Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara usia ibu dan kejadian stunting pada anak usia 7-24 bulan, dengan p-value 0,003. Stunting terjadi lebih banyak pada anak dari ibu yang hamil di usia remaja (<20 tahun), sementara faktor seperti tinggi badan, pendidikan, dan pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Prevalensi stunting di Kabupaten Tolikara mencapai 41% pada tahun 2017, menjadikannya sebagai masalah gizi utama.