Neraca  (  Balance of Payment  ) Pembayaran
MENGIDENTIFIKASI NERACA PEMBAYARAN
PENGERTIAN Neraca Pembayaran  Daftar yang berisi keseluruhan pembayaran oleh suatu negara dengan negara lain karena adanya pembelian barang atau jasa dan keseluruhan pembayaran dari luar negeri karena adanya penjualan barang atau jasa dalam waktu tertentu ( biasanya 1 tahun ). Bukan menunjukkan modal atau kekayaan tetapi menunjukkan suatu perubahan posisi keuangan internasional suatu negara terhadap negara lain.
Lanjutan 1 … Neraca Pembayaran  Posisi keuangan tsb bukan ditunjukkan oleh saldonya tetapi terutama tingkat likuiditas dan solvabilitasnya, yaitu “Apakah posisinya defisit atau surplus”. Jadi konsep itu  menjadi sangat penting peranannya. Selalu menunjukkan saldo nol dan selalu seimbang sbg konskuensi adanya pembukuan transaksi luar negeri bahwa arus uang & brg yang masuk diimbangi oleh arus uang & barang yg keluar
Lanjutan 2 … Neraca Pembayaran  Saldo nol dipandang dari segi analisa ekonomi tidak memiliki arti penting apa-apa karena tidak bisa menunjukkan posisi keuangan internasional suatu negara. Transaksi pembelian dan penjualan menimbulkan pembayaran dan penerimaan. Segala transaksi yg menimbulkan pembayaran atau hutang kpd pihak luar negeri dicatat dlm transaksi debet sedangkan yg menimbulkan penerimaan atau tagihan kpd luar negeri dicatat dlm transaksi kredit.
Kegunaan BOP Untuk membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yg terjadi antara penduduk DN dgn penduduk LN Untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalam hubungan ekonomi internasional Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh IMF atau negara donor untuk memberikan bantuan keuangan Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain inflasi, GDP, dsb.
Ciri-ciri transaksi debet Diberi tanda minus (-), ini menunjukkan bahwa negara yang mempunyai neraca pembayaran telah”menerima sesuatu” dari luar negeri Adanya pengurangan devisa karena pembayaran ke luar negeri Adanya tagihan-tagihan tunai yang harus dibayar  kepada luar negeri Bertambahnya kewajiban-kewajiban untukmelakukan pembayaran kepada luar negeri
Ciri-ciri transaksi kredit Diberi tanda plus (+), ini menunjukkan bahwa negara yang mempunyai neraca pembayaran telah”mengirimkan sesuatu” ke luar negeri Adanya penambahan devisa karena menerima tagihan dari luar negeri Adanya tagihan-tagihan tunai yang harus dibayar  oleh luar negeri Bertambahnya hak untuk menerima pembayaran dari luar negeri
Pos-pos neraca pembayaran Menurut para ahli ekonomi komponen neraca pembayaran dikelompokkan menjadi 5 bagian yaitu : Neraca   barang Neraca   jasa Neraca pendapatan modal Neraca modal  Neraca Moneter
Mencatat transaksi dagang berupa barang ( visible trade ), ini meliputi kegiatan ekspor dan impor barang (komoditi).  Pada sisi debet dicatat impor barang   sedangkan pada sisi kredit ekspor barang Neraca Barang
Mencatat transaksi dagang berupa jasa ( invisible trade ), ini meliputi segala jasa yang diselenggarakan untuk luar negeri maupun oleh luar negeri  Pada sisi debet mencatat segala jasa yang diterima dari luar negeri atau jasa yang diselenggarakan / diberikan oleh luar negeri Sedangkan pada sisi kredit mencatat segala jasa yang diberikan kepada luar negeri atau jasa yang diselenggarakan untuk luar negeri  Neraca Jasa
Neraca pendapatan modal atau hasil-hasil modal terdiri atas bunga, dividen, upah tenaga kerja asing, bantuan / hadiah ( grants ) Neraca Pendapatan Modal
Neraca Pendapatan Modal Lanjutan 1 Hal-hal yang dicatat pada sisi debet yaitu : Bunga yang dibayarkan ke luar negeri atas penanaman modal asing (dalam  bentuk obligasi ) yang telah diterima Deviden yang dibayarkan ke luar negeri atas penanaman modal asing (dalam bentuk saham) yang telah diterima Bantuan/hadiah (grants) yang diberikan , upah tenaga asing yang dibayarkan
Neraca Pendapatan Modal Lanjutan 2 Sedangkan pada sisi kredit dicatat tentang penerimaan bunga, deviden dan keuntungan atas penanaman modal di luar negeri , termasuk juga penerimaan upah tenaga kerja kita dari luar negeri, hadiah/bantuan (grants )
Neraca modal yang terdiri atas pinjaman/kredit, pembelian /penjualan effect.  Neraca Modal
Pada sisi debet dicatat tentang : Pinjaman atau kredit yang diberikan kepada luar negeri dan ditulis tanda minus ( - ) sebab negara yang bersangkutan ( yang membuat neraca pembayaran ) “menerima surat hutang” dari luar negeri , yang berarti bahwa pihak luar negeri menyatakan kesanggupan akan mengembalikan pinjamannya pada suatu tanggal jatuh tempo tertentu  Pembelian surat-surat berharga ( effect ) seperti saham dan obligasi dari luar negeri Neraca Modal Lanjutan 1
Sedangkan pada sisi kredit dicatat tentang : Pinjaman atau kredit yang diterima dari luar negeri dan ditulis tanda plus ( + ) sebab negara yang bersangkutan ( yang membuat neraca pembayaran ) sebenarnya “mengirim surat hutang” ke luar negeri , yang berarti bahwa pihak negara yang bersangkutan (yang membuat neraca pembayaran ) menyatakan kesanggupannya akan mengembalikan pinjamannya   pada suatu tanggal jatuh tempo tertentu. Penjualan surat-surat berharga ( effect ) ke luar negeri Neraca Modal Lanjutan 2
Pada neraca ini mencakup tentang perubahan-perubahan cadangan devisa baik yang berupa stock emas maupun berupa mata uang keras ( devisa ) serta posisinya terhadap IMF. Pada neraca ini dicatat transaksi-transaksi yang merupakan “ Neraca Pamungkas/ penyelesaian “ dari transaksi yang terdapat neraca barang, neraca jasa, neraca pendapatan modal dan neraca modal.  Neraca Moneter
Neraca Moneter Lanjutan 1 Neraca moneter atau lalu lintas moneter sebenarnya merupakan neraca saldo oleh sebab itu tanda minus (-) berarti pertambahan cadangan devisa, seperti stock emas, mata uang keras termasuk SDR. Sedangkan tanda plus (+) merupakan pengurangan cadangan devisa
Pertambahan cadangan devisa dengan tanda minus dan pengurangan cadangan devisa dengan tanda plus, ini adalah khusus berlaku untuk neraca moneter saja sedangkan pada neraca yang lain berlaku seperti ciri-ciri pada transaksi debet dan kredit yang sedah disebutkan diatas. Neraca Moneter Lanjutan 2
ILUSTRASI SOAL
Agar dapat mempunyai gambaran yang lebih jelas maka perhatikan contoh yang sangat sederhana di bawah ini : Diketahui data neraca pembayaran sebagai berikut ( dalam milyar rupiah )  Impor  5.400 Bunga dan deviden yang dibayar   550 Ekspor  6.800 Bunga dan deviden yang diterima  500 Jasa-jasa yang diterima    1.350 Pinjaman yang diterima  5.300 Jasa-jasa yang diberikan    500  Pinjaman yang diberikan    5.500
Ditanyakan : Susunlah data di atas ke dalam tabel bersaldo neraca pembayaran ! Berapakah saldo rekening berjalan ? Berapakah saldo rekening total Bagaimana posisi neraca pembayaran tersebut ? Berapakah pertambahan/pengurangan cadangan devisa ?
Neraca  Pembayaran Surplus Debet (-)  Kredit (+)  Saldo Pengeluaran/Hutang  Penerimaan/Piutang  ( + / - ) Impor Barang  -  5.400  1. Ekspopr Barang  +  6.800  + 1.400 Penerimaan Jasa  -  1.350  2. Pemberian Jasa  +  500  -  850 Bunga & Dev yg dibayar  -  550  3. Bunga & Dev yg diterima  +  500  -  50 REKENING BERJALAN  -  7.300  REKENING BERJALAN  +  7.800  +  500 ( CURRENT ACCOUNT )  ( CURRENT ACCOUNT )  4. Pinjaman yg diberikan  -  5.500  4. Pinjaman yg diterima  +  5.300  -  200 REKENING TOTAL  - 12. 8 00  REKENING TOTAL  +  13.100  +  300 5. Pertambahan Cad Devisa  -  500  5. Pengurangan Cad Devisa  +  200  -  300 JUMLAH  - 13.300  JUMLAH  + 13.300  0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB SURPLUS SEBESAR 300 MILYAR RUPIAH
Neraca  Pembayaran Defisit Debet (-)  Kredit (+)  Saldo Pengeluaran/Hutang  Penerimaan/Piutang  ( + / - ) Impor Barang  - 15.400  1. Ekspor Barang  +  6.800  - 8.600 Penerimaan Jasa  -  1.350  2. Pemberian Jasa  +  500  -  850 Bunga & Dev yg dibayar  -  550  3. Bunga & Dev yg diterima  +  500  -  50 REKENING BERJALAN  - 17.300  REKENING BERJALAN  +  7.800  -  9.500 ( CURRENT ACCOUNT )  ( CURRENT ACCOUNT )  4. Pinjaman yg diberikan  -  5.300  4. Pinjaman yg diterima  +  13.300  +  8.000 REKENING TOTAL  - 22.600  REKENING TOTAL  +  21.100  -  1.500 5. Pertambahan Cad Devisa  -  8.000  5. Pengurangan Cad Devisa  +  9.500  + 1.500 JUMLAH  -  30 . 6 00  JUMLAH  +  30 . 6 00  0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB DEFISIT SEBESAR 1.500 MILYAR RUPIAH
Neraca pembayaran negara A tahun 1996, sebagai berikut Ekspor     +7000 Impor   - 9000 Neraca pembayaran    -2000 Pinjaman otonomi (yg diterima)  +200 Pinjaman akomodatif   +550 Stok nasional   +1250 Saldo   0 Berdasarkan data tersebut, bagaimana posisi neraca pembayarannya  ? Neraca Pembayaran Negara A DEFISIT 1800( 200 tdk ada hub dg kelbh impor ) DEFISIT ATAU SURPLUS
Debet (-)  Kredit (+)  Saldo Pengeluaran/Hutang  Penerimaan/Piutang  ( + / - ) Impor Barang  -  9.000  1. Ekspor Barang  +  7.000  - 2.000 REKENING BERJALAN  -  9.000  REKENING BERJALAN  +  7.000  -  2.000 ( CURRENT ACCOUNT )  ( CURRENT ACCOUNT )  2. Pinjaman akomodatif  -  550  2. Pinjaman yg diterima  +  200  -  350  (yang dibayarkan)  REKENING TOTAL  -  9.550  REKENING TOTAL  +  7.200  -  2.350 3. Pengurangan Cad Devisa  +  2.000  -  350  4. Pengurangan cad devisa  +  350  +  350 JUMLAH  -  9.550  JUMLAH  +  9.550  0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB DEFISIT SEBESAR 2.350 MILYAR RUPIAH
Neraca pembayaran negara B tahun 1996, sebagai berikut Ekspor     - 7000  Impor     +  9000 Neraca pembayaran    + 2000 Pinjaman otonomi yg dib  -250 Pinjaman akomodatif  -500 Stok nasional   -1250 Saldo   0 Berdasarkan data tersebut, bagaimana posisi neraca pembayarannya  ? Neraca Pembayaran Negara A Surplus 1750(250 tdk ada hub dg kelbh impor) DEFISIT ATAU SURPLUS
CONTOH NERACA PEMBAYARAN
INDONESIA'S BALANCE OF PAYMENTS (millions of USD) May  2006 I T E M S 2006**   Q.1     I. Current Account 3,424   A. Goods, net (Trade Balance) 8,994     1. Exports, fob 1) 23,181   2. Import, fob  2) -14,187   B. Services, net -3,159   C. Income, net -2,688   D. Current Transfers, net 276     II. Capital & Financial Account 756   A. Capital Account 100   B. Financial Account 656   1. Direct Investment, net 283   a. Abroad, net -654   b. In Indonesia (FDI), net 937   2. Portfolio Investment, net 3,666   a. Assets, net -406   b. Liabilities, net 4,071   3. Other Investment -3,292   a. Assets, net -1,563   b. Liabilities, net  3) -1,729   III. Errors & Omissions 1,430   IV. Reserve and related items  4) -5,610         Note: 1) Since May 2004 part of the reporting method of non oil & gas export han been changed into on-line-system 2) Since April 2004 part of the reporting method of non oil & gas import han been changed into on-line-system 3) Excluding the use of Fund credit and loans  4) Negative represents surplus and positive represents deficit. Since the first quarter of 2004, changes in reserve assets only cover data on changes due to transaction.
Terima Kasih

7 neraca pembayaran

  • 1.
    Neraca ( Balance of Payment ) Pembayaran
  • 2.
  • 3.
    PENGERTIAN Neraca Pembayaran Daftar yang berisi keseluruhan pembayaran oleh suatu negara dengan negara lain karena adanya pembelian barang atau jasa dan keseluruhan pembayaran dari luar negeri karena adanya penjualan barang atau jasa dalam waktu tertentu ( biasanya 1 tahun ). Bukan menunjukkan modal atau kekayaan tetapi menunjukkan suatu perubahan posisi keuangan internasional suatu negara terhadap negara lain.
  • 4.
    Lanjutan 1 …Neraca Pembayaran Posisi keuangan tsb bukan ditunjukkan oleh saldonya tetapi terutama tingkat likuiditas dan solvabilitasnya, yaitu “Apakah posisinya defisit atau surplus”. Jadi konsep itu menjadi sangat penting peranannya. Selalu menunjukkan saldo nol dan selalu seimbang sbg konskuensi adanya pembukuan transaksi luar negeri bahwa arus uang & brg yang masuk diimbangi oleh arus uang & barang yg keluar
  • 5.
    Lanjutan 2 …Neraca Pembayaran Saldo nol dipandang dari segi analisa ekonomi tidak memiliki arti penting apa-apa karena tidak bisa menunjukkan posisi keuangan internasional suatu negara. Transaksi pembelian dan penjualan menimbulkan pembayaran dan penerimaan. Segala transaksi yg menimbulkan pembayaran atau hutang kpd pihak luar negeri dicatat dlm transaksi debet sedangkan yg menimbulkan penerimaan atau tagihan kpd luar negeri dicatat dlm transaksi kredit.
  • 6.
    Kegunaan BOP Untukmembukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yg terjadi antara penduduk DN dgn penduduk LN Untuk mengetahui struktur dan komposisi transaksi ekonomi internasional suatu negara Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalam hubungan ekonomi internasional Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh IMF atau negara donor untuk memberikan bantuan keuangan Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain inflasi, GDP, dsb.
  • 7.
    Ciri-ciri transaksi debetDiberi tanda minus (-), ini menunjukkan bahwa negara yang mempunyai neraca pembayaran telah”menerima sesuatu” dari luar negeri Adanya pengurangan devisa karena pembayaran ke luar negeri Adanya tagihan-tagihan tunai yang harus dibayar kepada luar negeri Bertambahnya kewajiban-kewajiban untukmelakukan pembayaran kepada luar negeri
  • 8.
    Ciri-ciri transaksi kreditDiberi tanda plus (+), ini menunjukkan bahwa negara yang mempunyai neraca pembayaran telah”mengirimkan sesuatu” ke luar negeri Adanya penambahan devisa karena menerima tagihan dari luar negeri Adanya tagihan-tagihan tunai yang harus dibayar oleh luar negeri Bertambahnya hak untuk menerima pembayaran dari luar negeri
  • 9.
    Pos-pos neraca pembayaranMenurut para ahli ekonomi komponen neraca pembayaran dikelompokkan menjadi 5 bagian yaitu : Neraca barang Neraca jasa Neraca pendapatan modal Neraca modal Neraca Moneter
  • 10.
    Mencatat transaksi dagangberupa barang ( visible trade ), ini meliputi kegiatan ekspor dan impor barang (komoditi). Pada sisi debet dicatat impor barang sedangkan pada sisi kredit ekspor barang Neraca Barang
  • 11.
    Mencatat transaksi dagangberupa jasa ( invisible trade ), ini meliputi segala jasa yang diselenggarakan untuk luar negeri maupun oleh luar negeri Pada sisi debet mencatat segala jasa yang diterima dari luar negeri atau jasa yang diselenggarakan / diberikan oleh luar negeri Sedangkan pada sisi kredit mencatat segala jasa yang diberikan kepada luar negeri atau jasa yang diselenggarakan untuk luar negeri Neraca Jasa
  • 12.
    Neraca pendapatan modalatau hasil-hasil modal terdiri atas bunga, dividen, upah tenaga kerja asing, bantuan / hadiah ( grants ) Neraca Pendapatan Modal
  • 13.
    Neraca Pendapatan ModalLanjutan 1 Hal-hal yang dicatat pada sisi debet yaitu : Bunga yang dibayarkan ke luar negeri atas penanaman modal asing (dalam bentuk obligasi ) yang telah diterima Deviden yang dibayarkan ke luar negeri atas penanaman modal asing (dalam bentuk saham) yang telah diterima Bantuan/hadiah (grants) yang diberikan , upah tenaga asing yang dibayarkan
  • 14.
    Neraca Pendapatan ModalLanjutan 2 Sedangkan pada sisi kredit dicatat tentang penerimaan bunga, deviden dan keuntungan atas penanaman modal di luar negeri , termasuk juga penerimaan upah tenaga kerja kita dari luar negeri, hadiah/bantuan (grants )
  • 15.
    Neraca modal yangterdiri atas pinjaman/kredit, pembelian /penjualan effect. Neraca Modal
  • 16.
    Pada sisi debetdicatat tentang : Pinjaman atau kredit yang diberikan kepada luar negeri dan ditulis tanda minus ( - ) sebab negara yang bersangkutan ( yang membuat neraca pembayaran ) “menerima surat hutang” dari luar negeri , yang berarti bahwa pihak luar negeri menyatakan kesanggupan akan mengembalikan pinjamannya pada suatu tanggal jatuh tempo tertentu Pembelian surat-surat berharga ( effect ) seperti saham dan obligasi dari luar negeri Neraca Modal Lanjutan 1
  • 17.
    Sedangkan pada sisikredit dicatat tentang : Pinjaman atau kredit yang diterima dari luar negeri dan ditulis tanda plus ( + ) sebab negara yang bersangkutan ( yang membuat neraca pembayaran ) sebenarnya “mengirim surat hutang” ke luar negeri , yang berarti bahwa pihak negara yang bersangkutan (yang membuat neraca pembayaran ) menyatakan kesanggupannya akan mengembalikan pinjamannya pada suatu tanggal jatuh tempo tertentu. Penjualan surat-surat berharga ( effect ) ke luar negeri Neraca Modal Lanjutan 2
  • 18.
    Pada neraca inimencakup tentang perubahan-perubahan cadangan devisa baik yang berupa stock emas maupun berupa mata uang keras ( devisa ) serta posisinya terhadap IMF. Pada neraca ini dicatat transaksi-transaksi yang merupakan “ Neraca Pamungkas/ penyelesaian “ dari transaksi yang terdapat neraca barang, neraca jasa, neraca pendapatan modal dan neraca modal. Neraca Moneter
  • 19.
    Neraca Moneter Lanjutan1 Neraca moneter atau lalu lintas moneter sebenarnya merupakan neraca saldo oleh sebab itu tanda minus (-) berarti pertambahan cadangan devisa, seperti stock emas, mata uang keras termasuk SDR. Sedangkan tanda plus (+) merupakan pengurangan cadangan devisa
  • 20.
    Pertambahan cadangan devisadengan tanda minus dan pengurangan cadangan devisa dengan tanda plus, ini adalah khusus berlaku untuk neraca moneter saja sedangkan pada neraca yang lain berlaku seperti ciri-ciri pada transaksi debet dan kredit yang sedah disebutkan diatas. Neraca Moneter Lanjutan 2
  • 21.
  • 22.
    Agar dapat mempunyaigambaran yang lebih jelas maka perhatikan contoh yang sangat sederhana di bawah ini : Diketahui data neraca pembayaran sebagai berikut ( dalam milyar rupiah ) Impor 5.400 Bunga dan deviden yang dibayar 550 Ekspor 6.800 Bunga dan deviden yang diterima 500 Jasa-jasa yang diterima 1.350 Pinjaman yang diterima 5.300 Jasa-jasa yang diberikan 500 Pinjaman yang diberikan 5.500
  • 23.
    Ditanyakan : Susunlahdata di atas ke dalam tabel bersaldo neraca pembayaran ! Berapakah saldo rekening berjalan ? Berapakah saldo rekening total Bagaimana posisi neraca pembayaran tersebut ? Berapakah pertambahan/pengurangan cadangan devisa ?
  • 24.
    Neraca PembayaranSurplus Debet (-) Kredit (+) Saldo Pengeluaran/Hutang Penerimaan/Piutang ( + / - ) Impor Barang - 5.400 1. Ekspopr Barang + 6.800 + 1.400 Penerimaan Jasa - 1.350 2. Pemberian Jasa + 500 - 850 Bunga & Dev yg dibayar - 550 3. Bunga & Dev yg diterima + 500 - 50 REKENING BERJALAN - 7.300 REKENING BERJALAN + 7.800 + 500 ( CURRENT ACCOUNT ) ( CURRENT ACCOUNT ) 4. Pinjaman yg diberikan - 5.500 4. Pinjaman yg diterima + 5.300 - 200 REKENING TOTAL - 12. 8 00 REKENING TOTAL + 13.100 + 300 5. Pertambahan Cad Devisa - 500 5. Pengurangan Cad Devisa + 200 - 300 JUMLAH - 13.300 JUMLAH + 13.300 0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB SURPLUS SEBESAR 300 MILYAR RUPIAH
  • 25.
    Neraca PembayaranDefisit Debet (-) Kredit (+) Saldo Pengeluaran/Hutang Penerimaan/Piutang ( + / - ) Impor Barang - 15.400 1. Ekspor Barang + 6.800 - 8.600 Penerimaan Jasa - 1.350 2. Pemberian Jasa + 500 - 850 Bunga & Dev yg dibayar - 550 3. Bunga & Dev yg diterima + 500 - 50 REKENING BERJALAN - 17.300 REKENING BERJALAN + 7.800 - 9.500 ( CURRENT ACCOUNT ) ( CURRENT ACCOUNT ) 4. Pinjaman yg diberikan - 5.300 4. Pinjaman yg diterima + 13.300 + 8.000 REKENING TOTAL - 22.600 REKENING TOTAL + 21.100 - 1.500 5. Pertambahan Cad Devisa - 8.000 5. Pengurangan Cad Devisa + 9.500 + 1.500 JUMLAH - 30 . 6 00 JUMLAH + 30 . 6 00 0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB DEFISIT SEBESAR 1.500 MILYAR RUPIAH
  • 26.
    Neraca pembayaran negaraA tahun 1996, sebagai berikut Ekspor +7000 Impor - 9000 Neraca pembayaran -2000 Pinjaman otonomi (yg diterima) +200 Pinjaman akomodatif +550 Stok nasional +1250 Saldo 0 Berdasarkan data tersebut, bagaimana posisi neraca pembayarannya ? Neraca Pembayaran Negara A DEFISIT 1800( 200 tdk ada hub dg kelbh impor ) DEFISIT ATAU SURPLUS
  • 27.
    Debet (-) Kredit (+) Saldo Pengeluaran/Hutang Penerimaan/Piutang ( + / - ) Impor Barang - 9.000 1. Ekspor Barang + 7.000 - 2.000 REKENING BERJALAN - 9.000 REKENING BERJALAN + 7.000 - 2.000 ( CURRENT ACCOUNT ) ( CURRENT ACCOUNT ) 2. Pinjaman akomodatif - 550 2. Pinjaman yg diterima + 200 - 350 (yang dibayarkan) REKENING TOTAL - 9.550 REKENING TOTAL + 7.200 - 2.350 3. Pengurangan Cad Devisa + 2.000 - 350 4. Pengurangan cad devisa + 350 + 350 JUMLAH - 9.550 JUMLAH + 9.550 0 POSISI NERACA PEMBAYARAN NEG TSB DEFISIT SEBESAR 2.350 MILYAR RUPIAH
  • 28.
    Neraca pembayaran negaraB tahun 1996, sebagai berikut Ekspor - 7000 Impor + 9000 Neraca pembayaran + 2000 Pinjaman otonomi yg dib -250 Pinjaman akomodatif -500 Stok nasional -1250 Saldo 0 Berdasarkan data tersebut, bagaimana posisi neraca pembayarannya ? Neraca Pembayaran Negara A Surplus 1750(250 tdk ada hub dg kelbh impor) DEFISIT ATAU SURPLUS
  • 29.
  • 30.
    INDONESIA'S BALANCE OFPAYMENTS (millions of USD) May 2006 I T E M S 2006** Q.1 I. Current Account 3,424 A. Goods, net (Trade Balance) 8,994 1. Exports, fob 1) 23,181 2. Import, fob 2) -14,187 B. Services, net -3,159 C. Income, net -2,688 D. Current Transfers, net 276 II. Capital & Financial Account 756 A. Capital Account 100 B. Financial Account 656 1. Direct Investment, net 283 a. Abroad, net -654 b. In Indonesia (FDI), net 937 2. Portfolio Investment, net 3,666 a. Assets, net -406 b. Liabilities, net 4,071 3. Other Investment -3,292 a. Assets, net -1,563 b. Liabilities, net 3) -1,729 III. Errors & Omissions 1,430 IV. Reserve and related items 4) -5,610 Note: 1) Since May 2004 part of the reporting method of non oil & gas export han been changed into on-line-system 2) Since April 2004 part of the reporting method of non oil & gas import han been changed into on-line-system 3) Excluding the use of Fund credit and loans 4) Negative represents surplus and positive represents deficit. Since the first quarter of 2004, changes in reserve assets only cover data on changes due to transaction.
  • 31.