• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pencegahan korosi
 

Pencegahan korosi

on

  • 4,548 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,548
Views on SlideShare
4,520
Embed Views
28

Actions

Likes
1
Downloads
257
Comments
0

1 Embed 28

http://chemistrypensador.blogspot.com 28

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pencegahan korosi Pencegahan korosi Presentation Transcript

    • PENCEGAHAN KOROSI
    • KOROSI Korosi : Peristiwa perusakan atau degradasi material logam akibat bereaksi secara kimia dengan lingkungan
    • KOROSIPembentukan karat akibat oksidasi suatu logam
    • Proses korosi 5 1 Sebagian oksigen Logam besi yang yang larut dalam air kontak dengan udara mengoksidasi Fe2+ dioksidasi menjadi menjadi Fe3+ yang ion Fe2+ membentuk karat pada besi Description of the contents 4 Elektron mereduksi 2 oksigen dari udara Ion Fe2+ larut dalamdan menghasilkan air. air dan bergerak ke katode melalui 3 tetesan air Elektron bergerak ke katode melalui logam.
    • Jenis Korosi :Korosi kimia (chemical corrosion), yaitu korosi yang terjadi dengan reaksi kimia secara murni. Biasanya terjadi pada temperatur tinggi atau dalam keadaan kering. Contoh: katup motor bakarKorosi elektrokimia (electrochemical corrosion), yaitu korosi yang terjadi bila reaksinya berlangsung dengan suatu elektrolit, yaitu cairan yang mengandung ion-ion. Reaksi berlangsung dengan adanya air/ uap air. Reaksi semacam inilah yang paling banyak terjadi pada reaksi korosi. 5
    • Mekanisme Terjadinya KorosiReaksi Oksidasi / Anodik :Bila sepotong logam dicelupkan ke dalamlarutan elektrolit maka beberapa atom logamakan larut ke dalam elektrolit denganmelepaskan sejumlah elektronnya logammengalami oksidasi. M Mn+ + ne- 9
    • Contoh logam yang mengalami oksidasi: Fe Fe2+ + 2e- Al Al3+ + 3e-Bagian yang mengalami oksidasi disebutanode; kadang-kadang oksidasi disebut reaksianodik. 10
    • Reaksi Reduksi :Elektron yang dihasilkan dari atom logamyang mengalami oksidasi harus ditransfer danmenjadi bagian dari unsur kimia yang lainyang disebut dengan istilah reaksi reduksi.Contoh : beberapa logam yang mengalamikorosi pada larutan asam, yang memilikikonsentrasi tinggi ion hydrogen (H+); ion H+berkurang sebagai berikut : 2H+ + 2e- H2Ion logam yang berada dalam larutan dapatjuga berkurang menjadi logam netral : Mn+ + ne- M 11
    • Posisi tempat terjadinya pengurangan/ reduk-si ion disebut katode.Keseluruhan reaksi elektrokimia minimalharus terdiri dari satu reaksi oksidasi dan satureaksi reduksi.Contoh : Logam seng (Zn) dicelupkan dalamlarutan asam yang berisi ion H+: Zn Zn2+ + 2e- Karena seng adalah logam, maka memiliki daya hantar listrik yang baik, sehingga electron akan mudah bergerak menuju ion H+, membentuk gas H2: 2H+ + 2e- H2 (gas) 12
    • Klasifikasi KorosiBerdasarkanBentuknya : Uniform corrosion yaitu korosi yang terjadi pada seluruh permukaan logam / paduan yang bersentuhan dengan elektrolit, dengan intensitas sama. Galvanic corrosion terjadi bila dua logam yang berbeda berada dalam satu elektrolit. 13
    •  Crevice corrosion terjadi pada celah-celah yang sempit. Pitting corrosion merupakan korosi yang terlokalisir pada satu atau beberapa titik dan mengakibatkan terjadinya lubang kecil yang dalam (berbahaya). 14
    •  Crevice corrosion terjadi pada celah-celah yang sempit. Pitting corrosion merupakan korosi yang terlokalisir pada satu atau beberapa titik dan mengakibatkan terjadinya lubang kecil yang dalam (berbahaya). 15
    •  Intergranular corrosion yaitu korosi yang terjadi pada batas butir. Erosion corrosion yaitu korosi yang dipercepat oleh adanya crosi yang ditimbulkan oleh gerakan cairan.  Stress corrosion yaitu korosi yang timbul sebagai akibat bekerjanya tegangan dan media yang terkorosit. 16
    • Faktor yangmempengaruhi korosi : Jenis dan konsentrasi elektrolit Adanya oksigen terlarut pada elektrolit Temperatur tinggi Kecepatan gerakan elektrolit (Note : Pitting dan crevice corrosion terjadi pada elektrolit yang tidak mengalir) Jenis logam/paduan Adanya galvanic cell Adanya tegangan (tarik) 17
    • PencegahanPelapisan Modifikasi lingkungan 1 2 4 3Proteksi Modifikasikatodik besi
    • Pencegahan korosi :Pemilihan bahan yang tepat : Suatu elektrolit mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap bahan yang berbeda, dengan kata lain bahan tertentu akan tahan korosi terhadap suatu ektrolit tertentu. Contoh kombinasi logam/paduan – elektrolit korosif yang memiliki sifat tahan korosi yang tinggi terhadap elektrolit itu :  Stainless steel – nitric acid;  Nickel/nickel alloy – caustic;  Monel – hydrofluoric acid;  Lead – dilute sulfuric acid;  Aluminium – nonstaining atmospheric exposure;  Steel – concentrated sulfuric acid. 19
    • Merubah kondisi lingkungan :Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untukmenurunkan tingkat korosi :  Menurunkan temperatur,  Menurunkan kecepatan aliran elektrolit,  Menghilangkan oksigen/oksidiser terlarut,  Menurunkan konsentrasi. 20
    • Catodic protection :Pada reaksi korosi di anode akan terjadi reaksiyang menghasilkan elektron dan bila elektronini dialirkan ke luar dari anode ke katode,maka reaksi korosi akan berlanjut terus.Untuk menghindarkan hal tersebut dapat dilakukandengan mensupplay arus listrik dari luar atau dengansacrificial anode (galvanic coupling dengan logamyang kurang mulia dibandingkan dengan logam yangakan dilindungi (lihat gambar). 21
    • Surface coating :Terdapat 3 jenis pelapisan (coating), yaitu :  Metallic coating, yaitu melapisi dengan logam yang kurang mulia dibandingkan dengan logam yang dilindungi, contoh baja dilapisi dengan seng;  Oxyde coating, yaitu melapisi dengan oksida (secara alamiah terjadi pada aluminium). Juga dapat dibuat yaitu dengan mencelupkan logam yang akan dilindungi ke dalam oxydizing agent yang kuat (chromate atau carbonate yang dipanaskan), atau dengan anodizing;  Organic coating, yaitu pelapisan dengan senyawa organik, misalnya pengecatan. 22
    • Desain yang tepat :Ada beberapa hal yang perlu diperhatikandalam mendesain suatu produk, antara lain:  Hindari adanya celah-celah sempit;  Hindari adanya kantong-kantong yang memungkinkan adanya sisa cairan;  Bagian-bagian yang mudah rusak harus mudah penggantiannya;  Hindari adanya bagian yang mengalami tegangan yang besar;  Pada konstruksi pipa, hindari adanya belokan yang terlalu tajam;  Hindari adanya kantong-kantong udara pada saluran/tangki. 23