TRANSFER
ELEKTRON
KELOMPOK 2
Tujuan Transfer Elektron
adalah untuk menghasilkan
menghasilkan H2O dan
Energi (ATP)
Rantai Transfer Elektron adalah
tahapan terakhir dari reaksi
respirasi aerob
Transfer Elektron sering disebut
juga sistem rantai respirasi atau
sistem oksidasi terminal
Transfer Elektron berlangsung pada krista
(membran dalam) dalam mitokondria.
koenzim A dan Q, sitokrom a, sitokrom a3,
sitokrom b, sitokrom c, sitokrom c1 dan
flavoprotein,
NADH FADH2
TAHAPAN TRANSFER ELEKTRON
 Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah
dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2
molekul.
 Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul
NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut
mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut.
 Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3
ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi
FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan
kira-kira 34 ATP.
10 NADH + 5O2 10 NAD + 10 H2O
2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O
 Ditambah dari hasil Glikolisis (2 ATP) dan siklus Krebs
(2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi
seluler menghasilkan total 38 ATP
 Jadi selama reaksi oksidasi dari 1 molekul glukosa
dapat dihasilkan 38 ATP, terdiri atas 2 ATP dari
glikolisis, 2 ATP dari dekarboksilasi oksidatif dan 6 ATP
dari siklus Krebs (berasal dari 10 NADH2) serta 4 ATP
dari siklus Krebs (berasal dari FADH2).
THANKS!!
TAHAPAN TRANSFER ELEKTRON
 Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi
yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q.
 Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup
besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.
 Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron,
koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+.
 Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari
proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk
menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.
 Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai
transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen,
yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan
akseptor terakhir elektron.
 Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan
ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O).
 Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat
menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP.
 Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan
ATP.
TAHAPAN TRANSFER ELEKTRON
10 NADH + 5O2 10 NAD + 10 H2O
2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O
• Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah
dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul.
• Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan
kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai
reaksi berikut.
• Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan
kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam
transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP.
• Ditambah dari hasil Glikolisis (2 ATP) dan siklus Krebs (2
ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler
menghasilkan total 38 ATP
• Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP.
Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan
transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi
seluler adalah 36 ATP.

TRANSFER ELEKTRON

  • 1.
  • 2.
    Tujuan Transfer Elektron adalahuntuk menghasilkan menghasilkan H2O dan Energi (ATP) Rantai Transfer Elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob Transfer Elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal Transfer Elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria.
  • 3.
    koenzim A danQ, sitokrom a, sitokrom a3, sitokrom b, sitokrom c, sitokrom c1 dan flavoprotein, NADH FADH2
  • 4.
  • 5.
     Sejak reaksiglikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul.  Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut.  Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. 10 NADH + 5O2 10 NAD + 10 H2O 2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O
  • 6.
     Ditambah darihasil Glikolisis (2 ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP  Jadi selama reaksi oksidasi dari 1 molekul glukosa dapat dihasilkan 38 ATP, terdiri atas 2 ATP dari glikolisis, 2 ATP dari dekarboksilasi oksidatif dan 6 ATP dari siklus Krebs (berasal dari 10 NADH2) serta 4 ATP dari siklus Krebs (berasal dari FADH2).
  • 7.
  • 8.
    TAHAPAN TRANSFER ELEKTRON Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q.  Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.  Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+.  Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.
  • 9.
     Kemudian sitokromc mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron.  Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O).  Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP.  Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP. TAHAPAN TRANSFER ELEKTRON
  • 10.
    10 NADH +5O2 10 NAD + 10 H2O 2 FADH2 + O2 2 FAD + 2H2O • Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul. • Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami oksidasi sesuai reaksi berikut. • Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH2. Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP. • Ditambah dari hasil Glikolisis (2 ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP • Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP. Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi seluler adalah 36 ATP.

Editor's Notes

  • #3 Pada saaat masuk ke rantai transfer electron, molekul tersebut mengalami rangkaian reaksi oksidasi-reduksi (redoks) yang terjadi berantai dengan melibatkan beberapa zat perantara untuk menghasilkan ATP dan H2O
  • #4 Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs Molekul lain yang juga berperan adalah, koenzim A dan Q, sitokrom a, sitokrom a3, sitokrom b, sitokrom c, sitokrom c1 dan flavoprotein, Semua zat ini berfungsi sebagai pembawa hydrogen/pembawa electron (electron carriers)
  • #5 Pertama-tama, NADH dan FADH2 mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q. Energi yang dihasilkan ketika NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2 ion H+. Setelah itu sitokrom b dioksidasi oleh sitokrom c. Energi yang dihasilkan dari proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP. Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron. Sitokrom a ini kemudian akan dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir elektron. Setelah menerima elektron dari sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O). Oksidasi yang terakhir ini lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP. Jadi, secara keseluruhan ada tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP.
  • #6 Pada saaat masuk ke rantai transfer electron, molekul tersebut mengalami rangkaian reaksi oksidasi-reduksi (redoks) yang terjadi berantai dengan melibatkan beberapa zat perantara untuk menghasilkan ATP dan H2O