Solver merupakan suatu program tambahan (add-in) dalam Microsoft Excel yang digunakan untuk membantu dalam 
ANALISIS BAGAIMANA-JIKA (what-if analysis). Solver digunakan untuk menemukan NILAI OPTIMAL (maksimum atau 
minimum) dari suatu nilai FUNGSI TUJUAN (objective function) yang terikat pada suatu BATASAN (constraint) yang 
dirumuskan dalam suatu lembar kerja (worksheet). 
Program ini secara default tidak tersedia sehingga harus ditambahkan terlebih dahulu. Untuk menambahkannya 
dengan melakukan hal-hal berikut (menggunakan Microsoft Excel 2010): 
1. Klik FILE lalu OPTIONS. 
2. Akan muncul jendela baru Excel Options yang kemudian klik pada ADD-INS. 
3. Pada pilihan ADD-INS tersebut kemudian perhatikan tulisan MANAGE. Pilih EXCEL ADD-IN kemudian GO. 
4. Pada jendela Add-Ins akan ada banyak pilihan analisis, beri centang pada SOLVER ADD-IN kemudian OK. 
5. Pilihan Solver akan ada pada tab DATA disebelah kiri. 
Ketika menggunakan solver untuk menyelesaikan permasalahan linier program misalnya, akan tersedia pilihan laporan 
ANSWER, SENSITIVITY dan LIMITS. Tulisan ini akan coba mengupas tentang laporan SENSITIVITY. 
Untuk mempermudah pembahasan maka akan diberikan contoh kasus maksimal dalam tabel berikut sebagai berikut : 
OKTOBER 2014 
IBNU KHAYATH FARISANU 
~ 1 ~ 
STIE WIDYA PRAJA TANA PASER 
PABRIK DAMIT TEDUH 
Emping Manis Keripik Singkong 
Maksimum 
Ketersediaan 
Bahan Baku A 2 3 ≤ 60 kg 
Bahan Baku B - 2 ≤ 30 kg 
Tenaga Kerja 2 1 ≤ 40 jam 
Laba Rp 40,- Rp 30,- 
Hasil dari penyelesaian menggunakan solver dilaporkan Sensitivity Report sebagai berikut 
Dalam Sensitivity Report secara 
umum dapat diketahui batas lebih 
atau kurang atas kondisi dari 
komponen solusi tidak dapat 
diubah. Kemudian, diketahui juga 
perubahan yang bisa dilakukan 
yang dapat berdampak pada nilai 
optimal. 
Untuk lebih memahami maksud 
dari sensitivity report tersebut, 
pemaparan akan dilakukan dalam 
bentuk grafik. 
Microsoft Excel 14.0 Sensitivity Report 
Worksheet: [1410 ‐ Report Solver.xlsx]Sheet1 
Report Created: 10/7/2014 5:57:43 AM 
Variable Cells 
Final Reduced Objective Allowable Allowable 
Cell Name Value Cost Coefficient Increase Decrease 
$B$2 EMPING MANIS 15 0 40 20 20 
$B$3 KERIPIK SINGKONG 10 0 30 30 10 
Constraints 
Final Shadow Constraint Allowable Allowable 
Cell Name Value Price R.H. Side Increase Decrease 
$B$10 BAHAN BAKU A 60 5 60 10 20 
$C$10 BAHAN BAKU B 20 0 30 1E+30 10 
$D$10 TENAGA KERJA 40 15 40 20 10
OKTOBER 2014 
IBNU KHAYATH FARISANU 
Dari grafik disamping, diketahui bahwa titik optimal terjadi pada TITIK 
C, perpotongan antara (I) dan (III) 
2X1+3X2=60 
2X1+X2=40 
------------- - 
2X2=20 , X2=10 
~ 2 ~ 
2X1+3X2=60 
2X1+3(10)=60 
2X1=30 , X1=15 
STIE WIDYA PRAJA TANA PASER 
sehingga keuntungan optimalnya 
Z = 40 (15) . 30 (10) = 900 
Dari sini akhirnya diketahui sumber daya yang habis terpakai dari 
maksimum ketersediaan, dimana: 
BAHAN BAKU A 
TENAGA KERJA 
2X1+3X2≤60 
2X1+X2≤40 
2 (15) + 3 (10) = 60 
2 (15) + (10) = 40 
Yang tersedia habis terpakai 
Yang tersedia habis terpakai 
BAHAN BAKU B 
2X2≤30 
2 (10) = 20 
Tersisa 30-20=10 
Sisa inilah yang kemudian 
disebut slack, yaitu selisih 
antara yang tersedia dengan 
yang terpakai. 
Catatan: Nilai slack akan ditampilkan 
Answer Report pada Solver. 
Misalkan dilakukan perubahan sumber daya BAHAN BAKU A maka hasilnya adalah sebagai berikut: 
Jika BAHAN BAKU A digeser ke TITIK F (persilangan (II) dan (III)), maka 
didapatkan: 
2X2=30 , X2 = 15 
2X1 + (15) = 40 
X1 = 12,5 
2 (12,5) + 3 (15) = 70 
Jadi, kenaikan maksimal BAHAN 
BAKU A sebesar = 70-60=10 
Dalam Sensitivity Report inilah 
yang disebut Allowable Increase. 
Jika BAHAN BAKU A naik maka 
tercipta nilai optimal baru, 
yaitu: 
ZBARU = 40 (12,5) + 30 (15) = 950 
Perubahan nilai optimal ini : 
900 – 950 = 50 
dalam Sensitivity Report disebut 
Shadow Price, dimana dalam 
laporan diatas disebutkan nilai 
Shadow Price sebesar 5 yang 
artinya setiap terjadi kenaikan 1 
unit BAHAN BAKU A akan 
berdampak pada perubahan 
keuntungan sebesar Rp 5. 
Rp 5 . 10 unit = Rp 50

Solver

  • 1.
    Solver merupakan suatuprogram tambahan (add-in) dalam Microsoft Excel yang digunakan untuk membantu dalam ANALISIS BAGAIMANA-JIKA (what-if analysis). Solver digunakan untuk menemukan NILAI OPTIMAL (maksimum atau minimum) dari suatu nilai FUNGSI TUJUAN (objective function) yang terikat pada suatu BATASAN (constraint) yang dirumuskan dalam suatu lembar kerja (worksheet). Program ini secara default tidak tersedia sehingga harus ditambahkan terlebih dahulu. Untuk menambahkannya dengan melakukan hal-hal berikut (menggunakan Microsoft Excel 2010): 1. Klik FILE lalu OPTIONS. 2. Akan muncul jendela baru Excel Options yang kemudian klik pada ADD-INS. 3. Pada pilihan ADD-INS tersebut kemudian perhatikan tulisan MANAGE. Pilih EXCEL ADD-IN kemudian GO. 4. Pada jendela Add-Ins akan ada banyak pilihan analisis, beri centang pada SOLVER ADD-IN kemudian OK. 5. Pilihan Solver akan ada pada tab DATA disebelah kiri. Ketika menggunakan solver untuk menyelesaikan permasalahan linier program misalnya, akan tersedia pilihan laporan ANSWER, SENSITIVITY dan LIMITS. Tulisan ini akan coba mengupas tentang laporan SENSITIVITY. Untuk mempermudah pembahasan maka akan diberikan contoh kasus maksimal dalam tabel berikut sebagai berikut : OKTOBER 2014 IBNU KHAYATH FARISANU ~ 1 ~ STIE WIDYA PRAJA TANA PASER PABRIK DAMIT TEDUH Emping Manis Keripik Singkong Maksimum Ketersediaan Bahan Baku A 2 3 ≤ 60 kg Bahan Baku B - 2 ≤ 30 kg Tenaga Kerja 2 1 ≤ 40 jam Laba Rp 40,- Rp 30,- Hasil dari penyelesaian menggunakan solver dilaporkan Sensitivity Report sebagai berikut Dalam Sensitivity Report secara umum dapat diketahui batas lebih atau kurang atas kondisi dari komponen solusi tidak dapat diubah. Kemudian, diketahui juga perubahan yang bisa dilakukan yang dapat berdampak pada nilai optimal. Untuk lebih memahami maksud dari sensitivity report tersebut, pemaparan akan dilakukan dalam bentuk grafik. Microsoft Excel 14.0 Sensitivity Report Worksheet: [1410 ‐ Report Solver.xlsx]Sheet1 Report Created: 10/7/2014 5:57:43 AM Variable Cells Final Reduced Objective Allowable Allowable Cell Name Value Cost Coefficient Increase Decrease $B$2 EMPING MANIS 15 0 40 20 20 $B$3 KERIPIK SINGKONG 10 0 30 30 10 Constraints Final Shadow Constraint Allowable Allowable Cell Name Value Price R.H. Side Increase Decrease $B$10 BAHAN BAKU A 60 5 60 10 20 $C$10 BAHAN BAKU B 20 0 30 1E+30 10 $D$10 TENAGA KERJA 40 15 40 20 10
  • 2.
    OKTOBER 2014 IBNUKHAYATH FARISANU Dari grafik disamping, diketahui bahwa titik optimal terjadi pada TITIK C, perpotongan antara (I) dan (III) 2X1+3X2=60 2X1+X2=40 ------------- - 2X2=20 , X2=10 ~ 2 ~ 2X1+3X2=60 2X1+3(10)=60 2X1=30 , X1=15 STIE WIDYA PRAJA TANA PASER sehingga keuntungan optimalnya Z = 40 (15) . 30 (10) = 900 Dari sini akhirnya diketahui sumber daya yang habis terpakai dari maksimum ketersediaan, dimana: BAHAN BAKU A TENAGA KERJA 2X1+3X2≤60 2X1+X2≤40 2 (15) + 3 (10) = 60 2 (15) + (10) = 40 Yang tersedia habis terpakai Yang tersedia habis terpakai BAHAN BAKU B 2X2≤30 2 (10) = 20 Tersisa 30-20=10 Sisa inilah yang kemudian disebut slack, yaitu selisih antara yang tersedia dengan yang terpakai. Catatan: Nilai slack akan ditampilkan Answer Report pada Solver. Misalkan dilakukan perubahan sumber daya BAHAN BAKU A maka hasilnya adalah sebagai berikut: Jika BAHAN BAKU A digeser ke TITIK F (persilangan (II) dan (III)), maka didapatkan: 2X2=30 , X2 = 15 2X1 + (15) = 40 X1 = 12,5 2 (12,5) + 3 (15) = 70 Jadi, kenaikan maksimal BAHAN BAKU A sebesar = 70-60=10 Dalam Sensitivity Report inilah yang disebut Allowable Increase. Jika BAHAN BAKU A naik maka tercipta nilai optimal baru, yaitu: ZBARU = 40 (12,5) + 30 (15) = 950 Perubahan nilai optimal ini : 900 – 950 = 50 dalam Sensitivity Report disebut Shadow Price, dimana dalam laporan diatas disebutkan nilai Shadow Price sebesar 5 yang artinya setiap terjadi kenaikan 1 unit BAHAN BAKU A akan berdampak pada perubahan keuntungan sebesar Rp 5. Rp 5 . 10 unit = Rp 50