Pengembangan Tema dan Proposal KKN-PPM berbasis  Education for Sustainable Development MATERI 1
Latar Belakang Apakah itu KKN-PPM? Apakah itu Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan ( Education for Sustainable Development  = EfSD)? Mengapa perlu melaksanakan Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan (EfSD)?
Apakah itu KKN-PPM? KKN – PPM  = Pengabdian kepada Masyarakat berbasis  Pemberdayaan , yang dilaksanakan oleh Mahasiswa  ~   SCS – CEL  =  Student Community Services – Community Empowerment Learning Tujuan Pokok  = Meningkatkan  empati  dan  kepedulian  mahasiswa kepada masyarakat lemah   ’ True Leader’ Development
Tujuan KKN PPM  (ISO 9001:2008) Meningkatkan  empati  dan  kepedulian  mahasiswa kepada masyarakat lemah  Melakukan terapan IPTEKS  secara  teamwork  dengan pendekatan  multidisipliner Menanamkan  nilai kepribadian : Nasionalisme dan jiwa Pancasilais Keuletan, etos kerja, dan tanggungjawab Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan Meningkatkan  daya saing nasional Menanamkan  jiwa peneliti : Eksploratif dan analisis Penyusunan Tema berbasis riset Mendorong terwujudnya  learning community  atau  learning society
Prinsip Pelaksanaan KKN PPM ISO 9001:2008 Merupakan aktifitas yang bersifat   win-win :   Mempunya i  tema   ( core activity ) yang jelas Merupakan bentuk   co-creation   ( dosen, mahasiswa, pemerintah, industri/pengusaha,  stakeholders  lain) Mempunyai keberlanjutan kegiatan melalui skema   co-funding .  Berkesinambungan   ( sustainable ) dan  flexible Merupakan kegiatan yang terukur hasil dan dampaknya  ( outcome   dan  impact ),   termasuk berlangsungnya proses pembelajaran dan pemberdayaan Memberikan   fleksibilitas   bagi mahasiswa (menentukan tema yang dipilih, penyesuaian waktu, dll.)     KKN  on line
Prinsip Pelaksanaan KKN PPM   (Lanjutan)   Merupakan kegiatan   terintegrasi   ( bukan sentralisasi & desentralisasi) antara LPPM dengan Fakultas dan Pusat Studi, sehingga menyambung antara pengembangan riset dengan penerapannya secara multidisipliner Merupakan kegiatan   kombinasi   antara  Learning process   dan  Problem solving   merupakan proses   Learning by doing Meskipun yang mendasari kegiatan adalah penyiapan   the art of the use of knowledge ,  tetapi yang diutamakan adalah pada   the strategic action for community services
KKN PPM  bukanlah  PKL KKN PPM  meningkatkan   empati/kepedulian ,  kerja-sama secara   multidisipliner ,  dan kepribadian dari mahasiswa, kontribusi daya saing daerah/nasional, mendorong   learning community/society . KKN PPM dilaksanakan secara   co-creation, co-financing ,  sustainable ,   dan   flexible;   serta berbasis   riset   atau   kajian PKL meningkatkan   relevansi   mahasiswa secara   ‘ monodisiplin   untuk memasuki   pasar kerja KKN PPM      menyiapkan lulusan menjadi   calon   pemimpin   yang mampu   ‘ create job market ’ PKL      menyiapkan lulusan menjadi   pekerja
Mengapa EfSD: Hidup di dunia ini semakin kompleks dan bahkan mengarah kepada kondisi  ‘ chaostic ’  karena: Tetap meningkatnya pertumbuhan populasi dunia yang melebihi kapasitas produktivitas natural bumi Makin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi yang menghasilkan makin meningkatnya (rumitnya)  world interlinkages,  seperti masalah globalisasi ekonomi, perda-gangan, pembangunan, kemiskinan, lingkungan, cuaca, dll.
Secara total atau bersama manusia hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak ‘seimbang’, yaitu lebih banyak memanfaat-kan daripada memelihara sumber-sumber natural    Berarti meletakkan kehidupan manusia pada   kondisi ‘ unsustainable development ’    Jika hal ini terus-menerus terjadi akan   menghasilkan bencana besar bagi generasi mendatang    tidak boleh dibiarkan terjadi,  otherwise   the global eco-systems will be unsustainable in the future
Lahirnya EfSD Pencetus ide:   Prof. Dr. Hans J.A. Van Ginkel ,  Mantan Rektor UNU dan Staf Ahli Sekjen. UN Words into Action:   Education for Sustainable Development to Secure Our Common Future Merupakan  keputusan/kristalisasi tindakan  yang  dibutuhkan setelah mengkaji banyak laporan UN selama >35 tahun Pendidikan   (formal, nonformal dan informal) merupa-kan instrumen kuat yang efektif untuk melakukan komunikasi, memberikan informasi ,  penyadaran, pembelajaran dan dapat untuk memobilisasi massa/komunitas, serta menggerakkan bangsa ke arah kehidupan masa depan yang berkembang secara lebih berkelanjutan  ( more sustain  ably developed )    Lahirlah   Education for Sustainable Development  (EfSD )
Stockholm, 1972:  Worldwide urgent issues  Club of Rome, 1987: Bruntlandt Report Rio, 1992: Earth Summit Kyoto, 1997: Kyoto Protocols Earth Charter UN, 2000: Millennium Summit    MDGs Johannesburg, 2002:  World Summit on Sustainable Development ( WSSD)    Inter-linkages among globalization, trade, poverty, development and environment    33 Ecosystems UN, 2000-2005: Millennium Ecosystem Assessment The International Panel on Climate Change ( IPCC) Reports and Al Gore (Noble Prizewinner): “Inconvenient Truth” Bali Summit, Denpasar 2007: Global Climate Change    Bali Action: Indonesia komit untuk menurunkan REDD Top International Agendas, by UN
Apakah itu Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan (EfSD)? Pendidikan yang menyisipkan   wawasan   dan   konsep   secara  luas, mendalam dan futuristik   tentang perkembangan (termasuk lingkungan) global      Hubungan sebab dan akibat,  dan   cara pengatasannya . Bukannya tentang pendidikan pengembangan berke-lanjutan, melainkan pendidikan   untuk   mendukung pengembangan berkelanjutan    Pendidikan  yang  memberi   kesadaran dan kemampuan   kepada semua orang ( utamanya generasi mendatang ) )  untuk berkontribusi lebih baik bagi   pengembangan berkelanjutan   pada masa sekarang dan yang akan datang.
Fungsi atau manfaat EfSD - 1 Melalui EfSD terbangun kapasitas komunitas atau bangsa yang mampu membangun, mengembangkan dan meng-implementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada   sustainable development ,  yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan   ekonomi secara berkelanjutan   dengan   mempertimbangkan beberapa   eco-system ,  antara lain:   Pengembangan kualitas SDM dan teknologi,  Pemeliharaan lingkungan dan diversitas  Keadilan sosial Keselarasan dan kelestarian budaya Keseimbangan produksi dan konsumsi, dll.
Melalui EfSD mendidik manusia sadar tentang  individual responsibility  yang harus dikontribusikan, yang menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggung-jawab, dan mampu mengarti-kulasikan semua itu dalam  tindakan nyata. Fungsi atau manfaat EfSD - 2
Melalui EfSD, kita secara bersama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih   aman-nyaman   bagi kita semua, baik sekarang maupun dimasa mendatang bagi anak cucu kita    Ini merupakan sebuah pemahaman tentang   kompleksitas dan diversitas secara komprehensif   serta bagaimana cara mengubah segala perkembangan/pengembangan kearah   sustainibilitas ,   dan dilaksanakan melalui perencanaan dan pelaksanaan yang bijaksana, serta disosialisasikan secara efektif dan meluas.   Fungsi atau manfaat EfSD - 3
Dimensi /Pilar  dari   SD Ekonomi: Pertumbuhan berkesinambungan Kesetaraan hak dan kesempatan  Keseimbangan produksi dan konsumsi Lingkungan/Ekologi: Keseimbangan beberapa sistem WEHAB ( water, energy, health, agriculture, biodiversity ) Sosial, termasuk Politik, Budaya Harmoni, selaras dan empati Demokrasi, partisipasi Keadilan sosial: ras, gender, kel. tertentu, dll. Diversitas kultur dan budaya Pengembangan Sain-Tek ramah lingkungan Akhlak Mulia, Ethics
Isu Strategis EfSD untuk Indonesia Pendidikan Akhlak Mulia ( Ethics )  dari usia dini s/d PT     Pendidikan Etika dan KKN-PPM  cocok untuk pelaksanaan EfSD di PT Ketahanan Pangan : Tersedianya bibit unggul dan pupuk organik Konservasi lahan pangan Diversifikasi pangan pokok Perbaikan/pemulihan lahan pertanian Climate Change : Konservasi Hutan atau Penghijauan (Carbon ‘sink’) Pengurangan emisi ( Reduction of Emission from Deforestration and Degradation  = REDD)
Energi: Energi ramah lingkungan ( Geothermal, Solar, Coastal, Wind ) Substitusi BBM (yang praktis dan aman) Lingkungan: Biodiversitas Pengurangan polutan Kesehatan: Konservasi air bersih Penanggulangan  Tropical Diseases Kontrol Kelahiran Budaya: Pelestarian budaya dan seni Menghidupkan budaya harmoni, menggantikan budaya kekerasan
Pengembangan Tema dan Proposal KKN-PPM berbasis EfSD Syarat KKN-PPM : Memenuhi paradigma  Empowerment Memenuhi prinsip-prinsip:  win-win solution, co-creation, co-funding,  berbasis riset,  flexible,  dan   sustainable. Melaksanakan nilai-nilai kepribadian Syarat EfSD : Adanya keseimbangan dalam 3 pilar EfSD:  sustainibilitas ekonomi, berkeadilan sosial, berwawasan lingkungan dan budaya . Harus memenuhi Syarat KKN-PPM dan EfSD:
Terima kasih

1

  • 1.
    Pengembangan Tema danProposal KKN-PPM berbasis Education for Sustainable Development MATERI 1
  • 2.
    Latar Belakang Apakahitu KKN-PPM? Apakah itu Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan ( Education for Sustainable Development = EfSD)? Mengapa perlu melaksanakan Pendidikan untuk Pengembangan Berkelanjutan (EfSD)?
  • 3.
    Apakah itu KKN-PPM?KKN – PPM = Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Pemberdayaan , yang dilaksanakan oleh Mahasiswa ~ SCS – CEL = Student Community Services – Community Empowerment Learning Tujuan Pokok = Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat lemah  ’ True Leader’ Development
  • 4.
    Tujuan KKN PPM (ISO 9001:2008) Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat lemah Melakukan terapan IPTEKS secara teamwork dengan pendekatan multidisipliner Menanamkan nilai kepribadian : Nasionalisme dan jiwa Pancasilais Keuletan, etos kerja, dan tanggungjawab Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan Meningkatkan daya saing nasional Menanamkan jiwa peneliti : Eksploratif dan analisis Penyusunan Tema berbasis riset Mendorong terwujudnya learning community atau learning society
  • 5.
    Prinsip Pelaksanaan KKNPPM ISO 9001:2008 Merupakan aktifitas yang bersifat win-win : Mempunya i tema ( core activity ) yang jelas Merupakan bentuk co-creation ( dosen, mahasiswa, pemerintah, industri/pengusaha, stakeholders lain) Mempunyai keberlanjutan kegiatan melalui skema co-funding . Berkesinambungan ( sustainable ) dan flexible Merupakan kegiatan yang terukur hasil dan dampaknya ( outcome dan impact ), termasuk berlangsungnya proses pembelajaran dan pemberdayaan Memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa (menentukan tema yang dipilih, penyesuaian waktu, dll.)  KKN on line
  • 6.
    Prinsip Pelaksanaan KKNPPM (Lanjutan) Merupakan kegiatan terintegrasi ( bukan sentralisasi & desentralisasi) antara LPPM dengan Fakultas dan Pusat Studi, sehingga menyambung antara pengembangan riset dengan penerapannya secara multidisipliner Merupakan kegiatan kombinasi antara Learning process dan Problem solving merupakan proses Learning by doing Meskipun yang mendasari kegiatan adalah penyiapan the art of the use of knowledge , tetapi yang diutamakan adalah pada the strategic action for community services
  • 7.
    KKN PPM bukanlah PKL KKN PPM meningkatkan empati/kepedulian , kerja-sama secara multidisipliner , dan kepribadian dari mahasiswa, kontribusi daya saing daerah/nasional, mendorong learning community/society . KKN PPM dilaksanakan secara co-creation, co-financing , sustainable , dan flexible; serta berbasis riset atau kajian PKL meningkatkan relevansi mahasiswa secara ‘ monodisiplin untuk memasuki pasar kerja KKN PPM  menyiapkan lulusan menjadi calon pemimpin yang mampu ‘ create job market ’ PKL  menyiapkan lulusan menjadi pekerja
  • 8.
    Mengapa EfSD: Hidupdi dunia ini semakin kompleks dan bahkan mengarah kepada kondisi ‘ chaostic ’ karena: Tetap meningkatnya pertumbuhan populasi dunia yang melebihi kapasitas produktivitas natural bumi Makin cepatnya perkembangan komunikasi dan transportasi yang menghasilkan makin meningkatnya (rumitnya) world interlinkages, seperti masalah globalisasi ekonomi, perda-gangan, pembangunan, kemiskinan, lingkungan, cuaca, dll.
  • 9.
    Secara total ataubersama manusia hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak ‘seimbang’, yaitu lebih banyak memanfaat-kan daripada memelihara sumber-sumber natural  Berarti meletakkan kehidupan manusia pada kondisi ‘ unsustainable development ’  Jika hal ini terus-menerus terjadi akan menghasilkan bencana besar bagi generasi mendatang  tidak boleh dibiarkan terjadi, otherwise the global eco-systems will be unsustainable in the future
  • 10.
    Lahirnya EfSD Pencetuside: Prof. Dr. Hans J.A. Van Ginkel , Mantan Rektor UNU dan Staf Ahli Sekjen. UN Words into Action: Education for Sustainable Development to Secure Our Common Future Merupakan keputusan/kristalisasi tindakan yang dibutuhkan setelah mengkaji banyak laporan UN selama >35 tahun Pendidikan (formal, nonformal dan informal) merupa-kan instrumen kuat yang efektif untuk melakukan komunikasi, memberikan informasi , penyadaran, pembelajaran dan dapat untuk memobilisasi massa/komunitas, serta menggerakkan bangsa ke arah kehidupan masa depan yang berkembang secara lebih berkelanjutan ( more sustain ably developed )  Lahirlah Education for Sustainable Development (EfSD )
  • 11.
    Stockholm, 1972: Worldwide urgent issues Club of Rome, 1987: Bruntlandt Report Rio, 1992: Earth Summit Kyoto, 1997: Kyoto Protocols Earth Charter UN, 2000: Millennium Summit  MDGs Johannesburg, 2002: World Summit on Sustainable Development ( WSSD)  Inter-linkages among globalization, trade, poverty, development and environment  33 Ecosystems UN, 2000-2005: Millennium Ecosystem Assessment The International Panel on Climate Change ( IPCC) Reports and Al Gore (Noble Prizewinner): “Inconvenient Truth” Bali Summit, Denpasar 2007: Global Climate Change  Bali Action: Indonesia komit untuk menurunkan REDD Top International Agendas, by UN
  • 12.
    Apakah itu Pendidikanuntuk Pengembangan Berkelanjutan (EfSD)? Pendidikan yang menyisipkan wawasan dan konsep secara luas, mendalam dan futuristik tentang perkembangan (termasuk lingkungan) global  Hubungan sebab dan akibat, dan cara pengatasannya . Bukannya tentang pendidikan pengembangan berke-lanjutan, melainkan pendidikan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan  Pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang ( utamanya generasi mendatang ) ) untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.
  • 13.
    Fungsi atau manfaatEfSD - 1 Melalui EfSD terbangun kapasitas komunitas atau bangsa yang mampu membangun, mengembangkan dan meng-implementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development , yaitu kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan beberapa eco-system , antara lain: Pengembangan kualitas SDM dan teknologi, Pemeliharaan lingkungan dan diversitas Keadilan sosial Keselarasan dan kelestarian budaya Keseimbangan produksi dan konsumsi, dll.
  • 14.
    Melalui EfSD mendidikmanusia sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, yang menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggung-jawab, dan mampu mengarti-kulasikan semua itu dalam tindakan nyata. Fungsi atau manfaat EfSD - 2
  • 15.
    Melalui EfSD, kitasecara bersama mempunyai komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman-nyaman bagi kita semua, baik sekarang maupun dimasa mendatang bagi anak cucu kita  Ini merupakan sebuah pemahaman tentang kompleksitas dan diversitas secara komprehensif serta bagaimana cara mengubah segala perkembangan/pengembangan kearah sustainibilitas , dan dilaksanakan melalui perencanaan dan pelaksanaan yang bijaksana, serta disosialisasikan secara efektif dan meluas. Fungsi atau manfaat EfSD - 3
  • 16.
    Dimensi /Pilar dari SD Ekonomi: Pertumbuhan berkesinambungan Kesetaraan hak dan kesempatan Keseimbangan produksi dan konsumsi Lingkungan/Ekologi: Keseimbangan beberapa sistem WEHAB ( water, energy, health, agriculture, biodiversity ) Sosial, termasuk Politik, Budaya Harmoni, selaras dan empati Demokrasi, partisipasi Keadilan sosial: ras, gender, kel. tertentu, dll. Diversitas kultur dan budaya Pengembangan Sain-Tek ramah lingkungan Akhlak Mulia, Ethics
  • 17.
    Isu Strategis EfSDuntuk Indonesia Pendidikan Akhlak Mulia ( Ethics ) dari usia dini s/d PT  Pendidikan Etika dan KKN-PPM cocok untuk pelaksanaan EfSD di PT Ketahanan Pangan : Tersedianya bibit unggul dan pupuk organik Konservasi lahan pangan Diversifikasi pangan pokok Perbaikan/pemulihan lahan pertanian Climate Change : Konservasi Hutan atau Penghijauan (Carbon ‘sink’) Pengurangan emisi ( Reduction of Emission from Deforestration and Degradation = REDD)
  • 18.
    Energi: Energi ramahlingkungan ( Geothermal, Solar, Coastal, Wind ) Substitusi BBM (yang praktis dan aman) Lingkungan: Biodiversitas Pengurangan polutan Kesehatan: Konservasi air bersih Penanggulangan Tropical Diseases Kontrol Kelahiran Budaya: Pelestarian budaya dan seni Menghidupkan budaya harmoni, menggantikan budaya kekerasan
  • 19.
    Pengembangan Tema danProposal KKN-PPM berbasis EfSD Syarat KKN-PPM : Memenuhi paradigma Empowerment Memenuhi prinsip-prinsip: win-win solution, co-creation, co-funding, berbasis riset, flexible, dan sustainable. Melaksanakan nilai-nilai kepribadian Syarat EfSD : Adanya keseimbangan dalam 3 pilar EfSD: sustainibilitas ekonomi, berkeadilan sosial, berwawasan lingkungan dan budaya . Harus memenuhi Syarat KKN-PPM dan EfSD:
  • 20.