ZAMAN 
NEOLITHIKUM 
OLEH MUJAHID ABDURRAHIM
Start 
Masa Zaman Neolithikum 
Lingkungan Alam 
Kehidupannya 
Kehidupan 
Ekonomi Kehidupan Sosial 
Teknologi 
dan Hasil 
Budaya 
Adat Istiadat Kepercayaan Masyarakat
ZAMAN NEOLITHIKUM 
A. Masa Zaman Neolithikum 
B. Lingkungan alam kehidupannya 
C. Kehidupan sosial 
D. Kehidupan ekonomi 
E. Kepercayaan masyarakat 
F. Adat istiadat 
G. Teknologi dan hasil budaya
A. MASA ZAMAN NEOLITHIKUM 
Zaman Neolitikum biasa juga dikenal dengan sebutan Zaman Batu 
Muda. Zaman batu muda diperkirakan berlangsung kira-kira tahun 2000 
SM. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. 
Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sudah sangat maju. Dalam 
zaman ini, alat yang dihasilkan sudah bagus. 
Boleh dikatakan bahwa neolithikum itu adalah suatu revolusi yang 
sangat besar dalam peradaban manusia. Perubahan besar ini ditandai 
dengan berubahnya peradaban penghidupan food-gathering menjadi 
food-producing.
MASA ZAMAN NEOLITHIKUM 
Cara hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya 
mengalami perubahan pesat dari cara food gathering 
menjadi food producting, yaitu dengan cara bercocok tanam 
dan memelihara ternak. 
Peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah diasah 
sempurna, dalam bentuk kapak-kapak persegi yang telah 
diberi hiasan yang indah sesuai dengan perkembangan seni 
pada waktu itu.
B. LINGKUNGAN ALAM KEHIDUPAN 
Kemampuan berpikir manusia untuk mempertahankan kehidupannya 
mulai berkembang. Hal ini mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok 
manusia dalam jumlah yang lebih banyak serta menetap di 
suatu tempat dan tinggal bersama dalam kampung. 
Dalam kehidupan menetap manusia mulai hidup dari hasil bercocok 
tanam dengan menanam jenis-jenis tanaman yang semula tumbuh liar 
untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Disamping itu, mereka 
mulai menjinakkan hewan-hewan yang dapat memenuhi kebutuhan 
hidupnya seperti kuda, anjing, kerbau, sapi, dan babi. Kehidupan 
bercocok tanam yang pertama kali dikenal oleh manusia adalah 
berhuma. Berhuma adalah teknik bercocok tanam dengan cara 
membersihkan hutan dan menanamnya, setelah tahan tidak subur 
mereka pindah dan mencari bagian hutan yang lain.
C. KEHIDUPAN SOSIAL 
Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam mengalami 
peningkatan yang cukup pesat. Masayarakatnya sudah memiliki tempat 
tinggal yang tepat. Mereka memilih tempat tinggal pada suatu tempat 
tertentu. Hal ini dimaksudkan agar hubungan antara manusia di dalam 
kelompok masyarakatnya semakin erat. 
Dalam perkembangannya, pola hidup menetap telah membuat 
hubungan sosial masyarakat terjalin dan ternegosiasi dengan baik. 
Dalam perkumpulan masyarakat yang masih sederhana biasanya 
terdapat seorang pemimpin yang disebut kepala suku, sosok kepala suku 
merupakan orang yang sangat dipercya dan ditaati untuk memimpin 
sebuah kaumnya.
D. KEHIDUPAN EKONOMI 
• Pada masa kehidupan bercocok tanam, kebutuhan hidup 
masyarakat semakin bertambah, namun tidak ada satu anggota 
masyarakat pun yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan 
hidupnya sendiri. 
• Pada saat menunggu waktu antara musim tanam hingga datangnya 
musim panen. masyarakat pada zaman ini mulai mengenal sistem 
barter dimana terjadi pertukaran barang untuk memenuhi 
kebutuhan mereka. 
• Pertukaran barang dengan barang ini menjadi awal munculnya 
sistem perdagangan atau sistem perekonomian dalam masyarakat.
E. KEPERCAYAAN MASYARAKAT 
• Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan kepercayaan baru 
sebatas adanya penguburan. 
• Pada masa kehidupan bercocok tanam kepercayaan masyarakat 
semakin bertambah, bahkan masyarakat juga telah mempunyai 
konsep tentang apa yang terjadi dengan seorang yang telah 
meninggal. 
• Penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang merupakan 
suatu kepercayan yang berkembang diseluruh dunia. Kepercayaan 
masyarakat diwujudkan dalam berbagai upacara keagamaan, 
persembahan kepada dewa, dan upacara penguburan mayat yang 
dibekali dengan benda milik pribadi ke kuburnya.
F. ADAT ISTIADAT 
• Pada masa Neolithikum budaya manusia telah berkembang pesat. 
Berbagai macam pengetahuan telah dikuasai seperti pengetahuan 
tentang perbintangan pranatamangsa (cara menentukan musim 
berdasarkan perbintangan atau tanda-tanda lainnya), pelayaran, 
kalender (menentukan hari baik atau buruk). 
• Terdapat 2 macam penguburan, yaitu penguburan primer dan 
sekunder. Penguburan langsung atau disebut juga penguburan primer 
dimana mayat dikubur langsung ke dalam tanah atau dimasukkan ke 
dalam tempayan secara utuh, sedangkan sistem penguburan yang 
disebut cara penguburan sekunder, yaitu setelah mayat dikubur 
beberapa lama (atau diletakkan si sebuah padang) lalu tulang 
belulangnya dipilih dan dengan upacara besar-besaran dikuburkan.
G. TEKNOLOGI DAN HASIL BUDAYA 
1. Kapak Persegi 
2. Kapak Lonjong 
3. Mata panah 
4. Gerabah dari tanah liat 
5. Perhiasan 
6. Pakaian dari kulit kayu
1. KAPAK PERSEGI
2. KAPAK LONJONG
3. MATA PANAH
4. GERABAH DARI TANAH LIAT
5. PERHIASAN
6. PAKAIAN DARI KULIT KAYU
SEKIAN TERIMA KASIH 
MUJAHID ABDURRAHIM

Zaman Neolithikum

  • 1.
    ZAMAN NEOLITHIKUM OLEHMUJAHID ABDURRAHIM
  • 2.
    Start Masa ZamanNeolithikum Lingkungan Alam Kehidupannya Kehidupan Ekonomi Kehidupan Sosial Teknologi dan Hasil Budaya Adat Istiadat Kepercayaan Masyarakat
  • 3.
    ZAMAN NEOLITHIKUM A.Masa Zaman Neolithikum B. Lingkungan alam kehidupannya C. Kehidupan sosial D. Kehidupan ekonomi E. Kepercayaan masyarakat F. Adat istiadat G. Teknologi dan hasil budaya
  • 4.
    A. MASA ZAMANNEOLITHIKUM Zaman Neolitikum biasa juga dikenal dengan sebutan Zaman Batu Muda. Zaman batu muda diperkirakan berlangsung kira-kira tahun 2000 SM. Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sudah sangat maju. Dalam zaman ini, alat yang dihasilkan sudah bagus. Boleh dikatakan bahwa neolithikum itu adalah suatu revolusi yang sangat besar dalam peradaban manusia. Perubahan besar ini ditandai dengan berubahnya peradaban penghidupan food-gathering menjadi food-producing.
  • 6.
    MASA ZAMAN NEOLITHIKUM Cara hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mengalami perubahan pesat dari cara food gathering menjadi food producting, yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak. Peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah diasah sempurna, dalam bentuk kapak-kapak persegi yang telah diberi hiasan yang indah sesuai dengan perkembangan seni pada waktu itu.
  • 7.
    B. LINGKUNGAN ALAMKEHIDUPAN Kemampuan berpikir manusia untuk mempertahankan kehidupannya mulai berkembang. Hal ini mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok manusia dalam jumlah yang lebih banyak serta menetap di suatu tempat dan tinggal bersama dalam kampung. Dalam kehidupan menetap manusia mulai hidup dari hasil bercocok tanam dengan menanam jenis-jenis tanaman yang semula tumbuh liar untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Disamping itu, mereka mulai menjinakkan hewan-hewan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seperti kuda, anjing, kerbau, sapi, dan babi. Kehidupan bercocok tanam yang pertama kali dikenal oleh manusia adalah berhuma. Berhuma adalah teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanamnya, setelah tahan tidak subur mereka pindah dan mencari bagian hutan yang lain.
  • 9.
    C. KEHIDUPAN SOSIAL Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam mengalami peningkatan yang cukup pesat. Masayarakatnya sudah memiliki tempat tinggal yang tepat. Mereka memilih tempat tinggal pada suatu tempat tertentu. Hal ini dimaksudkan agar hubungan antara manusia di dalam kelompok masyarakatnya semakin erat. Dalam perkembangannya, pola hidup menetap telah membuat hubungan sosial masyarakat terjalin dan ternegosiasi dengan baik. Dalam perkumpulan masyarakat yang masih sederhana biasanya terdapat seorang pemimpin yang disebut kepala suku, sosok kepala suku merupakan orang yang sangat dipercya dan ditaati untuk memimpin sebuah kaumnya.
  • 11.
    D. KEHIDUPAN EKONOMI • Pada masa kehidupan bercocok tanam, kebutuhan hidup masyarakat semakin bertambah, namun tidak ada satu anggota masyarakat pun yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri. • Pada saat menunggu waktu antara musim tanam hingga datangnya musim panen. masyarakat pada zaman ini mulai mengenal sistem barter dimana terjadi pertukaran barang untuk memenuhi kebutuhan mereka. • Pertukaran barang dengan barang ini menjadi awal munculnya sistem perdagangan atau sistem perekonomian dalam masyarakat.
  • 12.
    E. KEPERCAYAAN MASYARAKAT • Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan kepercayaan baru sebatas adanya penguburan. • Pada masa kehidupan bercocok tanam kepercayaan masyarakat semakin bertambah, bahkan masyarakat juga telah mempunyai konsep tentang apa yang terjadi dengan seorang yang telah meninggal. • Penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang merupakan suatu kepercayan yang berkembang diseluruh dunia. Kepercayaan masyarakat diwujudkan dalam berbagai upacara keagamaan, persembahan kepada dewa, dan upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda milik pribadi ke kuburnya.
  • 13.
    F. ADAT ISTIADAT • Pada masa Neolithikum budaya manusia telah berkembang pesat. Berbagai macam pengetahuan telah dikuasai seperti pengetahuan tentang perbintangan pranatamangsa (cara menentukan musim berdasarkan perbintangan atau tanda-tanda lainnya), pelayaran, kalender (menentukan hari baik atau buruk). • Terdapat 2 macam penguburan, yaitu penguburan primer dan sekunder. Penguburan langsung atau disebut juga penguburan primer dimana mayat dikubur langsung ke dalam tanah atau dimasukkan ke dalam tempayan secara utuh, sedangkan sistem penguburan yang disebut cara penguburan sekunder, yaitu setelah mayat dikubur beberapa lama (atau diletakkan si sebuah padang) lalu tulang belulangnya dipilih dan dengan upacara besar-besaran dikuburkan.
  • 14.
    G. TEKNOLOGI DANHASIL BUDAYA 1. Kapak Persegi 2. Kapak Lonjong 3. Mata panah 4. Gerabah dari tanah liat 5. Perhiasan 6. Pakaian dari kulit kayu
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    4. GERABAH DARITANAH LIAT
  • 19.
  • 20.
    6. PAKAIAN DARIKULIT KAYU
  • 21.
    SEKIAN TERIMA KASIH MUJAHID ABDURRAHIM