Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
B. Persoalan yang Rawan Muncul di Perbatasan Negara Indonesia
Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secar...
mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila.
5. Aspek Pertahanan dan Ke...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Persoalan wilayah perbatasan

1,573 views

Published on

berisi tentang penjelasan yang berkaitan dengan powepoint permasalahan diwilayah perbatasan sebelumnya

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Persoalan wilayah perbatasan

  1. 1. B. Persoalan yang Rawan Muncul di Perbatasan Negara Indonesia Pada umumnya daerah pebatasan belum mendapat perhatian secara proporsional. Kondisi ini terbukti dari kurangnya sarana prasarana pengamanan daerah perbatasan dan aparat keamanan di perbatasan. Hal ini telah menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan seperti, perubahan batas-batas wilayah, penyelundupan barang dan jasa serta kejahatan trans nasional (transnational crimes). Kondisi umum daerah perbatasan dilihat dari aspek pancagatra yaitu: 1. Aspek Ideologi, Kurangnya akses pemerintah baik pusat maupun daerah ke kawasan perbatasan dapat menyebabkan masuknya pemahaman ideologi lain seperti paham komunis dan liberal kapitalis, yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dari rakyat Indonesia. 2. Aspek Politik, Kehidupan sosial ekonomi di daerah perbatasan umumnya dipengaruhi oleh kegiatan di negara tetangga. Kondisi tersebut berpotensi untuk mengundang ke-rawanan di bidang politik, karena meskipun orientasi masyarakat masih terbatas pada bidang ekonomi dan sosial, terutama apabila kehidupan ekonomi masyarakat daerah perbatasan mempunyai ketergantungan kepada perekonomian negara tetangga, maka hal inipun selain dapat menimbulkan kerawanan di bidang politik juga dapat menurunkan harkat dan martabat bangsa. 3. Aspek Ekonomi, Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan dengan masyarakat negara tetangga mempengaruhi watak dan pola hidup masyarakat setempat dan berdampak negatif bagi pengamanan daerah perbatasan dan rasa nasionalisme. Maka tidak jarang daerah perbatasan sebagai pintu masuk atau tempat transit pelaku kejahatan dan teroris. Daerah perbatasan merupakan daerah tertinggal disebabkan antara lain: a. Lokasinya yang relatif terisolir (terpencil) dengan tingkat aksesibilitas yang rendah. b. Rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat. c. Rendahnya tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat daerah perbatasan (jumlah penduduk miskin dan desa tertinggal). d. Langkanya informasi tentang pemerintah dan masyarakat di daerah perbatasan (blank spot). 4. Aspek Sosial Budaya, Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, teknologi informasi, dan komunikasi, dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat daerah perbatasan cenderung lebih cepat terpengaruh oleh budaya asing, dikarenakan intensitas hubungan lebih besar dan kehidupan ekonominya sangat tergantung dengan negara tetangga. dan hal ini dapat merusak ketahanan nasional;
  2. 2. mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. 5. Aspek Pertahanan dan Keamanan, Daerah perbatasan merupakan wilayah pembinaan yang luas dengan pola penyebaran penduduk yang tidak merata, sehingga menyebabkan rentang kendali pemerintah, pengawasan dan pembinaan teritorial sulit dilaksanakan dengan mantap dan efisien. Seluruh bentuk kegiatan atau aktifitas yang ada di daerah perbatasan apabila tidak dikelola dengan baik akan mempunyai dampak terhadap kondisi pertahanan dan keamanan, di tingkat regional maupun internasional baik secara langsung dan tidak langsung. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia khususnya dalam bidang politik, strategi dan pertahanan negara guna mengatasi permasalahan di wilayah perbatasan yaitu : 1. Menetapkan batas wilayah perbatasan dengan negara tetangga, 2. Perkuat Diplomasi Internasional, 3. Bangun Jalan (Prioritaskan Pembangunan) di Sepanjang Perbatasan Darat, 4. Bangun Wilayah Baru di Dekat Perbatasan, 5. Membentuk Lembaga Khusus yang menangani perbatasan. 6. Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan dengan Menggunakan Pendekatan Kesejahteraan, Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Masyarakat, 7. Perluasan ketersediaan sarana dan prasarana/infrastruktur dasar wilayah, transportasi dan telekomunikasi, 8. Meningkatkan kualitas SDM aparat pemerintahan, 9. Peningkatan kualitas kehidupan sosial budaya masyarakat perbatasan.

×