Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Struktur direktori

3,056 views

Published on

Published in: Education, Technology
  • Be the first to comment

Struktur direktori

  1. 1. STRUKTURDIREKTORISISTEM BERKAS
  2. 2. PENGERTIANPENGERTIANDirektori/folder mrpk suatu entitas dlmsistem berkas yang mengandung berkasatau direktori lain. Direktori digunakan sbgsarana untuk pengorganisasian berkas pdsuatu sistem komputer.Dengan adanya direktori, stp berkas dptdikelompokkanDlm pengorganisasian berkas, sistemoperasi dpt memartisi disk menjd beberapadirektori atau menjadikan dua disk menjdsebuah direktori.
  3. 3. ATRIBUT DIREKTORIATRIBUT DIREKTORINamamerupakan nama dr direktori itu sendiriAlamatmerupakan alamat dr direktori tsbtTanggalberisi tgl pembuatanUkuranmrpkn besarnya ukuran direktori, biasanya dlmsatuan byte,kilobyte,megabyte,gigabyteProteksiberguna utk perlindunganTypetype dr berkas mis : exe,com,txt
  4. 4. STRUKTUR DIREKTORISTRUKTUR DIREKTORI Mempelajari struktur direktori, memberikan pemahamanbagaimana menyusun sebuah directori dlm suatu sistemberkasAda tiga struktur direktori yang dikenal : Struktur direktori bertingkat, dimana direktori ini dibagimenjadi direktori satu tingkat (Single Level Directory) dandirektori dua tingkat (Two Level Directory) Direktori berstruktur pohon (Tree Structured Directory) Direktori berstruktur graph, dimana direktori ini dibagimenjadi struktur graf asiklik (Acyclic-structured Directory)dan struktur graf sederhana (General graph Directory)
  5. 5. OPERASI DIREKTORIOPERASI DIREKTORI Mencari berkasmencari entri yang berhubungan dng file tersebut denganmenelusuri direktori yang bersangkutan Membuat berkassaat berkas dibuat maka sebuah entri akan ditambahkan kedirektori Menghapus berkasjika sudah tidak dipakai maka dapat dihapus dari direktori Menampilkan isi direktorimenampilkan seluruh atau sebagaian dari direktori Mengubah nama berkasdiubah jika tidak sesuai lagi isi dan kegunaannya Akses sistem berkaspengguna bisa mengakses setiap berkas/direktori yang ada dlmstruktur direktori Update direktorikrn atribut disimpan dlm direktori,perubahan yang terjadiberpengaruh thdp atribut yang bersangkutan di direktori tsbt.
  6. 6. Direktori Bertingkat Direktori satu tingkat (Single Level Directory)merupakan directori yang paling sederhana, karena berkasyang ada disimpan dlm direktori yang samaGmbr. Directori Satu Tingkat
  7. 7. Direktori Bertingkat Direktori dua tingkat (Two Level Directory)sering terjadi kesulitan dlm menentukan nama file dari duapengguna yang berbeda,penyelesaian dengan menggunakandirektori terpisah yaitu User File Direktori (UFD).Jikamelakukan login maka Master File Directory dipanggilGmbr. Directori Dua TingkatMaster File Directory
  8. 8. Direktori Berstruktur Pohon Tree Structured DirectoriesPada Tree-Structured Directories, setiap pengguna dapatmembuat sub-direktori sendiri dan mengorganisasikanberkas-berkas yang dimiliki.Dalam penggunaannormal,setiap pengguna memiliki direktori saat ini (currentdirectory) merupakan berkas yang baru-baru ini digunakanoleh pengguna.Nama lintasan (path name) dpt digolongkan menjadi 2 jenis :1. Lintasan mutlak (absolute path). Merupakan lintasan yangdimulai dari root directory2. Lintasan relatif (relative path). Merupakan lintasan yangdimulai dari direktori saat ini (current directory)
  9. 9. Gambar Tree Structured Directories
  10. 10. Gambar PathGambar Path
  11. 11. PathMisalkan kita sedang berada pada direktoribahan,maka penulisan lintasan dari berkasslide :1.Absolute path. Yaitu“/Kuliah/OS/bahan/slide2.Relative path. Yaitu “../bahan/slide”.Dengan sistem Tree-Structured Directories,para pengguna dapat mengakses danmenambahkan berkas pengguna lainkedalam direktori mereka.
  12. 12. Direktori Berstruktur GrafStruktur pohon tdk memperbolehkanpembagian berkas/direktori, sedangkanStruktur Graf Asiklik Acyclic-StructureDirectory) memperbolehkan direktori untukberbagi berkas atau subdirektori. JIka adaberkas yang diakses oleh dua pengguna/lebih,maka struktur ini menyediakan fasilitassharing.
  13. 13. Gambar Acyclic-Structured DirectoryGambar Acyclic-Structured Directory
  14. 14. Gambar General-graph Directory
  15. 15. General Graph directoryGeneral Graph directoryPada direktori dengan struktur pohon, setiappenggunadpt membuat direktori sendirisehingga dalam UFD akan terdapat direktoriyang dibuat oleh pengguna dan didalamdirektori tersebut dapat dibuat direktori lain(sub-direktori), begitu seterusnya.Pada general-graph directory, sebuahdirektori me-link pada direktori yang me-linknya. Dengan kata lain, jika direktori Aberisi/melink direktori B maka ketika direktoriB dibuka akan terdapat direktori A (adasiklus)
  16. 16. MountingMountingAdalah proses mengkaitkan sebuah sistemberkas yang baru ditemukan pada sebuahpiranti ke struktur direktori utama yangsedang dipakai.Piranti-piranti yang akan dimount dapatberupa CD-ROM, disket,dll. Tiap-tiap sistemberkas yang dimount akan diberikan mountpoint atau sebuah direktori dalam pohondirektori sistem yang sedang anda akses.Mount point adalah direktori tempat dimanaakan meletakkan sistem berkas tersebut.
  17. 17. MountingMountingKalau kita ingin me-mount sistem berkasberupa directori, maka moint pointnya harusberupa direktori. Daftar sistem berkas yangdimount dapat dilihat kapan saja denganperintah mount.Pada beberapa sistem operasi, ada device-device tertentu yang harus dimount terlebihdahulu secara manual untuk memprosessistem berkas didalamnya.Pada perangkat keras yang berisi hard driveberbeda dengan floppy disc atau CD-ROM,dalam hal mount’nya.
  18. 18. Berbagi berkasBerbagi berkasSaat sebuah sistem memutuskan untukmenyediakan fasilitas berbagi berkas,maka tantangan yang muncul adalahmemperluas file-sharing agar dapatdiakses oleh berbagai sistem berkas.Hal lain yang menjadi perhatian adalahkonflik yang mungkin muncul akibatberbagi berkas, misalnya beberapapengguna melakukan operasi penulisanterhadap suatu berkas secara bersama-sama
  19. 19. Multiple UserMultiple UserAda tiga isu penting saat suatu sistemmengakomodasi banyak pengguna (multipleusers), yaitu berbagi berkas, penamaanberkas, dan proteksi berkasDalam pengimplementasian berbagi berkasdan proteksi berkas di multiple user system,suatu sistem perlu untuk memberikantambahan pada atribut dari suatu berkas ataudirektori.
  20. 20. Remote File SystemRemote File SystemSeiring berkembangnya jaringan danteknologi berkas, mekanisme berbagi berkasjuga mengalami perubahan. Awalnya, carayang digunakan dalam file-sharing adalahdengan aplikasi seperti File Transfer Protocol(FTP).Selanjutnya, berkembang apa yang disebutdengan Distributed File Systems, disingkatDFS. Dengan DFS, sebuah remote-directoriesdapat diakses dari local-machine. Cara lainnyaadalah melalui World Wide Web (www),merupakan pengembangan dari metode FTP.
  21. 21. Remote File SystemRemote File System Mekanisme file-sharing memungkinkan seorangpengguna dapat mengakses sebuah sistem berkasyang ada di komputer lain yang terhubung ke jaringanatau biasa disebut remote machine. Client-Server Model. Remote File System mengijinkansuatu komputer untuk me-mounting beberapa sistemberkas dari satu atau lebih remote machine. Dalamkasus ini, komputer yang menyediakan berkas-berkasyang diakses oleh komputer-komputer lain disebutdengan server dan komputer yang mengakses berkas-berkas yang di-share disebut dengan client. Yangmenjadi isu dalam model ini adalah masalahkeamanan, pengaksesan suatu sistem oleh seseorangyang tidak mempunyai hak, atau disebut jugaunauthorized user
  22. 22. RANGKUMANRANGKUMAN Direktori atau folder merupakan suatu entitas dalamsebuah sistem berkas yang mengandung berkas ataudirektori lain. Mempelajari struktur direktorimemberikan kita pemahaman bagaimana menyusunsebuah direktori dalam suatu sistem berkas. Ada tigastruktur direktori yang diketahui, yaitu direktoribertingkat, direktori berstruktur pohon dan direktoriberstruktur graf. Mounting adalah proses mengaitkan sebuah sistemberkas yang baru ditemukan pada sebuah piranti kestruktur direktori utama yang sedang dipakai. Piranti-piranti yang akan di-mount dapat berbentuk CD-ROM,disket atau sebuah zip-drive. Tiap-tiap sistem berkasyang di-mount akan diberikan mount point atausebuah direktori dalam pohon direktori sistem yangsedang diakses. Mount point adalah direktori tempatdimana akan meletakkan sistem berkas tersebut. Kalaukita ingin me-mount sistem berkas berupa direktori,maka mount point-nya harus berbentuk direktori.Sebaliknya, jika yang ingin di-mount adalah file, makamount point-nya harus berbentuk file.

×