PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
BERBANTUAN KOMPUTER
“P2IP2”
(Pengenalan,Peragaan, Instruksi, Praktek, Penilaian)
Oleh:
Bangun Napitupulu
Dosen :
Prof.Dr.Evendi Napitupulu,M.Pd
PASCASARJANA S3 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIMED-UNJ
2014
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER
“P2IP2”
(Pengenalan,Peragaan, Instruksi, Praktek, Penilaian)
Mata Kuliah : Teori dan Praktek Mengetik
Materi : Mengetik sistem 10 jari
1. Latar Belakang
Mata kuliah Mengetik merupakan salah satu mata kuliah wajib diikuti oleh
seluruh mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi
Unimed. Fenomena yang terjadi selama ini hasil belajar mahasiswa masih rendah.
Dari 45 mahasiswa hanya 7 orang (15,55%) yang kompeten dalam materi
Mengetik Sistem 10 Jari. Melihat rendahnya persentasi mahahasiswa yang mampu
melakukan Mengetik dengan Sistem10 Jari maka dilakukan observasi dan
wawancara terhadap mahasiswa dan mereka mengatakan bahwa mereka bukan
lulusan SMK tetapi lulusan SMA yang sama sekali mereka belum mengetahui teori
mengetik dengan menggunakan 10 jari. Dengan perkataan lain mereka kurang
menguasai kompetensi Mengetik Sistem 10 Jari. Akar masalahnya adalah bahwa
sistem mengetik 10 jari ini masih asing bagi mereka karena sewaktu di SMA tidak
pernah mempelajari mengetik mengetik dengan sisstem 10 jari. Oleh karena itu
mahasiswa mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi mampu mengetik
dengan sistem 10 jari. Mahasiswa merasa kaku dalam menempatkan jari-jari pada
waktu latihan mengetik dengan mengguankan sistem 10 jari.
Pembelajaran selama ini dilakukan cenderung bersifat konvensional dengan
media kertas sederhana. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan
mahasiswa dapat disimpulkan bahwa akar penyebabnya adalah model
pembelajaran dan media yang di terapkan kurang mendukung proses
pembelajaran karena mahasiswa belum memiliki dasar. Karena itu perlu
dikembangkan model pembelajaran dan media yang dapat membantu
mempermudah mahasiswa menguasai kompetensi ini.
2. Kompetensi Dasar
1. Mahasiswa dapat menemmpatkan jari-jari sesuai deng fungsinya pada
keyboard
2. Mahasiswa dapat melatih setiap jari dengan mengetik sistem 10 jari
3. Mahasiswa dapat mengetik sistem 10 jari dengan baik dan benar
4. Mahasiswa terampil mengetik sistem 10 jari dengan kecepatan yang tinggi
3. Landasan Teori
1). Hendry (1714) penggunaan mesin tik masih menempati peringkat atas dalam
hal pelaksanaan tugas-tugas kantor.
2). George R. Terry menyatakan bahwa dari sekian banyak pekerjaan kantor,
frekwensi pekerjaan mengetik mencapai 24,6% dari seluruh tugas kantor
yang ada (baik dengan menggunakan mesin tik manual, elektronik, maupun
dengan menggunakan komputer)
3). Keterampilan adalah hasil belajar pada ranah psikomotorik, yang terbentuk
menyerupai hasil belajar kognitif. Keterampilan adalah kemampuan untuk
mengerjakan atau melaksanakan sesuatu dengan baik (Nasution, 1975: 28).
4). Keterampilan (skill) dalam arti sempit yaitu kemudahan, kecepatan, dan
ketepatan dalam tingkah laku motorik yang disebut juga normal skill.
Sedangkan dalam arti luas, keterampilan meliputi aspek normal skill,
intelektual skill, dan social skill (Vembriarto, 1981:52). Keterampilan adalah
pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi
informasi yang dipelajari (Sudjana, 1996:17).
5). Belajar keterampilan motorik terbagi atas tiga fase yaitu, (a) fase kognitif, (b)
fase fiksasi, (c) fase otomatisme (Winkel, 1989:49). Pada fase kognitif, siswa
yang sedang belajar keterampilan motorik harus mengetahui jenis
keterampilan apa dan prosedur mempelajari keterampilan tersebut. Fase
fiksasi, siswa yang sedang belajar keterampilan motorik harus melakukan hal-
hal sesuai dengan prosedur yang diketahui. Fase otomatisme, semuanya
sudah berjalan dengan lancar, tetapi latihan tetap dilakukan sehingga
keterampilan yang telah dikuasai menjadi luwes dan lancar. Fase otomatisme
inilah yang paling penting dalam belajar keterampilan motorik.
4. Langkah-langkah Pembelajaran
NO TAHAPAN
AKTIVITAS
DOSEN MAHASISWA
1. Pengenalan
 Memberikan stimulus
 Menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai
 Menjelaskan materi tentang
Operasi jari-jari dengan
sistem 10 Jari
 Mengamati tayangan
vidio
2. Peragaan
 Memperagakan letak-letak
masing-masing jari
 Meperagakan cara kerja
mengetik dengan sistem 10
jari
 Mengikuti penjelasan
melalui multimedia
3. Instruksi
 Mememberi petunjuk cara-
cara mengerjakan latihan
yanga akan dikerjakan
 Menugaskan materi yang
akan dipraktekkan
 Memperhatikan
petunjuk
 Tugas yang harus
dipraktekkan
4. Praktek
 Mengamati pelaksanaan
latihan dan membimbing
 Praktek mengetik
sistem 10 jari
5. Penilaian  Melakukan penilaian proses  Mengetik teks

Tugas pengemb pembel 1

  • 1.
    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUANKOMPUTER “P2IP2” (Pengenalan,Peragaan, Instruksi, Praktek, Penilaian) Oleh: Bangun Napitupulu Dosen : Prof.Dr.Evendi Napitupulu,M.Pd PASCASARJANA S3 TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIMED-UNJ 2014
  • 2.
    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARANBERBANTUAN KOMPUTER “P2IP2” (Pengenalan,Peragaan, Instruksi, Praktek, Penilaian) Mata Kuliah : Teori dan Praktek Mengetik Materi : Mengetik sistem 10 jari 1. Latar Belakang Mata kuliah Mengetik merupakan salah satu mata kuliah wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Unimed. Fenomena yang terjadi selama ini hasil belajar mahasiswa masih rendah. Dari 45 mahasiswa hanya 7 orang (15,55%) yang kompeten dalam materi Mengetik Sistem 10 Jari. Melihat rendahnya persentasi mahahasiswa yang mampu melakukan Mengetik dengan Sistem10 Jari maka dilakukan observasi dan wawancara terhadap mahasiswa dan mereka mengatakan bahwa mereka bukan lulusan SMK tetapi lulusan SMA yang sama sekali mereka belum mengetahui teori mengetik dengan menggunakan 10 jari. Dengan perkataan lain mereka kurang menguasai kompetensi Mengetik Sistem 10 Jari. Akar masalahnya adalah bahwa sistem mengetik 10 jari ini masih asing bagi mereka karena sewaktu di SMA tidak pernah mempelajari mengetik mengetik dengan sisstem 10 jari. Oleh karena itu mahasiswa mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi mampu mengetik dengan sistem 10 jari. Mahasiswa merasa kaku dalam menempatkan jari-jari pada waktu latihan mengetik dengan mengguankan sistem 10 jari. Pembelajaran selama ini dilakukan cenderung bersifat konvensional dengan media kertas sederhana. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa dapat disimpulkan bahwa akar penyebabnya adalah model pembelajaran dan media yang di terapkan kurang mendukung proses pembelajaran karena mahasiswa belum memiliki dasar. Karena itu perlu dikembangkan model pembelajaran dan media yang dapat membantu mempermudah mahasiswa menguasai kompetensi ini.
  • 3.
    2. Kompetensi Dasar 1.Mahasiswa dapat menemmpatkan jari-jari sesuai deng fungsinya pada keyboard 2. Mahasiswa dapat melatih setiap jari dengan mengetik sistem 10 jari 3. Mahasiswa dapat mengetik sistem 10 jari dengan baik dan benar 4. Mahasiswa terampil mengetik sistem 10 jari dengan kecepatan yang tinggi 3. Landasan Teori 1). Hendry (1714) penggunaan mesin tik masih menempati peringkat atas dalam hal pelaksanaan tugas-tugas kantor. 2). George R. Terry menyatakan bahwa dari sekian banyak pekerjaan kantor, frekwensi pekerjaan mengetik mencapai 24,6% dari seluruh tugas kantor yang ada (baik dengan menggunakan mesin tik manual, elektronik, maupun dengan menggunakan komputer) 3). Keterampilan adalah hasil belajar pada ranah psikomotorik, yang terbentuk menyerupai hasil belajar kognitif. Keterampilan adalah kemampuan untuk mengerjakan atau melaksanakan sesuatu dengan baik (Nasution, 1975: 28). 4). Keterampilan (skill) dalam arti sempit yaitu kemudahan, kecepatan, dan ketepatan dalam tingkah laku motorik yang disebut juga normal skill. Sedangkan dalam arti luas, keterampilan meliputi aspek normal skill, intelektual skill, dan social skill (Vembriarto, 1981:52). Keterampilan adalah pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi yang dipelajari (Sudjana, 1996:17). 5). Belajar keterampilan motorik terbagi atas tiga fase yaitu, (a) fase kognitif, (b) fase fiksasi, (c) fase otomatisme (Winkel, 1989:49). Pada fase kognitif, siswa yang sedang belajar keterampilan motorik harus mengetahui jenis keterampilan apa dan prosedur mempelajari keterampilan tersebut. Fase fiksasi, siswa yang sedang belajar keterampilan motorik harus melakukan hal- hal sesuai dengan prosedur yang diketahui. Fase otomatisme, semuanya sudah berjalan dengan lancar, tetapi latihan tetap dilakukan sehingga
  • 4.
    keterampilan yang telahdikuasai menjadi luwes dan lancar. Fase otomatisme inilah yang paling penting dalam belajar keterampilan motorik. 4. Langkah-langkah Pembelajaran NO TAHAPAN AKTIVITAS DOSEN MAHASISWA 1. Pengenalan  Memberikan stimulus  Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai  Menjelaskan materi tentang Operasi jari-jari dengan sistem 10 Jari  Mengamati tayangan vidio 2. Peragaan  Memperagakan letak-letak masing-masing jari  Meperagakan cara kerja mengetik dengan sistem 10 jari  Mengikuti penjelasan melalui multimedia 3. Instruksi  Mememberi petunjuk cara- cara mengerjakan latihan yanga akan dikerjakan  Menugaskan materi yang akan dipraktekkan  Memperhatikan petunjuk  Tugas yang harus dipraktekkan 4. Praktek  Mengamati pelaksanaan latihan dan membimbing  Praktek mengetik sistem 10 jari 5. Penilaian  Melakukan penilaian proses  Mengetik teks