السلا Ł… Ų¹Ł„ŁŠŁƒŁ… ŁˆŲ±Ų­Ł…Ł‡ الله وبركا ته
Wilayah Kajian Teknologi Pendidikan  Disusun oleh Rob Sosiatri Siti Nurludfah Tantri Aprilia Triana Yesi Sintia
KONSEP MAP
Pendahuluan T I adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,dan  memanipulasi data) T I menghasilkan informasi yang berkualitas (relevan, akurat, tepat waktu). T I digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pendidikan dan pemerintahan TI merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Lanjutan   Pendahuluan T I menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan antar komputer. Teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain : Dalam Bidang Pemerintahan ( e-government ).   Bidang Keuangan dan Perbankan ( e-banking ) Bidang pendidikan ( e-education ). Peran Teknologi Informasi
Bidang pendidikan( e-education ) . Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat ā€œSaat itu juga ( Just on Time )?, Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.  Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan ā€œComputer-based Multimedia Communication (CMC)? yang bersifat sinkron dan asinkron.
Lanjutan Bidang pendidikan( e-education ) Dampak  pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia masa datang  Berkembangnya pendidikan terbuka belajar jarak jauh ( Distance Learning ).  Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
E-learning – 1 Audio Conferencing
E-learning – 2 Group Conferencing
E-learning – 3  Audio Conferencing
E-learning – 4  Group Conferencing
Modus Belajar   (Horton, Designing Web-Based Training, Wiley, 2000) Mendengarkan  kuliah, diskusi, … Mencari saran  dari guru, ahli, … Membaca  buku, artikel, … Memperhatikan  presentasi, demon-strasi, … Menyimak  pameran, contoh-contoh, …
Modus Belajar Menerima kritik  dari ahli, sejawat, … Memodelkan karakteristik  sistem, fenomena, … Mengeksplorasi  hal-hal baru, … Mendiskusikan ide  dengan teman, ahli, guru, … Mempraktekkan  kemampuan Melakukan penelitian
Bagaimana TI Membantu Belajar ?  (Horton, Designing Web-Based Training, Wiley, 2000) Modus Belajar Dukungan TI Mendengarkan Web cast, video/audio conference, sekuen presentasi Mencari saran Mailing list, e-mail, chatting, video/audio conference, on-line mentoring Membaca Browsing Internet, buku on-line, perpustakaan digital Memperhatikan Sekuen presentasi, movie, papan tulis on-line
Bagaimana TI Membantu Belajar ? Modus Belajar Dukungan TI Menyimak Tour virtual, diskusi on-line Menerima kritik Diskusi on-line, video/audio conference, mailing list, on-line mentoring Memodelkan Simulasi, game on-line, kegiatan role-playing on-line Eksplorasi Eksperimen virtual, simulasi
Bagaimana TI Membantu Belajar ? Modus Belajar Dukungan TI Mendiskusikan ide Mailing list, video/audio conference, chatting, diskusi on-line, forum kolaborasi Mempraktekkan Eksperimen virtual, test on-line, game pembelajaran Meneliti Tutorial on-line, perpustakaan digital, WWW
Bagaimana TI Membantu Belajar ? Penggunaan perangkat keras komputer Pemanfaatan jaringan komputer (termasuk Internet) Sumber informasi Sarana komunikasi Penggunaan perangkat lunak untuk beragam keperluan E-Learning
Definisi E-Learning Lingkungan  yang memberikan kesem-patan bagi teknologi informasi untuk  berperan  dalam  mendukung proses pembelajaran E-learning bukan hanya ā€œpemakaian komputerā€ Ada komponen-komponen lain selain TI Proses pembelajaran melibatkan TI
Mengapa  E-Learning ? Mengatasi rendahnya rasio guru-siswa Beban guru dapat dikurangi dengan mengalihkan (sebagian) inisiatif pembe-lajaran kepada siswa Fleksibilitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran Melepaskan dari ketergantungan ruang dan waktu
Mengapa E-Learning ? Pengayaan  (enrichment)  dalam proses pembelajaran Personalisasi proses pembelajaran Lingkungan belajar yang lebih interaktif Pengaturan kecepatan belajar oleh siswa Ketersediaan materi belajar yang lebih banyak dan bervariasi
Mengapa E-Learning ? Kemungkinan perluasan layanan pendidikan Setup program pendidikan yang lebih mudah dan cepat Dapat diterapkan untuk berbagai skenario layanan pendidikan Program-program konvensional Distance learning Pendidikan terbuka (open learning)
Lingkungan  E-Learning Perangkat keras Perangkat lunak Jaringan komputer dan Internet Content: materi  pembelajaran guru & tutor siswa
Bentuk Realisasi E-Learning Stand-alone  &  off-line  E-Learning Dapat dijalankan pada komputer yang tidak terhubung dengan jaringan Dipakai untuk pembelajaran mandiri Web-Based Training (WBT) Lingkungan belajar berbasis Web dan teknologi Internet Lebih kaya dan interaktif Dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri maupun kolektif
Skenario Pelaksanaan E-Learning Harus ditetapkan dulu ā€œsettingā€nya Untuk program pendidikan yang berdiri sendiri Sebagai komplemen program pendidikan yang ada saat ini Setting akan menentukan ā€œlingkunganā€ E-Learning  ļ‚®  komponen dan interaksinya
E-Learning Sebagai Komplemen Pembelajaran Konvensional Difungsikan untuk memperkaya  (enriching)  pembelajaran siswa Keragaman materi pembelajaran Rangsangan untuk berpikir lateral Rangsangan untuk berinovasi Melibatkan komponen-komponen konvensional: guru, asisten, kelas, lab, perpustakaan, dsb
E-Learning Sebagai Komplemen Pembelajaran Konvensional E-Learning akan termanfaatkan secara optimal jika diikuti dengan perubahan peran tiap-tiap komponen dalam lingkungan pembelajaran  ļ‚®  memanfaatkan potensi TI dalam mencari, mengolah, dan menyajikan informasi
E-Learning dan Paradigma Pembelajaran E-learning akan paling efektif jika digabungkan dengan paradigma belajar yang memberikan keluasan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai sumber informasi Pembelajaran berpusat siswa (student-centered learning) dan variasi-variasinya (Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Collaborative Learning, dsb)
Belajar pada Era Informasi Sumber-sumber pembelajaran guru Sesama siswa Narasumber lain Koleksi perpustakaan Artikel di web Wiki dan situs-situs komunitas Informasi dari mailing list, forum, dsb Belajar jaman sekarang tidak ada sumber belajar  default
Persiapan SDM Semua elemen SDM perlu disiapkan karena mereka akan masuk ke dalam sebuah lingkungan yang baru  ļ‚®  perlu adaptasi Pandangan terhadap proses belajar-mengajar Attitude Ketrampilan bekerja dengan TI Ketrampilan bekerja dengan informasi
Persiapan SDM: guru Dalam lingkungan yang sarat dengan pemanfaatan TI, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang autentik guru lebih cocok berperan sebagai Inisiator Fasilitator Motivator Mentor
Persiapan SDM: siswa siswa perlu disiapkan karena mereka menjadi subyek pembelajaran  ļ‚®  inisiatif belajar berada di tangan mereka Dalam peran sebagai subyek, siswa memerlukan bantuan guru: memberikan pemahaman, mengarahkan, memotivasi Sejawat (peer): bersama-sama membentuk pengetahuan (mencari, mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan)
Kebutuhan Infrastruktur Pada umumnya diperlukan: Komputer untuk pengembangan contents materi pembelajaran Terminal-terminal akses (umum atau pribadi) Piranti-piranti periferal (printer, CD-drive, scanner, dsb) Jaringan lokal Internet
Pengembangan  Contents Contents  mencakup segala informasi yang perlu didapatkan oleh siswa dalam rangka membentuk pengeta-huan Aspek-aspek penting tentang  contents Kualitas  contents Kualitas penyajian  contents
Pengembangan  Contents Contents  untuk E-Learning tidak semata-mata dibentuk dengan cara mendigitalkan materi pembelajaran konvensional (fenomena  shovelware )  Perlu selalu diingat bahwa  lingkungan  pembelajaran konvensional  berbeda  dengan lingkungan E-Learning
Petunjuk Umum dalam Pengembangan  Contents Perhatikan kebenaran, keakuratan, kemutakhiran, dan kesesuaian  contents Ketidakbenaran atau ketidakakuratan materi akan membentuk pengetahuan yang salah pula Kemutakhiran dan kesesuaian materi dengan sasaran akan mengoptimalkan tingkat relevansi pengetahuan yang terbentuk
Petunjuk Umum dalam Pengembangan  Contents Fokus pada materi, bukan pada teknologi yang digunakan Jangan terjebak pada jargon-jargon teknologi yang dapat mengalihkan fokus Gunakan teknologi yang tepat, bukan teknologi yang canggih Perhatikan kesesuaian antara teknologi yang digunakan untuk pengembangan dan yang digunakan oleh siswa
Petunjuk Umum dalam Pengembangan  Contents Fleksibilitas dalam penyampaian  contents Perlu mengakomodasi kebutuhan personalisasi pembelajaran Kecepatan belajar Pola belajar Sebaliknya perlu diingat pula bahwa fleksibilitas tidak memiliki batas  ļ‚®  perlu ada  trade-off  atau kompromi
Petunjuk Umum dalam Pengembangan  Contents Gunakan metode penyampaian materi yang menarik dan mudah dimengerti Alur penyampaian harus logis Gambar, diagram, dan animasi untuk menjelaskan konsep/teori yang rumit Pengayaan dengan video atau suara Teknik-teknik simulasi
Petunjuk Umum dalam Pemeliharaan  Contents Ikuti dinamika perkembangan iptek  ļ‚®  semua perubahan perlu direfleksikan ke  contents  yang terkait Lebih banyak memerlukan  attitude  yang cocok daripada ketrampilan teknis
Petunjuk Umum dalam Pemeliharaan  Contents Perlu dukungan yang memadai Infrastruktur Teknisi Dana Kebijakan manajemen, terutama yang berkaitan dengan  enforcement  pelaksanaan E-Learning
Contoh-Contoh
Virtual Laboratory http://www.chem.ox.ac.uk/vrchemistry/livechem/transitionmetals_content.html
E-Learning di JTE FT UGM:  e-Levate  (www.te.ugm.ac.id) E-Learning: Leveraging Technology for Education Komponen: Papirus (gen. II) Halaman personal Koleksi referensi Perpustakaan digital Forum on-line Webmail Single sign on
E-Learning di JTE FT UGM: Papirus sebagai LMS Papirus generasi II menggunakan Moodle sebagai  tool  pembangunnya
Situs-Situs Koleksi Materi Pembelajaran www. ilmukomputer. org Koleksi artikel
Perpustakaan Digital portal.acm.org
dan… Google! Jika digunakan secara optimal, Google dapat menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat. Beberapa tips sederhana  dalam  menggunakan Google
Ā 

Wilayah Kajian

  • 1.
    السلا Ł… Ų¹Ł„ŁŠŁƒŁ…ŁˆŲ±Ų­Ł…Ł‡ الله وبركا ته
  • 2.
    Wilayah Kajian TeknologiPendidikan Disusun oleh Rob Sosiatri Siti Nurludfah Tantri Aprilia Triana Yesi Sintia
  • 3.
  • 4.
    Pendahuluan T Iadalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,dan memanipulasi data) T I menghasilkan informasi yang berkualitas (relevan, akurat, tepat waktu). T I digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, pendidikan dan pemerintahan TI merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
  • 5.
    Lanjutan Pendahuluan T I menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan antar komputer. Teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
  • 6.
    Teknologi informasi banyakberperan dalam bidang-bidang antara lain : Dalam Bidang Pemerintahan ( e-government ). Bidang Keuangan dan Perbankan ( e-banking ) Bidang pendidikan ( e-education ). Peran Teknologi Informasi
  • 7.
    Bidang pendidikan( e-education) . Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat ā€œSaat itu juga ( Just on Time )?, Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan ā€œComputer-based Multimedia Communication (CMC)? yang bersifat sinkron dan asinkron.
  • 8.
    Lanjutan Bidang pendidikan(e-education ) Dampak pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja.
  • 9.
    Kecenderungan dunia pendidikandi Indonesia masa datang Berkembangnya pendidikan terbuka belajar jarak jauh ( Distance Learning ). Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
  • 10.
    E-learning – 1Audio Conferencing
  • 11.
    E-learning – 2Group Conferencing
  • 12.
    E-learning – 3 Audio Conferencing
  • 13.
    E-learning – 4 Group Conferencing
  • 14.
    Modus Belajar (Horton, Designing Web-Based Training, Wiley, 2000) Mendengarkan kuliah, diskusi, … Mencari saran dari guru, ahli, … Membaca buku, artikel, … Memperhatikan presentasi, demon-strasi, … Menyimak pameran, contoh-contoh, …
  • 15.
    Modus Belajar Menerimakritik dari ahli, sejawat, … Memodelkan karakteristik sistem, fenomena, … Mengeksplorasi hal-hal baru, … Mendiskusikan ide dengan teman, ahli, guru, … Mempraktekkan kemampuan Melakukan penelitian
  • 16.
    Bagaimana TI MembantuBelajar ? (Horton, Designing Web-Based Training, Wiley, 2000) Modus Belajar Dukungan TI Mendengarkan Web cast, video/audio conference, sekuen presentasi Mencari saran Mailing list, e-mail, chatting, video/audio conference, on-line mentoring Membaca Browsing Internet, buku on-line, perpustakaan digital Memperhatikan Sekuen presentasi, movie, papan tulis on-line
  • 17.
    Bagaimana TI MembantuBelajar ? Modus Belajar Dukungan TI Menyimak Tour virtual, diskusi on-line Menerima kritik Diskusi on-line, video/audio conference, mailing list, on-line mentoring Memodelkan Simulasi, game on-line, kegiatan role-playing on-line Eksplorasi Eksperimen virtual, simulasi
  • 18.
    Bagaimana TI MembantuBelajar ? Modus Belajar Dukungan TI Mendiskusikan ide Mailing list, video/audio conference, chatting, diskusi on-line, forum kolaborasi Mempraktekkan Eksperimen virtual, test on-line, game pembelajaran Meneliti Tutorial on-line, perpustakaan digital, WWW
  • 19.
    Bagaimana TI MembantuBelajar ? Penggunaan perangkat keras komputer Pemanfaatan jaringan komputer (termasuk Internet) Sumber informasi Sarana komunikasi Penggunaan perangkat lunak untuk beragam keperluan E-Learning
  • 20.
    Definisi E-Learning Lingkungan yang memberikan kesem-patan bagi teknologi informasi untuk berperan dalam mendukung proses pembelajaran E-learning bukan hanya ā€œpemakaian komputerā€ Ada komponen-komponen lain selain TI Proses pembelajaran melibatkan TI
  • 21.
    Mengapa E-Learning? Mengatasi rendahnya rasio guru-siswa Beban guru dapat dikurangi dengan mengalihkan (sebagian) inisiatif pembe-lajaran kepada siswa Fleksibilitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran Melepaskan dari ketergantungan ruang dan waktu
  • 22.
    Mengapa E-Learning ?Pengayaan (enrichment) dalam proses pembelajaran Personalisasi proses pembelajaran Lingkungan belajar yang lebih interaktif Pengaturan kecepatan belajar oleh siswa Ketersediaan materi belajar yang lebih banyak dan bervariasi
  • 23.
    Mengapa E-Learning ?Kemungkinan perluasan layanan pendidikan Setup program pendidikan yang lebih mudah dan cepat Dapat diterapkan untuk berbagai skenario layanan pendidikan Program-program konvensional Distance learning Pendidikan terbuka (open learning)
  • 24.
    Lingkungan E-LearningPerangkat keras Perangkat lunak Jaringan komputer dan Internet Content: materi pembelajaran guru & tutor siswa
  • 25.
    Bentuk Realisasi E-LearningStand-alone & off-line E-Learning Dapat dijalankan pada komputer yang tidak terhubung dengan jaringan Dipakai untuk pembelajaran mandiri Web-Based Training (WBT) Lingkungan belajar berbasis Web dan teknologi Internet Lebih kaya dan interaktif Dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri maupun kolektif
  • 26.
    Skenario Pelaksanaan E-LearningHarus ditetapkan dulu ā€œsettingā€nya Untuk program pendidikan yang berdiri sendiri Sebagai komplemen program pendidikan yang ada saat ini Setting akan menentukan ā€œlingkunganā€ E-Learning ļ‚® komponen dan interaksinya
  • 27.
    E-Learning Sebagai KomplemenPembelajaran Konvensional Difungsikan untuk memperkaya (enriching) pembelajaran siswa Keragaman materi pembelajaran Rangsangan untuk berpikir lateral Rangsangan untuk berinovasi Melibatkan komponen-komponen konvensional: guru, asisten, kelas, lab, perpustakaan, dsb
  • 28.
    E-Learning Sebagai KomplemenPembelajaran Konvensional E-Learning akan termanfaatkan secara optimal jika diikuti dengan perubahan peran tiap-tiap komponen dalam lingkungan pembelajaran ļ‚® memanfaatkan potensi TI dalam mencari, mengolah, dan menyajikan informasi
  • 29.
    E-Learning dan ParadigmaPembelajaran E-learning akan paling efektif jika digabungkan dengan paradigma belajar yang memberikan keluasan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai sumber informasi Pembelajaran berpusat siswa (student-centered learning) dan variasi-variasinya (Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Collaborative Learning, dsb)
  • 30.
    Belajar pada EraInformasi Sumber-sumber pembelajaran guru Sesama siswa Narasumber lain Koleksi perpustakaan Artikel di web Wiki dan situs-situs komunitas Informasi dari mailing list, forum, dsb Belajar jaman sekarang tidak ada sumber belajar default
  • 31.
    Persiapan SDM Semuaelemen SDM perlu disiapkan karena mereka akan masuk ke dalam sebuah lingkungan yang baru ļ‚® perlu adaptasi Pandangan terhadap proses belajar-mengajar Attitude Ketrampilan bekerja dengan TI Ketrampilan bekerja dengan informasi
  • 32.
    Persiapan SDM: guruDalam lingkungan yang sarat dengan pemanfaatan TI, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang autentik guru lebih cocok berperan sebagai Inisiator Fasilitator Motivator Mentor
  • 33.
    Persiapan SDM: siswasiswa perlu disiapkan karena mereka menjadi subyek pembelajaran ļ‚® inisiatif belajar berada di tangan mereka Dalam peran sebagai subyek, siswa memerlukan bantuan guru: memberikan pemahaman, mengarahkan, memotivasi Sejawat (peer): bersama-sama membentuk pengetahuan (mencari, mengolah, menganalisis, dan menarik kesimpulan)
  • 34.
    Kebutuhan Infrastruktur Padaumumnya diperlukan: Komputer untuk pengembangan contents materi pembelajaran Terminal-terminal akses (umum atau pribadi) Piranti-piranti periferal (printer, CD-drive, scanner, dsb) Jaringan lokal Internet
  • 35.
    Pengembangan ContentsContents mencakup segala informasi yang perlu didapatkan oleh siswa dalam rangka membentuk pengeta-huan Aspek-aspek penting tentang contents Kualitas contents Kualitas penyajian contents
  • 36.
    Pengembangan ContentsContents untuk E-Learning tidak semata-mata dibentuk dengan cara mendigitalkan materi pembelajaran konvensional (fenomena shovelware ) Perlu selalu diingat bahwa lingkungan pembelajaran konvensional berbeda dengan lingkungan E-Learning
  • 37.
    Petunjuk Umum dalamPengembangan Contents Perhatikan kebenaran, keakuratan, kemutakhiran, dan kesesuaian contents Ketidakbenaran atau ketidakakuratan materi akan membentuk pengetahuan yang salah pula Kemutakhiran dan kesesuaian materi dengan sasaran akan mengoptimalkan tingkat relevansi pengetahuan yang terbentuk
  • 38.
    Petunjuk Umum dalamPengembangan Contents Fokus pada materi, bukan pada teknologi yang digunakan Jangan terjebak pada jargon-jargon teknologi yang dapat mengalihkan fokus Gunakan teknologi yang tepat, bukan teknologi yang canggih Perhatikan kesesuaian antara teknologi yang digunakan untuk pengembangan dan yang digunakan oleh siswa
  • 39.
    Petunjuk Umum dalamPengembangan Contents Fleksibilitas dalam penyampaian contents Perlu mengakomodasi kebutuhan personalisasi pembelajaran Kecepatan belajar Pola belajar Sebaliknya perlu diingat pula bahwa fleksibilitas tidak memiliki batas ļ‚® perlu ada trade-off atau kompromi
  • 40.
    Petunjuk Umum dalamPengembangan Contents Gunakan metode penyampaian materi yang menarik dan mudah dimengerti Alur penyampaian harus logis Gambar, diagram, dan animasi untuk menjelaskan konsep/teori yang rumit Pengayaan dengan video atau suara Teknik-teknik simulasi
  • 41.
    Petunjuk Umum dalamPemeliharaan Contents Ikuti dinamika perkembangan iptek ļ‚® semua perubahan perlu direfleksikan ke contents yang terkait Lebih banyak memerlukan attitude yang cocok daripada ketrampilan teknis
  • 42.
    Petunjuk Umum dalamPemeliharaan Contents Perlu dukungan yang memadai Infrastruktur Teknisi Dana Kebijakan manajemen, terutama yang berkaitan dengan enforcement pelaksanaan E-Learning
  • 43.
  • 44.
  • 45.
    E-Learning di JTEFT UGM: e-Levate (www.te.ugm.ac.id) E-Learning: Leveraging Technology for Education Komponen: Papirus (gen. II) Halaman personal Koleksi referensi Perpustakaan digital Forum on-line Webmail Single sign on
  • 46.
    E-Learning di JTEFT UGM: Papirus sebagai LMS Papirus generasi II menggunakan Moodle sebagai tool pembangunnya
  • 47.
    Situs-Situs Koleksi MateriPembelajaran www. ilmukomputer. org Koleksi artikel
  • 48.
  • 49.
    dan… Google! Jikadigunakan secara optimal, Google dapat menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat. Beberapa tips sederhana dalam menggunakan Google
  • 50.