan diri kepada keduanya; selalu mendoakan keselamatan mereka dunia dan akhirat. c. Akhlak terhadap diri sendiri antara lain; memelihara kesucian diri; menutup aurat; jujur dalam perkataan dan perbuatan; ikhlas; sabar; rendah hati; malu melakukan perbuatan jahat; menjauhi dengki; menjauhi dendam dan banyak lagi. aturahim
  • 11.
    d. Akhlak terhadapkeluarga, karib kerabat antara lain; saling membina kasih sayang antara anggota keluarga; saling manunaikan kewajiban untuk memperoleh hak; memelihara hubungan sil e. Akhlak terhadap tetangga antara lain : saling mengunjungi; saling membantu; saling memberi; dan menghindari permusuhan. f. Akhlak terhadap masyarakat antara lain; memuliakan tamu; menghormati nilai dan norma yang berlaku di masyarakat; saling menolong dalam melakukan kebaikan; menepati janji.
  • 12.
    Akhlak terhadap bukanmanusia (lingkungan hidup) antara lain: a. Sadar dan memelihara lingkungan hidup b. Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewan dan tumbuh- tumbuhan c. Saling menyayangi terhadap sesama makhluk