Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ciri khusus beberapa hewan dan tumbuhan

4,306 views

Published on

  • Be the first to comment

Ciri khusus beberapa hewan dan tumbuhan

  1. 1. Ciri Khusus Beberapa Hewan dan Tumbuhan Posted on 18 Agustus 2010 by bpmkotabandaaceh Seorang anak staf BPM Kota Banda Aceh, kelas VI MIN Jambo Tape Banda Aceh, bernama Samirul Fuadi minta dicarikan bahan tentang Ciri Khusus Hewan dan Tumbuhan. Ini ada beberapa bahan untuk menambah khasanah anak-anak tingkat SD Kelas VI tentang ciri khusus beberapa hewan dan tumbuhan. semoga bermanfaat. Ciri Khusus Hewan 1. Kelelawar  Merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang.  Jenisnya terdiri atas : kelelawar buah (pemakan buah), kelelawar ikan (pemakan ikan), kelelawar lidah panjang (pemakan nektar), kelelawar katak (pemakan katak), dan kelelawar vampir (penghisap darah).  Hidup di gua yang lembab dan gelap atau di pohon yang tinggi.  Mencari makan pada waktu malam hari (nocturnal).  Tidur pada siang hari dengan keadaan menggantung terbalik.  Memiliki daya pendengaran yang tajam.  Memiliki kemampuan ekolokasi yaitu menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui posisi mangsanya.  Pada saat terbang kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi (ultrasonik) yang jika mengenai benda akan menimbulkan pantulan. Pantulan bunyi ini ditangkap oleh telinga kelelawar sehingga dapat mengetahui ukuran, jarak, dan arah benda pada waktu singkat. 2. Cecak atau Tokek  Dapat merayap di dinding.  Pada telapak kakinya terdapat struktur lapisan yang bersifat lengket dan tampak seperti guratan-guratan yang berfungsi sebagai alat pelekat.
  2. 2.  Untuk mempertahankan diri dari musuh, cicak memutuskan ekornya dengan tujuan untuk mengelabui musuhnya (autotomi). Ekor cicak tersebut dapat tumbuh kembali.  3. Ikan Lele dan Serowot  Hidup di air tawar  Tidak mengandalkan mata untuk mencari makan yang tersembunyi di dasar sungai yang berlumpur dan gelap.  Mengandalkan kumis (misai) yang merupakan organ indra khusus.  Misai berbentuk embelan panjang pada bibir bawah dan bibir atas ikan.  Misai memiliki kuncup pengecap.  Ketika berenang di air, ikan lele dan serowot menyapu dasar sungai dengan misainya untuk mengenali rasa binatang di dekatnya.  lele kampung lele dumbo
  3. 3. 4. Bunglon  Dapat mengubah warna tubuhnya sebagai tanggapan terhadap perubahan suhu dan cahaya di sekitarnya.  Kemampuan untuk menyamar membantu bunglon untuk menangkap mangsa dan menghindari pandangan musuh.  Memiliki lidah panjang dan lengket untuk menangkap mangsa dan membawanya ke rahang.  Memiliki mata yang dapat berputar dan dapat melihat ke segala arah.  Memiliki kaki yang dapat mencengkeram seperti tangan agar dapat menggenggam dengan kuat. 5. Laba-laba .  Kebanyakan memiliki penglihatan yang buruk  Membuat jaring untuk menangkap mangsa  Jaring terbuat dari bahan yang berasal dari organ khusus dalam abdomen (perut) yang disebut alat antih.  Mengandalkan indra peraba pada kakinya untuk memeriksa apakah terdapat mengsa dalam jaringnya. 6. Jerapah
  4. 4.  Memiliki leher yang panjang sehingga memungkinkan untuk memakan tunas dan daun muda.  Dapat minum dengan menundukkan kepalanya.  Memiliki katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepalanya sehingga saat ketinggian kepala jerapah berubah, katup tersebut dapat mencegah tekanan darah yang tinggi naik ke kepala. 7. Tupai  Memakan buah berkulit keras seprti buah kenari, chestnut, hazelnut, dab buah cemara.  Memiliki ekor yang panjang berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya.  Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.  Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain sejauh 4 meter.  Pada saat melompat kaki depan dan belakang direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.  Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan mendarat dengan mulus di atas keempat kakinya.  Memiliki mata yang jeli untuk memperkirakan jarak yang tepat. 8. Ikan Penyumpit  Hidup di perairan pantai serta air tawar dari India hingga Australia.
  5. 5.  Menyerang mangsa yang berada di atas air tempat tinggalnya.  Mampu menyemprotkan air ke udara untuk menjatuhkan serangga dari tumbuhan atau udara.  Dapat melompat dari air untu menyergap serangga yang hinggap di daun atau dahan yang menggantung di atas air. 9. Paus  Tulang paus berupa bahan berongga berisi minyak sehingga dapat mengapung di permukaan air.  Memiliki lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 cm yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap 34⁰C – 37⁰C.  Mata paus ditutupi lapisan berminyak untuk melindungi dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut.  Paus tergolong binatang menyusui. Susu paus bukan berbentuk cair tetapi padatan yang sangat berlemak.  Paus betina menyemprotkan susu ke dalam mulut, susu masuk ke dalam mulut dan terlarut dalam perut bayi paus. 10. Burung Hantu  Mencari mangsa pada waktu malam hari dan tidur pada waktu siang hari.  Menggunakan mata dan telinga yang tajam untukmenangkap mangsanya.  Dapat dengan cepat memusatkan bola mata dalam kegelapan.  Pupil mata dapat menyerap cahaya yang ada di malam hari, sehingga burung hantu dapat melihat walau cahaya sedikit.  Ketika berburu burung hantu mengeluarkan suara sehingga membuat takut mangsanya. Gerakan mangsa yang ketakutan terdengar oleh burung hantu sehingga dapat menemukan letak mangsanya.  Bulu sayap burung hantu sangat halus dan lembut sehingga burung hantu dapat terbang tanpa suara dan dapat menyambar mangsanya dengan diam-diam.
  6. 6. 11. Bebek  Memiliki kaki yang berselaput sehingga memudahkan untuk berenang.  Memiliki paruh yang berbentuk pipih dan lebar untuk memudahkan mencari cacing di dalam lumpur.  Bulu bebek selalu berminyak sehingga bebek tidak basah walaupun berendam lama di dalam air. 12. Unta  Hidup di padang pasir (daerah minim air)  Memiliki kemampuan tidak makan atau tidak minum selama berhari-hari karena memiliki punuk yang merupakan tempat cadangan makanan.  Punuk terdiri dari lapisan lemak.  Memiliki bulu mata yang panjang untuk melindungi mata dari pasir.  Memiliki kaki yang tebal untuk dapat berjalan di padang pasir yang panas.  Memiliki dua jari kaki yang bersatu untuk mencegah tenggelam di dalam pasir.  Memiliki lubang hidung yang dapat tertutup untuk melindungi hidung saat terjadi badai pasir. 13. Penguin
  7. 7.  Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.  Memiliki bulu tebal dan lemak di bagian bawah lapisan kulitnya sehingga seperti memakai baju berlapis-lapis.  Hidup berkelompok sampai ratusan ribu dan saling mendekatkan diri agar tidak banyak panas yang dikeluarkan dan terlindung dari udara dingin. 14. Rubah Artik  Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.  Memiliki telinga yang berukuran kecil dan tubuh yang berwarna putih yang membuat rubah artik mampu menjaga panas sehingga tidak banyak keluar dari tubuh. 15. Ikan Gelodok (mudskipper)  Hidup di daerah payau yang banyak terdapat hutan bakau.  Memili ukuran kecil dan gerakan yang sangat lincah.  Dapat berjalan di daratan atau memanjat pohon.  Di daratan ikan gelodok bergerak meloncat-loncat.
  8. 8. 16. Trenggiling  Memiliki cakar yang kuat untuk menarik rayap/semut dari sarangnya  Tidak memiliki gigi, tetapi memiliki lidah yang panjang dan lengket yang dapat dijulurkan untuk memperdaya mangsanya.  Memiliki sisik yang tebal dan keras, dan dapat menggulung tubuhnya seperti bola untuk melindungi diri. 17. ikan pari :  Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous.  Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.  Umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’.  Mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping.  Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator.  Bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral).
  9. 9.  Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor. 18. ikan sidat :  Sidat (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular.Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies.  Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar.  merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari 17. Sigung (teledu) / skunk  Sigung atau teledu : mamalia seperti musang yang berbulu indah namun mempunyai kemampuan mengeluarkan bau yang busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator.  Sigung di Indonesia dikenal sebagai spesies Mydaus javanensis. Namun sebenarnya sigung merupakan kelompok mamalia dari famili Mephitidae yang terdiri atas sekitar 10 spesies dari empat genus yaitu Conepatus, Mydaus, Mephitis, dan Spilogale. Dari genus Mydaus saja terdapat dua spesies yaitu Mydaus javanensis yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan spesies Mydaus marchei yang terdapat di Filipina. Sedangkan 8 spesies lainnya menghuni benua Amerika.  Sigung dalam bahasa inggris dikenal sebagai skunk, sedangkan untuk spesies sigung Indonesia (Mydaus javanensis) biasa disebut sebagai Indonesian Stink
  10. 10. Badger, Malayan Stink Badger, Malay Badger, Sunda Stink Badger. Di Malaysia (dan sebagian Indonesia), sigung juga dikenal sebagai teledu.  Sigung Indonesia (Mydaus javanensis) memiliki moncong panjang dan berbulu panjang dan lebat. Warna bulu sigung didominasi coklat tua atau hitam dengan belang putih. Warna putih berada di tengah bagian tubuh, yaitu dari tengah bagian atas kepala hingga ekor. Sigung mempunyai panjang tubuh mencapai 50 cm dengan berat badan berkisar antara 1,4-3,6 kg.  Sigung merupakan binatang penyendiri yang beraktifitas di malam hari (nokturnal). Pada siang hari, binatang ini lebih banyak bersembunyi di dalam terowongan. Sigung mempunyai habitat di hutan-hutan sekunder hingga pada ketinggian 2000 mdpl.  Sigung (Mydaus javanensis) merupakan binatang omnivora yang mempunyai makanan kesukaan antara lain serangga, cacing tanah, tikus, katak, ular, burung, dan telur. Sigung juga memakan buah-buahan, akar, jamur, dan dedaunan.  Yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas yang berbau menyengat dan busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya. Kelenjar ini menghasilkan bau yang mengandung sulfur (belerang), methyl and butyl thiols. Bau ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.  Sigung yang merasa terpojok akan mengancam lawan atau predator dengan cara menundukkan kepala, menaikkan ekornya, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah. Jika musuh atau predator tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf “U” dengan kepada dan dubur menghadap ke lawannya. Dan menyemburlah bau yang sangat busuk.  Semburan sigung (Mydaus javanensis) sangat kuat hingga mampu mencapai jarak 3,6 meter yang arahnya bisa ke kanan, ke kiri, ke atas, atau lurus. Bau ini sangat kuat yang mampu menyebabkan iritas dan kebutaan.  Sigung (Mydaus javanensis) meskipun tidak diketahui populasinya dengan pasti namun oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai Resiko Rendah (Least Concern). Di Eropa banyak yang memelihara sigung sebagai binatang peliharaan. Namun musti hati-hati, karena tidak semua spesies sigung dapat dipelihara. Hanya sigung dari genus Mephitis yang didapatkan dari negara-negara di Amerika saja yang boleh dipelihara karena spesies-spesies lainnya di negara lain termasuk dari Mydaus javanensis Indonesia dilindungi oleh undang-undang. Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Famili:Mephitidae; Genus: Mydaus; Spesies: Mydaus javanensis; Nama binomial: Mydaus javanensis (Desmarest , 1820). Sinonim: Mydaus meliceps. Nama Indonesia: Sigung, Teledu Referensi: http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/41628/0; http://www.yangzhi.com (gambar) . Sumber tulisan : http://alamendah.wordpress.com/2010/07/03/sigung-berbulu-indah-berbau-busuk 18. Anjing
  11. 11.  Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala.  Anjing adalah omnivora (pemakan daging dan tumbuhan), namun lebih dominan sebagi pemakan daging, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan  memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta kecepatan berlari  secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki  Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16Hz hingga 70KHz, mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang dapat didengar manusia.  Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhadap bau.  Anjing dapat mengeluarkan zat yang tidak diinginkan dari perut dengan cara memuntahkannya  Menaikkan telinga, ekor, dan menunjukkan gigi untuk mengancam dan menyerang musuh 19. Kadal  Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil.  mempunyai lubang telinga luar, dan pelupuk mata yang dapat dibuka tutup.  kadal termasuk binatang berdarah dingin (itu sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak.  Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus.
  12. 12.  Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya  Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati.  Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik. 20. Domba  domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya  domba garut/priangan : untuk pedaging/aduan : Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks. Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk. Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Keunggulan domba ini adalah kulitnya merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara.  untuk jenis-jenis domba coba lihat di http://dompi.co.id/_dompi.php?_i=jenis- domba 21. Elang
  13. 13.  merupakan hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah.  berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.  Merupakan hewan pemangsa, makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka (biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan)  Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya  mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.  Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang 22. Landak  termasuk hewan pengerat (Rodentia)  memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam.  Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika.  Hewan ini agak “membulat” serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus.  Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan. 23. walangsangit
  14. 14.  Walang sangit adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi.  bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki “belalai” (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan.  Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati).  menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.  untuk pertahanan diri ia mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan “sangit”) 24. belalang  Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera.  Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor (alat khusus pd serangga untuk bertelur) yang pendek.  Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur (tulang paha) belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang.  Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.  Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.
  15. 15.  Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan. 25. Lumba-lumba  merupakan mamalia laut yang sangat cerdas.  kulitnya mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air.  memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, yang dapat menghindari benda-benda yang ada di depannya sehingga tidak terjadi benturan.  merupakan binatang menyusui, hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.  Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara  Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalanya 26. gajah  merupakan mamalia darat terbesar yang masih ada.  Mempunyai belalai dan daun telinga yang lebar  mempunyai gading yang merupakan sepasang gigi seri pada bagian depan rahang atas, yang terus tumbuh selama gajah hidup meskipun tidak tumbuh terlalu panjang.  Terdiri dari dua spesies : gajah Afrika dan gajah Asia  Umur gajah biasanya mencapai 70 tahun.  Umumnya, gajah hidup berkelompok dengan jumlah anggota 30 ekor  Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dibandingkan hewan darat lainnya  Gajah adalah satu-satunya mamalia di dunia yang tidak bisa melompat.  mempunyai bantalan tebal berupa jaringan kenyal, yang tumbuh sebagai lapisan pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah yang dapat menyerap guncangan
  16. 16. berat badannya. Lapisan bantalan ini menyebarkan efek tekanan yang dikenakan gajah ke permukaan tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya amat berat.  berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km  dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km. 26. badak  merupakan mamalia herbivora berukuran besar dengan berat dapat mencapai lebih dari satu ton  memiliki cula dibagian tengah dahi, satu atau dua buah. jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang lainnya (tidak bersisian).  memiliki kulit yang tebal, 1.5 – 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen.  memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh  Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun 27. Rusa  Rusa, sambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae.  Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian).  Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia  memiliki tubuh yang luwes, badan kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar. 28. Zebra
  17. 17.  merupakan binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih.  Penyebaran habitat di Afrika Selatan, Afrika Barat dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu : zebra gunung, zebra dataran dan zebra primitif.  Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator.Belang zebra dapat membingungkan predator. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan,menyamarkan bentuk asli zebra.Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan lagi  Zebra betina melahirkan 1 anak, yang hampir langsung dapat berdiri dan berlari sekitar 1 jam setelah dilahirkan 29. kucing  Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.  Mata kucing sangat tajam sehingga bisa melihat dalam gelap.  Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang karena memiliki Selaput pelangi (iris) yang membentuk celah pada mata yang akan menyempit.  Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan “kumis” atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat  kucing juga memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik, ketika kucing terjatuh maka kucing bisa mengatur tubuhnya supaya tetap berdiri.  merupakan karnivora yang sempurna dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging.  Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar.  kucing memerlukan kegiatan mencakar untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya.
  18. 18.  kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13- 14 jam. 30. ular  merupakan reptil bersisik yang tak berkaki dan bertubuh panjang.  termasuk hewan berdarah dingin.  Ular adalah hewan karnivora atau pemakan daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik cabik makanannya tapi langsung ditelan secara utuh.  susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala yang memungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri.  ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.  Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.  Ular juga memiliki bisa yang dapat membunuh musuh-musuhnya.  Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunyai keistimewaan pada ketajaman indera mata maupun telinga  Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya  Lubang yang terdapat antara mata dan mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas). Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya.  Kulit ular dimanfaatkan untuk membuat membuat tas, dompet dan barang lainnya. 31. beruang
  19. 19.  o Beruang memiliki ekor kecil o indra penciuman dan pendengaran yang tajam o memiliki empat cakar yang lebar, lima kuku per telapak tangan yang tak dapat ditarik masuk, Kuku-kukunya digunakan untuk memanjat pohon, menyobek sarang rayap dan sarang lebah, menggali akar, atau menangkap mangsa, tergantung pada spesiesnya. o bulu yang panjang, lebat dan kasar. Warna bulu bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada yang berwarna putih, blonde atau krem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau coklat semua. Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mereka satu spesies. Sebagai contoh, Beruang Amerika hitam mungkin saja berbulu hitam, coklat, coklat kemerahan, atau hitam kebiruan. Beberapa spesies, seperti sun bear dan spectacled bear memiliki dada yang berwarna cerah dengan facial markings. o moncong yang panjang, dan telinga bundar. o Giginya digunakan untuk bertahan dan tergantung pada makanannya. Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat memiliki 32 hingga 42 gigi. Gigi beruang tidak dikhususkan untuk membunuh mangsa mereka.Gigi taring beruang relatif kecil dan umumnya digunakan untuk pertahanan diri atau alat. Gigi geraham beruang lebar, datar dan digunakan untuk memotong dan menggiling tumbuhan menjadi potongan lebih kecil yang dapat dicerna. o Penglihatan beruang hampir sama dengan penglihatan manusia. Beruang hitam dan sejenisnya, tidak buta warna, yang memungkinkan mereka membedakan. o dapat berlari mencapai kecepatan 50 km/jam (30 mph). Beruang juga dapat bergerak dengan fleksibel dan lincah. o Pada semua spesies beruang, jantan lebih besar daripada betina. Perbedaan antar jenis kelamin ini, semakin besar pada spesies yang lebih besar. Beruang kutub jantan berbobot dua kali lebih besar daripada betinanya, sedangkan jantan spesies beruang yang lebih kecil berbobot hampir sama dengan betinanya. Beruang dapat hidup sekitar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang yang hidup di hutan, lebih cepat mati daripada mereka yang hidup di kebun binatang o Ada banyak macam beruang yang berbeda seperti beruang kutub, beruang coklat, beruang hitam, panda, beruang madu, dsb o Beruang hidup di habitat yang bervariasi, dari lingkungan tropik hingga Artik, dari hutan ke lingkungan bersalju. Umumnya mereka omnivora, walaupun beberapa memiliki makanan yang khusus, seperti beruang kutub. Mereka memakan lumur, akar, kacang dan beri. Mereka juga kadang- kadang pergi ke sungai untuk menangkap ikan. Beruang umumnya pergi jauh untuk mencari makanan. Waktu berburu biasanya ketika senja atau pagi buta kecuali ketika manusia ada di sekitar. o Kebanyakan beruang biasa berhibernasi (atau tidur tanpa bangun) selama musim dingin. 32. harimau/macan
  20. 20. o Harimau adalah jenis kucing terbesar dari spesiesnya, lebih besar dari singa. o Harimau juga adalah jenis kucing tercepat kedua dalam hal berlari, setelah cheetah. o Dalam keseluruhan karnivora, harimau adalah kucing karnivora terbesar dan karnivora terbesar ketiga keseluruhan, setelah beruang kutub dan beruang coklat o harimau memiliki loreng, yang bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Pola loreng unik setiap harimau digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Loreng juga berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan mereka dari mangsanya. 33. bintang laut o Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. o Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan. o Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang laut, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan. o Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies. o dapat meregenerasikan (menumbuhkan) lengannya yang putus. jika bintang laut terancam oleh predator, dia dapat memutuskan lengannya sendiri dan kabur. Dibutuhkan sekitar satu tahun untuk dapat tumbuh kembali. o Mulut bintang laut ada di bawah tubuhnya. Mereka memangsa kerang dan remis, serta ikan kecil, keong, dan lainnya. Mereka mencerna binatang dan memasukkan perutnya kembali ke dalam tubuh sendiri. Mekanisme cara
  21. 21. makan yang unik ini memungkinkan bintang laut untuk memakan mangsa yang lebih besar dan dapat masuk ke dalam mulutnya yang kecil. 34. Tapir o ada ciri khas “pelana” warna terang dari bahu hingga pantat. o Bulu-bulu di bagian tubuh lainnya berwarna hitam kecuali ujung telinga yang berwarna putih Pola warna ini berguna untuk kamuflase supaya musuh tidak melihatnya sebagai tapir tapi mungkin batu besar dan bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur. o ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur. o Tiap kaki depanya ada empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku. o Binatang ini vegetarian(herbivora) artinya hanya makan umbi empuk dan daun-daunan. o mereka bisa lari amat cepat bila merasa terancam. Mereka juga bisa membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya. o Tapir merupakan perenang yang sangat baik dan dapat tinggal di air selama berberapa menit untuk menghindari predator. o Tapir mampu memancat tebing-tebing curam dengan lincah. o Tapir menandai daerah teritorialnya dengan urine. o Jika meliahat bentuk moncongnya yang panjang, mungkin tapir akan dianggap berkerabat dekat dengan babi, padahal tapir berkerabat dengan kuda dan badak 35. cumi-cumi o jenis moluska yang hidup di laut dengan kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala  memiliki tubuh yang berbentuk pipa, kepala yang berkembang sempurna, dan 10 tangan yang panjang yang bermangkuk penghisap  Tangan-tangan ini berguna untuk menjerat mangsanya kemudian disobek menggunakan rahangnya yang kuat, mirip dengan paruh binatang.
  22. 22.  Cumi-cumi menghisap air melalui rongga pusat tubuhnya, rongga mantel, dan memaksanya keluar melalui suatu pembuluh yang lentur yang disebut dengan sifon. Sifon terletak tepat di belakang tangan. Oleh karena pancaran air yang mendorong cumi-cumi berenang mundur.  Sirip cumi-cumi merupakan 2 perluasan mantel seperti cuping yang digunakan sebagai kemudi pergerakannya  Matanya tidak memiliki kelopak mata, namun tampak seperti mata manusia.  Cumi-cumi mempunyai tiga jantung dan berdarah biru. Dua dari jantung mereka berlokasi dekat dengan masing-masing insangnya dan karena hal itu mereka dapat memompa oksigen ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah.  Cumi-cumi memiliki pokok sistem pernapasan senyawa tembaga, berbeda dengan manusia dimana manusia mempunyai pokok sistem pernapasan senyawa besi, yang berakibat jika terlalu tertutup pada permukaan di mana terdapat air panas, cumi- cumi dapat mati dengan mudah karena mati lemas.  Banyak cumi-cumi yang dapat mengubah warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah, atau kuning sebagai kamuflase terhindar dari ancaman pemangsanya.  cumi-cumi juga menyemprotkan tinta untuk menghindari musuh. 36. ikan lepu ayam (lionfish)  sirip dada besar seperti kipas, sirip punggungnya panjang, tubuh bergaris-garis.  spesies ikan laut yang beracun yang merupakan spesies predator.  Ketika berburu, mereka akan menyudutkan buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka menekan buruannya sekaligus.  Lepu dikenal karena durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye, kuning, hitam atau putih berselang-seling.  Habitat Lepu berada di bebatuan karang  merupakan hewan nocturnal (artinya aktif di malam hari).  merupakan hewan soliter (hidup menyendiri), kecuali saat musim kawin. 37. singa
  23. 23.  hewan dari jenis kucing yang hidup dalam kelompok. Tiap kelompok terdiri atas jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor. wilayah kekuasaan satu kelompok antara 20-400 km2.  Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.  Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya  tidak bisa memanjat pohon  Singa tidak suka dengan air  Hidup di savanna/padang pasir  karena hewan malam hari, dalam sehari 20 jam ber baring di bebatuan/di bawah pohon yang teduh  kalau makan habis 1 hari penuh mencari makanan/meluaskan wilayah kekuasaan. pekerjaan jantan adalah melindungi betina dari jantan kelompok lain/mejaga wilayah kekuasaan. kalau merebut wilayah kelmpok lain jantan yang merebut kelompok lain akan membunuh anak singa yang berada di kelompok yang direbut. kecepatan lari jantan adalah 58km/h. 38. kura-kura  merupakan hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil.  memiliki ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.  Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung  mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya.  Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura- kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya  Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar) 39. kuda
  24. 24.  adalah salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.  Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak. 40. walang daun  mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun/sesuai daunnya sehingga dapat melindungi diri dari musuhnya 41. katak  umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang  siklus hidupnya dimulai dari telur yang menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut, bernapas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai katak kecil.  ada kantung suara yang terletak di sekitar leher katak jantan, yang akan menggembung besar manakala digunakan untuk memanggil betina pada musim kawin.  Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran) agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa.
  25. 25.  Katak memiliki lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat disambar dan tidak dapat berkutik lagi. 42. Luwing/Kaki seribu  memiliki dua pasang kaki per segmen (kecuali untuk segmen pertama di belakang kepala yang tidak memiliki pelengkap sama sekali, dan berikutnya yang hanya memiliki satu pasang kaki). Setiap segmen yang memiliki dua pasang kaki adalah hasil dari dua segmen tunggal digabungkan bersama sebagai satu.  memiliki tubuh yang panjang silindris sampai 20 cm.  Kepala luwing di hiasi oleh dua buah sungut.  jika dalam keadaan terancam akan melingkarkan tubuhnya rapat-rapat membentuk spiral seperti obat nyamuk, selain itu akan mengeluarkan bau busuk yang akan mengusir predator pengganggunya.  Meskipun namanya kaki seribu tapi jumlah kakinya tidak sampai 1.000, tapi ia merupakan binatang yang berkaki terbanyak. spesies umum memiliki antara 36 s.d 400 kaki, sedang spesies langka Illacme plenipes memiliki 750 kaki.  bisa jadi indikator kerusakan lingkungan. 43. Gurita  Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala)  Gurita memiliki 8 lengan dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan itu merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang.  Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray  Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah
  26. 26. kondisi lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.  Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh  Gurita bernapas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon  Gurita kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.  Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan.  Pada siang hari, gurita biasanya meyembunyikan diri di kawasan berbatu atau di terumbu karang. 44. Kuda Laut  Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Ada paling sedikit 54 jenis kuda laut.  ukurannya bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.  Kuda laut merupakan satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil. Kuda laut jantan ini memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Kuda laut betina akan meletakkan lebih 100 telurnya langsung ke dalam kantung perut itu dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan. Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang berfungsi untuk memberi makan telur atau embrio. Kantong perut atau kantung benih berfungsi untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina. Telur- telur akan mengalir melalui tabung ke kantong benih kemudian mereka akan dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio. Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air. Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut
  27. 27. keluar. Bayi-bayi kuda laut akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung, kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas.  kuda laut juga memiliki baju yang disebut baju zirah atau “baju besi” yang berfungsi sebagai pelindung bahaya. Baju Zirah itu sangat keras seperti batu, bahkan tidak bisa dihancurkan hanya dengan tangan manusia. Kuda laut ini ternyata termasuk dalam jenis ikan, dan bernafas dengan insang. Ukuran mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter.  Sirip dorsal pada kuda laut terletak pada bagian bawah sedangkan sirip pektoralnya terletak pada bagian kepala, di dekat insang.  Tubuh kuda laut itu berwarna-warni (merah, kuning, hijau, dan hitam) dan bisa berubah sesuai dengan keadaan sinar matahari yang menyinari tubuhnya, dan keadaan tubuhnya sendiri. Walaupun memiliki banyak warna, namun beberapa spesiesnya berwarna sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat. Kuda laut biasanya tinggal di sekitar karang-karang laut dan menambatkan ekornya pada celah bebatuan. Ia hidup menyebar di perairan tropis di seluruh lautan dunia.  Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang ikan. Kuda laut bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah  Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa melihat dua buah benda yg berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan 45. Hiu  ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping.  bernapas dengan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang kepalanya  tubuh dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.  mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan dan rahangn yang dapat digerakkan  memiliki alat gerak berpasangan  Hewan berdarah dingin, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan.
  28. 28. 46. Cenderawasih  bulu yang indah yang hanya dimiliki oleh burung jantan  Umumnya bulunya berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.  Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis.  Untuk ‘merayu’ betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah  hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia timur, terdiri atas 14 genus dan sekitar 43 spesies. 30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia 47. Babi rusa  hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku  tubuh yang meyerupai babi namun berukuran lebih kecil  mempunyai taring panjang yang mencuat ke atas menembus moncongnya, berguna melindungi matanya dari duri rotan  mencari makan di malam hari, memakan buah dan tumbuhan seperti mangga, jamur, dan dedaunan serta membelah kayu-kayu mati untuk mencari larva lebah.  Suka berkubang dalam lumpur sehingga menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai.  Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 cm. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kg.  Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.  Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas.
  29. 29. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun. 48. tarantula  salah satu jenis laba-laba dengan ukuran sangat besar yang umumnya berbulu. termasuk keluarga theraphosidae dengan sekitar 800 spesies  seluruh tubuh laba-laba tarantula hingga ke kaki kakinya yang panjang dipenuhi oleh bulu.  Sebagian besar spesies tarantula tidak berbahaya untuk manusia, dan beberapa jenis spesies lainnya menjadi terkenal karena diperdagangkan sebagai hewan peliharaaan eksotik.  Tarantula dapat menggigit, karena memiliki taring dan gigitannya dikenal menyakitkan untuk manusia, namun racun dalam gigitannya lebih lemah daripada racun yang terdapat pada lebah madu pada umumnya dan gigitannya diketahui lebih sakit dari sengatan tawon.  hidup di daerah-daerah hangat di seluruh dunia, beberapa laba-laba ditemukan hidup dalam sarangnya yang berupa liang yang terdapat di bawah tanah, beberapa lainnya hidup diatas tanah, dan sebagian lain hidup di pohon-pohon. 49. belut  belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis.  Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).  Belut berbeda dengan sidat. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas.  Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk.
  30. 30.  Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.  Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1 m (dalam bahasa Betawi disebut moa).  Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil. 50. Merak  merupakan burung terbesar yang bisa terbang  Burung merak jantan punya bulu ekor indah yang sangat panjang dan lebar. Warna bulu bermacam-macam. Burung merak India (Pavo cristatus ) mempunyai bulu dada dan jambul berwarna biru. Sedangkan, burung merak Jawa (Pavo muticus ) berwarna hijau  Ekor indah dipakai untuk menarik burung merak betina . saat menari, burung merak jantan bisa mengembangkan ekornya jadi kipas besar yang sangat indah  Habitat burung merak ada di hutan dan hutan hujan yang banyak ditemukan di daerah India, Pakistan, Sri Lanka, Asia Tenggara dan Afrika Tengah. Merak suka sekali memakan biji-bijian, buah berry, daun, bagian bunga, serangga serta makhluk kecil.  Burung merak hidup berkelompok dan membentuk keluarga. Mereka tinggal di atas pohon saat malam hari. Dan di siang hari, mereka lebih suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul.  Sementara itu, sang betina tidak punya bulu ekor yang panjang supaya bisa bersembunyi dan bertelur dengan aman di balik semak-semak.
  31. 31. Ciri Khusus Tumbuhan 1. Teratai  Hidup di air  Memiliki daun bundar yang sangat lebar agar dapat menyerap cahaya sebanyak- banyaknya.  Tangkai bunga tumbuh tegak sehingga bunganya menyembul ke luar permukaan air.  Batang teratai memiliki rongga-rongga udara yang membantu menyalurkan oksigen ke akar dan untuk membantu teratai tetap tegak dan mengapung di air. I a. Teratai Nyiru Raksasa (teratai amazon)  adalah jenis teratai terbesar di dunia, dan mengambang di air dangkal sungai amazon, Amerika Selatan  Daun disangga oleh tangkai batang yang panjang dan kokoh  Pada permukaan daun terdapat urat-urat daun yang kuat  Akarnya terbenam di dasar danau yang berlumpur pekat.  Daunnya agak membengkok ke atas untuk mendorong daun-daun di sekitarnya.  Daun teratai nyiru raksasa dapat menyangga anak kecil yang ditaruh di atas daun tanpa takut tenggelam. 2. Venus Flytrap  Memiliki dua helai daun yang menyatu pada salah satu sisinya.  Daun ini menarik perhatian serangga karena tampak dipenuhi cairan nektar.  Saat serangga menyentuh daun, rambut-rambut sensitif pada permukaan daun akan menanggapi rangsang tersebut dengan mengatupkan kedua helai daunnya.
  32. 32. Kemudian venus flytrap mengeluarkan cairan pencerna untuk menghancurkan serangga yang terjebak. 3. Kantong Semar  Memiliki daun berbentuk guci dengan penutup di bagian atasnya.  Di bagian dalam daun yang berbentuk ceruk terdapat cairan.  Serangga yang menghampiri kantong semar karena warna dan bau daunnya akan terpeleset dan jatuh ke dalam cairan.  Kantong semar mengeluarkan cairan asam untuk mencerna serangga. 4. Tumbuhan Embun Matahari  Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.  Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut.  Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan pencerna. *) Venus flytrap, kantong semar, dan tumbuhan embun matahari tergolong insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga. Serangga diperlukan untuk memperoleh tambahan nitrogen bagi kelangsungan hidupnya. Tumbuhan insektivora memiliki kelenjar penghasil cairan untuk menjerat dan mencerna serangga.
  33. 33. 5. Kaktus  Umumnya hidup di gurun pasir yang kering dan tandus.  Dapat hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air.  Memiliki daun yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air.  Memiliki akar yang sangat panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya pada musim hujan.  Batang kaktus berfungsi untuk menyimpan air. 6. Bambu  Merupakan anggota suku rumput-rumputan  Memiliki jaringan meristem pada setiap buku sehingga Dapat tumbuh 60 kali lebih cepat dari tumbuhan lain  Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40 cm/hari dan mencapai tinggi 37 meter.  memiliki bulu beracun untuk melinduri diri
  34. 34. 7. Jagung  Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.  Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai putik.  Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik sepanjang 30 cm.  Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk menangkap serbuk sari.  Akar keluar dari tanah untuk menopang batang 8. Kelapa  Banyak tumbuh di tepi pantai.  Buah kelapa yang jatuh dari pohon akan terbawa air laut sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.  Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di air dan sampai di pantai yang lain.  Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.
  35. 35. 9. Mentimun  Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.  Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk lebih merapatkan batang mentimun ke penopang sehingga dapat menahan beban dari buah mentimun.  Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang. 10. Tusam  Memiliki daun berbentuk jarum.  Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk mengangkut air dan zat hara.  Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi) dan penguapan (transpirasi).  Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.  Jarum tusam memiliki epidermis yang tebal. 11. Bunga Matahari
  36. 36.  Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.  Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).  Selalu mengikuti arah cahaya matahari.  Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai menutup. 12. Bunga Raflesia  Merupakan bunga terbesar di dunia  Disebut juga bunga bangkai  Nama latinnya Raflesia arnoldi.  Hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain.  Tidak mempunyai klorofil.  Memiliki bau yang sangat menyengat seperti bangkai atau daging busuk. 13. Eceng Gondok  Termasuk tumbuhan hydrophyta  Mempunyai tangkai daun yang menggelembung(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air  Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau  14. Siwalan (pohon lontar /tal)
  37. 37.  Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm  Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat.  Helaian daun serupa kipas bundar berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan lilin.  Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.  Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.  Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras. kegunaannya :  Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.  Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang kerajinan  karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian dapat dimasak menjadi gula  Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda  Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran es dawet.  Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu.  Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai. 15. sawo :  Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.  Bercabang rendah, batang berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.  Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.  Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.  Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6.  Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.  Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang
  38. 38. mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.  Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.  kegunaan sawo : sebagai buah segar,dapat diolah jadi serbat, dicampurkan ke dalam es krim, atau dijadikan selai. Sari buah sawo dapat dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Getah pohon sawo disadap di Amerika, dikentalkan menjadi chicle yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi aneka bahan baku industri sebagai pengganti getah perca dan bahan penambal gigi. Kayu sawo disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran. Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Beberapa bagian pohon sawo juga digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengatasi diare (tanin), demam (tanin dan biji), dan bahan bedak untuk memulihkan tubuh sehabis bersalin (bunga). 16. Nenas  tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae) dengan perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.  Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap ‘sisik’ pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung — bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk — menjadi satu ‘buah’ besar.  Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.  kegunaan nenas : Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti selai, buah dalam sirop dan lain-lain. Buah nanas mengandung enzim bromelain, (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein, protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit
  39. 39. sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah. Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. 17. putri malu (Mimosa pudica) :  Tanaman perdu pendek anggota suku polong-polongan.  Daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh,ditiup, atau dipanaskan yang bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.  Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.  Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. 18. Tumbuhan paku Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus (ada sistem pembuluh sejati) , jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup
  40. 40. sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah). Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu: 1. Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum). 2. Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata). 3. Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile) Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris. Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris BERMACAM-MACAM DAUN PAKU - daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil – daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging daun (Mesofil) – daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil – daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil ISITILAH LAIN - Sporangium adalah kotak spora – Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora – Indusium adalah selaput yang melindungi sorus muda -> ciri paku Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut, yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon -> disebut zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara. SPESIES-SPESIES PAKU Sebagai tanaman hiasan : – Platycerium nidus (paku tanduk rusa) – Asplenium nidus (paku sarang burung) – Adiantum cuneatum (suplir) – Selaginella wildenowii (paku rane)
  41. 41. Sebagai bahan penghasil obat-obatan : – Asipidium filix-mas – Lycopodium clavatum Sebagai sayuran : – Marsilea crenata (semanggi) – Salvinia natans (paku sampan = kiambang) Sebagai pupuk hijau : – Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang biru) Sebagai pelindugn tanaman di persemaian : – Gleichenia linearis. 19. Tumbuhan biji tumbuhan biji termasuk ke dalam divisi Spermatophyta. Alat reproduksi generatif berupa biji. Di dalam biji terdapat embrio. Tumbuhan biji sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, disebut kormus, sehingga tumbuhan biji disebut Cormophyta. Tumbuhan biji juga sudah memiliki berkas pembuluh pengangkut yang terdiri dari xilem dan floem sehingga disebut tumbuhan Tracheophyta. Selain Cormophyta dan Tracheophyta, tumbuhan biji juga disebut tumbuhan berbunga (Antophyta).
  42. 42. Bahkan disebut dengan Phanerogamae, yaitu tumbuhan dengan alat perkembangbiakan yang jelas terlihat dan disebut pula Embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang pembentukan embrionya melalui suatu pembuluh. sumber:edukasi-net.com 20. simbukan (Paederia tomentosa)  daunnya di kenal dengan aromanya yang cukup tidak sedap dan merupakan daun yang di gunakan untuk membantu bagi mereka yang kembung atau susah kentut.  Tumbuh membelit, dengan panjang ± 10 m. Batang tanaman massif, beruas, beralur, masih muda halus setelah tua kasar, diameter 2-5 mm, dari buku-buku dapat tumbuh akar, warna akar coklat. o Daun tanaman termasuk daun tunggal, berhadapan,bentuk dau telur, dengan panjang 5-9 cm, tepi daun rata, ujung daun runcing,pangkal berlekuk, berambut, petulangan menyirip, tangkai daun bulat, berbulu,panjang 3-5 cm, diameter ± 2 mm, warna daun hijau. o Tanaman sembukan berbunga majemuk, bentuk mulai, dengan panjang 5-9 mm kelopak bunga segitiga, benang sari melekat pada tabungbakal buah 2 ruang, bakal biji satu, kepala putik dua, bentuk benang, sering membelit, tabung mahkota bagian dalam berambut, bentuk kait, gundul, putih, mahkota panjang 10-12 mm, berbulu halus, dan warna bunga halus, dan warna bunga ungu. Buahpada sembukan batu, bentuk bulat, berkilat, diameter 4-6 mm, dan warna buah kuning. o Perakaran pada tanaman sembukan tunggang dan warna akar coklat. 21. Padi
  43. 43. o Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting sebagai sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras o termasuk dalam suku padi-padian(POACEAE /GRAMINAE /GLUMIFLORAE). o Terna semusim,berakar serabut,batang sangat pendek,struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak,daun berbentuk lanset,warna hijau muda hingga hijau tua,berurat daun sejajar,tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang,bagian bunga tersusun majemuk,tipe malai bercabang,satuan bunga disebut FLORET yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula,tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm hingga 15mm,tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam,struktur dominan padi yang biasa dikonsumsi yaitu jenis ENDUSPERMIUM. o Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat o Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa 22. Lidah buaya (aloe vera) o Daunnya agak runcing berbentuk taji/pedang, berdaging tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil lemas, tidak bertulang, permukaan daun dilapisi lilin dan berbintik-bintik, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat
  44. 44. sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat.  bunga bertangkai berwarna kuning kemerahan (jingga)  berbatang pendek dan tidak kelihatan karena tertutup oleh daun- daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah.  Melalui batang akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan.  daun berbentuk pita dengan helaian yang memanjang.  Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air.  Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing,, dengan duri lemas dipinggirnya. 23. fungi (jamur)  Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi  memiliki bermacam-macam bentuk, sebagian besar anggota Fungi dikenal sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi.  Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contoh: jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.  adanya pergiliran keturunan Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara: dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa.  Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah
  45. 45.  Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Jamur hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut: Saprofit, Parasit, Mutual dll.  Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembap. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam. Beberapa ciri-ciri fungi yang mirip dengan makhluk hidup lain:  Dengan jenis eukariota lainnya: Sama seperti eukariota, sel fungi memiliki membran inti dengan kromosom yang mengandung DNA. Selain itu, sel fungi juga memiliki beberapa organel sitoplasmik seperti mitokondria, sterol, dan ribosom.  Dengan hewan: Fungi tidak mempunyai kloroplas dan merupakan organisme heterotrof, memerlukan senyawa organik sebagai sumber energinya.  Dengan tumbuhan: Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola. Fungi bisa bereproduksi secara seksual maupun aseksual, dan seperti grup tanaman basal lainnya (seperti tumbuhan paku dan lumut daun), fungi akan menghasilkan spora. Mirip juga dengan lumut daun dan algae, fungi memiliki nukleus yang haploid. 24. Mawar  umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter  mempunyai daun yang dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari 3 sampai 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.  umumnya bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota  umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain  Beberapa spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. 25. Bakau
  46. 46.  mempunyai akar tunjang yang besar dan berkayu untuk menopang tubuhnya agar tetap kokoh. Akar tunjang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan bakau terhadap lingkungan pantai.  mempunyai pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing.  memiliki buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar), sehingga begitu jatuh cepat mencengkeram lumpur sebagai tempat media tumbuh.  Daun tunggal, terletak berhadapan, terkumpul di ujung ranting, dengan kuncup tertutup daun penumpu yang menggulung runcing  Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda kekuningan, berujung runcing, bertangkai  Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang bertangkai dan menggarpu di ketiak  Daun mahkota putih berambut atau gundul agak kekuningan, bergantung jenisnya  Buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang kecil, hijau coklat kotor 26. Talas  Talas merupakan tanaman pangan (penghasil umbi) berupa herba menahun,termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, populer ditanam terutama di wilayah Indonesia bagian barat.  Daun talas berbentuk perisai yang besar. Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. Daunnya juga sebagai pakan ikan gurame. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus. Daun talas juga dapat dimakan dan dijadikan pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil.
  47. 47.  Umbi talas dapat diolah dengan dikukus, direbus, atau digoreng setelah dipotong-potong kecil.  Daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi 27. Kapuk Randu  Kapuk randu (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae.  Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat memiliki batang pohon yang cukup besar hingga mencapai diameter 3 m.  merupakan tumbuhan yang meranggas atau menggugurkan daunnya begitu musim kemarau tiba.  saat daunnya habis berguguran justru bunganya mulai bermunculan.  batangnya lunak dan memiliki duri yang menempel. Kayunya yang ringan menyebabkan tidak/kurang baik untuk bahan bangunan. Kayunya dapat digunakan untuk kotak/peti untuk mengemas buah- buahan, dan barang-barang lainnya  Daunnya bisa untuk pakan ternak  Buahnya yang masih sangat muda oleh sebagian orang Jawa digunakan untuk rujak  buah yang sudah tua dan kering berisi serat yang berwarna putih sampai putih kusam. Serat ini sering dipakai untuk bahan pengisi bantal dan kasur, serta untuk keperluan-keperluan sejenis.  bijinya dapat diolah menjadi minyak klentheng yang diekspor ke Jepang sebagai bahan insektisida dan pelumas mi basah agar tidak mudah apek. pada masa lalu oleh sebagian orang Jawa biji randu digoreng tanpa minyak untuk penganan/camilan  sisa proses pembuatan minyang klentheng berupa bungkil bisa untuk pakan ternak dan media pembiakan jamur merang.  abu klothok dari kulit randu bisa menjadi soda kristal untuk bahan baku sabun 28. Pandan
  48. 48. o Pandan merupakan segolongan tumbuhan monokotil dari genus Pandanus. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika. o daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput), seringkali tepinya bergerigi. o Akarnya besar dan memiliki akar tunjang yang menopang tumbuhan ini. o Buah pandan tersusun dalam karangan berbentuk membulat, seperti buah durian. Ukuran tumbuhan ini bervariasi, mulai dari 50cm hingga 5 meter, bahkan di Papua banyak pandan hingga ketinggian 15 meter. Daunnya selalu hijau (hijau abadi, evergreen), sehingga beberapa di antaranya dijadikan tanaman hias) Paling sedikit ada 600 jenis pandan di seluruh dunia, di antaranya adalah  Pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius) : daunnya digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan, juga komponen dekorasi dan pewangi ruangan  Pandan laut (Pandanus tectorius)  Pandan duri : daunnya yang dikeringkan dipakai sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.  Buah merah Papua (Pandanus conoideus) : buahnya dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.  Pandan Melintir (Pandanus utilis)  Pandan putih (Pandanus baphtisii)  Pandan afrika (Pandanus pygmeus)
  49. 49. 29. Gaharu o kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria o Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum 30. Cemara o Suku cemara-cemaraan atau Casuarinaceae meliputi sekitar 70 jenis tetumbuhan, termasuk dalam klasifikasi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). o pohon tinggi, berbentuk kerucut, berdaun ramping. o merupakan tetumbuhan hijau abadi (evergreen) yaitu daunnya jarang mengering atau berubah warna dimusim gugur atau rontok di musim dingin. o Daun berbentuk jarum membuat cemara dapat menahan air lebih baik dari pohon berdaun lebar. o mempunyai bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya nampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan. o tidak menghasilkan buah melainkan pinecone (runjung cemara) yaitu semacam pucuk yang mengandung biji. o kebanyakan cemara termasuk tumbuhan monoecious yaitu organ seksual jantan dan betina berada pada satu pohon.
  50. 50. o kulit kayu pohon dewasa terbilang tebal, warnanya coklat gelap. biasanya ada retakan-retakan. o cabang pohon tumbuh rapat, dengan pola berbentuk spiral, semakin ke atas cabang makin pendek, sehingga pohon tampak seperti kerucut/piramida. o selain tumbuh di hutan, kini menjadi tanaman hias, sangat artistik untuk penataan sebuah taman dan dapat dibentuk menjadi bonsai. o beberapa cenara yang dikenal di Indonesia adalah : cemara angin, cemara duri, cemara embun, cemara kipas, cemara norfork, cemara laut, cemara pua-pua, cemara putih, cemara udang. 31. Salak o salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan o berbentuk perdu atau hampir tidak berbatang, berduri banyak, melata dan beranak banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat dan kuat. Batang menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk rimpang, sering bercabang, diameter 10-15 cm o Daun majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan ujung meruncing, berukuran sampai 8 x 85 cm, sisi bawah keputihan oleh lapisan lilin. o Kebanyakan berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering dan mengurai menjadi serupa serabut. Tongkol bunga jantan 50-100 cm panjangnya, terdiri atas 4-12 bulir silindris yang masing-masing panjangnya antara 7-15 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak sisik-sisik yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20-30 cm, bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya mencapai 10 cm o tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik. Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem sampai keputihan; berasa manis,
  51. 51. masam, atau sepat. Biji 1-3 butir, coklat hingga kehitaman, keras, 2-3 cm panjangnya 32. Kedondong o kedondong adalah tanaman buah yang tergolong ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae). Tanaman ini dikenal pula dengan nama ambarella, hog plum, hevi (Filipina), mokah (Kamboja), gway (Myanmar), makak farang (Thailand). o Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar atau dijadikan selai. o ciri khususnya adalah memiliki biji tunggal yang berserabut. o Daun dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.

×