• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Makalah kewarganegaraan kuba
 

Makalah kewarganegaraan kuba

on

  • 376 views

 

Statistics

Views

Total Views
376
Views on SlideShare
376
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Makalah kewarganegaraan kuba Makalah kewarganegaraan kuba Document Transcript

    • MAKALAH KEWARGANEGARAAN KUBA Disusun oleh: 1. 2. 3. 4. Firlita Nurul Kharisma Ivonasari Kuntari Dewi Afiah Setyaningrum Erviyan Tri Ambarwati (A420120008) (A420120014 ) (A420120025 ) (A420120032) FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI 2013
    • KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat segala limpahan rahmat, hidayah serta karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini hingga selesai. Pada kesempatan ini sudah sepantasnya penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik berupa materi maupun jasa. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal dengan alam kebaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini.Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penyusun
    • BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi ini masih banyak sekali pemuda-pemudi yang kurang memahami makna dari seorang warga negara. Tidak hanya itu saja, bahkan tidak mengetahui apa saja hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai warga negara. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya kesadaran dari para generasi muda terhadap statusnya sebagai warga negara atau kurangnya sikap nasionalisme terhadap negaranya. Warga negara diartikan dengan orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah ini dahulu biasa disebut hamba atau kawula negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula negara, karena warga negara mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu negara,yakni peserta dari persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama, atas dasar tanggung jawab barsama dan untuk kepentingan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab (Winarno, 2007). Adapun definisi warga negara dengan anggota negara. Sebagai anggota negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan yang khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya. Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui asas kewarganegaraan Kuba. B. Rumusan Masalah 1. Apa sajakah sistematauasaspenentuan status warganegaraKuba ? 2. Apa saja hakdankewajibanwarganegara Kuba yang dijaminberdasarkanUndangUndang? C. Tujuan 1. Mengetahui sistematauazazpenentuan status warga negaraKuba. 2. Mengetahui UndangKuba. hakdankewajibanwarganegara yang dijaminberdasarkanUndang-
    • BAB II PEMBAHASAN A. Asas Kewarganegaraan Sebagaimana dijelaskan di muka bahwa warga negara merupakan anggota sebuah negara yang mempunyai tanggung jawab dan hubungan timbal balik terhadap negaranya. Seseorang yang diakui sebagai warga negara dalam suatu negara haruslah ditentukan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati dalam negara tersebut. Ketentuan itu menjadi asas atau pedoman untuk menentukan status kewarganegaraan seseorang. Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan seseorang (Srijayanti, 2007). Dalam menerapkan asas kewarganegaraan ini, dikenal dengan 2 (dua) pedoman, yaitu asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewarganegaraan berdasarakan perkawinan. Dari sisi kelahiran, ada 2 (dua) asas kewarganegaraan yang sering dijumpai, yaitu ius soli (tempat kelahiran) dan ius sanguinus (keturunan). Sedangkan dari sisi perkawinan dikenal pula asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat. 1. Dari Sisi Kelahiran Pada umumnya, penentuan kewarganegaraan berdasarkan pada sisi kelahiran seseorang (sebagimana disebut di atas) diknal dengan 2 (dua) asas kewarganegaraan, yaitu ius soli dan ius sanguinus. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa latin. Ius berarti hukum, dalil atau pedoman, soli berasal dari kata solum yang berarti negeri, tanah atau daerah sanguinus berasal dari kata sanguis yang berarti darah. Dengan demikian, ius soli berarti padoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran, sedangkan ius sanguinus adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan darah atu keturunan. 2. Dari Sisi Perkawinan Selain hukum kewarganegaraan dilihat dari sudut kelahiran, kewarganegaraan seseorang juga dapat dilihat dari sisi perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat. Asas Kesatuan Hukum berdasarkan paradigma bahwa suamiisteri ataupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang menghendaki suasana sejahtera, sehat dan tidak terpecah. Dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, suami-istri atupun keluarga yang baik perlu mencerminkan adanya suatu kesatuan yang bulat. Untuk merealisasikan terciptanya kesatuan dalam keluarga atau suami-isteri, maka semuanya harus tunduk pada hukum yang sama. Dengan adanya kesamaan pemahaman dan komitmen menjalankan kebersamaan atas dasar hukum yang sama tersebut, menghendaki adanya kewarganegaraan yang sama, sehingga masing-masing tidak terdapat perbedaan yang dapat mengganggu keutuhan dan kesejahteraan keluarga.
    • Sedangkan dalam asas persamaan derajat ditentukan bahwa suatu perkawinan tidak menyebakan perubahan status kewarganegaraan masing-masing pihak. Baik suami ataupun isteri tetap berkewarganegaraan asal, atau dengan kata lain sekalipun sudah menjadi suami-isteri, mereka tetap memiliki status kewarganegaraan sendiri, sama halnya ketika mereka belum diikatkan menjadi suami-isteri. Negara Kuba menggunakan asas Ius Sanguinis, adalah asas pemberian kewarganegaraan berdasarkan keturunan orang tuanya. Negara yang menganut asas ini akan mengakui kewarganegaraan seorang anak sebagai warga negaranya apabila orang tua dari anak tersebut adalah memiliki status kewarganegaraan negara tersebut (dilihat dari keturunannya). Asas ini akan berakbibat munculnya suatu negara dengan etnis yang majemuk. Contoh negara yang menganut asas ini adalah negara-negara yang memiliki sejarah panjang seperti negara-negara Eropa dan Asia. Contoh negara yang menganut asas ius sanguinis ini yakni Brunai, Jordania, Malaysia, Belanda, Cina, Kuba. Masalah yang timbul dari kedua asas ini: a. Bipatride, yakni timbulnya 2 kewarganegaraan. Hal ini terjadi karena seorang Ibu berasal dari negara yang menganut asas ius sanguinis melahirkan seorang anak di negara yang menganut asas ius soli. Sehingga kedua negara (negara asal dan negara tempat kelahiran) sama-sama memberikan status kewarganegaraannya. b. Apatride, yakni kasus dimana seorang anak tidak memiliki kewarganegaraan. Keadaan ini terjadi karena seorang Ibu yang berasal dari negara yang menganut asas ius soli melahirkan seorang anak di negara yang menganut asas ius sanguinis. Sehingga tidak ada negara baik itu negara asal Ibunya ataupun negara kelahirannya yang mengakui kewarganegaraan anak tersebut. B.HakdanKewajibanWarga Negara yang DijaminBerdasarkanUndang- Undang Apabila seseorang telah menjadi warga negara suatu negara, maka ia memiliki suatu hubungan dengan negaranya. Hubungan tersebut pada umumnya berupa peranan.Peranan pada dasarnya adalah tugas yang diakukan oleh seseorang yang sesuai dengan statusnya sebagai warga negara. Secara teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negatif, dan positif (Ubaedilah,2003). Peranan aktif merupakan aktifitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama dalam mempengaruhi keputusan publik.Peranan pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku.Peranan positif merupakan aktifitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan mereka.Sedangkan peranan negatif merupakan aktifitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam persoalan pribadi.Selain itu, peranan itu juga dapat berupa hak dan kewajiban. Walau hidup dengan kemiskinan akibat embargo ekonomi Amerika, Kuba masih sanggup menggratiskan seluruh biaya pendidikan rakyatnya, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga pendidikan doktor (S3).Sedangkan bagi mahasiswa asing, pemerintah Kuba juga memberikan beasiswa. Slogan-slogan untuk membangkitkan gairah belajar
    • bersama semacamthe people should teach the people atau if you know, teach; if you dont know learn, sengaja dipublikasikan besar-besaran di lahan-lahan pertanian, perkebunan, dan pabrik-pabrik. Bahkan di media-media massa Kuba sering tampil seruan every Cuban a teacher, every hause a school. Berkat usaha itu, tingkat melek huruf di Kuba terbilang tinggi. Sebelum Castro memimpin Kuba (1959), angka buta huruf mencapai 30% dan sejak 1961 Kuba bebas dari buta huruf. Demi memajukan dunia pendidikan, Kuba juga membenahi proporsi jumlah tenaga gurunya hingga mencapai tingkat ideal.Di sekolah dasar setiap dua puluh orang murid dilayani oleh seorang guru. Sedangkan di sekolah menengah, satu orang guru mengajar lima belas orang siswa. Dengan demikian, hubungan guru murid dipastikan berlangsung efektif. Menjadi seorang guru haruslah berasal dari lulusan universitas.Guru juga harus selalu mendapat pelatihan yang berkualitas secara intens.Bersama orang tua dan pegawai administrasi sekolah, mereka menyelesaikan setiap masalah pendidikan. Sejak tahun 2000, pemerintha Kuba menggelar program yang dinamakan University for all. Program ini memberi kesempatan bagi seluruh rakyat Kuba laki-laki perempuan, menikah ataupun belum, untuk menempuh pendidikan hingga universitas. Tujuannya untuk menjadikan Kuba sebagai negara nation be come university. Salah satu program ini adalah pendidikan melalui televisi.Bayangkan saja, siaran pendidikan melalui televisi ini diberikan oleh para profesor. Pemerintah memberikan waktu tayang sebanyak 394 jam siar untuk program pendidikan setiap minggunya. Ini berarti senilai 36 persen dari total waktu siaran televisi. Dengan kondisi semacam itu tidak mengherankan Kuba berada di posisi ke-52 dalam peringkat indeks pembangunan manusia (HDI) di dunia.Seperti diketahui ada tiga indikator HDI, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Hak warga negara Kuba antara lain: a. Berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan. b. Berhak mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan atau demi kesejahteraan hidupnya. c. Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. d. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta pengakuan yang sama di depan hukum. e. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. f. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperileh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tesedial. g. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negera lain. h. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. i. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagaim manusia yang bermartabat.
    • j. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. k. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikian dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. l. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Sebagai warga negara selain memiliki hak, juga memiliki kewajiban terhadap negaranya.Kewajiban ini dilakukan sebelum seseorang mendapatkan haknya sebagai warga negara.Jadi, kewajiban itu harus diutamakan, setelah itu baru meminta haknya sebagai warga negara. Adapun kewajiban warga negara Kuba: a. Wajib membela pertahanan dan keamanan negarannya b. Wajib menghormati hak asasi orang lain dan mematuhi pembatasan yang tertuang dalam dalam peraturan c. Wajib menjunjung hukum hukum dan pemerintah. d. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. e. Wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. f. Wajib mengikuti pendidikan dasar.
    • BAB III SIMPULAN 1. Asas kewarganegaraan Kuba menggunakan asas ius sangguinis. 2. Hak adalah sesuatu yang seharusnya didapat oleh warga negara setelah melaksanakan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya sebagai warga negara.Sebagai warga negara selain memiliki hak, juga memiliki kewajiban terhadap negaranya. Kewajiban ini dilakukan sebelum seseorang mendapatkan haknya sebagai warga negara. Jadi, kewajiban itu harus diutamakan, setelah itu baru meminta haknya sebagai warga negara. 3. Hak warga negara Kuba dalam bidang pendidikan antara lain: a. Seluruh biaya pendidikan gratis untuk rakyatnyamulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga pendidikan doktor (S3) b. Memberi kesempatan bagi seluruh rakyat Kuba laki-laki perempuan, menikah ataupun belum, untuk menempuh pendidikan hingga Universitas. 4. Adapun kewajiban warga negara Kuba: a. Wajib membela pertahanan dan keamanan negarannya b. Wajib menghormati hak asasi orang lain dan mematuhi pembatasan yang tertuang dalam dalam peraturan c. Wajib menjunjung hukum hukum dan pemerintah. d. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. e. Wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. f. Wajib mengikuti pendidikan dasar.
    • DAFTAR PUSTAKA Srijanti,dkk.2007.Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Mengembangkan Etika Bewarganegara.Jakarta: Salemba Empat. Ubaedillah,A,dkk.2003.Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani, Jakarta: Prenada Media. Winarno.2007.Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi.Jakarta: Bumi Aksara,.