SlideShare a Scribd company logo
1 of 3
RUMAH ADAT KABUPATEN MUNA (KAMALI)
Anjungan atau bangunan induk anjungan mengambil bentuk Istana Sultan Buton
(disebut Malige) yang megah. Meskipun didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa
tali pengikat ataupun paku, bangunan ini dapat berdiri dengan dengan kokoh dan megah
diatas sandi yang menjadi landasan dasarnya. Patung dua ekor kuda jantan yan sedang
bertarung, pelengkap bangunan, menggambarkan tradisi mengadu kuda dari Pulau Muna
yang digemari masyarakat Sulawesi Tenggara. Di Taman Mini Indonesia Indah, anjungan
Sulawesi Tenggara terletak di sebelah tenggara arsipel, bersebelahan dengan anjungan
Sulawesi Selatan serta berhadapan dengan istana anak-anak Indonesia. Dalam
memperkenalkan daerahnya propinsi Sulawesi Tenggara menampilkan bangunan induk yang
merupaka tiruan dari istana raja Buton yang disebut Malige. Bangunan ini sengaja
ditampilkan karena bangunan yang asli masih ada di pulau Buton serta merupakan satu
peninggalan budaya yang bersejarah. Di halaman anjungan dilengkapi dengan patung-patung
orang berpakaian adat antara lain dari daerah Buton, Muna, Kendari dan Koloka. Juga patung
2 ekor kuda jantan yang sedang berlaga, memperebutkan kuda betina. Adegan in
menggambarkan Pogerano Ajara, jenis aduan kuda khas Sulawesi Tenggara, dan merupakan
permainan raja-raja. Selain Anoa, Rusa dan lain-lain.
Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan
kayu. Banguanannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih
luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin
keatas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar.
Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau
paku kayu. Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan
deret, hingga jumlah seluruhnya adalah 40 buah tiang. Tiang tengah menjulang ke atas dan
merupakan tiang utama disebut Tutumbu yang artinya tumbuh terus. Tiang-tiang ini terbuat
dari kayu wala da semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk
bulat. Biasanya tiang-tiang ini puncaknya terpotong. Dengan melihat jumlah tiang
sampingnya dapat diketahui siapa atau apa kedudukan si pemilik. Rumah adat yang
mempunyai tiang samping 4 buah berarti rumah tersebut terdiri dari 3 petak merupakan
rumah rakyat biasa. Rumah adat bertiang samping 6 buah akan mempunyai 5 petak atau
ruangan, rumah ini biasanya dimiliki oleh pegawai Sultan atau rumah anggota adat
kesultanan Buton. Sedangkan rumah adat yang mempunyai tiang samping 8 buah berarti
rumah tersebut mempunyai 7 ruangan dan ini khusus untuk rumah Sultan Buton.
Adapun susunan ruangan dalam istana ini adalah sebagai berikut:
1 Lantai pertama terdiri dari 7 petak atau ruangan, ruangan pertama dan kedua berfungsi
sebgai tempat menerima tamu atau ruang sidang anggota Hadat Kerajaan Buton. Ruangan
ketiga dibagi dua, yang sebelah kiri dipakai untuk kamar tidur tamu, dan sebelah kanan
sebagai ruang makan tamu. Ruangan keempat juga dibagi dua, berfungsi sebgai kamar anak-
anak Sultan yang sudah menikah. Ruang kelima sebgai kamar makan Sultan, atau kamar
tamu bagian dalam, sedangkan ruangan keenam dan ketujuh dari kiri ke kanan diperguakan
sebagai makar anak perempouan Sultan yang sudah dewasa, kamar Sultan dan kamar anak
laki-laki Sultan yang dewasa.
Di anjungan Sulawesi Tenggara, lantai pertama ini konstruksi atau susunan ruangan sudah
diubah sesuai dengan keperluan, sebagi pameran dan peragaan aspek kebudayaan daerahnya.
Di sini dipamerkan pakaian kebesaran tradisional raja Kendari beserta permaisurinya, juga
pakaian kebesaran raja Muna,panglima perang atau Kapitalao, menteri besar atau Banto
Balano dan Pasi yakni petugas pengurus benda pusaka kerajaan. Semuanya dipamerkan
dengan bentuk boneka berpakaian tradisional tersebut. Di ruanga inipun dioamerkan berbagai
jenis hasil kerajiana perak Kendari, kerajinan anyaman-anyaman, tenunan serta benda-benda
pusaka, beberapa goci dan berbagai binatang yang telah diawetkan seperti penyu, burung
Meleo, penyu bersisik, biawak, enggang dan lain-lain.
2 Lantai kedua dibagi menjadi 14 buah kamar, yaitu 7 kamar di sisi sebelah kanan dan 7
kamar di sisi sebelah kiri. Tiap kamar mempunyai tangga sendiri-sendiri hingga terdapat 7
tangga di sebelah kiri dan 7 tangga sebelah kanan, seluruhnya 14 buah tangga. Fungsi kamar-
kamar tersebut adalah untuk tamu keluarga, sebagai kantor, dan sebagai gudang. Kamar besar
yang letaknya di sebelah depan sebagai kamar tinggal keluarga Sultan, sedangkan yang lebih
besar lagi sebagai Aula.
3 Lantai ketiga berfungsi sebagai tempat rekreasi
4 Lantai keempat berfungsi sebagai tempat penjemuran. Disamping kamar bangunan Malige
terdapat sebuah banguan seperti rumah panggung mecil, yang dipergunakan sebagai dapur,
yang dihubungakan dengan satu gang di atas tiang pula. Di anjungan bangunan ini
di[pergunakan sebagai kantor anjungan. Pada bangunan Malige terdapat 2 macam hiasan,
yaitu ukira naga yang terdapat di atas bubungan rumah, serta ukiran buah nenas yang
tergantung pada papan lis atap, dan dibawah kamar-kamar sisi depan. Adapun kedua hiasan
tersebut mengandunga makna yang sangat dalam, yakni ukiran naga merupakan lambang
kebesaran kerajaan Buton. Sedangkan ukiran buah nenas, dalam tangkai nenas itu hanya
tumbuh sebuah nenas saja, melambangkan bahwa hanya ada satu Sultan di dalam kerajaan
Buton. Bunga nenas bermahkota, berarti bahwa yang berhak untuk dipayungi dengan payung
kerajaan hanya Sultan Buton saja. Nenas merupakan buah berbiji, tetapi bibit nenas tidak
tumbuh dari bibit itu, melainkan dari rumpunya timbul tunas baru. ini berarti bahwa
kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak beranak yang dapat diwariskan kepada anaknya
sendiri. Falsafah nenas in dilambangakan sebagai kesultanan Buton, dan Malige Buton mirip
rongga manusia.
Anjugan daerah Sulawesi Tenggara dibangun sejak tahun 1973 dan diresmikan
pengggunaannya pada tahun 1975.
Bertindak sebagai perancang terutama pada bangunan induknya adalah orang-orang adat dari
bekas kesultanan Buton. Pada halaman anjungan terdapat arena pertunjukan dengan latar
belakang relief, yang menggambarkan kebudayaan di Sulawesi Tenggara. Di arena inilah
pada hari Minggu atau hari libur dipagelarkan kesenian tradisional seperti tari-tarian antara
lain tari Kalegoa, tari Lariangi, tari Balumpa, tari Malulo dan lain-lain. Jenis tarian terakhir
merupakan tarian pergaulan yang ditarikan dengan membentuk suatu lingkaran, bila besarnya
lingkaran telah mencapai lebar arena, dibentuk lagi lingkaran baru di dalamnya, begitu
seterusnya sehingga membentuk lingkaran yang berlapis-lapis karena semakin banyak orang
yang melibatkan diri ikut menari tarian Malulo ini. Selain itu juga ditampilkan musik lagu-
lagu daerah, dan diwaktu-waktu tertentu dipamerkan makanan-makanan khas daerah
Sulawesi Tenggara ataupun karnaval tradisional. Anjungan daerah Sulawesi Tenggara telah
menerima kunjungan tamu negara pada tanggal 1 Mei 1983 yakni istri P.M Jepang, Ny.
Tautako Nakasone dan pada tanggal 10 November 1984 berkunjung pula istri P.M. Thailand,
Ny. Virat Chomanan- (TMII)

More Related Content

Similar to Rumah adat kabupaten muna

arsitektur-tradisional-batak-toba
arsitektur-tradisional-batak-tobaarsitektur-tradisional-batak-toba
arsitektur-tradisional-batak-tobaJoseph Febrino
 
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa Tenggara
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa TenggaraMakalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa Tenggara
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa TenggaraSalahudin Ayubi
 
Tarian dan alat musik ntt
Tarian dan alat musik nttTarian dan alat musik ntt
Tarian dan alat musik nttetto kono
 
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhung
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhungPusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhung
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhungSawabi S.Kom
 
Rumah adat di ntt
Rumah adat di nttRumah adat di ntt
Rumah adat di nttetto kono
 
rumah adat_tulungagung
rumah adat_tulungagungrumah adat_tulungagung
rumah adat_tulungagungjuinsis75
 
Tugas konservasi kerbau belang
Tugas konservasi kerbau belangTugas konservasi kerbau belang
Tugas konservasi kerbau belangSelfie Rumengan
 
Kebudayaan dari indonesia bagian tengah
Kebudayaan dari indonesia bagian tengahKebudayaan dari indonesia bagian tengah
Kebudayaan dari indonesia bagian tengahYadhi Muqsith
 
Istana kerajaan di pulau andalas
Istana kerajaan di pulau andalasIstana kerajaan di pulau andalas
Istana kerajaan di pulau andalasEni Mar'a Qoneta
 
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYU
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYUSejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYU
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYUhamdan che hassan
 
Makalah nusa-tenggara-barat
Makalah nusa-tenggara-baratMakalah nusa-tenggara-barat
Makalah nusa-tenggara-baratPengetikan Wahyu
 
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau Sumatera
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau  SumateraRumah Adat & Tarian Tradisional Pulau  Sumatera
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau Sumateraagrifinaamanda
 
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningrat
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningratKota Solo-Keraton surakarta hadiningrat
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningrattaufiqas
 
tentang kota solo
tentang kota solotentang kota solo
tentang kota solomarlinrd
 
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayu
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan MelayuSejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayu
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayuhamdan che hassan
 

Similar to Rumah adat kabupaten muna (20)

Wisata Solo
Wisata SoloWisata Solo
Wisata Solo
 
arsitektur-tradisional-batak-toba
arsitektur-tradisional-batak-tobaarsitektur-tradisional-batak-toba
arsitektur-tradisional-batak-toba
 
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa Tenggara
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa TenggaraMakalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa Tenggara
Makalah Kerajan Islam di Maluku dan Nusa Tenggara
 
Tarian dan alat musik ntt
Tarian dan alat musik nttTarian dan alat musik ntt
Tarian dan alat musik ntt
 
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhung
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhungPusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhung
Pusaka kedaton kasultanan ternate yang adiluhung
 
Pp plh 9p
Pp plh 9pPp plh 9p
Pp plh 9p
 
Rumah adat di ntt
Rumah adat di nttRumah adat di ntt
Rumah adat di ntt
 
rumah adat_tulungagung
rumah adat_tulungagungrumah adat_tulungagung
rumah adat_tulungagung
 
Aceh
AcehAceh
Aceh
 
Tugas konservasi kerbau belang
Tugas konservasi kerbau belangTugas konservasi kerbau belang
Tugas konservasi kerbau belang
 
Kebudayaan dari indonesia bagian tengah
Kebudayaan dari indonesia bagian tengahKebudayaan dari indonesia bagian tengah
Kebudayaan dari indonesia bagian tengah
 
Istana kerajaan di pulau andalas
Istana kerajaan di pulau andalasIstana kerajaan di pulau andalas
Istana kerajaan di pulau andalas
 
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYU
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYUSejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYU
Sejarah Tingkatan 1: Bab 8 KERAJAAN NEGERI MELAYU
 
Makalah nusa-tenggara-barat
Makalah nusa-tenggara-baratMakalah nusa-tenggara-barat
Makalah nusa-tenggara-barat
 
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau Sumatera
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau  SumateraRumah Adat & Tarian Tradisional Pulau  Sumatera
Rumah Adat & Tarian Tradisional Pulau Sumatera
 
Keraton di surakarta
Keraton di surakartaKeraton di surakarta
Keraton di surakarta
 
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningrat
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningratKota Solo-Keraton surakarta hadiningrat
Kota Solo-Keraton surakarta hadiningrat
 
tentang kota solo
tentang kota solotentang kota solo
tentang kota solo
 
mak yong.docx
mak yong.docxmak yong.docx
mak yong.docx
 
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayu
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan MelayuSejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayu
Sejarah Tingkatan 1 Bab 8 Kerajaan Melayu
 

More from Operator Warnet Vast Raha

Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiOperator Warnet Vast Raha
 

More from Operator Warnet Vast Raha (20)

Stiker kk bondan
Stiker kk bondanStiker kk bondan
Stiker kk bondan
 
Proposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bolaProposal bantuan sepak bola
Proposal bantuan sepak bola
 
Surat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehatSurat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehat
 
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajarSurat pernyataan nusantara sehat fajar
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
 
Halaman sampul target
Halaman sampul targetHalaman sampul target
Halaman sampul target
 
Makalah seni kriya korea
Makalah seni kriya koreaMakalah seni kriya korea
Makalah seni kriya korea
 
Makalah makromolekul
Makalah makromolekulMakalah makromolekul
Makalah makromolekul
 
126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul126895843 makalah-makromolekul
126895843 makalah-makromolekul
 
Kafer akbid paramata
Kafer akbid paramataKafer akbid paramata
Kafer akbid paramata
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Mata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budayaMata pelajaran seni budaya
Mata pelajaran seni budaya
 
Lingkungan hidup
Lingkungan hidupLingkungan hidup
Lingkungan hidup
 
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga penggantiPermohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
 
Odher scout community
Odher scout communityOdher scout community
Odher scout community
 
Surat izin keramaian
Surat izin keramaianSurat izin keramaian
Surat izin keramaian
 
Makalah keganasan
Makalah keganasanMakalah keganasan
Makalah keganasan
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Makalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetikaMakalah penyakit genetika
Makalah penyakit genetika
 
Undangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepaUndangan kecamatan lasalepa
Undangan kecamatan lasalepa
 
Bukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajakBukti registrasi pajak
Bukti registrasi pajak
 

Rumah adat kabupaten muna

  • 1. RUMAH ADAT KABUPATEN MUNA (KAMALI) Anjungan atau bangunan induk anjungan mengambil bentuk Istana Sultan Buton (disebut Malige) yang megah. Meskipun didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa tali pengikat ataupun paku, bangunan ini dapat berdiri dengan dengan kokoh dan megah diatas sandi yang menjadi landasan dasarnya. Patung dua ekor kuda jantan yan sedang bertarung, pelengkap bangunan, menggambarkan tradisi mengadu kuda dari Pulau Muna yang digemari masyarakat Sulawesi Tenggara. Di Taman Mini Indonesia Indah, anjungan Sulawesi Tenggara terletak di sebelah tenggara arsipel, bersebelahan dengan anjungan Sulawesi Selatan serta berhadapan dengan istana anak-anak Indonesia. Dalam memperkenalkan daerahnya propinsi Sulawesi Tenggara menampilkan bangunan induk yang merupaka tiruan dari istana raja Buton yang disebut Malige. Bangunan ini sengaja ditampilkan karena bangunan yang asli masih ada di pulau Buton serta merupakan satu peninggalan budaya yang bersejarah. Di halaman anjungan dilengkapi dengan patung-patung orang berpakaian adat antara lain dari daerah Buton, Muna, Kendari dan Koloka. Juga patung 2 ekor kuda jantan yang sedang berlaga, memperebutkan kuda betina. Adegan in menggambarkan Pogerano Ajara, jenis aduan kuda khas Sulawesi Tenggara, dan merupakan permainan raja-raja. Selain Anoa, Rusa dan lain-lain. Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan kayu. Banguanannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin keatas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar. Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau paku kayu. Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, hingga jumlah seluruhnya adalah 40 buah tiang. Tiang tengah menjulang ke atas dan merupakan tiang utama disebut Tutumbu yang artinya tumbuh terus. Tiang-tiang ini terbuat
  • 2. dari kayu wala da semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk bulat. Biasanya tiang-tiang ini puncaknya terpotong. Dengan melihat jumlah tiang sampingnya dapat diketahui siapa atau apa kedudukan si pemilik. Rumah adat yang mempunyai tiang samping 4 buah berarti rumah tersebut terdiri dari 3 petak merupakan rumah rakyat biasa. Rumah adat bertiang samping 6 buah akan mempunyai 5 petak atau ruangan, rumah ini biasanya dimiliki oleh pegawai Sultan atau rumah anggota adat kesultanan Buton. Sedangkan rumah adat yang mempunyai tiang samping 8 buah berarti rumah tersebut mempunyai 7 ruangan dan ini khusus untuk rumah Sultan Buton. Adapun susunan ruangan dalam istana ini adalah sebagai berikut: 1 Lantai pertama terdiri dari 7 petak atau ruangan, ruangan pertama dan kedua berfungsi sebgai tempat menerima tamu atau ruang sidang anggota Hadat Kerajaan Buton. Ruangan ketiga dibagi dua, yang sebelah kiri dipakai untuk kamar tidur tamu, dan sebelah kanan sebagai ruang makan tamu. Ruangan keempat juga dibagi dua, berfungsi sebgai kamar anak- anak Sultan yang sudah menikah. Ruang kelima sebgai kamar makan Sultan, atau kamar tamu bagian dalam, sedangkan ruangan keenam dan ketujuh dari kiri ke kanan diperguakan sebagai makar anak perempouan Sultan yang sudah dewasa, kamar Sultan dan kamar anak laki-laki Sultan yang dewasa. Di anjungan Sulawesi Tenggara, lantai pertama ini konstruksi atau susunan ruangan sudah diubah sesuai dengan keperluan, sebagi pameran dan peragaan aspek kebudayaan daerahnya. Di sini dipamerkan pakaian kebesaran tradisional raja Kendari beserta permaisurinya, juga pakaian kebesaran raja Muna,panglima perang atau Kapitalao, menteri besar atau Banto Balano dan Pasi yakni petugas pengurus benda pusaka kerajaan. Semuanya dipamerkan dengan bentuk boneka berpakaian tradisional tersebut. Di ruanga inipun dioamerkan berbagai jenis hasil kerajiana perak Kendari, kerajinan anyaman-anyaman, tenunan serta benda-benda pusaka, beberapa goci dan berbagai binatang yang telah diawetkan seperti penyu, burung Meleo, penyu bersisik, biawak, enggang dan lain-lain. 2 Lantai kedua dibagi menjadi 14 buah kamar, yaitu 7 kamar di sisi sebelah kanan dan 7 kamar di sisi sebelah kiri. Tiap kamar mempunyai tangga sendiri-sendiri hingga terdapat 7 tangga di sebelah kiri dan 7 tangga sebelah kanan, seluruhnya 14 buah tangga. Fungsi kamar- kamar tersebut adalah untuk tamu keluarga, sebagai kantor, dan sebagai gudang. Kamar besar yang letaknya di sebelah depan sebagai kamar tinggal keluarga Sultan, sedangkan yang lebih besar lagi sebagai Aula. 3 Lantai ketiga berfungsi sebagai tempat rekreasi 4 Lantai keempat berfungsi sebagai tempat penjemuran. Disamping kamar bangunan Malige terdapat sebuah banguan seperti rumah panggung mecil, yang dipergunakan sebagai dapur, yang dihubungakan dengan satu gang di atas tiang pula. Di anjungan bangunan ini di[pergunakan sebagai kantor anjungan. Pada bangunan Malige terdapat 2 macam hiasan,
  • 3. yaitu ukira naga yang terdapat di atas bubungan rumah, serta ukiran buah nenas yang tergantung pada papan lis atap, dan dibawah kamar-kamar sisi depan. Adapun kedua hiasan tersebut mengandunga makna yang sangat dalam, yakni ukiran naga merupakan lambang kebesaran kerajaan Buton. Sedangkan ukiran buah nenas, dalam tangkai nenas itu hanya tumbuh sebuah nenas saja, melambangkan bahwa hanya ada satu Sultan di dalam kerajaan Buton. Bunga nenas bermahkota, berarti bahwa yang berhak untuk dipayungi dengan payung kerajaan hanya Sultan Buton saja. Nenas merupakan buah berbiji, tetapi bibit nenas tidak tumbuh dari bibit itu, melainkan dari rumpunya timbul tunas baru. ini berarti bahwa kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak beranak yang dapat diwariskan kepada anaknya sendiri. Falsafah nenas in dilambangakan sebagai kesultanan Buton, dan Malige Buton mirip rongga manusia. Anjugan daerah Sulawesi Tenggara dibangun sejak tahun 1973 dan diresmikan pengggunaannya pada tahun 1975. Bertindak sebagai perancang terutama pada bangunan induknya adalah orang-orang adat dari bekas kesultanan Buton. Pada halaman anjungan terdapat arena pertunjukan dengan latar belakang relief, yang menggambarkan kebudayaan di Sulawesi Tenggara. Di arena inilah pada hari Minggu atau hari libur dipagelarkan kesenian tradisional seperti tari-tarian antara lain tari Kalegoa, tari Lariangi, tari Balumpa, tari Malulo dan lain-lain. Jenis tarian terakhir merupakan tarian pergaulan yang ditarikan dengan membentuk suatu lingkaran, bila besarnya lingkaran telah mencapai lebar arena, dibentuk lagi lingkaran baru di dalamnya, begitu seterusnya sehingga membentuk lingkaran yang berlapis-lapis karena semakin banyak orang yang melibatkan diri ikut menari tarian Malulo ini. Selain itu juga ditampilkan musik lagu- lagu daerah, dan diwaktu-waktu tertentu dipamerkan makanan-makanan khas daerah Sulawesi Tenggara ataupun karnaval tradisional. Anjungan daerah Sulawesi Tenggara telah menerima kunjungan tamu negara pada tanggal 1 Mei 1983 yakni istri P.M Jepang, Ny. Tautako Nakasone dan pada tanggal 10 November 1984 berkunjung pula istri P.M. Thailand, Ny. Virat Chomanan- (TMII)