Your SlideShare is downloading. ×
Assalamualaikum 120409094348-phpapp01
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Assalamualaikum 120409094348-phpapp01

1,039
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,039
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Vanny Nurliyanthy NIM : 0903626 Interest Matematika
  • 2. MODEL PEMBELAJARAN 1. Model Pembelajaran Kooperatif  Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran kerja kelompok yang berdasarkan paham kontruktivis. Pembelajaran kooperatif dapat melatih siswa untuk mendengarkan pendapat orang lain.
  • 3. Lima unsur model pembelajaran gotong royong yang harus diterapkan menurut Roger dan David Johnson (Lie, Anita, 2007:31), yaitu :  Saling ketergantungan positif  Tanggung jawab perseorangan  Tatap muka  Komunikasi antar anggota  Evaluasi proses kelompok
  • 4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah.
  • 5. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang di kemukakan oleh Ibrahim, Muslim, et.al. (2008:28) yaitu :  Langkah 1 : Penomoran.  Langkah 2 : Mengajukan pertanyaan.  Langkah 3 : Berfikir bersama  Langkah 4: menjawab
  • 6. Teori Belajar yang Mendukung Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Teori Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut sebagai pelopor aliran kontruktivisme. Teori kontruktivis ini menyatakan bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benak mereka. Guru dapat memberikan kemudahan untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri.
  • 7. Implikasi teori kognitif Piaget pada pendidikan menurut Azizah, N (2007:12) adalah sebagai berikut :  Memusatkan perhatian kepada berfikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya.  Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar.  Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam kemajuan perkembangan
  • 8. Teori Belajar Vygotsky Menurut teori Vygotsky adalah penekanan pada hakekat pembelajaran sosiokultural. Inti teori ini adalah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran.
  • 9. Implikasi teori Vygotsky dalam pendidikan menurut Howe dan Jones (Azizah, N, 2007:13) yaitu :  Menghendaki tatanan kelas dan bentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di sekitar tugas-tugas yang sulit dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif di dalam masing-masing ZPD (zone of proximal development) mereka.  Pendekatan Vygotsky dalam pengajaran menekankan scaffolding, konsep scaffolding berarti memberikan kepada siswa sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia dapat melakukannya sendiri.
  • 10. Keunggulan/kelebihan model pembelajaran koperatif tipe Numbered Head Together ( NHT)  Terjadinya interaksi antara siswa melalui diskusi/siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.  Siswa pandai maupun siswa lemah sama -sama memperoleh manfaat melalui aktifitas belajar kooperatif.  Dengan bekerja secara kooperatif ini, kemungkinan konstruksi pengetahuan akan manjadi lebih besar/kemungkinan untuk siswa dapat sampai pada yang diharapkan.  Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan bakat kepemimpinan
  • 11. Kelemahan/kekurangan model pembelajaran koperatif tipe Numbered Head Together (NHT)  Siswa yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga dapat menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang lemah.  Proses diskusi dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai.  Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang berbeda -beda serta membutuhkan waktu khusus.
  • 12. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Numbered Head Together (NHT)  Perencanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran merupakan penjabaran dari silabus yang telah disusun pada langkah sebelumnya. RPP disusun untuk setiap kali pertemuan yang didalamnya tercermin kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan.
  • 13. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengertian di atas sesuai dengan pendapat Usman, (Suryosubroto, 2002:19) tentang pengertian proses belajar mengajar atau pelaksanaan pembelajaran yaitu “suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu”
  • 14. Penerapan model kooperatif tipe NHT, kegiatan pelaksanaan pembelajarannya secara umum adalah :  Pembagian kelompok kecil heterogen berdasarkan kemampuan akademik. Pemberian nomor pada setiap anggota kelompok. Memberikan lembar aktivitas siswa.  Kegiatan kelompok, bekerja sama antar anggota kelompok untuk menyelesaikan lembar aktivitas siswa.  Menyuruh salah satu siswa dengan memanggil nomor dari tiap kelompok. Nomor yang disebut harus menjelaskan hasil pekerjaan kelompoknya di depan kelas.  Menyimpulkan hasil pembelajaran dan memberikan penguatan kepada siswa tentang materi yang telah dipelajari, memberikan pekerjaan rumah atau tugas individu.  Jenis data yang dijaring yaitu hasil tes atau tugas individu.
  • 15. Evaluasi Pembelajaran  Kegiatan pre-test dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan.  Post-test adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuan adalah untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan
  • 16. Kesimpulan Dalam pembelajaran aktif siswa dipandang sebagai subyek bukan obyek dan belajar lebih dipentingkan daripada mengajar. Disamping itu siswa ikut berpartisipasi ikut mencoba dan melakukan sendiri yang sedang dipelajari. Sedangkan dalam pembelajaran yang mengacu pada pembelajaran aktif, fungsi guru adalah menciptakan suatu kondisi belajar yang memungkinkan siswa berkembang secara optimal. Penerapan model pembelajaran kooperatif NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik karena siswa yang senantiasa menyelesaikan soal-soal latihan akan dapat menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru secara baik.