Slideshare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy.

Slideshare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

Like this presentation? Why not share!

No Downloads

Total views

1,259

On SlideShare

0

From Embeds

0

Number of Embeds

3

Shares

0

Downloads

37

Comments

0

Likes

2

No embeds

No notes for slide

- 1. Dukungan Bidan dalam Pemberian ASI
- 2. ASI- Oleh : Akbar Mitawari Z. Bintang Anggun A.P. Devi Mariana N. Devy Indra P. 02 07 10 11
- 3. Peran awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah: 1. Meyakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibu. 2. Membantu ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri.
- 4. I. Membiarkan Bayi Bersama Ibunya Segera Setelah Lahir Selama Beberapa Jam Pertama Bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir sering disebut dengan inisiasi menyusu dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini. Pemberian ASI seawal mungkin lebih baik, jika memungkinkan paling sedikit 30 menit setelah lahir. Inisiasi Menyusu Dini berdampak positif untuk perkembangan bayi. Kita tidak perlu mengkhawatirkan mengenai kemungkinan terjadinya hipotermi karena secara otomatis kulit ibu akan membuat stabil tubuh bayi.
- 5. II. Mengajarkan Cara Merawat Payudara yang Sehat pada Ibu untuk Mencegah Masalah Umum yang Timbul Tujuan dari perawatan payudara untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga pengeluaran ASI lancar. Sebelum menyentuh puting susu, pastikan tangan ibu selalu bersih dan cuci tangan sebelum menyusui.
- 6. III. Membantu Ibu Pada Waktu Pertama Kali Memberi ASI Semakin sering bayi menghisap puting susu ibu, maka pengeluaran ASI juga semakin lancar. Pemberian ASI tidak terlepas dengan teknik atau posisi ibu dalam menyusui. Posisi menyusui dapat dilakukan dengan : Posisi berbaring miring Posisi duduk Posisi ibu tidur terlentang
- 7. IV. Menempatkan Bayi didekat Ibu pada Kamar yang Sama (Rawat Gabung) Rawat gabung merupakan perawatan dimana ibu dan bayi ditempatkan bersama dalam ruangan selama 24 jam penuh. Manfaat rawat gabung dalam proses laktasi dapat dilihat dari aspek fisik , psikologis, fisiologis, edukatif, ekonomi maupun medis.
- 8. V. Memberikan ASI pada Bayi Sesering Mungkin Pemberian ASI sebaiknya sesering mungkin dan tidak perlu dijadwal. Bayi dapat menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi yang mengosongkan sehat satu dapat payudara sekitar 5 sampai 7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam.
- 9. VI. Memberikan Kolostrum dan ASI saja ASI dan kolostrum merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Makanan lain (termasuk air) dapat membuat bayi sakit dan menurunkan persediaan ASI ibunya. Bila minuman lain atau air diberikan, bayi tidak akan merasa lapar sehingga ia tidak akan menyusu.
- 10. VII. Menghindari Susu Botol dan “dot empeng” Pemberian susu dengan botol dan kempengan dapat membuat bayi bingung puting dan menolak menyusu atau hisapan bayi kurang baik. Hal ini disebabkan, mekanisme menghisap dari puting susu ibu dengan botol jauh berbeda. Cara menghindari susu botol dan dot empeng : Memberikan kolostrum dan ASI saja Memberikan ASI sesering mungkin Bayi harus ditempatkan dekat ibunya di kamar yang sama (rawat gabung, rooming in)
- 11. Terima KasihSEKIAN Atas Perhatian Anda

No public clipboards found for this slide

×
### Save the most important slides with Clipping

Clipping is a handy way to collect and organize the most important slides from a presentation. You can keep your great finds in clipboards organized around topics.

Be the first to comment