By: Kel. 3
 ALLAMMI ANGGUN PRATIWI
 AYENDAJUARIA
 DYNA MUSTIKA RANI
 ELDIANI EKA GUNTURA
 LIFIA KRISTIEN DWI ANGGRAENI
 MASDIANTI
 NASHROTUL MUTMA’INAH
 NENI RUSNITA
 NOBELLA KRISTIA ANGELINA
 NORAHMAH
 NURJANAH
 SITI KHOTIJAH
 SITI NUR AZIZAH
 WARDHATILLAH
 WINI WILIASTUTIE
Alat kontrasepsi yang disisipkan kedalam rahim,terbuat dari bah
an semacam plastik,ada pula yang dililit tembaga,dan bentukny
a bermacam-macam.Bentukyang umumdan mungkinbanyak d
ikenalolehmasyarakat adalah bentukspiral. Spiral tersebut dim
asukkankedalam rahim olehtenagakesehatan (dokter/bidan ter
latih).Sebelumspiral dipasang, kesehatanibu harus diperiksa da
huluuntukmemastikankecocokannya. (Subrata, 2000).
NO BUTIRYANGDINILAI
A. SIKAP
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon terhadap reaksi klien
4. Percaya diri
5. Teruji memberikan rasa empati pada klien
NO BUTIR YANG DINILAI
B. KONTEN
6. Menanyakan identitas ibu dan suami (nama, umur, alamat, agama,pekerjaan)
7. Menanyakan jumlah anak hidup, umur anak terkecil dan Gravida Paradan Abortus (GPA)
8. Menanyakan riwayat menyusui terakhir
9. Menanyakan riwayat kontrasepsi terakhir
10. Menanyakan riwayat haid: HPHT , lama,siklus, jumlah darah,dismenore /keluhan
11. Menanyakan kepada klien tentang perdarahan bercak diluarsiklusatau setelah sanggama
12. Menanyakan riwayat infeksi panggul dalam 3 bulan terakhir : sering keputihan, nyeri pada saat buang airkecil, nyeri perut bagian
bawah
13. Menanyakan riwayat operasi perut bagian bawah (adanya riwayatkehamilan ektopik)
14. Menanyakan riwayat anemia (sering pusing, mata berkunang- kunang, lemas, letih, lesu)
15. Menanyakan apakah ibu menderita infeksi menular seksual (tanda-tanda penyakit :GO, Sifilis, Clamydia,Herpes dan HIV/AIDS)
16. Menanyakan apakah ibu mempunyai gejala penyakit jantung, kuning, tumor jinakrahim/alat genital
NO BUTIRYANGDINILAI
C. TEKNIK
17. Teruji menanyakankan secarasistematis
18. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
19. Memberi kesempatan untuk bertanya, memberikan umpan balik
20.
Melakukan pendokumentasian meliputi tanggal, jam, anamnesa & hasilnya, ta
nda tangan & nama terang.
Yang boleh menggunakanIUD :
• Usiareproduktif
• Keadaannulipara
• Menginginkanmenggunakankontrasepsi jangka panjang
• Menyusui yang menginginkan menggunakankontrasepsi
• Setelah melahirkandan tidak menyusui bayinya
• Setelah mengalami aborsus dan tidak terlihat adanya infeksi
• Risikorendah dariIMS
• Tidakmenghendaki metode hormonal
• Tidakmenyukai untuk mengingat-ingatminum pil setiaphari
• Tidakmenghendaki kehamilansetelah1-5 harisenggama
AKDR dapat digunakan pada ibu dalam segala kemungkin
an keadaan misalnya :
• Perokok
• Pasca keguguran atau kegagalan kehamilan apabila tida
k terlihat adanya infeksi
• Sedang memakai antibiotika atau anti kejang
• Gemuk ataupun yang kurus
• Sedang menyusui
Begitu juga ibu dalam keadaan seperti dibawah ini dapat menggu
nakan AKDR :
• Penderita tumor jinak payudara
• Penderita kanker payudara
• Pusing-pusing, sakit kepala
• Tekanan darah tinggi
• Varises ditungkai atau di vulva
• Penderiata penyakit jantung (term
asuk penyakit jantung katup dapa
t diberi antibiotika sebelum pema
sangan AKDR)
• Pernah menderita stroke
• Penderita diabetes
• Penderita penyakit hati atau emp
edu
• Malaria
• Skistosomiasis (tanpa anemia)
• Penyakit tiroid
• Epilepsi
• Nonpelvik TBC
• Setelah kehamilan ektopik
• Setelah pembedahan pelvik
Yang tidak boleh menggunakan AKDR :
• Sedang hamil ( diketahui hamil atau kemungkinan hamil
)
• Perdarahan vagina yang tidak diketahui (sampai dapat d
ievaluasi )
• Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis
)
• Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering mend
erita PRP atau abortus septik
• Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumo
r jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum ut
eri
• Penyakit trofoblas yang ganas
• Diketahui menderita TBC pelvik
• Kanker alat genital
• Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
Ada beberapa faktor yang kurang mendukung penggun
aan metode kontrasepsi IUD ini, antara lain :
1. Faktor internal
a. Pengalaman
b. Takut terhadap efek samping
c. Pendidikan PUS yang rendah
d. Malu dan risih
e. Adanya penyakit atau kondisi tertentu yang mer
upakan kontraindikasi pemasangan IUD.
f. Persepsi tentang IUD
2. Faktor eksternal
a. Prosedur pemasangan IUD yang rumit
b. Pengaruh dan pengalaman akseptor IU
D lainnya
c. Sosial budaya dan ekonomi
d. Pekerjaan
Langkah-langkah:
Pemeriksaan panggul
Membersihkan vagina dan mulut
rahim
Memasang AKDR dalam rahim
melalui mulut rahim
• Terangkan siapa yang akan melakukan tindakan.
• Tidak perlu bius. Ibu tetap terjaga.
• Jika ini pemeriksaan panggul pertama, jelaskan, termasuk
posisi selama pemeriksaan. Ijinkan klien memegang
spekulum. Jelaskan fungsinya.
• Lakukan secara perlahan dan lembut.
• Tunjukkan contoh AKDR dengan lengan terlipat dalam
inserter.
• Rasa nyeri biasanya berkurang paling lama 30 menit.• Mungkin terasa sakit sedikit pada saat
pemasangan
• Beritahu Bidan bila terasa sakit
• Istirahat secukupnya setelah
pemasangan
• Mungkin mengalami kram selama
beberapa hari setelah pemasangan
Prosedur pemasangan
Hal yang akan terjadi
Apakah klien siap untuk tindakan pemasangan AKDR?
1. Tanyakan apakah klien ada pertanyaan atau kekhawatiran. Jawab
selengkapnya.
2. Buka lembar berikut.
Kapan memeriksa?
• Satu minggu setelah pemasangan
• Kapan saja setiap selesai masa haid
Bagaimana cara memeriksa benang?
• Cuci tangan, duduk dalam posisi jongkok, masukkan jari
ke dalam vagina dan rasakan benang AKDR di mulut
rahim. Jangan menarik benangnya. Cuci tangan setelah
selesai.
Jika tidak bisa merasakan benang, atau benang terasa
lebih panjang atau pendek secepatnya kembali ke klinik.
AKDR mungkin telah terlepas dan perlu memakai back up.
Setelah pemasangan: Anda bisa
memeriksa AKDR sendiri setiap saat



By: Kel. 3

AKDR - IUD

  • 1.
  • 2.
     ALLAMMI ANGGUNPRATIWI  AYENDAJUARIA  DYNA MUSTIKA RANI  ELDIANI EKA GUNTURA  LIFIA KRISTIEN DWI ANGGRAENI  MASDIANTI  NASHROTUL MUTMA’INAH  NENI RUSNITA  NOBELLA KRISTIA ANGELINA  NORAHMAH  NURJANAH  SITI KHOTIJAH  SITI NUR AZIZAH  WARDHATILLAH  WINI WILIASTUTIE
  • 3.
    Alat kontrasepsi yangdisisipkan kedalam rahim,terbuat dari bah an semacam plastik,ada pula yang dililit tembaga,dan bentukny a bermacam-macam.Bentukyang umumdan mungkinbanyak d ikenalolehmasyarakat adalah bentukspiral. Spiral tersebut dim asukkankedalam rahim olehtenagakesehatan (dokter/bidan ter latih).Sebelumspiral dipasang, kesehatanibu harus diperiksa da huluuntukmemastikankecocokannya. (Subrata, 2000).
  • 6.
    NO BUTIRYANGDINILAI A. SIKAP 1.Menyambut klien dengan sopan dan ramah 2. Memperkenalkan diri kepada klien 3. Merespon terhadap reaksi klien 4. Percaya diri 5. Teruji memberikan rasa empati pada klien
  • 7.
    NO BUTIR YANGDINILAI B. KONTEN 6. Menanyakan identitas ibu dan suami (nama, umur, alamat, agama,pekerjaan) 7. Menanyakan jumlah anak hidup, umur anak terkecil dan Gravida Paradan Abortus (GPA) 8. Menanyakan riwayat menyusui terakhir 9. Menanyakan riwayat kontrasepsi terakhir 10. Menanyakan riwayat haid: HPHT , lama,siklus, jumlah darah,dismenore /keluhan 11. Menanyakan kepada klien tentang perdarahan bercak diluarsiklusatau setelah sanggama 12. Menanyakan riwayat infeksi panggul dalam 3 bulan terakhir : sering keputihan, nyeri pada saat buang airkecil, nyeri perut bagian bawah 13. Menanyakan riwayat operasi perut bagian bawah (adanya riwayatkehamilan ektopik) 14. Menanyakan riwayat anemia (sering pusing, mata berkunang- kunang, lemas, letih, lesu) 15. Menanyakan apakah ibu menderita infeksi menular seksual (tanda-tanda penyakit :GO, Sifilis, Clamydia,Herpes dan HIV/AIDS) 16. Menanyakan apakah ibu mempunyai gejala penyakit jantung, kuning, tumor jinakrahim/alat genital
  • 8.
    NO BUTIRYANGDINILAI C. TEKNIK 17.Teruji menanyakankan secarasistematis 18. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 19. Memberi kesempatan untuk bertanya, memberikan umpan balik 20. Melakukan pendokumentasian meliputi tanggal, jam, anamnesa & hasilnya, ta nda tangan & nama terang.
  • 10.
    Yang boleh menggunakanIUD: • Usiareproduktif • Keadaannulipara • Menginginkanmenggunakankontrasepsi jangka panjang • Menyusui yang menginginkan menggunakankontrasepsi • Setelah melahirkandan tidak menyusui bayinya • Setelah mengalami aborsus dan tidak terlihat adanya infeksi • Risikorendah dariIMS • Tidakmenghendaki metode hormonal • Tidakmenyukai untuk mengingat-ingatminum pil setiaphari • Tidakmenghendaki kehamilansetelah1-5 harisenggama
  • 11.
    AKDR dapat digunakanpada ibu dalam segala kemungkin an keadaan misalnya : • Perokok • Pasca keguguran atau kegagalan kehamilan apabila tida k terlihat adanya infeksi • Sedang memakai antibiotika atau anti kejang • Gemuk ataupun yang kurus • Sedang menyusui
  • 12.
    Begitu juga ibudalam keadaan seperti dibawah ini dapat menggu nakan AKDR : • Penderita tumor jinak payudara • Penderita kanker payudara • Pusing-pusing, sakit kepala • Tekanan darah tinggi • Varises ditungkai atau di vulva • Penderiata penyakit jantung (term asuk penyakit jantung katup dapa t diberi antibiotika sebelum pema sangan AKDR) • Pernah menderita stroke • Penderita diabetes • Penderita penyakit hati atau emp edu • Malaria • Skistosomiasis (tanpa anemia) • Penyakit tiroid • Epilepsi • Nonpelvik TBC • Setelah kehamilan ektopik • Setelah pembedahan pelvik
  • 13.
    Yang tidak bolehmenggunakan AKDR : • Sedang hamil ( diketahui hamil atau kemungkinan hamil ) • Perdarahan vagina yang tidak diketahui (sampai dapat d ievaluasi ) • Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis ) • Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering mend erita PRP atau abortus septik
  • 14.
    • Kelainan bawaanuterus yang abnormal atau tumo r jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum ut eri • Penyakit trofoblas yang ganas • Diketahui menderita TBC pelvik • Kanker alat genital • Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
  • 15.
    Ada beberapa faktoryang kurang mendukung penggun aan metode kontrasepsi IUD ini, antara lain : 1. Faktor internal a. Pengalaman b. Takut terhadap efek samping c. Pendidikan PUS yang rendah d. Malu dan risih e. Adanya penyakit atau kondisi tertentu yang mer upakan kontraindikasi pemasangan IUD. f. Persepsi tentang IUD
  • 16.
    2. Faktor eksternal a.Prosedur pemasangan IUD yang rumit b. Pengaruh dan pengalaman akseptor IU D lainnya c. Sosial budaya dan ekonomi d. Pekerjaan
  • 17.
    Langkah-langkah: Pemeriksaan panggul Membersihkan vaginadan mulut rahim Memasang AKDR dalam rahim melalui mulut rahim • Terangkan siapa yang akan melakukan tindakan. • Tidak perlu bius. Ibu tetap terjaga. • Jika ini pemeriksaan panggul pertama, jelaskan, termasuk posisi selama pemeriksaan. Ijinkan klien memegang spekulum. Jelaskan fungsinya. • Lakukan secara perlahan dan lembut. • Tunjukkan contoh AKDR dengan lengan terlipat dalam inserter. • Rasa nyeri biasanya berkurang paling lama 30 menit.• Mungkin terasa sakit sedikit pada saat pemasangan • Beritahu Bidan bila terasa sakit • Istirahat secukupnya setelah pemasangan • Mungkin mengalami kram selama beberapa hari setelah pemasangan Prosedur pemasangan Hal yang akan terjadi Apakah klien siap untuk tindakan pemasangan AKDR? 1. Tanyakan apakah klien ada pertanyaan atau kekhawatiran. Jawab selengkapnya. 2. Buka lembar berikut. Kapan memeriksa? • Satu minggu setelah pemasangan • Kapan saja setiap selesai masa haid Bagaimana cara memeriksa benang? • Cuci tangan, duduk dalam posisi jongkok, masukkan jari ke dalam vagina dan rasakan benang AKDR di mulut rahim. Jangan menarik benangnya. Cuci tangan setelah selesai. Jika tidak bisa merasakan benang, atau benang terasa lebih panjang atau pendek secepatnya kembali ke klinik. AKDR mungkin telah terlepas dan perlu memakai back up. Setelah pemasangan: Anda bisa memeriksa AKDR sendiri setiap saat   
  • 18.