PENGENDALIAN KOROSI
DALAM IKLIM INDONESIA
YANG BERSIFAT KHUSUS
Oleh:
Yoga Firmansyah
ASOSIASI COATING INDONESIA
Bekasi
082...
A. PENDAHULUAN
Letak Geografis Indonesia
6º LU – 11º LS dan 95º
BT - 141º BT
Lautan Pasifik dan
Lautan Hindia,
Benua Asia ...
Iklim di Indonesia
Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yaitu :
• Iklim musim (muson), Angin Musim Barat
Daya (Oktober –...
Lingkungan Industri & Kendaraan
Bermotor

Polusi udara :
SOx
CO
NOx
Hujan asam
Kombinasi Iklim & Lingkungan
Industri dan Lingkungan Laut

Menghasilkan lingkungan
indonesia memiliki sifat yang
khusus at...
Laju korosi
Laju korosi atmospheric tertinggi
berdasarkan ISO 12944-2 adalah :
Lingkungan Industri (C5I) dan
Lingkungan Ma...
B. PERISTIWA, DAMPAK & PENGENDALIAN
KOROSI
PERiSTIWA
ALAM

BIAYA

Menuju Tingkat Energi
Terendah
PROSES KOROSI
• Anoda
• K...
C. KOROSI
Mekanisme Korosi
Logam
Lingkungan

Logam &
Lingkungan
Bereaksi
Produk Korosi

Dampak Korosi,Pipa
gas bocor dan m...
Reaksi Korosi
SO2

NaCl
moisture

Cl2

H2SO4
FeSO4

FeCl2
Contoh-contoh korosi
Dampak Korosi Secara Umum
1.Terjadi kebocoran
2.Proses Produksi harus berhenti
diluar jadwal
3.Menimbulkan pencemaran
4.Da...
Dampak Korosi thp HSE

Pipa
Bocor, http://www.radarbuto
n.com

BRIDGE COLLAPSE IN MINNEAPOLIS
USA. Steel Structure deficie...
Dampak Korosi thd Biaya

Di Amerika
Thn 2002 ( permesinan, industri,
infrastruktur, transportasi)
miliar US $ 276, sekitar...
Biaya Pengendalian Korosi di Amerika
Beberapa metoda pengendalian korosi
yang dapat digunakan adalah :
1.Protective Coatin...
D. PENGENDALIAN KOROSI
DENGAN COATING
REGULASI - REGULASI

KONDISI LINGKUNGAN
KONSTRUKSI PRODUK
& KONDISI OPERASI
DURASI

...
E. PENGEMBANGAN
Material Coating
Solvent Free
 Water Base
 Kekedapan Tinggi
 Tahan UV
 Surface Tolerant
 Standard Na...
E. PENGEMBANGAN
Fasilitas Pendukung
 Laboratorium uji yang di akui
secara International
 Sumber daya manusia yang
kompet...
F. KESIMPULAN
 Standardisasi material protective
coating (SNI)
 Mewajibkan SDM memiliki
sertifikat kompetensi (LSPCI-BNS...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengendalian korosi dalam iklim indonesia yang bersifat khusus

897 views

Published on

Corrosion control solution,
Dalam banyak metode penanggulangan korosi, Coating atau Cat adalah merupakan satu pilihan dari banyak metode penanggulangan korosi lainnya. Metode ini dianggap efektif karena mudah untuk di-aplikasi-kan baik sebelum konstruksi terpasang, pada saat di-fabrikasi dan atau setelah konstruksi selesai

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
897
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengendalian korosi dalam iklim indonesia yang bersifat khusus

  1. 1. PENGENDALIAN KOROSI DALAM IKLIM INDONESIA YANG BERSIFAT KHUSUS Oleh: Yoga Firmansyah ASOSIASI COATING INDONESIA Bekasi 082310440213
  2. 2. A. PENDAHULUAN Letak Geografis Indonesia 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT Lautan Pasifik dan Lautan Hindia, Benua Asia dan Benua Australia Daerah Khatulistiwa Banyak Gunung Berapi Kepulauan Industri tersebar dimana-mana
  3. 3. Iklim di Indonesia Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yaitu : • Iklim musim (muson), Angin Musim Barat Daya (Oktober –April, basah & banyak hujan) dan Angin Musim Timur Laut (April-Oktober, sifatnya kering) • Iklim Tropis (iklim panas),berkisar antara 26ºC- 31ºC • Iklim Laut, mengakibatkan udara lembab , berkisar antara 70-90% dan mengandung garam (NaCl)
  4. 4. Lingkungan Industri & Kendaraan Bermotor Polusi udara : SOx CO NOx Hujan asam
  5. 5. Kombinasi Iklim & Lingkungan Industri dan Lingkungan Laut Menghasilkan lingkungan indonesia memiliki sifat yang khusus atau unik dilihat dari sisi korosi, yaitu: Sangat Lembab dan Korosif
  6. 6. Laju korosi Laju korosi atmospheric tertinggi berdasarkan ISO 12944-2 adalah : Lingkungan Industri (C5I) dan Lingkungan Marine (C5M). Laju korosi : 200µm/year
  7. 7. B. PERISTIWA, DAMPAK & PENGENDALIAN KOROSI PERiSTIWA ALAM BIAYA Menuju Tingkat Energi Terendah PROSES KOROSI • Anoda • Katoda • Metallic Pathway LINGKUNGAN PRODUCT OR • Electrolyte O2, H O, Garam CONSTRUCTIONION 2 Bahan Baja 90% Tgkt.Kor. Laju Korosi 2 – 5 % GNP (Rp.) DAMPAK KOROSI Biaya Produksi HSE PRODUKSI • Terhambat •Terhenti •Output/Throughput PENGENDALIAN KOROSI : - Coating * - Cathodic protection - Inhibitor - Design Improvement - Change materials - Pengkondisian Lingkungan HSE • Polusi •Kebakaran •Meledak •Kecelakaan/Kematian
  8. 8. C. KOROSI Mekanisme Korosi Logam Lingkungan Logam & Lingkungan Bereaksi Produk Korosi Dampak Korosi,Pipa gas bocor dan meledak
  9. 9. Reaksi Korosi SO2 NaCl moisture Cl2 H2SO4 FeSO4 FeCl2
  10. 10. Contoh-contoh korosi
  11. 11. Dampak Korosi Secara Umum 1.Terjadi kebocoran 2.Proses Produksi harus berhenti diluar jadwal 3.Menimbulkan pencemaran 4.Dapat menimbulkan kecelakaan (Kebakaran, Peledakan, dll) 5.Konstruksi kelihatannya kotor
  12. 12. Dampak Korosi thp HSE Pipa Bocor, http://www.radarbuto n.com BRIDGE COLLAPSE IN MINNEAPOLIS USA. Steel Structure deficiency due to corrosion
  13. 13. Dampak Korosi thd Biaya Di Amerika Thn 2002 ( permesinan, industri, infrastruktur, transportasi) miliar US $ 276, sekitar 4,5 % GNP Di Indonesia? Tidak pernah ada data yang akurat
  14. 14. Biaya Pengendalian Korosi di Amerika Beberapa metoda pengendalian korosi yang dapat digunakan adalah : 1.Protective Coating $ 108 Billion (89.5%) 2.Everything Else $12 Billion (10.5%)  Cathodic Protection  Corrosion Resistant Alloys  Plastic/Polymer  Corrosion Inhibitors  R&D ,Design,Education & Training
  15. 15. D. PENGENDALIAN KOROSI DENGAN COATING REGULASI - REGULASI KONDISI LINGKUNGAN KONSTRUKSI PRODUK & KONDISI OPERASI DURASI PEMILIHAN COATING • Tingkat Korosivitas • Durasi/Umur • Sifat yang diinginkan • Fasilitas yang tersedia MATERIAL COATING SPECIFICATION COATING PROJECT SPECIFICATION (Dibuat oleh Facility Owner) SURF. PREPA RATION COAT. APPLIC ATION FINAL INSPEC TION Efektivitas Perlindungan
  16. 16. E. PENGEMBANGAN Material Coating Solvent Free  Water Base  Kekedapan Tinggi  Tahan UV  Surface Tolerant  Standard Nasional Indonesia
  17. 17. E. PENGEMBANGAN Fasilitas Pendukung  Laboratorium uji yang di akui secara International  Sumber daya manusia yang kompeten  Kontraktor/aplikator yang memiliki akreditasi dari lembaga Nasional atau International
  18. 18. F. KESIMPULAN  Standardisasi material protective coating (SNI)  Mewajibkan SDM memiliki sertifikat kompetensi (LSPCI-BNSP dan Ascoatindo)  Melakukan Akreditasi terhadap kontraktor atau aplikator (Ascoatindo)

×