LAPORAN TUGAS 1
PERILAKU KONSUMEN
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Nilai Tugas UTS Perilaku
Konsumen
HALAMAN J
Disusun oleh:
Hermawan Dwi Kusuma Hadi (1401154195/2015)
Desanggi Ritzky Aditya (1401154265/2015)
Ibnu Mahmud (1201120177/2012)
Radityo Priambodo (1201120194/2012)
Ditujukan kepada:
Bapak Drs. Sumrahadi, M.M.
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
2016
1.1 Feast Day (Hari Raya Idul Fitri)
Suku Melayu (Batam)
Makan dan berkumpul adalah hal wajib yang dilakukan di suku ini. Menu masakan
yang dihidangkan adalah oseng tempe dangan rasa yang pedas. Hidangan tersebut
dibuat sehari sebelum hari raya idul fitri tiba.
Suku Sikka (Maumere)
Saat hari raya tiba suku ini melakukan sillaturahmi kerumah para tetangga dan
kerabat. Masakan yang wajib saat lebaran adalah opor ayam dan ketupat. Saat
lebaran tiba suasana didaerah ini sangat sepi karena mayoritas penduduknya
beragama non Islam.
Suku Sunda (Cirebon)
Idul fitri di suku sunda khususnya Cirebon biasanya saat datangnya idul fitri adalah
berkunjung ke saudara yang paling tua dan saudara yang paling tua itu tidak
diperkenankan untuk berkunjung kemana-mana hingga selesainya suasana
lebaran.. Makanan wajib yang disajikan adalah kue cucur
Suku Sunda (Banten)
Berkunjung ke sanak saudaran dan santapan yang wajib dihidangkan adalah
lontong sayur. Masyarakat sana beranggapan jika mereka belum menyatap
hidangan tersebut maka mereka belum merayakan lebaran.
Suku Sunda (Kuningan)
Tidak ada moment khusus hanya memanfaatkan moment kumpul keluarga
besar, silaturahmi ke tetangga dan makan bersama lalu pembagian THR kepada
anak-anak kecil.
Suku Jawa (Gresik)
Tidak ada moment atau perayaan khusus, namun yang membedakan disana
biasanya ada tradisi dimana setiap rumah membawa beberapa buah nasi kotak
dikumpulkan di masjid, dan nanti disana nasi tersebut akan dibagi secara acak saat
setelah sholat idul fitri.
Suku Jawa (Surabaya)
Hiruk pikuk kota besar ini saat idul fitri sangat sepi karena ditinggal para
penduduknya untuk mudik. Saat berkunjung ke rumah saudara makanan yang
disajikan bermacam-macam misalnya soto ayam lamongan, rawon, tahu tek, dan
sebagainya.
Suku Jawa (Solo)
Saat lebaran tiba kota ini sangat ramai didatangi para wisatawan. Salah satu hal
yang menarik adalah berziarah ke makam, sehingga harga bunga tabur saat lebaran
sangat tinggi. Sungkeman kepada orang tua seperti kakek, nenek, buyut adalah hal
yang wajib dilakukan.
1.2 Instant Noodle
Suku Melayu (Batam)
Para penduduk suku melayu khususnya Batam mereka mengkonsumsi untuk mie
instant yang berkuah selalu menggunakan cabai rawit untuk menghasilkan rasa
yang pedas.
Suku Sikka (Maumere)
Mayoritas penduduk di daerah suku sikka lebih menyukai mie instant bermerk mie
sedap. Karena dari segi harga lebih terjangkau dan mudah ditemui di
warung-warung kelontong
Suku Sunda (Cirebon)
Jarang sekali mengonsumsi mie instan, bahkan kadang satu minggu bahkan tidak
sama sekali. Mereka membuatnya hanya ketika ingin dan tidak ada lauk lain, untuk
memasaknya kadang di kreasikan sesuai selera dengan menambahkan sayur seperti
sawi, kol.
Suku Sunda (Banten)
Mereka gemar memakan mie instant khususnya kuah dan disantap kapan saja
terlebih saat hujan, kuah kental yang hangat dipadukan dengan dinginnya hujan
menambah sensasi yang nikmat
Suku Sunda (Kuningan)
Tidak terlalu sering mengonsumsi mie instan, satu minggu terkadang hanya makan
satu atau tidak sama sekali. Hanya ketika ingin dan tidak ada lauk lain, untuk
memasaknya kadang di kreasikan sesuai selera dan kadang langsung dengan
bumbu yang ada.
Suku Jawa (Gresik)
Narasumber ini sangat suka memakan mie instan dan sangat sering makan mie
instan. Rasa yang digemari ayam bawang kuah. Dia memakan mie instan kapan
saja, kapan pun ia sedang ingin makan dan sering dikreasikan dengan apapun.
Suku Jawa (Surabaya)
Mie instant yang dibuat selalu memiliki rasa yang pedas, karena selalu
menambahkan saus sambal saat sebelum disantap.
Suku Jawa (Solo)
Di desa-desa khususnya di Solo mie instant yang sering dijumpai adalah sarimi.
Disesuaikan dengan kemampuan untuk membeli para warganya. Mereka membuat
mie instant diwaktu yang tidak menentu.
1.3 Birthday Celebration
Suku Melayu (Batam)
Saat perayaan ulang tahun biasanya dikomplek perumahaan tidak dirayakan tetapi
hanya membagi-bagikan makanan. Menu yang dibuat adalah ayam crispy atau nasi
kuning.
Suku Sikka (Maumere)
Perayaan ulang tahun dirayakan dirumah dengan hidangan rumahan. Perayaan ini
hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja.
Suku Sunda (Cirebon)
Saat berumur 5 tahun baru biasanya ulang tahun mereka dirayakan. Saat dirayakan
seperti biasa yang berulang tahun akan mendapatkan kado, ucapan, serta doa untuk
menjadi anak yang sukses dunia dan akhirat.
Suku Sunda (Banten)
Saat mereka balita para orang tua biasanya merayakan ulang tahun anaknya dengan
mengundang teman sekolahnya, saudara, dan kerabat.
Suku Sunda (Kuningan)
Hanya sekali yang pernah dirayakan pada saat umur 5 tahun. Harapan di setiap hari
ulang tahun tentunya yang baik-baik, semoga selalu diberikan kesehatan, umur
yang panjang, kesuksesan, kemudahan dan masih banyak lagi.
Suku Jawa (Gresik)
Tidak ada kebiasaan perayaan ulang tahun dan tidak juga mencuapkan selamat
ulang tahun. Jika ada teman yang berulang tahun biasanya memberikan kado hanya
pada ke orang tertentu saja.
Suku Jawa (Surabaya)
Ulang tahun di Surabaya bukan hanya untuk anak kecil saja tetapi saat menginjaj
usia 17 tahun mereka merayakannya di restaurant, hotel dengan mengundang para
sahabatnya. Acaranya biasanya dimulai sejak pukul tujuh malam hingga larut
malam.
Suku Jawa (Solo)
Dalam perayaan ini suku jawa di Solo membuat nasi tumpeng dengan berbagai
macam lauk pauknya. Setelah itu dibagikan kepada para tetanga sekitar rumahnya.
1.4 Music
Suku Melayu (Batam)
Menurut narasumber tidak ada perbedaan yang signifikan dengan daerah-daerah
lainnya. Selera musicnya sama yaitu seperti music pop, dangdut, rock, dan
lain-lain.
Suku Sikka (Maumere)
Mayoritas masyarakat suku sikka jarang menikmati music dangdut. Mereka
beranggapan music dangdut tidak sesuai dengan budaya suku sikka.
Suku Sunda (Cirebon)
Di pedesaan masih banyak para warga yang mendengarkan lagu-lagu sunda.
Mereka mendengarkan lagu tersebut sambil melakukan aktifitas sehari-hari. Salah
satu khas dari music sunda adalah bunyi seruling bambunya.
Suku Sunda (Banten)
Music tradisional dan music yang kekinian berkembang secara beriringan artinya
meskipun music yang masa kini tumbuh pesat tapi masih banyak yang
mendengarkan music tradisional.
Suku Sunda (Kuningan)
Banyak yang menyukai musik genre hip-hop, dan kpop non tradisional. Untuk
musik tradisional hanya didengarkan sesekali jika ada yang mendengarkan di
rumah dan acara tertentu.
Suku Jawa (Gresik)
Narasumber menyukai genre pop dan akustik, sering mengarkannya ketika sedang
mengerjakan tugas.
Suku Jawa (Surabaya)
Seiring dengan munculnya berbagai macam genre music tetapi genre yang sangat
digandrungi oleh remaja Surabaya adalah edm. Music yang dikreasikan dengan
remixan tiap-tiap orang menjadikan banyaknya variasi yang dapat dinikmati.
Suku Jawa (Solo)
Orang jawa khususnya Solo masih bangga dengan music daerah yang mereka
miliki. Setiap kegiatan yang dilakukan selalu diiringi dengan mucic lagu jawa
bahkan saat mereka bekerja di sawah.
1.5 Restaurant
Suku Melayu (Batam)
Karena dari segi geografis daerah ini menjadikanbanyaknya restaurant yangberada
di daerah ini sebagian besar adalah restaurant yang memiliki menu olahan makanan
laut (seafood) dengan sambal pedas.
Suku Sikka (Maumere)
Restaurant disana sebagian besar menunya adalah olahan ikan bakar. Letaknya
yang dekat dengan sumber ikan menjadikan restaurant ini memiliki olahan ikan
bakar yang berbagai macam variasi
Suku Sunda (Cirebon)
Nasi lengko dan empal gentong merupakan makanan khas yang berasal dari
Cirebon. Sehingga banyak restaurant disana yangselalu menyajikan menu tersebut.
Suku Sunda (Banten)
Rasa gurih dan manis merupakan ciri khas dari masakan yang berasal dari Banten.
Restaurant disini banyak membungkus makanan tersebut dengan daun pisang.
Suku Sunda (Kuningan)
Restoran tradisional menjadi favorit, karena rasanya yang enak dan biasa dimakan
sehari-hari. Jarang ditemukan restoran fastfood.
Suku Jawa (Gresik)
Restoran tradisional menjadi tempat favorit. Di daerah tersebut tidak banyak di
jumpai restoran jenis fastfood.
Suku Jawa (Surabaya)
Makanan rujak cingur, soto ayam, dan bakso adalah makanan yang sering dijumpai
saat kita memasuki restaurant di Surabaya. Banyak restaurant yang menyajikan
dengan eksklusif tetapi harga masih relatif murah
Suku Jawa (Solo)
Bakso solo adalah makanan yang selalu dicari tetapi mudah ditemui. Bakso solo
sangat berbeda dengan bakso lainnya dengan mie bihun dan potongan tulang rusuk
dengan kaldu sapi yang kental.
1.6 Internet
Suku Melayu (Batam)
Akses internet sudah merambah diberbagai daerah dan kecepatannya cukup stabil.
Dampak positifnya mudah mendapatkan banyak informasi dan dampak negatifnya
adalah malas untuk bersosialisasi.
Suku Sikka (Maumere)
Untuk sinyal 4G tidak merata didaerah tertentu sehingga kecepatannya kurang
stabil. Dampak positifnya adalah mudah berkomunikasi dan dampak negatifnya
yaitu memiliki ketergantungan yang tinggi.
Suku Sunda (Cirebon)
Menurut narasumber internet sudah merata di daerahnya tetapi untuk sinyal 4G
baik dikota maupun di sekitarnya masih tidak ada. Dampak positifnya adalah hidup
menjadi lebih mudah dan dampak negatifnya adalah banyak hal-hal yang negatif
terdapat di internet.
Suku Sunda (Banten)
Memiliki jaringan akses internet yang sudah mencukupi. Memiliki dampak positif
adalah memudahkan dalam mengakses segala hal dan negatifnya adalah sering
menjadi malas.
Suku Sunda (Suku Sunda (Kuningan))
Akses internet sudah cukup bagus, tetapi tidak semua jaringan dapat diakses
karena di daerah saya termasuk daerah yang kurang atau sulit untuk mendapatkan
sinyal. Dampak positif jadi lebih mudah berkomunikasi dan mengakses informasi
dengan mudah. Dampak negatifnya yaitu sudah menjadi ketergantungan terhadap
internet.
Suku Jawa (Gresik)
Akses internet di daerah tersebut sudah memenuhi kebutuhan, namun terkadang
sinyal nya masih kurang stabil. Manfaat internet yang dirasakan dalam diri adalah
dengan internet kkita mudah mendapatkan informasi dan kita dengan mudah
mendapatkan teman dari berbagai Negara, namun dengan internet kita menjadi
tidak peka dengan lingkungan sekitar .
Suku Jawa (Surabaya)
Jaringan sudah sangat baik, untuk sinyal 4G sangat mudah ditemukan diberbagai
tempat. Memiliki dampak positif yaitu banyaknya relasi yang kita punya dan
negatifnya adalah kurang peduli dengan lingkungan.
Suku Jawa (Solo)
Diberbagai daerah pedasaan masih ada yang belum mendapatkan sinyal dan
internet. Memiliki dampak positif untuk mencari sumber referensi dan dampak
negatifnya adalah sering lupa waktu.
2.1 Imagine you are a consultant working with your state or province’s tourism
agency. And what would you recommend if China and Netherlands were two target
markets?
Jika wisatawan asing dari China ini berkunjung ke daerah saya akan saya ajak ke
tempat wisata seperti
- Taman safari dan taman nasional : Karena beragam jenis flora dan fauna yang
berbeda dari negaranya
- Wisata Kuliner : Berbedanya masakan di setiap negara membuat penasaran tiap
wisatawan
- Pantai : Karena negara China yang memiliki sedikit pantai membuat penasaran
para wisatawan untuk mengunjunginya dengan berbagai karakteristik pantai di
Indonesia yang unik dan menarik
Jika wisatawan asing dari Belanda ini berkunjung ke daerah saya akan saya ajak ke
tempat wisata seperti
- Taman safari dan taman nasional : Karena beragam jenis flora dan fauna yang
berbeda dari negaranya
- Wisata Kuliner : Berbedanya masakan di setiap negara membuat penasaran tiap
wisatawan
- Tempat bersejarah : Mengenang pada masa penjajahan dan peninggalan era
kolonial Belanda
- Pegunungan : Banyaknya gunung di Indonesia pasti akan membuat pengalaman
liburan mereka menjadi seru

Tugas 1

  • 1.
    LAPORAN TUGAS 1 PERILAKUKONSUMEN Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Nilai Tugas UTS Perilaku Konsumen HALAMAN J Disusun oleh: Hermawan Dwi Kusuma Hadi (1401154195/2015) Desanggi Ritzky Aditya (1401154265/2015) Ibnu Mahmud (1201120177/2012) Radityo Priambodo (1201120194/2012) Ditujukan kepada: Bapak Drs. Sumrahadi, M.M. UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2016
  • 2.
    1.1 Feast Day(Hari Raya Idul Fitri) Suku Melayu (Batam) Makan dan berkumpul adalah hal wajib yang dilakukan di suku ini. Menu masakan yang dihidangkan adalah oseng tempe dangan rasa yang pedas. Hidangan tersebut dibuat sehari sebelum hari raya idul fitri tiba. Suku Sikka (Maumere) Saat hari raya tiba suku ini melakukan sillaturahmi kerumah para tetangga dan kerabat. Masakan yang wajib saat lebaran adalah opor ayam dan ketupat. Saat lebaran tiba suasana didaerah ini sangat sepi karena mayoritas penduduknya beragama non Islam. Suku Sunda (Cirebon) Idul fitri di suku sunda khususnya Cirebon biasanya saat datangnya idul fitri adalah berkunjung ke saudara yang paling tua dan saudara yang paling tua itu tidak diperkenankan untuk berkunjung kemana-mana hingga selesainya suasana lebaran.. Makanan wajib yang disajikan adalah kue cucur Suku Sunda (Banten) Berkunjung ke sanak saudaran dan santapan yang wajib dihidangkan adalah lontong sayur. Masyarakat sana beranggapan jika mereka belum menyatap hidangan tersebut maka mereka belum merayakan lebaran. Suku Sunda (Kuningan) Tidak ada moment khusus hanya memanfaatkan moment kumpul keluarga besar, silaturahmi ke tetangga dan makan bersama lalu pembagian THR kepada anak-anak kecil.
  • 3.
    Suku Jawa (Gresik) Tidakada moment atau perayaan khusus, namun yang membedakan disana biasanya ada tradisi dimana setiap rumah membawa beberapa buah nasi kotak dikumpulkan di masjid, dan nanti disana nasi tersebut akan dibagi secara acak saat setelah sholat idul fitri. Suku Jawa (Surabaya) Hiruk pikuk kota besar ini saat idul fitri sangat sepi karena ditinggal para penduduknya untuk mudik. Saat berkunjung ke rumah saudara makanan yang disajikan bermacam-macam misalnya soto ayam lamongan, rawon, tahu tek, dan sebagainya. Suku Jawa (Solo) Saat lebaran tiba kota ini sangat ramai didatangi para wisatawan. Salah satu hal yang menarik adalah berziarah ke makam, sehingga harga bunga tabur saat lebaran sangat tinggi. Sungkeman kepada orang tua seperti kakek, nenek, buyut adalah hal yang wajib dilakukan. 1.2 Instant Noodle Suku Melayu (Batam) Para penduduk suku melayu khususnya Batam mereka mengkonsumsi untuk mie instant yang berkuah selalu menggunakan cabai rawit untuk menghasilkan rasa yang pedas.
  • 4.
    Suku Sikka (Maumere) Mayoritaspenduduk di daerah suku sikka lebih menyukai mie instant bermerk mie sedap. Karena dari segi harga lebih terjangkau dan mudah ditemui di warung-warung kelontong Suku Sunda (Cirebon) Jarang sekali mengonsumsi mie instan, bahkan kadang satu minggu bahkan tidak sama sekali. Mereka membuatnya hanya ketika ingin dan tidak ada lauk lain, untuk memasaknya kadang di kreasikan sesuai selera dengan menambahkan sayur seperti sawi, kol. Suku Sunda (Banten) Mereka gemar memakan mie instant khususnya kuah dan disantap kapan saja terlebih saat hujan, kuah kental yang hangat dipadukan dengan dinginnya hujan menambah sensasi yang nikmat Suku Sunda (Kuningan) Tidak terlalu sering mengonsumsi mie instan, satu minggu terkadang hanya makan satu atau tidak sama sekali. Hanya ketika ingin dan tidak ada lauk lain, untuk memasaknya kadang di kreasikan sesuai selera dan kadang langsung dengan bumbu yang ada. Suku Jawa (Gresik) Narasumber ini sangat suka memakan mie instan dan sangat sering makan mie instan. Rasa yang digemari ayam bawang kuah. Dia memakan mie instan kapan saja, kapan pun ia sedang ingin makan dan sering dikreasikan dengan apapun.
  • 5.
    Suku Jawa (Surabaya) Mieinstant yang dibuat selalu memiliki rasa yang pedas, karena selalu menambahkan saus sambal saat sebelum disantap. Suku Jawa (Solo) Di desa-desa khususnya di Solo mie instant yang sering dijumpai adalah sarimi. Disesuaikan dengan kemampuan untuk membeli para warganya. Mereka membuat mie instant diwaktu yang tidak menentu. 1.3 Birthday Celebration Suku Melayu (Batam) Saat perayaan ulang tahun biasanya dikomplek perumahaan tidak dirayakan tetapi hanya membagi-bagikan makanan. Menu yang dibuat adalah ayam crispy atau nasi kuning. Suku Sikka (Maumere) Perayaan ulang tahun dirayakan dirumah dengan hidangan rumahan. Perayaan ini hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja. Suku Sunda (Cirebon) Saat berumur 5 tahun baru biasanya ulang tahun mereka dirayakan. Saat dirayakan seperti biasa yang berulang tahun akan mendapatkan kado, ucapan, serta doa untuk menjadi anak yang sukses dunia dan akhirat.
  • 6.
    Suku Sunda (Banten) Saatmereka balita para orang tua biasanya merayakan ulang tahun anaknya dengan mengundang teman sekolahnya, saudara, dan kerabat. Suku Sunda (Kuningan) Hanya sekali yang pernah dirayakan pada saat umur 5 tahun. Harapan di setiap hari ulang tahun tentunya yang baik-baik, semoga selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kesuksesan, kemudahan dan masih banyak lagi. Suku Jawa (Gresik) Tidak ada kebiasaan perayaan ulang tahun dan tidak juga mencuapkan selamat ulang tahun. Jika ada teman yang berulang tahun biasanya memberikan kado hanya pada ke orang tertentu saja. Suku Jawa (Surabaya) Ulang tahun di Surabaya bukan hanya untuk anak kecil saja tetapi saat menginjaj usia 17 tahun mereka merayakannya di restaurant, hotel dengan mengundang para sahabatnya. Acaranya biasanya dimulai sejak pukul tujuh malam hingga larut malam. Suku Jawa (Solo) Dalam perayaan ini suku jawa di Solo membuat nasi tumpeng dengan berbagai macam lauk pauknya. Setelah itu dibagikan kepada para tetanga sekitar rumahnya.
  • 7.
    1.4 Music Suku Melayu(Batam) Menurut narasumber tidak ada perbedaan yang signifikan dengan daerah-daerah lainnya. Selera musicnya sama yaitu seperti music pop, dangdut, rock, dan lain-lain. Suku Sikka (Maumere) Mayoritas masyarakat suku sikka jarang menikmati music dangdut. Mereka beranggapan music dangdut tidak sesuai dengan budaya suku sikka. Suku Sunda (Cirebon) Di pedesaan masih banyak para warga yang mendengarkan lagu-lagu sunda. Mereka mendengarkan lagu tersebut sambil melakukan aktifitas sehari-hari. Salah satu khas dari music sunda adalah bunyi seruling bambunya. Suku Sunda (Banten) Music tradisional dan music yang kekinian berkembang secara beriringan artinya meskipun music yang masa kini tumbuh pesat tapi masih banyak yang mendengarkan music tradisional. Suku Sunda (Kuningan) Banyak yang menyukai musik genre hip-hop, dan kpop non tradisional. Untuk musik tradisional hanya didengarkan sesekali jika ada yang mendengarkan di rumah dan acara tertentu.
  • 8.
    Suku Jawa (Gresik) Narasumbermenyukai genre pop dan akustik, sering mengarkannya ketika sedang mengerjakan tugas. Suku Jawa (Surabaya) Seiring dengan munculnya berbagai macam genre music tetapi genre yang sangat digandrungi oleh remaja Surabaya adalah edm. Music yang dikreasikan dengan remixan tiap-tiap orang menjadikan banyaknya variasi yang dapat dinikmati. Suku Jawa (Solo) Orang jawa khususnya Solo masih bangga dengan music daerah yang mereka miliki. Setiap kegiatan yang dilakukan selalu diiringi dengan mucic lagu jawa bahkan saat mereka bekerja di sawah. 1.5 Restaurant Suku Melayu (Batam) Karena dari segi geografis daerah ini menjadikanbanyaknya restaurant yangberada di daerah ini sebagian besar adalah restaurant yang memiliki menu olahan makanan laut (seafood) dengan sambal pedas. Suku Sikka (Maumere) Restaurant disana sebagian besar menunya adalah olahan ikan bakar. Letaknya yang dekat dengan sumber ikan menjadikan restaurant ini memiliki olahan ikan bakar yang berbagai macam variasi
  • 9.
    Suku Sunda (Cirebon) Nasilengko dan empal gentong merupakan makanan khas yang berasal dari Cirebon. Sehingga banyak restaurant disana yangselalu menyajikan menu tersebut. Suku Sunda (Banten) Rasa gurih dan manis merupakan ciri khas dari masakan yang berasal dari Banten. Restaurant disini banyak membungkus makanan tersebut dengan daun pisang. Suku Sunda (Kuningan) Restoran tradisional menjadi favorit, karena rasanya yang enak dan biasa dimakan sehari-hari. Jarang ditemukan restoran fastfood. Suku Jawa (Gresik) Restoran tradisional menjadi tempat favorit. Di daerah tersebut tidak banyak di jumpai restoran jenis fastfood. Suku Jawa (Surabaya) Makanan rujak cingur, soto ayam, dan bakso adalah makanan yang sering dijumpai saat kita memasuki restaurant di Surabaya. Banyak restaurant yang menyajikan dengan eksklusif tetapi harga masih relatif murah Suku Jawa (Solo) Bakso solo adalah makanan yang selalu dicari tetapi mudah ditemui. Bakso solo sangat berbeda dengan bakso lainnya dengan mie bihun dan potongan tulang rusuk dengan kaldu sapi yang kental.
  • 10.
    1.6 Internet Suku Melayu(Batam) Akses internet sudah merambah diberbagai daerah dan kecepatannya cukup stabil. Dampak positifnya mudah mendapatkan banyak informasi dan dampak negatifnya adalah malas untuk bersosialisasi. Suku Sikka (Maumere) Untuk sinyal 4G tidak merata didaerah tertentu sehingga kecepatannya kurang stabil. Dampak positifnya adalah mudah berkomunikasi dan dampak negatifnya yaitu memiliki ketergantungan yang tinggi. Suku Sunda (Cirebon) Menurut narasumber internet sudah merata di daerahnya tetapi untuk sinyal 4G baik dikota maupun di sekitarnya masih tidak ada. Dampak positifnya adalah hidup menjadi lebih mudah dan dampak negatifnya adalah banyak hal-hal yang negatif terdapat di internet. Suku Sunda (Banten) Memiliki jaringan akses internet yang sudah mencukupi. Memiliki dampak positif adalah memudahkan dalam mengakses segala hal dan negatifnya adalah sering menjadi malas. Suku Sunda (Suku Sunda (Kuningan)) Akses internet sudah cukup bagus, tetapi tidak semua jaringan dapat diakses karena di daerah saya termasuk daerah yang kurang atau sulit untuk mendapatkan sinyal. Dampak positif jadi lebih mudah berkomunikasi dan mengakses informasi
  • 11.
    dengan mudah. Dampaknegatifnya yaitu sudah menjadi ketergantungan terhadap internet. Suku Jawa (Gresik) Akses internet di daerah tersebut sudah memenuhi kebutuhan, namun terkadang sinyal nya masih kurang stabil. Manfaat internet yang dirasakan dalam diri adalah dengan internet kkita mudah mendapatkan informasi dan kita dengan mudah mendapatkan teman dari berbagai Negara, namun dengan internet kita menjadi tidak peka dengan lingkungan sekitar . Suku Jawa (Surabaya) Jaringan sudah sangat baik, untuk sinyal 4G sangat mudah ditemukan diberbagai tempat. Memiliki dampak positif yaitu banyaknya relasi yang kita punya dan negatifnya adalah kurang peduli dengan lingkungan. Suku Jawa (Solo) Diberbagai daerah pedasaan masih ada yang belum mendapatkan sinyal dan internet. Memiliki dampak positif untuk mencari sumber referensi dan dampak negatifnya adalah sering lupa waktu.
  • 12.
    2.1 Imagine youare a consultant working with your state or province’s tourism agency. And what would you recommend if China and Netherlands were two target markets? Jika wisatawan asing dari China ini berkunjung ke daerah saya akan saya ajak ke tempat wisata seperti - Taman safari dan taman nasional : Karena beragam jenis flora dan fauna yang berbeda dari negaranya - Wisata Kuliner : Berbedanya masakan di setiap negara membuat penasaran tiap wisatawan - Pantai : Karena negara China yang memiliki sedikit pantai membuat penasaran para wisatawan untuk mengunjunginya dengan berbagai karakteristik pantai di Indonesia yang unik dan menarik Jika wisatawan asing dari Belanda ini berkunjung ke daerah saya akan saya ajak ke tempat wisata seperti - Taman safari dan taman nasional : Karena beragam jenis flora dan fauna yang berbeda dari negaranya - Wisata Kuliner : Berbedanya masakan di setiap negara membuat penasaran tiap wisatawan - Tempat bersejarah : Mengenang pada masa penjajahan dan peninggalan era kolonial Belanda - Pegunungan : Banyaknya gunung di Indonesia pasti akan membuat pengalaman liburan mereka menjadi seru