Oleh : LIA USITA IRAWATI
PROGSUS D4
AKBID WHN
2013


Kepemimpinan : kemampuan mempengaruhi
orang lain, bawahan atau
kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah
laku bawahan atau kelompok, memiliki
kemampuan atau keahlian khusus dalam
bidang yang diinginkan oleh
kelompoknya, untuk mencapai tujuan
organisasi atau kelompok.
Pendekatan Kepemimpinan
 Pendekatan Sifat
 Pendekatan perilaku
 Pendekatan situasional
Model Kepemimpinan
 Model Kepemimpinan Kontingensi Fielder
 Model Kepemimpinan Empat Dimensi
 Model kepemimpinan Situasional




Peran Pemimpin (Kepala Sekolah) adalah edukator,
manajer, administrator, supervisor (penyelia), leader
(pemimpin), pencipta iklim kerja, wirausahawan
Macam-macam Peran Pemimpin
1. Peranan seorang pemimpin dalam manajemen SDM
2. Peran Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan
3. Peran Pemimpin Dalam Pembangunan Tim
4. Peran Pemimpin Sebagai Pembangkit Semangat
5. Peran Menyampaikan Informasi






Administrasi Murid / Siswa
Administrasi Personal Sekolah
Administrasi Kurikulum
Administrasi Material dan Keuangan
Administrasi Pelayanan Khusus




Konsep Dasar Menejemen : manajemen sebagai ilmu,
manajemen sebagai seni, manajemen sebagai proses,
manajemen sebagai profesi
Fungsi Manajemen antara lain : perencanaan
(Planning), pengorganisasian (Organizing),
Penggerakan (Actuating), pengawasan (Controling),
pengarahan (Directing), koordinasi (Coordinating), staf
(Staffing), penilaian (Evaluating)






Pengertian Supervisi : serangkaian usaha pemberian
bantuan kepada guru dalam bentuk layanan
profesional yang diberikan oleh supervisor (Pengawas
sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainnya) guna
meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar.
Ciri dan Sifat Supervisi tercantum dalam Depdiknas
(2001:78) menggambarkan tentang sifat-sifat atau ciriciri pengawas yang efektif.
Fungsi supervisi dikemukakan oleh GR. Terry dan
Leslie W Rue (1982:2) mengatakan bahwa terdapat
empat macam fungsi supervisi, keempat fungsi
tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian,
motivasi dan pengawasan.


Fungsi Supervisi Pendidikan :
1. Penelitian
2. Penilaian
3. Perbaikan, dan
4. Pembinaan



Teknik Supervisi ada 2, yaitu :
1. Teknik Supervisi Individual dan
2. Teknik Supervisi Kelompok






Ciri-ciri Pengajaran Modul menurut Wijaya
(1988:129), ciri-ciri pengajaran modul pembelajaran
adalah : siswa dapat belajar individual, tujuan
pelajaran dirumuskan secara khusus, tujuan
dirumuskan secara khusus, membuka kesempatan
kepada siswa untuk maju berkelanjutan, modul
merupakan paket pengajaran yang bersifat selfinstruction dan lain-lain.
Konsep-konsep pengajaran ada 2, yaitu : metodik
khusus dan didaktik
Dasar-dasar sistem pengajaran ada 3, yaitu :
pendekatan sistem, sistem pengajaran dan pendekatan
sistem pengajaran






Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses
pembelajaran berbasis kompetensi
Tujuan pembelajaran tuntas yaitu agar bahan yang
dipelajari dapat dikuasai sepenuhnya oleh seluruh
siswa
Model belajar tuntas akan terlaksana apabila :
1. Siswa menguasai semua bahan pelajaran yang

disajikan secara penuh
2. Bahan pengajaran dibetulkan secara sistematis.




Kepala Sekolah sebagai Administrator tugasnya
antara lain : membuat perencanaan (program
pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan dan
sarana dan prasarana); menyusun struktur organisasi
sekolah; sebagai koordinator dalam organisasi sekolah
dan mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah.
Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, Sepervisi adalah
salah satu tugas pokok dalam administrasi pendidikan
bukan hanya merupakan tugas pekerjaan para
inspektur maupun pengawas saja melainkan juga
tugas pekerjaan kepala sekolah terhadap pegawaipegawai sekolahnya




Partisipasi guru dalam administrasi pendidikan, yang
dimaksud ini hendaknya ditafsirkan sebagai
kesempatan-kesempatan kepada para guru dan kepala
sekolah untuk memberi contoh tentang bagaimana
demokrasi dapat diterapkan untuk memecahkan
berbagai masalah pendidikan.
Demokrasi dalam administrasi sekolah, penerapan
demokrasi dalam administrasi sekolah hendaknya
diartikan
bahwa administrasi sebagai kegiatan
atau rangkaian kegiatan kepemimpinan; dengan itu
tujuan-tujuan sekolah dan cara-cara untuk
mencapainya dikembangkan dan dijalankan.




Orientasi guru-guru baru, yang dimaksud dengan
masa orientasi ialah suatu kesepakatan yang diberikan
kepada seorang pegawai atas guru yang baru mulai
bekerja.
Kode etik guru antara lain : guru berbakti
membimbing anak didik seutuhnya, guru memiliki
kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum,
guru mengadakan komunikasi, guru menciptakan
suasana kehidupan sekolah dan lain-lain.
• Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
menyusun organisasi sekolah : tingkat sekolah, jenis
sekolah, besar kecilnya sekolah serta letak dan
lingkungan sekolah.
 Penyelenggaraan Rapat Sekolah : punya waktu yang
rutin, jika mendadak bisa dilakukan sambil
berdiri, punya agenda yang diberitahu 3 hari
sebelumnya, meminta secara khusus pada pesertanya
jika diminta membawa sesuatu, dan jika berlangsung
lama disiapkan siapa yang akan menggantikan guru
jika punya jadwal mengajar.
• Bimbingan : layanan bimbingan dan konseling
merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan
pengukuran kebutuhan (need asessment) yang
diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan
konseling
 Fungsi bimbingan dalam pendidikan dikemukakan
oleh Uman Suherman dalam Salahudin yaitu : fungsi
pemahaman, fungsi preventif, fungsi pengembangan,
fungsi penyembuhan, fungsi adaptasi, fungsi
penyesuaian, fungsi perbaikan, fungsi fasilitatif dan
fungsi pemeliharaan
• Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat :
mengenai hubungan sekolah dengan
masyarakat, T.Sianipar meninjau dari sudut kepentingan
kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan
kepentingan masyarakat itu sendiri.
 Jenis Hubungan Sekolah dengan Masyarakat :
1. Hubungan edukatif
2. Hubungan cultural
3. Hubungan institusional
Uts ppt posting

Uts ppt posting

  • 1.
    Oleh : LIAUSITA IRAWATI PROGSUS D4 AKBID WHN 2013
  • 2.
     Kepemimpinan : kemampuanmempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
  • 3.
    Pendekatan Kepemimpinan  PendekatanSifat  Pendekatan perilaku  Pendekatan situasional Model Kepemimpinan  Model Kepemimpinan Kontingensi Fielder  Model Kepemimpinan Empat Dimensi  Model kepemimpinan Situasional
  • 4.
      Peran Pemimpin (KepalaSekolah) adalah edukator, manajer, administrator, supervisor (penyelia), leader (pemimpin), pencipta iklim kerja, wirausahawan Macam-macam Peran Pemimpin 1. Peranan seorang pemimpin dalam manajemen SDM 2. Peran Pemimpin Dalam Pengambilan Keputusan 3. Peran Pemimpin Dalam Pembangunan Tim 4. Peran Pemimpin Sebagai Pembangkit Semangat 5. Peran Menyampaikan Informasi
  • 5.
         Administrasi Murid /Siswa Administrasi Personal Sekolah Administrasi Kurikulum Administrasi Material dan Keuangan Administrasi Pelayanan Khusus
  • 6.
      Konsep Dasar Menejemen: manajemen sebagai ilmu, manajemen sebagai seni, manajemen sebagai proses, manajemen sebagai profesi Fungsi Manajemen antara lain : perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), Penggerakan (Actuating), pengawasan (Controling), pengarahan (Directing), koordinasi (Coordinating), staf (Staffing), penilaian (Evaluating)
  • 7.
       Pengertian Supervisi :serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor (Pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Ciri dan Sifat Supervisi tercantum dalam Depdiknas (2001:78) menggambarkan tentang sifat-sifat atau ciriciri pengawas yang efektif. Fungsi supervisi dikemukakan oleh GR. Terry dan Leslie W Rue (1982:2) mengatakan bahwa terdapat empat macam fungsi supervisi, keempat fungsi tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian, motivasi dan pengawasan.
  • 8.
     Fungsi Supervisi Pendidikan: 1. Penelitian 2. Penilaian 3. Perbaikan, dan 4. Pembinaan  Teknik Supervisi ada 2, yaitu : 1. Teknik Supervisi Individual dan 2. Teknik Supervisi Kelompok
  • 9.
       Ciri-ciri Pengajaran Modulmenurut Wijaya (1988:129), ciri-ciri pengajaran modul pembelajaran adalah : siswa dapat belajar individual, tujuan pelajaran dirumuskan secara khusus, tujuan dirumuskan secara khusus, membuka kesempatan kepada siswa untuk maju berkelanjutan, modul merupakan paket pengajaran yang bersifat selfinstruction dan lain-lain. Konsep-konsep pengajaran ada 2, yaitu : metodik khusus dan didaktik Dasar-dasar sistem pengajaran ada 3, yaitu : pendekatan sistem, sistem pengajaran dan pendekatan sistem pengajaran
  • 10.
       Pembelajaran tuntas (masterylearning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi Tujuan pembelajaran tuntas yaitu agar bahan yang dipelajari dapat dikuasai sepenuhnya oleh seluruh siswa Model belajar tuntas akan terlaksana apabila : 1. Siswa menguasai semua bahan pelajaran yang disajikan secara penuh 2. Bahan pengajaran dibetulkan secara sistematis.
  • 11.
      Kepala Sekolah sebagaiAdministrator tugasnya antara lain : membuat perencanaan (program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan dan sarana dan prasarana); menyusun struktur organisasi sekolah; sebagai koordinator dalam organisasi sekolah dan mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, Sepervisi adalah salah satu tugas pokok dalam administrasi pendidikan bukan hanya merupakan tugas pekerjaan para inspektur maupun pengawas saja melainkan juga tugas pekerjaan kepala sekolah terhadap pegawaipegawai sekolahnya
  • 12.
      Partisipasi guru dalamadministrasi pendidikan, yang dimaksud ini hendaknya ditafsirkan sebagai kesempatan-kesempatan kepada para guru dan kepala sekolah untuk memberi contoh tentang bagaimana demokrasi dapat diterapkan untuk memecahkan berbagai masalah pendidikan. Demokrasi dalam administrasi sekolah, penerapan demokrasi dalam administrasi sekolah hendaknya diartikan bahwa administrasi sebagai kegiatan atau rangkaian kegiatan kepemimpinan; dengan itu tujuan-tujuan sekolah dan cara-cara untuk mencapainya dikembangkan dan dijalankan.
  • 13.
      Orientasi guru-guru baru,yang dimaksud dengan masa orientasi ialah suatu kesepakatan yang diberikan kepada seorang pegawai atas guru yang baru mulai bekerja. Kode etik guru antara lain : guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya, guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum, guru mengadakan komunikasi, guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan lain-lain.
  • 14.
    • Faktor-faktor yangperlu dipertimbangkan dalam menyusun organisasi sekolah : tingkat sekolah, jenis sekolah, besar kecilnya sekolah serta letak dan lingkungan sekolah.  Penyelenggaraan Rapat Sekolah : punya waktu yang rutin, jika mendadak bisa dilakukan sambil berdiri, punya agenda yang diberitahu 3 hari sebelumnya, meminta secara khusus pada pesertanya jika diminta membawa sesuatu, dan jika berlangsung lama disiapkan siapa yang akan menggantikan guru jika punya jadwal mengajar.
  • 15.
    • Bimbingan :layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need asessment) yang diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling  Fungsi bimbingan dalam pendidikan dikemukakan oleh Uman Suherman dalam Salahudin yaitu : fungsi pemahaman, fungsi preventif, fungsi pengembangan, fungsi penyembuhan, fungsi adaptasi, fungsi penyesuaian, fungsi perbaikan, fungsi fasilitatif dan fungsi pemeliharaan
  • 16.
    • Tujuan hubungansekolah dengan masyarakat : mengenai hubungan sekolah dengan masyarakat, T.Sianipar meninjau dari sudut kepentingan kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat itu sendiri.  Jenis Hubungan Sekolah dengan Masyarakat : 1. Hubungan edukatif 2. Hubungan cultural 3. Hubungan institusional