PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
DAN IDEOLOGI NASIONAL
• KELOMPOK SATU
• Kemas Akil Alif 201343501414
• Rhoma Apriansyah 201343500743
• Ferdiansah 201343501449
• Erwin Yudha 201343501414
• Wijiyanto 2013435
Perjuangan Bangsa Indonesia dan Hubungannya
Dengan Perumusan Pancasila
• Sejarah perjuangan dan berdirinya bangsa Indonesia dalam
mencapai matlamanya berjalan sejak sekian abad yang
lalu,dengan berbagai cara dan bertahap. Dengan itu sejarah
perjuangan bangsa Indonesia mempunyai hubungannya
dengan sejarah lahirnya pancasila. Karena sejarah
perjuangan bangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu
itu panjang sekali, maka perlulah ditetapkan tonggak-
tonggak sejarah tersebut, yakni peristiwa-peristiwa yang
menonjol, terutama dalam hubungannya dengan pancasila.
Tonggak sejarah itu dapat kita ikhtisarkan sebagai berikut.
• Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di
Sumatera Selatan, dan kemudian sekitar seabad seterusnya
didirikan pula kerajaan-Majapahit di Jawa Timur. Baik
Sriwijaya, maupun Majapahit. Pada zamannya itu telah
merupakan negara-negara yang berdaulat,bersatu serta
mempunyai wilayah yang meliputi seluruh nusantara ini.
• Penjajahan Barat
Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpah
terutama rempah-rempahnya yang dibutuhkan oleh
negara- negara di luar Indonesia menyebabkan bangsa
asing berduyun duyun masuk ke Indonesia.
Bermunculanlah bangsa bangsa barat yakni Portugis,
Spanyol, Inggris dan akhirnya Belanda dibumi Indonesia.
• Perlawanan fisik bangsa Indonesia (abad XVII-XX)
Penjajahan barat yang memusnahkan kemakmuran bangsa
Indonesia itu tidak dibiarkan begitu saja oleh segenap bangsa
Indonesia. Sejak semula imprealisme itu menjejakkan kakinya di
Indonesia. Dimana mana bangsa Indonesia melawannya dengan
semangat patriotik Perlawanan terhadap penjajahdigerakkan oleh
pahlawan Sultan Agung (Mataram 1645), Sultan Ageng Tirta Yasa
dan Ki Tapa (Banten) pada tahun 1650, Hassanuddin ( Makassar)
padatahun 1660, Iskandar Muda ( Acheh tahun 1635) Untung
Surapati dan Trunojoyo(Jawa Timur tahun 1670), Ibnu Iskandar di
Minangkabau 1680.
• Pada kurun XIX penjajah Belanda mengubah sistem
kolonialismenya yang semula berbentuk perseroan dagang
partikelir V.O.C, pada abad itu berubah menjadi badan
pemerintahan resmi yaitu Pemerintahan HindiaBelanda.Kemudian
meletus lagi perlawanan bangsa Indonesia dengan Belanda yang
dipimpin oleh Pattimura( Maluku 1817 ), Imam Bonjol
(Minangkabau 1822-1837), Diponegoro (Mataram 1825-1830),
Badaruddin (Palembang 1817),Pangeran (Kalimantan 1860),
Jelantik( Bali 1850), Anak Agung Made (Lombok1895), Teuku
Umar, Teuku Cik di tiro, Cut Nya’Din ( Acheh 1873-
1904),Singamangaraja (Batak 1900).
• Kebangkitan Nasional / Kesedaran Bangsa
Indonesia
Pada permulaan XX bangsa Indonesia mengubah caranya didalam
melawan kolonialis Belanda, Bentuk perlawanan itu ialah dengan
menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya bernegara. Maka
lahirlah bermacam macam organisasi politik disamping bergerak
dalam bidang pendidikan dan sosial yang dipelopori oleh Budi
Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kita mengenal nama - nama
pahlawan perintis pergerakan nasional diantara lain : H.O.S
Tjokroaminoto( S.IO. 1912), Douwes Dekker ( Indische Partij 1912)
Soewardi Soerjaningrat atauKi Hajjar Dewantoro
Tjiptomangunkusumo dan nama nama yang lain.
• Sumpah Pemuda/ Persatuan Bangsa Indonesia (28
Oktober 1928)
Pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadilah penonjolan peritiwa
sejarah perjuanganbangsa Indonesia didalam mencapai cita-
citanya. Pada saat itu pemuda pemuda Indonesia yang
dipelopori oleh Muh. Yamen, Kuntjoro
Purbopranoto,Wongsonegoro dan lain lainnya
mengumandangkan Sumpah Pemuda Indonesia yang berisi
pengakuan akan adanya bangsa , tanah-air dan bahasa yang
satu ,yakni Indonesia. Dengan sumpah pemuda ini makin
tegaslah apa yang diinginkan oleh bangsa Indonesia yaitu
kemerdekaan tanah-air dan bangsa Indonesia. Untuk
mencapai kemerdekaan perlu adanya rasa persatuan sebagai
bangsa yang merupakan syarat mutlak.
• Penjajahan Jepang
Sejarah pembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji
kemerdekaan dikemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh
Perdana Menteri Jepang saat itu,Kuniaki Koiso pada tanggal 7
September 1944. Lalu, pemerintah Jepang membentuk
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 April 1945 (2605,
tahun Showa 20)yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal
yang berhubungan dengan tatapemerintahan Indonesia
Merdeka.BPUPKI semula beranggotakan 70 orang (62 orang
Indonesia dan 8 oranganggota istimewa bangsa Jepang yang
tidak berhak berbicara, hanya mengamati, kemudian
ditambah dengan 6 orang Indonesia pada sidang kedua.
Sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 untuk
merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama
empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian
terakhir menunjukkan bahwa Soekarno adalah "Penggali/Perumus
Pancasila". Tokoh lain yang yang menyumbangkan pikirannya
tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta,
Muhammad Yamin dan Soepomo."Klaim" Muhammad Yamin
bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi
negara Indonesia Merdeka, yaitu ''kebangsaan,
kemanusiaan,ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.''
Oleh Panitia Lima diragukan kebenarannya. Pada hari keempat,
Soekarno mengusulkan 5 asas yaitu ''kebangsaan Indonesia,
internasionalisme atau peri-kemanusiaan,persatuan dan kesatuan,
kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa'',yang oleh
Soekarno dinamakan ''Pancasila'‘. Pidato Soekarno diterima
dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu,
tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
• Pengertian Ideologi
• Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea
berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, ide-ide
dasar, cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa Yunani,
eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti
melihat. Idea dapat diartikan sebagai cita-cita, yaitu
cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai dalam
kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada
hakikatnya merupakan dasar, pandangan, atau faham
yang diyakini kebenarannya. Sedangkanlogos berarti
ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan
tentang ide-ide (the sciene of ideas), atau ajaran
tentang pengertian-pengertian dasar.
• Fungsi ideologi
Tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan terhadap
ideologi tertentu, barangkali bukan satu satunya
cara, melalui mana manusia bisa
memformulasikan dan mengisi kehidupannya.
Ideologi juga bisa memainkan fungsinya dalam
mengatur hubungan antara manusia dan
masyarakat. Setiap kehidupan masyarakat pasti
mengharapkan setiap anggotanya dapat terlibat
dan tercakup di dalamnya. Untuk itu, ideologi
dapat membantu anggota masyarakat dalam
upaya melibatkan ciri dalam berbagai sektor
kehidupan di samping fungsinya yang sangat
umum, ideologi juga memiliki fungsi yang khusus
sifstnya.
• Perbandingan Ideologi
Kajian ideologi terasa kurang lengkap tanpa mengkaji
ideologi-ideologi besar yang berpengaruh di dunia. Oleh
karena itu pada bagian ini akan disajikan uraian singkat
tentang beberapa ideologi tersebut.
• Liberalisme
Dalam rangka mempertajam persepsi terhadap beberapa
aliran filsafat politik yang revolusioner, ada baiknya
dikemukakan dua teori pokok garakan revolusioner di
Amerika Serikat. Pertama, teori yang dikembangkan oleh
The Founding of America yang didasarkan atas hak-hak
rakyat untuk membebaskan diri dari pemerintahan yang
depotisme. Teori revolusioner ini tergolong tradisional
dengan tujuan yang sedehana yaitu ingin mengakhiri
praktik-praktik tirani dan memberikan kebebasan kepada
rakyat secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan kata lain, istilah yang dipergunakan sama, tetapi
belum tentu memiliki makna yang sama di mata rakyatnya.
• Fasisme
Istilah fasisme dikembangkan dari istilah latin
“fasces” yang merupakan simbol kekuasaan pada
jaman romawi kuno. Di italia dikenal pula istilah
“fascio” dengan arti dan konotasi yang sama.
Fasisme sebagai gerakan politik muncul di italia
setelah perang dunia I dan sempat menguasai
negara itu dari tahun 1922 sampai dengan tahun
1943. Tetapi sebelum itu, telah dikenal istilah
“fasci” yang sering diartikan sebagai kelompok
politik yang memperjuangkan tujuan-tujuan
tertentu. Fasisme sebagai gerakan politik lebih
eksklusif sifatnya setelah dikaitkan dengan
gerakan-gerakan yang diorganisir oleh benito
mussolini pada tahun 1919.
• Ideologi Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup sekaligus juga
sebagai ideologi negara. Sebagai ideologi negara berarti bahwa
pancasila merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan
kehidupan negara. Sebagaimana setiap ideologi memiliki konsep
mengenai wujud masyarakat yang di cita-citakan, begitu juga
dengan ideologi pancasila. Masyarakat yang di cita-citakan dalam
ideologi pancasila ialah masyarakat yang dijiwai dan mencerminkan
nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila, yaitu masyarakat
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta bertoleransi,
menjunjung tiggi nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat yang bersatu
dalam suasana perbedaan, berkedaulatan rakyat dengan
mengutamakan musyawarah, serta masyarakat yang berkeadilan
sosial. Hal itu berarti bahwa pancasila bukan hanya sesuatu yang
bersifat setatis melandasi berdirinya negara Indonesia, akan tetapi
pancasila juga membawakan gambaran mengenai wujud
masyarakat terteentu yang diinginkan serta prinsip-prinsip dasar
yang harus diperjuangkan untuk mewujudkanya.
• Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia
mengandung nilai-nilai dan gagasan-gagasan dasar
yang dapat dilihat dalam sikap, perilaku, dan
kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai
ideologi bersifat khas sebagai refleksi perilaku bangsa
Indonesia dan tercermin dalam setiap segi
kehidupannya. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat
dinamis. Artinya, upaya pengembangan sesuai
dengan perubahan dan tuntutan masyarakat bukan
sesuatu yang tabu sehingga nilai-nilai dasar itu tidak
menjadi beku, kaku, dan melahirkan sikap fanatik
yang tidak logis. Atas dasar pemikiran tersebut,
bangsa indonesia telah menetapkan pancasila
sebagai ideologi terbuka.
• KASUS 1:
• DPR Isyaratkan Voting RUU Pemilu
• Rianita Arrini - detikNews
• Senin, 09/04/2012 18:54 WIB
• Jakarta Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu masih berupaya mencari titik temu untuk
menuntaskan tiga poin yang masih barlarut-larut yaitu sistem pemilu, ambang batas
parlemen dan metode penghitungan suara. Jika tidak mencapai titik temu, Pansus
mengisyaratkan akan melakukan voting.
• "Belum bisa dipastikan. Tadi di rapat konsultasi masih mengupayakan musyawarah mufakat,
tapi semua bersiap diri untuk bisa menerima voting," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu, Arief
Wibowo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2012).
• Namun menurut Arief, jika terjadi voting pada rapat Paripurna, Rabu (11/4) lusa, maka
Pansus harus membahas rumusan RUU Pemilu hingga siap.
• "Supaya tidak keruh seperti di (sidang) BBM kemarin itu. Jangan serahkan apa yang mau
divoting ke pimpinan, tapi rumusannya diputuskan dalam Pansus sendiri. Biar nanti Paripuna
mengikuti apa yang sudah dirumuskan oleh Pansus," jelasnya.
• Dalam rapat konsultasi hari ini, lanjut Arief, Fraksi PAN mencoba menggolkan ambang batas
parlemen sebesar 3,5 persen.
• "Tapi lainnya belum setuju karena dari 9 fraksi, kalau tidak bisa musyawarah mufakat maka
dilakukan voting," kata Arief.
• Dari permasalahan tersebut dapat diambil intinya yaitu bahwa anggota DPR akan melakukan
musyawarah untuk mencapai mufakat untuk menentukan sistem pemilu yang membahas
tiga poin yang masih barlarut-larut yaitu sistem pemilu, ambang batas parlemen dan metode
penghitungan suara, jika tidak dapat dicapai maka akan dilakukan voting. Hal tersebut sudah
sesuai dengan filsafat pancasila yang dianut oleh bangsa dan negara, yaitu pada sila ke-4
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.

PKN Y4R

  • 1.
    PANCASILA SEBAGAI DASARNEGARA DAN IDEOLOGI NASIONAL • KELOMPOK SATU • Kemas Akil Alif 201343501414 • Rhoma Apriansyah 201343500743 • Ferdiansah 201343501449 • Erwin Yudha 201343501414 • Wijiyanto 2013435
  • 2.
    Perjuangan Bangsa Indonesiadan Hubungannya Dengan Perumusan Pancasila • Sejarah perjuangan dan berdirinya bangsa Indonesia dalam mencapai matlamanya berjalan sejak sekian abad yang lalu,dengan berbagai cara dan bertahap. Dengan itu sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempunyai hubungannya dengan sejarah lahirnya pancasila. Karena sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu itu panjang sekali, maka perlulah ditetapkan tonggak- tonggak sejarah tersebut, yakni peristiwa-peristiwa yang menonjol, terutama dalam hubungannya dengan pancasila. Tonggak sejarah itu dapat kita ikhtisarkan sebagai berikut.
  • 3.
    • Bangsa Indonesia BangsaIndonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan, dan kemudian sekitar seabad seterusnya didirikan pula kerajaan-Majapahit di Jawa Timur. Baik Sriwijaya, maupun Majapahit. Pada zamannya itu telah merupakan negara-negara yang berdaulat,bersatu serta mempunyai wilayah yang meliputi seluruh nusantara ini. • Penjajahan Barat Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpah terutama rempah-rempahnya yang dibutuhkan oleh negara- negara di luar Indonesia menyebabkan bangsa asing berduyun duyun masuk ke Indonesia. Bermunculanlah bangsa bangsa barat yakni Portugis, Spanyol, Inggris dan akhirnya Belanda dibumi Indonesia.
  • 4.
    • Perlawanan fisikbangsa Indonesia (abad XVII-XX) Penjajahan barat yang memusnahkan kemakmuran bangsa Indonesia itu tidak dibiarkan begitu saja oleh segenap bangsa Indonesia. Sejak semula imprealisme itu menjejakkan kakinya di Indonesia. Dimana mana bangsa Indonesia melawannya dengan semangat patriotik Perlawanan terhadap penjajahdigerakkan oleh pahlawan Sultan Agung (Mataram 1645), Sultan Ageng Tirta Yasa dan Ki Tapa (Banten) pada tahun 1650, Hassanuddin ( Makassar) padatahun 1660, Iskandar Muda ( Acheh tahun 1635) Untung Surapati dan Trunojoyo(Jawa Timur tahun 1670), Ibnu Iskandar di Minangkabau 1680.
  • 5.
    • Pada kurunXIX penjajah Belanda mengubah sistem kolonialismenya yang semula berbentuk perseroan dagang partikelir V.O.C, pada abad itu berubah menjadi badan pemerintahan resmi yaitu Pemerintahan HindiaBelanda.Kemudian meletus lagi perlawanan bangsa Indonesia dengan Belanda yang dipimpin oleh Pattimura( Maluku 1817 ), Imam Bonjol (Minangkabau 1822-1837), Diponegoro (Mataram 1825-1830), Badaruddin (Palembang 1817),Pangeran (Kalimantan 1860), Jelantik( Bali 1850), Anak Agung Made (Lombok1895), Teuku Umar, Teuku Cik di tiro, Cut Nya’Din ( Acheh 1873- 1904),Singamangaraja (Batak 1900).
  • 6.
    • Kebangkitan Nasional/ Kesedaran Bangsa Indonesia Pada permulaan XX bangsa Indonesia mengubah caranya didalam melawan kolonialis Belanda, Bentuk perlawanan itu ialah dengan menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya bernegara. Maka lahirlah bermacam macam organisasi politik disamping bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial yang dipelopori oleh Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kita mengenal nama - nama pahlawan perintis pergerakan nasional diantara lain : H.O.S Tjokroaminoto( S.IO. 1912), Douwes Dekker ( Indische Partij 1912) Soewardi Soerjaningrat atauKi Hajjar Dewantoro Tjiptomangunkusumo dan nama nama yang lain.
  • 7.
    • Sumpah Pemuda/Persatuan Bangsa Indonesia (28 Oktober 1928) Pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadilah penonjolan peritiwa sejarah perjuanganbangsa Indonesia didalam mencapai cita- citanya. Pada saat itu pemuda pemuda Indonesia yang dipelopori oleh Muh. Yamen, Kuntjoro Purbopranoto,Wongsonegoro dan lain lainnya mengumandangkan Sumpah Pemuda Indonesia yang berisi pengakuan akan adanya bangsa , tanah-air dan bahasa yang satu ,yakni Indonesia. Dengan sumpah pemuda ini makin tegaslah apa yang diinginkan oleh bangsa Indonesia yaitu kemerdekaan tanah-air dan bangsa Indonesia. Untuk mencapai kemerdekaan perlu adanya rasa persatuan sebagai bangsa yang merupakan syarat mutlak.
  • 8.
    • Penjajahan Jepang Sejarahpembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaan dikemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu,Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. Lalu, pemerintah Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 April 1945 (2605, tahun Showa 20)yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tatapemerintahan Indonesia Merdeka.BPUPKI semula beranggotakan 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 oranganggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati, kemudian ditambah dengan 6 orang Indonesia pada sidang kedua.
  • 9.
    Sidang pertama padatanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa Soekarno adalah "Penggali/Perumus Pancasila". Tokoh lain yang yang menyumbangkan pikirannya tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo."Klaim" Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu ''kebangsaan, kemanusiaan,ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.'' Oleh Panitia Lima diragukan kebenarannya. Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5 asas yaitu ''kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan,persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa'',yang oleh Soekarno dinamakan ''Pancasila'‘. Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.
  • 10.
    PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGINASIONAL • Pengertian Ideologi • Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa Yunani, eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat diartikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada hakikatnya merupakan dasar, pandangan, atau faham yang diyakini kebenarannya. Sedangkanlogos berarti ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the sciene of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.
  • 11.
    • Fungsi ideologi Tumbuhnyakeyakinan dan kepercayaan terhadap ideologi tertentu, barangkali bukan satu satunya cara, melalui mana manusia bisa memformulasikan dan mengisi kehidupannya. Ideologi juga bisa memainkan fungsinya dalam mengatur hubungan antara manusia dan masyarakat. Setiap kehidupan masyarakat pasti mengharapkan setiap anggotanya dapat terlibat dan tercakup di dalamnya. Untuk itu, ideologi dapat membantu anggota masyarakat dalam upaya melibatkan ciri dalam berbagai sektor kehidupan di samping fungsinya yang sangat umum, ideologi juga memiliki fungsi yang khusus sifstnya.
  • 12.
    • Perbandingan Ideologi Kajianideologi terasa kurang lengkap tanpa mengkaji ideologi-ideologi besar yang berpengaruh di dunia. Oleh karena itu pada bagian ini akan disajikan uraian singkat tentang beberapa ideologi tersebut. • Liberalisme Dalam rangka mempertajam persepsi terhadap beberapa aliran filsafat politik yang revolusioner, ada baiknya dikemukakan dua teori pokok garakan revolusioner di Amerika Serikat. Pertama, teori yang dikembangkan oleh The Founding of America yang didasarkan atas hak-hak rakyat untuk membebaskan diri dari pemerintahan yang depotisme. Teori revolusioner ini tergolong tradisional dengan tujuan yang sedehana yaitu ingin mengakhiri praktik-praktik tirani dan memberikan kebebasan kepada rakyat secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, istilah yang dipergunakan sama, tetapi belum tentu memiliki makna yang sama di mata rakyatnya.
  • 13.
    • Fasisme Istilah fasismedikembangkan dari istilah latin “fasces” yang merupakan simbol kekuasaan pada jaman romawi kuno. Di italia dikenal pula istilah “fascio” dengan arti dan konotasi yang sama. Fasisme sebagai gerakan politik muncul di italia setelah perang dunia I dan sempat menguasai negara itu dari tahun 1922 sampai dengan tahun 1943. Tetapi sebelum itu, telah dikenal istilah “fasci” yang sering diartikan sebagai kelompok politik yang memperjuangkan tujuan-tujuan tertentu. Fasisme sebagai gerakan politik lebih eksklusif sifatnya setelah dikaitkan dengan gerakan-gerakan yang diorganisir oleh benito mussolini pada tahun 1919.
  • 14.
    • Ideologi Pancasila Pancasilasebagai dasar negara dan pandangan hidup sekaligus juga sebagai ideologi negara. Sebagai ideologi negara berarti bahwa pancasila merupakan gagasan dasar yang berkenaan dengan kehidupan negara. Sebagaimana setiap ideologi memiliki konsep mengenai wujud masyarakat yang di cita-citakan, begitu juga dengan ideologi pancasila. Masyarakat yang di cita-citakan dalam ideologi pancasila ialah masyarakat yang dijiwai dan mencerminkan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta bertoleransi, menjunjung tiggi nilai-nilai kemanusiaan, masyarakat yang bersatu dalam suasana perbedaan, berkedaulatan rakyat dengan mengutamakan musyawarah, serta masyarakat yang berkeadilan sosial. Hal itu berarti bahwa pancasila bukan hanya sesuatu yang bersifat setatis melandasi berdirinya negara Indonesia, akan tetapi pancasila juga membawakan gambaran mengenai wujud masyarakat terteentu yang diinginkan serta prinsip-prinsip dasar yang harus diperjuangkan untuk mewujudkanya.
  • 15.
    • Pancasila sebagaiIdeologi Terbuka Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengandung nilai-nilai dan gagasan-gagasan dasar yang dapat dilihat dalam sikap, perilaku, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bersifat khas sebagai refleksi perilaku bangsa Indonesia dan tercermin dalam setiap segi kehidupannya. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat dinamis. Artinya, upaya pengembangan sesuai dengan perubahan dan tuntutan masyarakat bukan sesuatu yang tabu sehingga nilai-nilai dasar itu tidak menjadi beku, kaku, dan melahirkan sikap fanatik yang tidak logis. Atas dasar pemikiran tersebut, bangsa indonesia telah menetapkan pancasila sebagai ideologi terbuka.
  • 16.
    • KASUS 1: •DPR Isyaratkan Voting RUU Pemilu • Rianita Arrini - detikNews • Senin, 09/04/2012 18:54 WIB • Jakarta Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu masih berupaya mencari titik temu untuk menuntaskan tiga poin yang masih barlarut-larut yaitu sistem pemilu, ambang batas parlemen dan metode penghitungan suara. Jika tidak mencapai titik temu, Pansus mengisyaratkan akan melakukan voting. • "Belum bisa dipastikan. Tadi di rapat konsultasi masih mengupayakan musyawarah mufakat, tapi semua bersiap diri untuk bisa menerima voting," ujar Ketua Pansus RUU Pemilu, Arief Wibowo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2012). • Namun menurut Arief, jika terjadi voting pada rapat Paripurna, Rabu (11/4) lusa, maka Pansus harus membahas rumusan RUU Pemilu hingga siap. • "Supaya tidak keruh seperti di (sidang) BBM kemarin itu. Jangan serahkan apa yang mau divoting ke pimpinan, tapi rumusannya diputuskan dalam Pansus sendiri. Biar nanti Paripuna mengikuti apa yang sudah dirumuskan oleh Pansus," jelasnya. • Dalam rapat konsultasi hari ini, lanjut Arief, Fraksi PAN mencoba menggolkan ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen. • "Tapi lainnya belum setuju karena dari 9 fraksi, kalau tidak bisa musyawarah mufakat maka dilakukan voting," kata Arief. • Dari permasalahan tersebut dapat diambil intinya yaitu bahwa anggota DPR akan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat untuk menentukan sistem pemilu yang membahas tiga poin yang masih barlarut-larut yaitu sistem pemilu, ambang batas parlemen dan metode penghitungan suara, jika tidak dapat dicapai maka akan dilakukan voting. Hal tersebut sudah sesuai dengan filsafat pancasila yang dianut oleh bangsa dan negara, yaitu pada sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.