PLANTAE
Biologi Lintas Minat
Kelas X
Oleh : Mazidah Qurrotu Aini
PENGERTIAN PLANTAE
Plantae ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang
mempunyai dinding sel dan klorofil.
Klorofil yaitu zat hijau daun
yang fungsinya untuk
fotosintesis yang sehingga
tumbuhan mampu membuat
makanannya sendiri atau
yang sifatnya autotrof.
KLASIFIKASI PLANTAE
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Bereproduksi dengan
spora
Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Bereproduksi dengan
spora
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Berproduksi dengan biji &
bunga
01
02
03
Terbagi berdasarkan alat reproduksi yang digunakan :
TUMBUHAN
LUMUT
(BRYOPHYTA)
01
Lumut (Bryophita) berasal dari bahasa Yunani
yaitu bryon yang berarti “Tumbuhan Lumut“.
01
02
03
04
05
06
Ciri-ciri Tumbuhan Lumut 01
02
03
04
05
06
1) Tubuhnya berbentuk Talofita (tidak bisa dibedakan akar,batang,daun)
dan bentuk Kormofita (bisa dibedakan akar, batang, daun)
2) Memiliki klorofil untuk menghasilkan makanan sendiri (Fotoautotrof)
3) Tumbuhan pelopor (vegetasi perintis) yang tumbuh disuatu tempat
sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh
4) Memiliki kemampuan untuk melunakkan tanah dan bebatuan,
sehingga keberadaan lumut bisa menyebabkan tersedia cukup nutrisi
untuk tanaman lain bisa tumbuh dan berkembang
5) Berukuran Makroskopis : 1 s/d 2 cm
6) Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) antara fase gametofit
(fase penghasil gamet) dan fase sporofit (fase penghasil spora).
7) Habitatnya tinggal di tempat yang lembap
KLASIFIKASI TUMBUHAN LUMUT
Lumut terdiri dari 3
divisio, yaitu :
a) Lumut Daun
(Bryophyta)
b) Lumut Hati
(Hepaticophyta)
c) Lumut Tanduk
(Anthocerophyta)
01
02
03
04
05
06
Lumut Daun (Bryophyta)
Lumut daun merupakan lumut yang paling banyak
dikenal, mempunyai struktur akar yang disebut
rizoid, batang, dan daun. Tubuh fase gametofit lumut
daun memiliki gametangium di bagian atasnya.
Pada fase sporofit, gamet betina akan tumbuh spora
yang menempel. Setelah dewasa berubah menjadi
warna kecoklatan.
Jika spora lumut sampai ke lingkungan yang sesuai,
spora itu akan berkecambah dan tumbuh menjadi
filamen yang disebut Protonema
01
02
03
04
05
06
Lumut Daun (Bryophyta)
Contoh : Polytrichum juniperinum , lumut gambut sphagnum
01
02
03
04
05
06
Lumut Hati (Hepaticophyta)
Bentuk tubuh gamet lumut hati berbentuk pipih
seperti hati. Bentuk tumbuhannya talus (tidak bisa
dibedakan akar,batang, daun).
Siklus hidupnya mirip lumut daun hanya bentuk
tubuhnya berbeda. Memiliki sporangium (kotak
spora) yang terdapat sel berbentuk gulungan disebut
elatera. Saat terbuka akan memancarkan spora.
Gamet lumjut hatia da pada batang. Dan dapat
melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang
disebut gemma yang berbentuk seperti mangkok
01
02
03
04
05
06
Lumut Daun (Bryophyta)
Contoh : Marchantia polymorpha dan Porella
01
02
03
04
05
06
Lumut Tanduk (Anthocerophyta)
Lumut tanduk mempunyai gametofit mirip dengan
gametofit lumut hati, perbedaannya hanya terletak
pada sporofitnya. Sporofit lumut tanduk mempunyai
kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari
gametofit.
Ciri unik dari lumut tanduk adalah sporofit akan
terus tumbuh selama masa hidup gametofit.
01
02
03
04
05
06
Lumut Daun (Bryophyta)
Contoh :
01
02
03
04
05
06
Reproduksi Tumbuhan Lumut
- Secara generatif (seksual) = Pembentukan spora
melalui pembelahan sel di dalam sporangium (kotak
spora). Kemudian spora tumbuh menjadi gametofit
- Sevara vegetative (aseksual) = pembentukan tunas
dengan gemma dan fragmentasi
- Zigot tersebut akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit
berumur pendek; sekitar 3 – 6 bulan.
- Yang biasanya kita lihat dalam bentuk tumbuhan lumut
itu adalah pada fase GAMETOFIT
01
02
03
04
05
06
Peran Lumut Bagi Kehidupan 01
02
03
04
05
06
TUMBUHAN
PAKU
(PTERIDOPHYTA
)
02
Tumbuhan berkormus : memiliki batang,
akar, dan daun sejati dan sudah memiliki sel
pengangkut Xylem & Floem
01
02
03
04
05
06
CIRI-CIRI TUMBUHAN PAKU
- Sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang jelas.
- Terjadi metagenesis.
- Generasi sporofit mempunyai akar sejati, berumur Panjang
dan merupakan keturunan generatif.
- Generasi gametofitnya adalah protalium, tidak mempunyai
akar sejati, serta
- Ujung daun paku yang muda umumnya menggulung.
- Akar paku berupa akar serabut, terdapat kaliptra
- Daun paku dapat dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil,
tetapi dapat juga dibedakan menjadi sporofil dan tropofil
REPRODUKSI TUMBUHAN PAKU
- Reproduksi aseksual
dilakukan dengan
pembentukan spora di
dalam sporangium dan
menggunakan rizom.
Rizom akan membentuk
tunas-tunas tumbuhan
paku yang berkoloni.
REPRODUKSI TUMBUHAN PAKU
Reproduksi seksual
dilakukan dengan
pembentukan
spermatozoid di
dalam anteridium dan
ovum di dalam
arkegonium. Fertilisasi
antara spermatozoid
dan ovum akan
menghasilkan zigot
yang akan tumbuh
menjadi sporofit atau
tumbuhan paku
JENIS SPORA TUMBUHAN PAKU
a) Paku Homospora =
Menghasilkan satu
jenis spora. Cth : Paku
Kawat
b) Paku Heterospora = Menghasilkan
dua jenis spora dengan ukuran
berbeda yaitu Mikrospora (jantan) &
Makrospora (Betina). Cth : Semanggi
JENIS SPORA TUMBUHAN PAKU
C) Paku Peralihan =
Menghasilkan spora
dengan ukuran sama
dan memiliki fungsi
menjadi jantan & Betina
KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU
Terbagi berdasarkan ciri-ciri tubuhnya
KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU
Terbagi berdasarkan ciri-ciri tubuhnya
KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU
Terbagi berdasarkan ciri-ciri tubuhnya
KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU
Terbagi berdasarkan ciri-ciri tubuhnya
Paku Sarang
Burung
Suplir
Daun
Semanggi
MANFAAT TUMBUHAN PAKU
- Untuk tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku
tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum
cuneatum (suplir), Selaginella wildenowii (paku rane).
- Untuk bahan obat-obatan, misalnya Aspidium felixmas, dan
Lycopodium clavatum (paku kawat).
- Untuk sayuran (dapat dimakan), misalnya Marsilea crenata
(paku semanggi).
- Sebagai pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata dan Anabaena
azollae.
- Sebagai pelindung tanaman pertanian, misalnya Gleichenia
linearis
TUMBUHAN
BERBIJI
(SPERMATOPHYTA)
03
. berasal dari bahasa yunani, yaitu sperma
yang berarti biji, dan phyton yang berarti
tumbuhan
01
02
03
04
05
06
CIRI-CIRI TUMBUHAN BERBIJI 01
02
03
04
05
06
- Memiiki biji.
- Memiliki berkas pengangkut (xilem dan floem)
- Merupakan tumbuhan kormophyta (memiliki akar, batang dan
daun sejati)
- Ada yang memiliki bunga dan tidak
- Bersifat autotrof.
- Alat perkembangbiakan sudah jelas antara jantan dan betina
yang berupa bunga atau strobilus.
- Generasi saprofitnya berupa tumbuhan dan generasi
gametofitnya berupa bunga.
Jenis
Tumbuhan
Berdasarkan
Alat
Reproduksi
01
02
03
04
05
06
Jenis Tumbuhan
Berdasarkan Alat
Reproduksi
01
02
03
04
05
06
GYMNOSPERMAE (Berbiji Terbuka)
Disebut biji terbuka karena bijinya tidak ditutupi oleh daging buah.
Gymnospremae umumnya memiliki struktur daun tebal, banyak
cabang, tudung daun membentuk kerucut, dan belum memiliki
bunga sesungguhnya.
Ciri-ciri gymnospermae:
1) Memiliki bakal biji yang tidak tertutup oleh daun buah.
2) Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar
dan bercabang-cabang.
3) Belum memiliki bunga sejati (hanya berupa strobilus jantan dan
betina).
CONTOH
TUMBUHAN
GYMNOSPERMA
E
ANGIOSPERMAE (Berbiji Tertutup)
Disebut biji tertutup karena bijinya terbungkus oleh daging buah.
Memiliki alat reproduksi berupa bunga sempurna (benang sari,
putik, bakal buah, bakal biji, mahkota, kelopak, dan tangkai).
Ciri-ciri Angiospermae:
a. Bakal biji diselubungi daun buah yang merupakan bakal buah.
b. Berupa herba, perdu, atau pohon.
c. Mempunyai organ yang berupa bunga lengkap (terdapat
kelopak bunga, mahkota bunga, serta alat kelamin berupa
benang sari dan putik).
ANGIOSPERMAE (Berbiji Tertutup)
Terbagi menjadi dua Jenis : Monokotl & Dikotil
CONTOH TUMBUHAN MONOKOTIL
Contoh monokotil adalah : Oryza sativa(padi), Zea mays
(jangung), dan Cocos nucifera (kelapa)
CONTOH TUMBUHAN DIKOTIL
Contoh Dikotil adalah : Mangifera indica (mangga),Manihot
utilissima (ketela pohon), dan Psidium guajava (jambu biji)

07. PLANTAE.pptx

  • 1.
    PLANTAE Biologi Lintas Minat KelasX Oleh : Mazidah Qurrotu Aini
  • 2.
    PENGERTIAN PLANTAE Plantae ialahsalah satu organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau yang sifatnya autotrof.
  • 3.
    KLASIFIKASI PLANTAE Tumbuhan Paku(Pteridophyta) Bereproduksi dengan spora Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Bereproduksi dengan spora Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Berproduksi dengan biji & bunga 01 02 03 Terbagi berdasarkan alat reproduksi yang digunakan :
  • 4.
    TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA) 01 Lumut (Bryophita) berasaldari bahasa Yunani yaitu bryon yang berarti “Tumbuhan Lumut“. 01 02 03 04 05 06
  • 5.
    Ciri-ciri Tumbuhan Lumut01 02 03 04 05 06 1) Tubuhnya berbentuk Talofita (tidak bisa dibedakan akar,batang,daun) dan bentuk Kormofita (bisa dibedakan akar, batang, daun) 2) Memiliki klorofil untuk menghasilkan makanan sendiri (Fotoautotrof) 3) Tumbuhan pelopor (vegetasi perintis) yang tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh 4) Memiliki kemampuan untuk melunakkan tanah dan bebatuan, sehingga keberadaan lumut bisa menyebabkan tersedia cukup nutrisi untuk tanaman lain bisa tumbuh dan berkembang 5) Berukuran Makroskopis : 1 s/d 2 cm 6) Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) antara fase gametofit (fase penghasil gamet) dan fase sporofit (fase penghasil spora). 7) Habitatnya tinggal di tempat yang lembap
  • 6.
    KLASIFIKASI TUMBUHAN LUMUT Lumutterdiri dari 3 divisio, yaitu : a) Lumut Daun (Bryophyta) b) Lumut Hati (Hepaticophyta) c) Lumut Tanduk (Anthocerophyta) 01 02 03 04 05 06
  • 7.
    Lumut Daun (Bryophyta) Lumutdaun merupakan lumut yang paling banyak dikenal, mempunyai struktur akar yang disebut rizoid, batang, dan daun. Tubuh fase gametofit lumut daun memiliki gametangium di bagian atasnya. Pada fase sporofit, gamet betina akan tumbuh spora yang menempel. Setelah dewasa berubah menjadi warna kecoklatan. Jika spora lumut sampai ke lingkungan yang sesuai, spora itu akan berkecambah dan tumbuh menjadi filamen yang disebut Protonema 01 02 03 04 05 06
  • 8.
    Lumut Daun (Bryophyta) Contoh: Polytrichum juniperinum , lumut gambut sphagnum 01 02 03 04 05 06
  • 9.
    Lumut Hati (Hepaticophyta) Bentuktubuh gamet lumut hati berbentuk pipih seperti hati. Bentuk tumbuhannya talus (tidak bisa dibedakan akar,batang, daun). Siklus hidupnya mirip lumut daun hanya bentuk tubuhnya berbeda. Memiliki sporangium (kotak spora) yang terdapat sel berbentuk gulungan disebut elatera. Saat terbuka akan memancarkan spora. Gamet lumjut hatia da pada batang. Dan dapat melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang disebut gemma yang berbentuk seperti mangkok 01 02 03 04 05 06
  • 10.
    Lumut Daun (Bryophyta) Contoh: Marchantia polymorpha dan Porella 01 02 03 04 05 06
  • 11.
    Lumut Tanduk (Anthocerophyta) Lumuttanduk mempunyai gametofit mirip dengan gametofit lumut hati, perbedaannya hanya terletak pada sporofitnya. Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Ciri unik dari lumut tanduk adalah sporofit akan terus tumbuh selama masa hidup gametofit. 01 02 03 04 05 06
  • 12.
    Lumut Daun (Bryophyta) Contoh: 01 02 03 04 05 06
  • 13.
    Reproduksi Tumbuhan Lumut -Secara generatif (seksual) = Pembentukan spora melalui pembelahan sel di dalam sporangium (kotak spora). Kemudian spora tumbuh menjadi gametofit - Sevara vegetative (aseksual) = pembentukan tunas dengan gemma dan fragmentasi - Zigot tersebut akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit berumur pendek; sekitar 3 – 6 bulan. - Yang biasanya kita lihat dalam bentuk tumbuhan lumut itu adalah pada fase GAMETOFIT 01 02 03 04 05 06
  • 14.
    Peran Lumut BagiKehidupan 01 02 03 04 05 06
  • 15.
    TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA ) 02 Tumbuhan berkormus :memiliki batang, akar, dan daun sejati dan sudah memiliki sel pengangkut Xylem & Floem 01 02 03 04 05 06
  • 16.
    CIRI-CIRI TUMBUHAN PAKU -Sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang jelas. - Terjadi metagenesis. - Generasi sporofit mempunyai akar sejati, berumur Panjang dan merupakan keturunan generatif. - Generasi gametofitnya adalah protalium, tidak mempunyai akar sejati, serta - Ujung daun paku yang muda umumnya menggulung. - Akar paku berupa akar serabut, terdapat kaliptra - Daun paku dapat dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil, tetapi dapat juga dibedakan menjadi sporofil dan tropofil
  • 17.
    REPRODUKSI TUMBUHAN PAKU -Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam sporangium dan menggunakan rizom. Rizom akan membentuk tunas-tunas tumbuhan paku yang berkoloni.
  • 18.
    REPRODUKSI TUMBUHAN PAKU Reproduksiseksual dilakukan dengan pembentukan spermatozoid di dalam anteridium dan ovum di dalam arkegonium. Fertilisasi antara spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi sporofit atau tumbuhan paku
  • 19.
    JENIS SPORA TUMBUHANPAKU a) Paku Homospora = Menghasilkan satu jenis spora. Cth : Paku Kawat b) Paku Heterospora = Menghasilkan dua jenis spora dengan ukuran berbeda yaitu Mikrospora (jantan) & Makrospora (Betina). Cth : Semanggi
  • 20.
    JENIS SPORA TUMBUHANPAKU C) Paku Peralihan = Menghasilkan spora dengan ukuran sama dan memiliki fungsi menjadi jantan & Betina
  • 21.
    KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU Terbagiberdasarkan ciri-ciri tubuhnya
  • 22.
    KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU Terbagiberdasarkan ciri-ciri tubuhnya
  • 23.
    KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU Terbagiberdasarkan ciri-ciri tubuhnya
  • 24.
    KLASIFIKASI TUMBUHAN PAKU Terbagiberdasarkan ciri-ciri tubuhnya Paku Sarang Burung Suplir Daun Semanggi
  • 25.
    MANFAAT TUMBUHAN PAKU -Untuk tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella wildenowii (paku rane). - Untuk bahan obat-obatan, misalnya Aspidium felixmas, dan Lycopodium clavatum (paku kawat). - Untuk sayuran (dapat dimakan), misalnya Marsilea crenata (paku semanggi). - Sebagai pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata dan Anabaena azollae. - Sebagai pelindung tanaman pertanian, misalnya Gleichenia linearis
  • 26.
    TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA) 03 . berasal daribahasa yunani, yaitu sperma yang berarti biji, dan phyton yang berarti tumbuhan 01 02 03 04 05 06
  • 27.
    CIRI-CIRI TUMBUHAN BERBIJI01 02 03 04 05 06 - Memiiki biji. - Memiliki berkas pengangkut (xilem dan floem) - Merupakan tumbuhan kormophyta (memiliki akar, batang dan daun sejati) - Ada yang memiliki bunga dan tidak - Bersifat autotrof. - Alat perkembangbiakan sudah jelas antara jantan dan betina yang berupa bunga atau strobilus. - Generasi saprofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    GYMNOSPERMAE (Berbiji Terbuka) Disebutbiji terbuka karena bijinya tidak ditutupi oleh daging buah. Gymnospremae umumnya memiliki struktur daun tebal, banyak cabang, tudung daun membentuk kerucut, dan belum memiliki bunga sesungguhnya. Ciri-ciri gymnospermae: 1) Memiliki bakal biji yang tidak tertutup oleh daun buah. 2) Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar dan bercabang-cabang. 3) Belum memiliki bunga sejati (hanya berupa strobilus jantan dan betina).
  • 31.
  • 32.
    ANGIOSPERMAE (Berbiji Tertutup) Disebutbiji tertutup karena bijinya terbungkus oleh daging buah. Memiliki alat reproduksi berupa bunga sempurna (benang sari, putik, bakal buah, bakal biji, mahkota, kelopak, dan tangkai). Ciri-ciri Angiospermae: a. Bakal biji diselubungi daun buah yang merupakan bakal buah. b. Berupa herba, perdu, atau pohon. c. Mempunyai organ yang berupa bunga lengkap (terdapat kelopak bunga, mahkota bunga, serta alat kelamin berupa benang sari dan putik).
  • 33.
    ANGIOSPERMAE (Berbiji Tertutup) Terbagimenjadi dua Jenis : Monokotl & Dikotil
  • 34.
    CONTOH TUMBUHAN MONOKOTIL Contohmonokotil adalah : Oryza sativa(padi), Zea mays (jangung), dan Cocos nucifera (kelapa)
  • 35.
    CONTOH TUMBUHAN DIKOTIL ContohDikotil adalah : Mangifera indica (mangga),Manihot utilissima (ketela pohon), dan Psidium guajava (jambu biji)