Batubara terbentuk melalui proses perubahan fisika dan kimia dari sisa-sisa tumbuhan yang terkubur di bawah tekanan dan suhu tinggi, dimulai sejak era karbon antara 360 hingga 290 juta tahun yang lalu. Kualitas batubara ditentukan oleh maturitas organiknya, dengan antrasit sebagai jenis yang paling baik karena kandungan karbon dan energinya yang tinggi, sementara jenis yang lebih rendah seperti gambut memiliki kadar energi yang rendah. Di Indonesia, endapan batubara berumur Eosen dan Miosen tersebar di Sumatera dan Kalimantan, dengan kualitas yang bervariasi tergantung pada kondisi pembentukannya.