ZOPP
Zielorientierte Projektplanung
Objective Oriented Project Planning
Perencanaan Proyek Berorientasi Tujuan
Orientasi Bagi Staf Teknis Perencanaan Pembangunan
Novotel Bogor, 26-27 Januari 2012
Dr. Astia Dendi
Senior Advisor
DeCGG-Decentralisation as Contribution to Good
Governance Program
19.02.2014

Seite 1
Referensi

Catatan: Contoh-contoh yang disajikan adalah karya penulis, bukan GTZ/ GIZ

19.02.2014

Seite 2
Alur Presentasi
 Pengantar
 Logika disain pembangunan (Hypothesis
ZOPP)
 Proses & Instrumen ZOPP
 Perbandingan Hirarki Tujuan pada ZOPP dan
SPPN/ RENSTRA
 Penutup

19.02.2014

Seite 3
Pengantar
Tujuan Pelatihan/ Workshop ZOPP
 Peserta [mampu] menggunakan metode ZOPP
sesuai kebutuhan dalam Perencanaan serta
Monitoring & Evaluasi program pembangunan;

Output Pelatihan/ Workshop
 Tersedianya 15 orang praktisi ZOPP, yang telah
menerima penjelasan konsep ZOPP dan mengalami
praktek secara efektif selama pelatihan/ workshop;

 [Workshop]: Tersusunnya DRAFT Logframe
(Kerangka Logis) dan rencana kerja “evaluasi
paruh waktu implementasi RPJMN 2010-2014 ”
mengenai tema desentralisasi/ otonomi daerah dan
pelayanan publik;
19.02.2014

Seite 4
Pengantar
 ZOPP- Zielorientierte Projektplanung
 Sejarah ringkas ZOPP: Dikembangkan oleh GTZ
(German Agency for Technical Cooperation)

 Kharakteristik ZOPP
 Prosedur perencanaan bertahap
 Visualisasi
 Partisipatif & Teamwork
 Memanfaatkan pengetahuan peserta
melalui metode curah pendapat/ diskusi
yang dimoderasi
19.02.2014

Seite 5
The Logic of a Program (Results Chain)
GOAL
(Tujuan)

Maka

PURPOSE
(Sasaran)

OUTPUTS

Maka

Jika
Maka

Jika
ACTIVITIES

Jika
19.02.2014

Seite 6
Contoh
Pengangguran
Berkurang
(Goal)

Maka

Investor
Menanamkan Modal
(Purpose)

Regulasi Pro-Pasar
(Output)

Maka

Jika
Maka

Jika
Menyusun Regulasi
Pro-Pasar
(Activities)

Jika
19.02.2014

Seite 7
Proses dan Instrumen ZOPP
LogFrame
•Ringkasan disain proyek
•Vertical & horizontal
logic

MODERATORS

Analisis Alternatif
•Identifikasi pilihan
strategi (result chain)
• Menganalisis/
memilih strategi

LOGICAL FRAMEWORK

Analisis Situasi
•Analisis partisipasi
•Analisis Masalah
•Analisis Tujuan

ANALISIS ALTERNATIF

ANALISIS SITUASI
19.02.2014

Seite 8
Analisis Partisipasi
Stakeholders
mapping
(Kelompok,
organisasi/ institusi,
proyek lain, individu)

Stakeholder

Masalah/
Kebutuhan

Kepentingan/ Harapan

Potensi

Kelemahan

Konsekwensi

Identifikasi
kepentingan/
harapan/
kebutuhan/
kekhawatiran
mereka thdp proyek
Konsekwensinya
terhadap proyek

19.02.2014

Seite 9
Analisis Masalah
 MASALAH
oMerupakan keadaan yang tidak
dikehendaki dalam kehidupan
masyarakat (kondisi negatif saat ini):
Where we are?
oBukan ketiadaan solusi yang
dibayangkan:
 Salah: Jalan tidak diaspal
 Benar: Kondisi jalan buruk

Effect

Effect
Effect

Effect
Effect

ANALISIS MASALAH
oMengidentifikasi masalah dan
sebab-sebabnya sampai ke akar
permasalahan (root causes);
oProblem Tree (cause-effect )

Cause

Cause

Cause

Problem Tree
19.02.2014

Seite 10
Problem Tree
Effect
Effect

DAMPAK LAIN

DAMPAK
UTAMA

DAMPAK LAIN

Effect
Effect
Effect
MASALAH
(Core
Problem)

Cause

Cause

Cause

19.02.2014

Seite 11
Problem Tree: Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Rumput Laut
Rendahnya Taraf Hidup
Masyarakat Pesisir

Banyak RT Produsen RL
Terjerat Hutang

Rendahnya Pendapatan Produsen
Rumput Laut

Eksploitasi Berlebihan
Sumberdaya Pesisir

Terbatasnya Akses
Prdusen Rumput Laut
ke Pasar RL yang
Kompetitif

Informasi-peluang peluang
pasar tidak sampai ke tangan
produsen

Minimnya
sarana
komunikasi para
produsen

Sumber –
sumber
informasi
terbatas

Lemahnya kelembagaan
produsen

Kurangya
kemampuan
perencanaan
bisnis & mng
keuangan

Kurangnya
Motivasi /
kepemimpinan

Terbatasnya kontinuitas
suplai yang berskala ekonomi

Bibit RL
rentan thdp
serangan
hama/
penyakit

Fasilitas
penyimpanan hasil
panen tidak
memadai

Kurangnya
modal untuk
perluasan
usaha

19.02.2014

Seite 12
Analisis Tujuan
 Identifikasi tujuan-tujuan (Overall goal,
goal, purpose, output);
 Apa artinya tujuan?
Keadaan masa
 Berangkat dari analisis masalah (pohon
depan yang ingin
masalah);
dicapai
 Merubah pernyataan masalah (-)
menjadi pernyataan tujuan/ hasil (+);
 Tujuan memiliki
hirarki sesuai “The  Menghasilkan pohon tujuan (objectives
tree);
Program Logic”
 Menelaah kembali “vertical logic”,
 Menghasilkan
menyesuaikan / merubahnya bila perlu
Objectives Tree
tanpa merubah pohon masalah.
19.02.2014

Seite 13
Contoh Objectives Tree
OVERALL GOAL
[Dampak Sektoral]

GOALS

Berkurangnya Jumlah RT
Produsen yang Terjerat
Hutang

Activities

Outputs

PURPOSE

Tersedianya informasi
pasar

Mengembangkan dialog
(Forum
Stakeholder)

Mengembangkan media
informasi
pasar

Meningkatnya taraf hidup
masyarakat pesisir

Meningkatnya pendapatan
produsen rumput laut

Terpeliharanya Kelestarian
SDA Pesisir

Produsen/ Organisasi
Produsen Rumput Laut
Memiliki Akses Pasar
yang Lebih Baik

Terbentuknya lembaga
stakeholder RL yang
kompeten

Meningkatkan
pembelajaran
manajemen
UMKM

Meningkatkan
pembelaaran
organisasi &
kepemimpiinan

Tersedianya fasilitas (SPP)
untuk menjamin kontinuitas
suplai

Meningkatkan
penggunaan bibit
berkualitas
baik

Mengembang
-kan fasilitas
penyimpanan
RL
berkelompok

Memperkuat
modal /
pelayanan
simpan
pinjam

19.02.2014

Seite 14
Hirarki
Tujuan

END

Penjelasan
Tujuan Umum

Orientasi strategik dari proyek/ program,
merupakan DAMPAK lebih luas (nasional/
sektoral/ regional) yang biasanya dicapai
dalam jangka panjang.

Goal

Tujuan

Perbaikan situasi (MANFAAT) yang
dikehendaki kelompok-kelompok sasaran,
biasanya dalam jangka menengah (3-5
tahun).

Purpose

MEANS

Overall Goal

Sasaran

Merupakan “change of KAPP” (Knowhow,
Attitude, Practice/ Performance) dari
kelompok-kelompok sasaran proyek.

Output

Keluaran

Merupakan fasilitas, barang/ jasa yang
dihasilkan proyek.

19.02.2014

Seite 15
Analisis Alternatif

OVERALL GOAL (Dampak Sektoral)

Meningkatnya taraf hidup
masyarakat pesisir

“Banyak jalan menuju
Roma”
 Apa pilihan yang ada?
Tinjau pohon tujuan

Berkurangnya
jumlah RT produsen
yang terjerat hutang

Meningkatnya
pendapatan
produsen rumput
laut

Terpeliharanya kelestarian
SDA Pesisir

GOALS

Pilihan mana yang lebih
tepat?

Produsen/
Organisasi Produsen
RL Memiliki Akses
Pasar yang Lebih
Baik

PURPOSE

Outputs

Common sense, vertical
logic
Advantages vs.
disadvantages

Activities

 Explicit obligatory and
desirable criteria

Tersedianya
informasi pasar

Mengemban
gkan dialog
(Forum
Stakeholder)

Mengembangkan
media
informasi
pasar

Terbentuknya
lembaga stakeholder
RL yang kompeten

Meningkat
kan
pembelajaran
manajemen
UMKM

Meningkatkan
pembelajaran
organisasi &
kepemimpinan

Tersedianya fasilitas
(SPP) untuk menjamin
kontinuitas suplai

Meningkatkan
pengguna
-an bibit
berkualitas baik

Mengembangkan
fasilitas
penyimpanan RL
berkelompok

19.02.2014

Memperkuat
modal /
pelayanan
simpanpinjam

Seite 16
LogFrame (Matriks Perencanaan Proyek)
Why?

Mengapa proyek dilaksanakan?

Menjelaskan apa dan
untuk siapa manfaat
proyek (overall goal/
goal)

What?

Apa yang diharapkan dicapai
proyek?

Menjelaskan apa dan
kegunaan output-output
proyek: Purpose/
outputs

How?

Bagaimana proyek akan mencapai
output-outputnya?

Menguraikan kegiatankegiatan pokok

Which?

Faktor-faktor eksternal mana yang
penting bagi keberhasilan proyek?

ASUMSI
Menjelaskan resiko dan
kondisi lingkungan
proyek

How?

Bagaimana menilai keberhasilan
proyek?

Idikator-indikator yang
dipakai

Where?

Darimana data untuk membuktikan
keberhasilan proyek diperoleh?

Sumber-sumber
pembuktian

Apa MPP itu?
 Ringkasan
sehalaman
yang
menjelaskan
konsep
“proyek”
 Project
management
tool

19.02.2014

Seite 17
Format LogFrame
Strategi

Indikator-indikator
Objektif

Sumber
Pembuktian

Asumsi Penting

Overall Goal

Goal

Menjelaskan gambaran
(yang terukur)
tercapainya goal

Purpose

Menjelaskan gambaran
(yang terukur)
tercapainya purpose?

Faktor/ kondisi diluar
pengaruh POKSAR
proyek yang mesti ada
untuk menunjang
tercapainya goal

Outputs

Menjelaskan
kharakterstik outputs
yang terukur

Faktor/ kondisi diluar
proyek yang mesti ada
untuk menunjang
tercapainya purpose

Activities

Volume/ Kuantitas &
Biaya
19.02.2014

Seite 18
Contoh LogFrame
Strategi

Indikator-indikator Objektif

Meningkatnya taraf hidup
masyarakat pesisir di wilayah
proyek

Meningkatnya pendapatan
rumahtangga produsen rumput
laut

Purpose
Produsen/ Organisasi produsen
RL mengakses pasar regional
yang lebih kompetitif

Outputs
1. Terbentuknya lembaga
stakeholder RL yang kompeten;
2. …..

Activities

Asumsi
Penting

1. BPS
2. Laporan
Tahunan
DKP
3. Mas Media
Lokal

Overall Goal

Goal

Sumber
Pembukti
an

1. Pada tahun 2015 Pendapatan
Rumahtangga produsen RL meningkat
rata-rata yy% dibanding baseline 2012;
2. [….]

Survey
Rumahtang-ga
2015

1. Koperasi RL menjalin kontrak dagang dengan
pengusaha besar / eksportir RL, volume kontrak
sekurangnya 50 ton/ bulan (mulai 2013)

Harga RL di
pasar
internasional
cukup stabil

2. Realisasi suplai RL ke pasar berdasarkan
kontrak (mulai 2013)

1.1 Terbentuknya 1 Koperasi Jasa Usaha Bersama
Rumput Laut (2013);
1.2 90 % produsen RL menjadi anggota koperasi
(2014)

Volume/ Kuantitas & Biaya-biaya

[Diisi dengan kegiatan-kegiatan
pokok per output]
19.02.2014

Seite 19
Indikator dan Persyaratannya
Kriteria

Penjelasan

S

Fakta indikator tersebut spesifik,
dan memiliki relevansi yang
signifikan dengan substansi
perubahan yang hendak dicapai.

M

Fakta atau variabel-variabelnya
terukur (kuantitatif mau pun
kualitatif).

Accessible

A

Fakta yang diperlukan tersedia atau
bisa didapat secara efesien.

Realistic

R

Target-targetnya sungguh
berpeluang tinggi untuk dicapai.

T

Memiliki batasan waktu yang jelas.

Spesific, Significant

Measurable (terukur)

Time bound

19.02.2014

Seite 20
Contoh Indikator




Indikator kuantitatif tanpa target (tidak lengkap):
 Jumlah penduduk dengan income dibawah 1 US $
per hari berkurang;
Indikator kuantitatif dengan target (lengkap):
 Pada tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia
dengan income dibawah 1 US $ per hari berkurang
sebesar 50% dari jumlah pada tahun dasar 1990.

Indikator

Target

2009
Berkurangnya
jumlah penduduk
miskin (income < 1
US $/ hari) di
Indonesia

2010

2011

2012

2013

2014

xx %

2015
yy%

19.02.2014

Seite 21
Pebandingan Hirarki Tujuan antara Perspektif
ZOPP dan RENSTRA

Bermacammacam
istilah tetapi
esensinya
berpegang
kepada
“the program
logic”

ZOPP

UU 25/ 2004
(SPPN)

Overall Goal

RENSTRA

Dampak (Impact)
Tujuan

Goal

Manfaat (Benefit)

Purpose

Hasil (Outcome)
Sasaran

Output

Keluaran (Output)

19.02.2014

Seite 22
Penutup
 ZOPP diperkenalkan GTZ di Indonesia pada awal1980an, sampai sekarang masih banyak penggemar yang
mengadopsi atau “memadu-suaikannya”;
 ZOPP pada dasarnya terdiri dari tiga tahapan pokok:
analisis situasi, analisis alternatif (strategi) dan
penyusunan rencana proyek (LogFrame);
 Disamping memiliki metode sendiri, ZOPP dapat
menerima/ diperkaya oleh metode analisis lain
 Ingat…ingat…”the program logic”!
 GIZ (nama baru GTZ), kini tidak lagi memakai ZOPP
Klasik, tetapi mengembangkan seperangkat metode
manajemen perubahan yang disebut “CAPACITY
WORKS”
19.02.2014

Seite 23
Informasi/ Komunikasi
Dr. Astia Dendi
Senior Adviser
GIZ-Decentralisation as Contribution to
Good Governance (DeCGG)
Wisma Bakrie 2, 5th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. B2
Kuningan, Jakarta Selatan 12920

Email: Astia.Dendi@giz.de
Mobile: +6281194413
19.02.2014

Seite 24
Contoh Analisis Masaalah

19.02.2014

Seite 25
Contoh Analisis Tujuan

19.02.2014

Seite 26
19.02.2014

Seite 27
Sambungan Matriks Perencanaan Proyek ……..

19.02.2014

Seite 28

Zopp otda bappenas giz

  • 1.
    ZOPP Zielorientierte Projektplanung Objective OrientedProject Planning Perencanaan Proyek Berorientasi Tujuan Orientasi Bagi Staf Teknis Perencanaan Pembangunan Novotel Bogor, 26-27 Januari 2012 Dr. Astia Dendi Senior Advisor DeCGG-Decentralisation as Contribution to Good Governance Program 19.02.2014 Seite 1
  • 2.
    Referensi Catatan: Contoh-contoh yangdisajikan adalah karya penulis, bukan GTZ/ GIZ 19.02.2014 Seite 2
  • 3.
    Alur Presentasi  Pengantar Logika disain pembangunan (Hypothesis ZOPP)  Proses & Instrumen ZOPP  Perbandingan Hirarki Tujuan pada ZOPP dan SPPN/ RENSTRA  Penutup 19.02.2014 Seite 3
  • 4.
    Pengantar Tujuan Pelatihan/ WorkshopZOPP  Peserta [mampu] menggunakan metode ZOPP sesuai kebutuhan dalam Perencanaan serta Monitoring & Evaluasi program pembangunan; Output Pelatihan/ Workshop  Tersedianya 15 orang praktisi ZOPP, yang telah menerima penjelasan konsep ZOPP dan mengalami praktek secara efektif selama pelatihan/ workshop;  [Workshop]: Tersusunnya DRAFT Logframe (Kerangka Logis) dan rencana kerja “evaluasi paruh waktu implementasi RPJMN 2010-2014 ” mengenai tema desentralisasi/ otonomi daerah dan pelayanan publik; 19.02.2014 Seite 4
  • 5.
    Pengantar  ZOPP- ZielorientierteProjektplanung  Sejarah ringkas ZOPP: Dikembangkan oleh GTZ (German Agency for Technical Cooperation)  Kharakteristik ZOPP  Prosedur perencanaan bertahap  Visualisasi  Partisipatif & Teamwork  Memanfaatkan pengetahuan peserta melalui metode curah pendapat/ diskusi yang dimoderasi 19.02.2014 Seite 5
  • 6.
    The Logic ofa Program (Results Chain) GOAL (Tujuan) Maka PURPOSE (Sasaran) OUTPUTS Maka Jika Maka Jika ACTIVITIES Jika 19.02.2014 Seite 6
  • 7.
  • 8.
    Proses dan InstrumenZOPP LogFrame •Ringkasan disain proyek •Vertical & horizontal logic MODERATORS Analisis Alternatif •Identifikasi pilihan strategi (result chain) • Menganalisis/ memilih strategi LOGICAL FRAMEWORK Analisis Situasi •Analisis partisipasi •Analisis Masalah •Analisis Tujuan ANALISIS ALTERNATIF ANALISIS SITUASI 19.02.2014 Seite 8
  • 9.
    Analisis Partisipasi Stakeholders mapping (Kelompok, organisasi/ institusi, proyeklain, individu) Stakeholder Masalah/ Kebutuhan Kepentingan/ Harapan Potensi Kelemahan Konsekwensi Identifikasi kepentingan/ harapan/ kebutuhan/ kekhawatiran mereka thdp proyek Konsekwensinya terhadap proyek 19.02.2014 Seite 9
  • 10.
    Analisis Masalah  MASALAH oMerupakankeadaan yang tidak dikehendaki dalam kehidupan masyarakat (kondisi negatif saat ini): Where we are? oBukan ketiadaan solusi yang dibayangkan:  Salah: Jalan tidak diaspal  Benar: Kondisi jalan buruk Effect Effect Effect Effect Effect ANALISIS MASALAH oMengidentifikasi masalah dan sebab-sebabnya sampai ke akar permasalahan (root causes); oProblem Tree (cause-effect ) Cause Cause Cause Problem Tree 19.02.2014 Seite 10
  • 11.
    Problem Tree Effect Effect DAMPAK LAIN DAMPAK UTAMA DAMPAKLAIN Effect Effect Effect MASALAH (Core Problem) Cause Cause Cause 19.02.2014 Seite 11
  • 12.
    Problem Tree: PengembanganEkonomi Lokal Berbasis Rumput Laut Rendahnya Taraf Hidup Masyarakat Pesisir Banyak RT Produsen RL Terjerat Hutang Rendahnya Pendapatan Produsen Rumput Laut Eksploitasi Berlebihan Sumberdaya Pesisir Terbatasnya Akses Prdusen Rumput Laut ke Pasar RL yang Kompetitif Informasi-peluang peluang pasar tidak sampai ke tangan produsen Minimnya sarana komunikasi para produsen Sumber – sumber informasi terbatas Lemahnya kelembagaan produsen Kurangya kemampuan perencanaan bisnis & mng keuangan Kurangnya Motivasi / kepemimpinan Terbatasnya kontinuitas suplai yang berskala ekonomi Bibit RL rentan thdp serangan hama/ penyakit Fasilitas penyimpanan hasil panen tidak memadai Kurangnya modal untuk perluasan usaha 19.02.2014 Seite 12
  • 13.
    Analisis Tujuan  Identifikasitujuan-tujuan (Overall goal, goal, purpose, output);  Apa artinya tujuan? Keadaan masa  Berangkat dari analisis masalah (pohon depan yang ingin masalah); dicapai  Merubah pernyataan masalah (-) menjadi pernyataan tujuan/ hasil (+);  Tujuan memiliki hirarki sesuai “The  Menghasilkan pohon tujuan (objectives tree); Program Logic”  Menelaah kembali “vertical logic”,  Menghasilkan menyesuaikan / merubahnya bila perlu Objectives Tree tanpa merubah pohon masalah. 19.02.2014 Seite 13
  • 14.
    Contoh Objectives Tree OVERALLGOAL [Dampak Sektoral] GOALS Berkurangnya Jumlah RT Produsen yang Terjerat Hutang Activities Outputs PURPOSE Tersedianya informasi pasar Mengembangkan dialog (Forum Stakeholder) Mengembangkan media informasi pasar Meningkatnya taraf hidup masyarakat pesisir Meningkatnya pendapatan produsen rumput laut Terpeliharanya Kelestarian SDA Pesisir Produsen/ Organisasi Produsen Rumput Laut Memiliki Akses Pasar yang Lebih Baik Terbentuknya lembaga stakeholder RL yang kompeten Meningkatkan pembelajaran manajemen UMKM Meningkatkan pembelaaran organisasi & kepemimpiinan Tersedianya fasilitas (SPP) untuk menjamin kontinuitas suplai Meningkatkan penggunaan bibit berkualitas baik Mengembang -kan fasilitas penyimpanan RL berkelompok Memperkuat modal / pelayanan simpan pinjam 19.02.2014 Seite 14
  • 15.
    Hirarki Tujuan END Penjelasan Tujuan Umum Orientasi strategikdari proyek/ program, merupakan DAMPAK lebih luas (nasional/ sektoral/ regional) yang biasanya dicapai dalam jangka panjang. Goal Tujuan Perbaikan situasi (MANFAAT) yang dikehendaki kelompok-kelompok sasaran, biasanya dalam jangka menengah (3-5 tahun). Purpose MEANS Overall Goal Sasaran Merupakan “change of KAPP” (Knowhow, Attitude, Practice/ Performance) dari kelompok-kelompok sasaran proyek. Output Keluaran Merupakan fasilitas, barang/ jasa yang dihasilkan proyek. 19.02.2014 Seite 15
  • 16.
    Analisis Alternatif OVERALL GOAL(Dampak Sektoral) Meningkatnya taraf hidup masyarakat pesisir “Banyak jalan menuju Roma”  Apa pilihan yang ada? Tinjau pohon tujuan Berkurangnya jumlah RT produsen yang terjerat hutang Meningkatnya pendapatan produsen rumput laut Terpeliharanya kelestarian SDA Pesisir GOALS Pilihan mana yang lebih tepat? Produsen/ Organisasi Produsen RL Memiliki Akses Pasar yang Lebih Baik PURPOSE Outputs Common sense, vertical logic Advantages vs. disadvantages Activities  Explicit obligatory and desirable criteria Tersedianya informasi pasar Mengemban gkan dialog (Forum Stakeholder) Mengembangkan media informasi pasar Terbentuknya lembaga stakeholder RL yang kompeten Meningkat kan pembelajaran manajemen UMKM Meningkatkan pembelajaran organisasi & kepemimpinan Tersedianya fasilitas (SPP) untuk menjamin kontinuitas suplai Meningkatkan pengguna -an bibit berkualitas baik Mengembangkan fasilitas penyimpanan RL berkelompok 19.02.2014 Memperkuat modal / pelayanan simpanpinjam Seite 16
  • 17.
    LogFrame (Matriks PerencanaanProyek) Why? Mengapa proyek dilaksanakan? Menjelaskan apa dan untuk siapa manfaat proyek (overall goal/ goal) What? Apa yang diharapkan dicapai proyek? Menjelaskan apa dan kegunaan output-output proyek: Purpose/ outputs How? Bagaimana proyek akan mencapai output-outputnya? Menguraikan kegiatankegiatan pokok Which? Faktor-faktor eksternal mana yang penting bagi keberhasilan proyek? ASUMSI Menjelaskan resiko dan kondisi lingkungan proyek How? Bagaimana menilai keberhasilan proyek? Idikator-indikator yang dipakai Where? Darimana data untuk membuktikan keberhasilan proyek diperoleh? Sumber-sumber pembuktian Apa MPP itu?  Ringkasan sehalaman yang menjelaskan konsep “proyek”  Project management tool 19.02.2014 Seite 17
  • 18.
    Format LogFrame Strategi Indikator-indikator Objektif Sumber Pembuktian Asumsi Penting OverallGoal Goal Menjelaskan gambaran (yang terukur) tercapainya goal Purpose Menjelaskan gambaran (yang terukur) tercapainya purpose? Faktor/ kondisi diluar pengaruh POKSAR proyek yang mesti ada untuk menunjang tercapainya goal Outputs Menjelaskan kharakterstik outputs yang terukur Faktor/ kondisi diluar proyek yang mesti ada untuk menunjang tercapainya purpose Activities Volume/ Kuantitas & Biaya 19.02.2014 Seite 18
  • 19.
    Contoh LogFrame Strategi Indikator-indikator Objektif Meningkatnyataraf hidup masyarakat pesisir di wilayah proyek Meningkatnya pendapatan rumahtangga produsen rumput laut Purpose Produsen/ Organisasi produsen RL mengakses pasar regional yang lebih kompetitif Outputs 1. Terbentuknya lembaga stakeholder RL yang kompeten; 2. ….. Activities Asumsi Penting 1. BPS 2. Laporan Tahunan DKP 3. Mas Media Lokal Overall Goal Goal Sumber Pembukti an 1. Pada tahun 2015 Pendapatan Rumahtangga produsen RL meningkat rata-rata yy% dibanding baseline 2012; 2. [….] Survey Rumahtang-ga 2015 1. Koperasi RL menjalin kontrak dagang dengan pengusaha besar / eksportir RL, volume kontrak sekurangnya 50 ton/ bulan (mulai 2013) Harga RL di pasar internasional cukup stabil 2. Realisasi suplai RL ke pasar berdasarkan kontrak (mulai 2013) 1.1 Terbentuknya 1 Koperasi Jasa Usaha Bersama Rumput Laut (2013); 1.2 90 % produsen RL menjadi anggota koperasi (2014) Volume/ Kuantitas & Biaya-biaya [Diisi dengan kegiatan-kegiatan pokok per output] 19.02.2014 Seite 19
  • 20.
    Indikator dan Persyaratannya Kriteria Penjelasan S Faktaindikator tersebut spesifik, dan memiliki relevansi yang signifikan dengan substansi perubahan yang hendak dicapai. M Fakta atau variabel-variabelnya terukur (kuantitatif mau pun kualitatif). Accessible A Fakta yang diperlukan tersedia atau bisa didapat secara efesien. Realistic R Target-targetnya sungguh berpeluang tinggi untuk dicapai. T Memiliki batasan waktu yang jelas. Spesific, Significant Measurable (terukur) Time bound 19.02.2014 Seite 20
  • 21.
    Contoh Indikator   Indikator kuantitatiftanpa target (tidak lengkap):  Jumlah penduduk dengan income dibawah 1 US $ per hari berkurang; Indikator kuantitatif dengan target (lengkap):  Pada tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia dengan income dibawah 1 US $ per hari berkurang sebesar 50% dari jumlah pada tahun dasar 1990. Indikator Target 2009 Berkurangnya jumlah penduduk miskin (income < 1 US $/ hari) di Indonesia 2010 2011 2012 2013 2014 xx % 2015 yy% 19.02.2014 Seite 21
  • 22.
    Pebandingan Hirarki Tujuanantara Perspektif ZOPP dan RENSTRA Bermacammacam istilah tetapi esensinya berpegang kepada “the program logic” ZOPP UU 25/ 2004 (SPPN) Overall Goal RENSTRA Dampak (Impact) Tujuan Goal Manfaat (Benefit) Purpose Hasil (Outcome) Sasaran Output Keluaran (Output) 19.02.2014 Seite 22
  • 23.
    Penutup  ZOPP diperkenalkanGTZ di Indonesia pada awal1980an, sampai sekarang masih banyak penggemar yang mengadopsi atau “memadu-suaikannya”;  ZOPP pada dasarnya terdiri dari tiga tahapan pokok: analisis situasi, analisis alternatif (strategi) dan penyusunan rencana proyek (LogFrame);  Disamping memiliki metode sendiri, ZOPP dapat menerima/ diperkaya oleh metode analisis lain  Ingat…ingat…”the program logic”!  GIZ (nama baru GTZ), kini tidak lagi memakai ZOPP Klasik, tetapi mengembangkan seperangkat metode manajemen perubahan yang disebut “CAPACITY WORKS” 19.02.2014 Seite 23
  • 24.
    Informasi/ Komunikasi Dr. AstiaDendi Senior Adviser GIZ-Decentralisation as Contribution to Good Governance (DeCGG) Wisma Bakrie 2, 5th Floor Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. B2 Kuningan, Jakarta Selatan 12920 Email: Astia.Dendi@giz.de Mobile: +6281194413 19.02.2014 Seite 24
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
    Sambungan Matriks PerencanaanProyek …….. 19.02.2014 Seite 28