Nim 10505019 Samsi Junianto

721 views

Published on

this was my project lab presentation. this presentation is about solid oxide fuel cell. i fabricated a single cell using LSGM as electrolyte, LSF as cathode and SMMM as Anode. this research consclusion was a single cell with 0.4 V potential cell was developed.

Published in: News & Politics
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Nim 10505019 Samsi Junianto

  1. 1. Oleh : Samsi Junianto 10505019 Pembimbing : Prof. Dr. Ismunandar Dr. Bambang Prijamboedi
  2. 2. <ul><li>Pendahuluan </li></ul><ul><li>Metodologi </li></ul><ul><li>Hasil dan Pembahasan </li></ul><ul><li>Kesimpulan dan Saran </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  3. 3. PENDAHULUAN 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  4. 4. <ul><li>Sistem sel bahan bakar yang menggunakan elektroda padatan berupa keramik dan elektrolit berupa padatan oksida. </li></ul><ul><li>Suhu operasi 600-800 º C </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  5. 5. <ul><ul><ul><li>Efisiensi tinggi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tidak membutuhkan katalis karena bekerja pada suhu tinggi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Durasi penggunaan lebih lama karena elektrolit berwujud padat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bahan bakar fleksibel, bisa menggunakan hidrogen,gas alam,dan biofuel. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bebas polutan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tidak bising </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tidak terjadi korosi </li></ul></ul></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  6. 6. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR Anoda berpori Elektrolit non pori katoda berpori Fuel gas : H 2 , CH 4 Gas pengoksidasi : O 2 H 2 + O 2-  H 2 O + 2e -1 ½O 2 + 2e -1  O 2- V e e O 2- O 2- O 2- H 2 H 2 H 2 O 2 O 2 O 2
  7. 7. <ul><li>Reaksi fasa padat ( solid state reaction ) </li></ul><ul><li>Sol gel </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR <ul><li>Metode reaksi melibatkan pemanasan berbagai komponen padat pada suhu tinggi dalam waktu yang lama. </li></ul><ul><li>faktor penentu laju reaksi fasa padat : </li></ul><ul><li>Luas kontak pereaksi </li></ul><ul><ul><li>Memperkecil ukuran dengan menggerus </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengubah campuran menjadi pelet </li></ul></ul><ul><li>Laju difusi </li></ul><ul><ul><li>Menaikkan suhu reaksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemilihan reagen </li></ul></ul><ul><li>(sumber : Padatan Oksida Logam, Ismunandar, 2006) </li></ul>Metode sintesis padatan pada suhu rendah melibatkan sol dan gel. Padatan logam akan dibuat menjadi bentuk kation dalam larutan, dan ditambahkan pengkhelat sehingga terbentuk gel. Padatan akan diperoleh kembali dengan memanaskan larutan sehingga ikatan koordinasi antara kation logam dengan pengkhelat putus.
  8. 8. <ul><li>Panjang gelombang sekitar 0,6 – 1,9 Å. </li></ul><ul><li>Merupakan akibat tumbukan elektron berkecepatan tinggi pada elektron atom target di orbital 1s </li></ul><ul><li>Digunakan untuk menentukan sistem dan parameter sel </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  9. 9. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR <ul><li>Prinsip sama dengan mikroskop biasa, tapi dengan sumber cahaya berupa berkas elektron </li></ul><ul><li>Digunakan untuk menentukan morfologi permukaan suatu padatan </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Sintesis elektrolit La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3 -δ dengan reaksi fasa padat; elektroda Sr 2 Mg 0,2 Mn 0,8 MoO 6-δ dan La 0,8 Sr 0,2 FeO 3-δ dengan metoda sol gel. </li></ul><ul><li>Fabrikasi sel bahan bakar padatan oksida </li></ul><ul><li>Uji kinerja sel bakar padatan oksida. </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  11. 11. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  12. 12. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  13. 13. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  14. 14. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  15. 15. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  16. 16. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  17. 17. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR Tahap ini dilakukan beberapa kali agar terbentuk lapisan tipis Pemanasan bertahap hingga 1350 ºC Sel SOFC Gel Pemanasan 100 ºC Dilapiskan secara merata pada pelet elektrolit menggunakan pisau cutter
  18. 18. <ul><li>Preparasi sel </li></ul><ul><li>Pembakaran sel dengan gas LPG </li></ul><ul><ul><li>Anoda : oksidasi LPG </li></ul></ul><ul><ul><li>Katoda : reduksi oksigen di udara </li></ul></ul><ul><li>Mengukur potensial sel menggunakan Voltmeter </li></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  19. 19. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  20. 20. <ul><li>Difraksi Sinar-X </li></ul><ul><ul><li>Elektrolit LSGM </li></ul></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR Rp = 9,140%, Rwp = 15,553% Grup ruang : Pm3m, kisi = kubus parameter sel : a = 3,9134 Å Z = 1 Pengotor = LaSrGa 3 O 7
  21. 21. <ul><ul><li>Anoda SMMMO </li></ul></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR Rp = 12,883%; rwp = 7,731% Grup ruang : P2 1 /n Kisi : monoklinik Parameter sel : a = 5,54000 Å b = 7,92000 Å c = 5,63000 Å Z = 4 Masih mengandung pengotor : Sr 4 Mn 3 O 10 , Sr 2 MoO 4
  22. 22. <ul><ul><li>Katoda LSF </li></ul></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR Rwp : 6,169%, Rp 7,079% Grup ruang : Pbnm Kisi : ortorombik parameter sel : a = 5,55020 Å b = 5,55020 Å c = 7,84360 Å Z = 4
  23. 23. SEM Penampang Lintang 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR LSGM SMMMO LSF <ul><li>Tebal lapisan = ± 12,5 μ m </li></ul><ul><li>Cukup homogen </li></ul><ul><li>Tebal lapisan = ± 25 μ m </li></ul><ul><li>Kurang homogen </li></ul>
  24. 24. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR V 0 = 0 mV V maks = 412 mV Δ V=412 mV Δ V = 361,3-75,7 = 285,6 mV Δ V =142,2-75,4 = 66,8 mV Δ V = 450-35,9 = 414,1 mV Pengukuran pertama
  25. 25. <ul><ul><li>Telah difabrikasi sel bahan bakar padatan oksida dengan elektrolit La 0,8 Sr 0,2 Ga 0,8 Mg 0,2 O 3-δ , anoda Sr 2 Mg 0,2 Mn 0,8 MoO 6-δ , dan katoda La 0,8 Sr 0,2 FeO 3-∂ dengan metode reaksi fasa padat dan sol gel, menghasilkan beda potensial maksimum sebesar 414,1 mV. </li></ul></ul>02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR
  26. 26. 02/08/10 SEMINAR TUGAS AKHIR ALLAH SWT Orangtua dan keluarga Prof.Dr. Ismunandar Dr. Bambang Prijamboedi Para seniman di Lab. Solid State Rekan seperjuangan Kimia ITB, spesial to Chem ITB 05 yang senantiasa memberikan semangat demi masa depan

×