Quality of Life in
GeriatrY
Dr. Linda Merpati Yanti, SpKFR
FALSAFAH REHABILITASI MEDIK
Latar belakang pemikiran kita melakukan tindakan rehabilitasi
medik karena setiap manusia yang mengalami cidera, sakit,
atau proses penuaan akan mengalami impairment, disabilitas
dan handicap.
DEFINISI REHABILITASI MEDIK
Proses membantu seseorang mencapai kemampuan penuh
fisik, sosial, edukasional, vokasional, avokasional, sesuai
dengan potensi kelainan fisiologis atau anatomi, limitasi
lingkungan, harapan dan rencana dalam hidupnya.
Outcome pasien akibat pelayanan rehabilitasi terintegrasi
dan komprehensif sebaiknya mencakup:
• Peningkatan kemandirian
• Lama perawatan yang singkat
• Penggunaan pelayanan kesehatan yang efisien
• Meningkatkan kualitas hidup
Geriatri  usia di atas 60 tahun
• Terjadi perubahan fisiologi tubuh  kekuatan otot, kepadatan
tulang, menurunnya fungsi organ tubuh, mis. penglihatan,
pendengaran, gigi, pencernaan, fisiologi jantung, paru, ginjal dan
otak.
• Timbul penyakit degeneratif dan penyakit kronik  OA,
Osteoporosis, jantung, stroke,PPOK , katarak, dll
GERIATRIC GIANT
Masalah2 besar yg terjadi pada pasien geriatri 14i
1. Immobilization
2. Instability and fall
3. Incontinentia Urinary and
Faecal
4. Intelectual Disorders
5. Infection
6. Impaired vision and hearing
7. Impaction (konstipasi)
8. Isolation (depresi)
9. Inanisi (malnutrisi)
10. Impecunity (kemiskinan)
11. Iatrogenesis (ec .multi drug)
12. Insomnia
13. Immune deficiency
14. Impotence
Usia lanjut  Kekuatan
otot
 Fungsi
otot
Latihan
penguatan
otot
Kekuatan otot
daya tahan
otot,
 tenaga
fungsi
otot
Mandiri dalam Aktifitas
kehidupan sehari-hari
ANATOMI DAN FISIOLOGI OTOT PADA USIA LANJUT
 massa otot , lemak  (sarkopenia)
 sintesa protein
 kualitas otot
 aktifasi motor unit
 laju depolarisasi
 kekuatan otot
Variable Penuaan
Massa otot Menurun
Serat otot Tipe I (%) Meningkat
Serat otot Tipe II (%) Menurun
Area serat otot Tipe I Tidak ada perubahan
Area serat otot Tipe II Menurun
Kapasitas oksidatif Menurun
Kapasitas glikolitik Tidak ada perubahan
Densitas kapilarisasi Menurun
Lama kontraksi Meningkat
Lama relaksasi Meningkat
PERUBAHAN HISTOLOGI MASSA OTOT
LATIHAN PADA USIA LANJUT
Olahraga teratur :
• ↑ kualitas hidup
• ↓ angka kematian 20-50%
• ↑ harapan hidup rata-rata 2 tahun
• Mempertahankan kekuatan otot
• ↑ kapasitas aerobik
• Memperlambat kehilangan kepadatan tulang
• Dapat menurunkan berat badan (ketika
dikombinasi dengan penurunan asupan)
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa
Healthcare; 2007.p.381-391
MANFAAT TIDAK LANGSUNG
• Interaksi sosial
• Meningkatkan
kebugaran
• Meningkatkan kualitas
tidur
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa
Healthcare; 2007.p.381-391
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
Prinsip Latihan pada Usia Lanjut
Pemanasan (warm-up) dan pendinginan
(cool-down)
• Perlu diperhatikan pemanasan (warm-
up) untuk mempersiapkan tubuh
termasuk peningkatan bertahap suhu
tubuh dan sirkulasi.
• Periode pendinginan (cool-down)
ditujukan untuk penurunan bertahap
aktivitas otot untuk menghindari post
exercise syncope. Masing-masing
dilakukan selama 10 sampai 15 menit.
JENIS LATIHAN
1. LATIHAN ENDURANCE
• Berjalan, bersepeda, menari, berenang, dan semua jenis aerobik berintensitas rendah
 memberikan manfaat terbaik untuk kesehatan lansia.
• Menurut statistik, berjalan rata-rata 3,2 km/hr (2 miles/hr) :
- Menurunkan angka kematian sekitar 50%
- Menurunkan risiko penyakit jantung
- Mencegah kejadian jatuh
• Jogging tidak dianjurkan untuk lansia kecuali mereka sudah terbiasa dengan jenis
latihan ini.
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
• Denyut jantung maksimum yang akan dicapai selama periode latihan,
disebut “denyut jantung target”  dinilai dengan memeriksa denyut
nadi atau dengan menggunakan monitor
• Untuk latihan dengan intensitas sedang  target yang harus dicapai
60% -80% dari denyut jantung maksimum, yaitu 220 denyut/menit –
umur (tahun).
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
Namun, rumus tersebut terkadang kurang cocok untuk lansia, sebuah
cara sederhana adalah dengan mengandalkan pada “persepsi tenaga”
yang sesungguhnya.
Jika seseorang dapat berbicara tanpa kehilangan rasa nyaman sambil
terus latihan, maka dapat diasumsikan orang tersebut tidak melakukan
pengerahan tenaga berlebihan (overexerting).
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
• Seseorang dengan “rekondisi”, yang telah terputus program
latihan dengan periode tidak aktif (inactivity), terutama bed rest,
harus memulai lagi latihan dengan intensitas setengah dari
intensitas yang biasa mereka lakukan sebelumnya.
2. LATIHAN RESISTENSI
• Hasil konsensus saat ini  lansia dapat dan harus melakukan latihan
resistensi setidaknya 2x seminggu, seperti mengangkat beban setara
dengan 60%-70% dari kapasitas maksimal individu, dan kemudian
melakukan 2 set dari 10 repetisi.
• Jika dilakukan rutin, dalam 1 tahun, perolehan kekuatan dapat
mencapai 100% atau lebih dan akan tampak hipertrofi otot.
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
• Program seperti ini sangat dianjurkan untuk individu dengan sarkopenia.
Bahkan program dengan intensitas sedang menggunakan senam dan tubing
elastik dapat meningkatkan kekuatan 10%-20%.
• Setelah latihan awal tanpa beban, latihan ini dapat dilakukan di rumah
setelah periode pemanasan. Beban dapat ditingkatkan bertahap seiring
meningkatnya kekuatan.
• Memulai dengan beban yang terlalu berat atau menggunakannya tanpa
bimbingan profesional dapat menyebabkan cedera dan manfaat yang ingin
dicapai menjadi hilang.
3.LATIHAN KESEIMBANGAN
Tai chi (urutan gerakan awalnya digunakan dalam seni bela diri) adalah
contoh dari latihan keseimbangan yang sangat efektif dalam pelatihan
keseimbangan, misalnya berjalan dengan tangan terentang,
menyilangkan lengan di dada, menyilangkan tangan memegang beban
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
4.LATIHAN FLEKSIBILITAS
• Latihan peregangan, dianjurkan untuk semua umur, sangat penting
bagi lansia yang belum mengikuti program kebugaran rutin
• Banyak lansia melaporkan bahwa peregangan saja membuat
mereka merasa lebih baik. Latihan-latihan ini sebagian berdiri dan
sebagian berbaring di matras dianjurkan untuk mendahului dan
mengikuti latihan endurance dan resistensi
• Setiap peregangan berlangsung selama 10 sampai 30 detik dan
diulang 3-5 kali per sesi.
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
REKOMENDASI UNTUK LATIHAN YANG AMAN DAN SEHAT
INTENSITAS
• Latihan tidak terlalu kuat dan kontiniu
• Akumulasi harian 30 menit latihan sudah akan memberikan manfaat yang
pasti
• Berjalan masih menjadi cara yang paling baik untuk lansia, namun jika
tersedia, aquatic exercise dan/atau latihan sepeda statis dapat sangat
menguntungkan bagi lansia yang menurun kemampuan terhadap aktivitas
weight-bearing.
• Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
DURASI
• Durasi latihan tidak perlu lama untuk menghasilkan manfaat
• Jika mengalami kesulitan untuk mempertahankan latihan
selama 30 menit dapat dianjurkan 10 menit pada waktu yang
berbeda sepanjang hari untuk menghindari cedera potensial
dan menjamin keamanan
• Lansia pada mulanya harus meningkatkan durasi daripada
intensitas latihan
Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
FREKUENSI
• Latihan dengan intensitas ringan harus dilakukan hampir
setiap hari dalam seminggu
• Jika latihan dilakukan pada level substansial sedang /kuat
(vigorous), maka harus dilakukan setidaknya 3x seminggu
bergantian, tidak latihan setiap hari.
• Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
PERHATIAN DAN KONTRAINDIKASI
EFEK SAMPING DARI LATIHAN PADA USIA LANJUT
PEMBERIAN RESEP LATIHAN
TERHADAP USIA LANJUT
• Resep latihan harus didasarkan pada kapasitas fungsional
sebagaimana telah ditentukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat
medis, dan hasil tes olahraga
• Titik rendah dan tertinggi dari intensitas latihan dapat ditentukan
oleh denyut jantung sebesar 50% - 85% dari kapasitas fungsional
• Pengeluaran energi  intensitas latihan yang aman biasanya 4 - 7
METs
CONT....
• Selama latihan target denyut jantung  dihitung dengan
intensitas latihan
• Target denyut jantung selama sesi latihan sebagai indeks
intensitas latihan
• Pada latihan awal harus di bawah pengawasan
CONT....
• Sesi pelatihan dapat dilakukan 3x/minggu
• Setiap sesi 5 - 10 menit pemanasan dan peregangan, sekitar
30 menit latihan aerobik, dan 5-10 menit waktu pendinginan
• Gerakan/aktifitas yang menimbulkan penegangan dan
menahan nafas dapat meningkatkan tekanan darah secara
berlebihan dan meningkatkan resiko ablasi retina, perdarahan
vitreous, stroke, dan iskemia miokard
• Perlu perhatian penting terhadap gerakan pemanasan, pilihan
bentuk alat ortopedi yang cocok untuk latihan, dan pemakaian
alas kaki (sepatu)  meminimalkan resiko cedera.
CONT....
• Dengan mempertahankan kemampuan tingkat fleksibilitas,
perbaikan dan kontribusi terhadap kemampuan individu untuk
melakukan ADL dan berkurangnya potensi cedera (misalnya,
masalah Low Back Pain, trauma) dapat kita perhatikan selama
latihan
• Pemberian program fleksibilitas  memperbaiki keseimbangan
dan ketangkasan
• Latihan fleksibilitas dapat diberikan pada tiap bagian penting di
tubuh dan dilakukan minimal 2 – 3x/minggu
Fleg JL, Goldberg AP. Exercise In Older People: Cardiovascular and Metabolic Adaptations. In: Hazzard WR, Andres R, Bierman EL, Blass JP, editor. Principles of
Geriatric Medicine and Gerontology, 2nd edition. USA: McGraww-Hill; 1990.p.85-98
TETAP AKTIF
TETAP AKTIF
TETAP AKTIF
TERIMA KASIH

9. DR.LINDA QOL.pdf

  • 1.
    Quality of Lifein GeriatrY Dr. Linda Merpati Yanti, SpKFR
  • 2.
    FALSAFAH REHABILITASI MEDIK Latarbelakang pemikiran kita melakukan tindakan rehabilitasi medik karena setiap manusia yang mengalami cidera, sakit, atau proses penuaan akan mengalami impairment, disabilitas dan handicap.
  • 3.
    DEFINISI REHABILITASI MEDIK Prosesmembantu seseorang mencapai kemampuan penuh fisik, sosial, edukasional, vokasional, avokasional, sesuai dengan potensi kelainan fisiologis atau anatomi, limitasi lingkungan, harapan dan rencana dalam hidupnya.
  • 4.
    Outcome pasien akibatpelayanan rehabilitasi terintegrasi dan komprehensif sebaiknya mencakup: • Peningkatan kemandirian • Lama perawatan yang singkat • Penggunaan pelayanan kesehatan yang efisien • Meningkatkan kualitas hidup
  • 5.
    Geriatri  usiadi atas 60 tahun • Terjadi perubahan fisiologi tubuh  kekuatan otot, kepadatan tulang, menurunnya fungsi organ tubuh, mis. penglihatan, pendengaran, gigi, pencernaan, fisiologi jantung, paru, ginjal dan otak. • Timbul penyakit degeneratif dan penyakit kronik  OA, Osteoporosis, jantung, stroke,PPOK , katarak, dll
  • 6.
    GERIATRIC GIANT Masalah2 besaryg terjadi pada pasien geriatri 14i 1. Immobilization 2. Instability and fall 3. Incontinentia Urinary and Faecal 4. Intelectual Disorders 5. Infection 6. Impaired vision and hearing 7. Impaction (konstipasi) 8. Isolation (depresi) 9. Inanisi (malnutrisi) 10. Impecunity (kemiskinan) 11. Iatrogenesis (ec .multi drug) 12. Insomnia 13. Immune deficiency 14. Impotence
  • 7.
    Usia lanjut Kekuatan otot  Fungsi otot Latihan penguatan otot Kekuatan otot daya tahan otot,  tenaga fungsi otot Mandiri dalam Aktifitas kehidupan sehari-hari
  • 8.
    ANATOMI DAN FISIOLOGIOTOT PADA USIA LANJUT  massa otot , lemak  (sarkopenia)  sintesa protein  kualitas otot  aktifasi motor unit  laju depolarisasi  kekuatan otot Variable Penuaan Massa otot Menurun Serat otot Tipe I (%) Meningkat Serat otot Tipe II (%) Menurun Area serat otot Tipe I Tidak ada perubahan Area serat otot Tipe II Menurun Kapasitas oksidatif Menurun Kapasitas glikolitik Tidak ada perubahan Densitas kapilarisasi Menurun Lama kontraksi Meningkat Lama relaksasi Meningkat
  • 9.
  • 11.
    LATIHAN PADA USIALANJUT Olahraga teratur : • ↑ kualitas hidup • ↓ angka kematian 20-50% • ↑ harapan hidup rata-rata 2 tahun • Mempertahankan kekuatan otot • ↑ kapasitas aerobik • Memperlambat kehilangan kepadatan tulang • Dapat menurunkan berat badan (ketika dikombinasi dengan penurunan asupan) Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 12.
    MANFAAT TIDAK LANGSUNG •Interaksi sosial • Meningkatkan kebugaran • Meningkatkan kualitas tidur Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 13.
    Navazio FM, TestaM. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 14.
  • 15.
    Pemanasan (warm-up) danpendinginan (cool-down) • Perlu diperhatikan pemanasan (warm- up) untuk mempersiapkan tubuh termasuk peningkatan bertahap suhu tubuh dan sirkulasi. • Periode pendinginan (cool-down) ditujukan untuk penurunan bertahap aktivitas otot untuk menghindari post exercise syncope. Masing-masing dilakukan selama 10 sampai 15 menit.
  • 16.
    JENIS LATIHAN 1. LATIHANENDURANCE • Berjalan, bersepeda, menari, berenang, dan semua jenis aerobik berintensitas rendah  memberikan manfaat terbaik untuk kesehatan lansia. • Menurut statistik, berjalan rata-rata 3,2 km/hr (2 miles/hr) : - Menurunkan angka kematian sekitar 50% - Menurunkan risiko penyakit jantung - Mencegah kejadian jatuh • Jogging tidak dianjurkan untuk lansia kecuali mereka sudah terbiasa dengan jenis latihan ini. Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 17.
    • Denyut jantungmaksimum yang akan dicapai selama periode latihan, disebut “denyut jantung target”  dinilai dengan memeriksa denyut nadi atau dengan menggunakan monitor • Untuk latihan dengan intensitas sedang  target yang harus dicapai 60% -80% dari denyut jantung maksimum, yaitu 220 denyut/menit – umur (tahun). Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 18.
    Namun, rumus tersebutterkadang kurang cocok untuk lansia, sebuah cara sederhana adalah dengan mengandalkan pada “persepsi tenaga” yang sesungguhnya. Jika seseorang dapat berbicara tanpa kehilangan rasa nyaman sambil terus latihan, maka dapat diasumsikan orang tersebut tidak melakukan pengerahan tenaga berlebihan (overexerting). Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 19.
    • Seseorang dengan“rekondisi”, yang telah terputus program latihan dengan periode tidak aktif (inactivity), terutama bed rest, harus memulai lagi latihan dengan intensitas setengah dari intensitas yang biasa mereka lakukan sebelumnya.
  • 20.
    2. LATIHAN RESISTENSI •Hasil konsensus saat ini  lansia dapat dan harus melakukan latihan resistensi setidaknya 2x seminggu, seperti mengangkat beban setara dengan 60%-70% dari kapasitas maksimal individu, dan kemudian melakukan 2 set dari 10 repetisi. • Jika dilakukan rutin, dalam 1 tahun, perolehan kekuatan dapat mencapai 100% atau lebih dan akan tampak hipertrofi otot. Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 21.
    • Program sepertiini sangat dianjurkan untuk individu dengan sarkopenia. Bahkan program dengan intensitas sedang menggunakan senam dan tubing elastik dapat meningkatkan kekuatan 10%-20%. • Setelah latihan awal tanpa beban, latihan ini dapat dilakukan di rumah setelah periode pemanasan. Beban dapat ditingkatkan bertahap seiring meningkatnya kekuatan. • Memulai dengan beban yang terlalu berat atau menggunakannya tanpa bimbingan profesional dapat menyebabkan cedera dan manfaat yang ingin dicapai menjadi hilang.
  • 22.
    3.LATIHAN KESEIMBANGAN Tai chi(urutan gerakan awalnya digunakan dalam seni bela diri) adalah contoh dari latihan keseimbangan yang sangat efektif dalam pelatihan keseimbangan, misalnya berjalan dengan tangan terentang, menyilangkan lengan di dada, menyilangkan tangan memegang beban Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 23.
    4.LATIHAN FLEKSIBILITAS • Latihanperegangan, dianjurkan untuk semua umur, sangat penting bagi lansia yang belum mengikuti program kebugaran rutin • Banyak lansia melaporkan bahwa peregangan saja membuat mereka merasa lebih baik. Latihan-latihan ini sebagian berdiri dan sebagian berbaring di matras dianjurkan untuk mendahului dan mengikuti latihan endurance dan resistensi • Setiap peregangan berlangsung selama 10 sampai 30 detik dan diulang 3-5 kali per sesi. Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 24.
    REKOMENDASI UNTUK LATIHANYANG AMAN DAN SEHAT INTENSITAS • Latihan tidak terlalu kuat dan kontiniu • Akumulasi harian 30 menit latihan sudah akan memberikan manfaat yang pasti • Berjalan masih menjadi cara yang paling baik untuk lansia, namun jika tersedia, aquatic exercise dan/atau latihan sepeda statis dapat sangat menguntungkan bagi lansia yang menurun kemampuan terhadap aktivitas weight-bearing. • Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 25.
    DURASI • Durasi latihantidak perlu lama untuk menghasilkan manfaat • Jika mengalami kesulitan untuk mempertahankan latihan selama 30 menit dapat dianjurkan 10 menit pada waktu yang berbeda sepanjang hari untuk menghindari cedera potensial dan menjamin keamanan • Lansia pada mulanya harus meningkatkan durasi daripada intensitas latihan Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 26.
    FREKUENSI • Latihan denganintensitas ringan harus dilakukan hampir setiap hari dalam seminggu • Jika latihan dilakukan pada level substansial sedang /kuat (vigorous), maka harus dilakukan setidaknya 3x seminggu bergantian, tidak latihan setiap hari. • Navazio FM, Testa M. Benefits of Physical Exercise. In: Timiras PS, editor. Phisiological Basis of Aging and Geriatrics, 4th ed. USA: Informa Healthcare; 2007.p.381-391
  • 27.
  • 28.
    EFEK SAMPING DARILATIHAN PADA USIA LANJUT
  • 29.
    PEMBERIAN RESEP LATIHAN TERHADAPUSIA LANJUT • Resep latihan harus didasarkan pada kapasitas fungsional sebagaimana telah ditentukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan hasil tes olahraga • Titik rendah dan tertinggi dari intensitas latihan dapat ditentukan oleh denyut jantung sebesar 50% - 85% dari kapasitas fungsional • Pengeluaran energi  intensitas latihan yang aman biasanya 4 - 7 METs
  • 30.
    CONT.... • Selama latihantarget denyut jantung  dihitung dengan intensitas latihan • Target denyut jantung selama sesi latihan sebagai indeks intensitas latihan • Pada latihan awal harus di bawah pengawasan
  • 31.
    CONT.... • Sesi pelatihandapat dilakukan 3x/minggu • Setiap sesi 5 - 10 menit pemanasan dan peregangan, sekitar 30 menit latihan aerobik, dan 5-10 menit waktu pendinginan • Gerakan/aktifitas yang menimbulkan penegangan dan menahan nafas dapat meningkatkan tekanan darah secara berlebihan dan meningkatkan resiko ablasi retina, perdarahan vitreous, stroke, dan iskemia miokard • Perlu perhatian penting terhadap gerakan pemanasan, pilihan bentuk alat ortopedi yang cocok untuk latihan, dan pemakaian alas kaki (sepatu)  meminimalkan resiko cedera.
  • 32.
    CONT.... • Dengan mempertahankankemampuan tingkat fleksibilitas, perbaikan dan kontribusi terhadap kemampuan individu untuk melakukan ADL dan berkurangnya potensi cedera (misalnya, masalah Low Back Pain, trauma) dapat kita perhatikan selama latihan • Pemberian program fleksibilitas  memperbaiki keseimbangan dan ketangkasan • Latihan fleksibilitas dapat diberikan pada tiap bagian penting di tubuh dan dilakukan minimal 2 – 3x/minggu Fleg JL, Goldberg AP. Exercise In Older People: Cardiovascular and Metabolic Adaptations. In: Hazzard WR, Andres R, Bierman EL, Blass JP, editor. Principles of Geriatric Medicine and Gerontology, 2nd edition. USA: McGraww-Hill; 1990.p.85-98
  • 33.
  • 34.
  • 35.
  • 36.