Beberapa tips menjadi 
pembicara presentasi interaktif 
adalah sebagai berikut :
Ikuti rencana presentasi dan siapkan 
catatan khusus/penting yang meliputi 
pembuka, materi penyajian, penutup 
presentasi, peralatan audiovisual, 
ringkasan presentasi.
Advokator/ penyaji hendaknya menggunakan kata-kata 
dan pernyataan-pernyataan yang telah dikenal, menjelaskan 
istilah-istilah yang baru dan membina komunikasi dengan 
audience selama presentasi berlangsung.
Mempertahankan kontak mata dengan 
audience, Kontak mata memungkinkan 
pembicara dapat menangkap respon 
audience serta menilai tingkat pemahaman 
mereka, menunjukkan perhatian dan 
menciptakan suasana positif.
Melantangkan suara sehingga suara 
pembicara dapat mencapai seluruh isi 
ruangan. 
Hindarkan intonasi monoton karena 
dapat membuat audience mengantuk atau 
jenuh. 
Atur volume, irama dan intonasi secara 
variatif untuk mempertahankan perhatian 
audience.
Hindarkan pengulangan kebiasaan, 
kata-kata, ungkapan atau isyarat yang 
dapat menggangu audience .
Upayakan agar audience tetap 
antusias selama presentasi. Antusias 
dapat ditunjukkan dari sikap ceria, 
bersemangat, memperhatikan, 
menanggapi dan berinteraksi, dll.
Gunakan alat bantu audiovisual yang tepat dan menarik 
selama presentasi berlangsung.
Berikan umpan balik yang positif kepada audience 
selama penyajian. Contoh : “Terima kasih untuk 
menceritakan pengalaman anda”
Gunakan humor 
secara positif
Melakukan perpindahan antara 
dua topik secara lembut.
Berlaku sebagai model ideal bagi suatu peran. Menjadi 
teladan dalam berpakaian, antusiasme, datang tepat 
waktu dan selesai tepat waktu.

tips menjadi persenter interaktif

  • 1.
    Beberapa tips menjadi pembicara presentasi interaktif adalah sebagai berikut :
  • 2.
    Ikuti rencana presentasidan siapkan catatan khusus/penting yang meliputi pembuka, materi penyajian, penutup presentasi, peralatan audiovisual, ringkasan presentasi.
  • 3.
    Advokator/ penyaji hendaknyamenggunakan kata-kata dan pernyataan-pernyataan yang telah dikenal, menjelaskan istilah-istilah yang baru dan membina komunikasi dengan audience selama presentasi berlangsung.
  • 4.
    Mempertahankan kontak matadengan audience, Kontak mata memungkinkan pembicara dapat menangkap respon audience serta menilai tingkat pemahaman mereka, menunjukkan perhatian dan menciptakan suasana positif.
  • 5.
    Melantangkan suara sehinggasuara pembicara dapat mencapai seluruh isi ruangan. Hindarkan intonasi monoton karena dapat membuat audience mengantuk atau jenuh. Atur volume, irama dan intonasi secara variatif untuk mempertahankan perhatian audience.
  • 6.
    Hindarkan pengulangan kebiasaan, kata-kata, ungkapan atau isyarat yang dapat menggangu audience .
  • 7.
    Upayakan agar audiencetetap antusias selama presentasi. Antusias dapat ditunjukkan dari sikap ceria, bersemangat, memperhatikan, menanggapi dan berinteraksi, dll.
  • 8.
    Gunakan alat bantuaudiovisual yang tepat dan menarik selama presentasi berlangsung.
  • 9.
    Berikan umpan balikyang positif kepada audience selama penyajian. Contoh : “Terima kasih untuk menceritakan pengalaman anda”
  • 10.
  • 11.
    Melakukan perpindahan antara dua topik secara lembut.
  • 12.
    Berlaku sebagai modelideal bagi suatu peran. Menjadi teladan dalam berpakaian, antusiasme, datang tepat waktu dan selesai tepat waktu.