MATA KULIAH
METODE PENELITIAN PENDIDIKAN
.
TEKNIK SAMPLING
Oleh
Marfita Ike Prajayana NIM
202320660111128
Putri Dwi Yuliana
NIM 202320660111129
.
Dosen: Dr. Erna Yayuk, M.Pd
Pengertian Sampling dalam
Penelitian Pendidikan
Sampling dalam penelitian pendidikan merupakan
proses pemilihan sampel dari populasi yang akan diteliti.
Pengertian teknik pengambilan sampel menurut Sugiyono (2001) adalah:
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel
(Sugiyono, 2001: 56).
Pengertian teknik pengambilan sampel menurut Margono (2004) adalah:
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang
jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan
dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-
sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.
Tujuan Penggunaan Teknik
Sampling
Representatif
Memastikan sampel mewakili
populasi dengan baik.
Kevalidan
Menjamin data yang dikumpulkan
valid dan dapat dipercaya.
Generalisasi
Memungkinkan hasil penelitian diterapkan pada populasi yang lebih luas.
JENIS-JENIS TEKNIK SAMPLING
PROBABILITY
DAN
NON PROBABILITY
.
JENIS-JENIS TEKNIK SAMPLING
Probability Sampling
•simple random sampling,
•stratified random sampling,
•systematic sampling
•multi-stage sampling, dan
•area atau cluster sampling
.
PROBABILITY SAMPLING
pling adalah metode atau pengambilan sampel dengan cara acak sehingga semua orang
dalam populasi memiliki kemungkinan dijadikan sampel oleh peneliti
el Acak Sederhana (Simple Random sampling)
an pemilihan sampel secara acak dari populasi tanpa bias.
ngambilan sampel probabilitas yang paling dasar dan mudah.
el acak bertingkat (Proportionate stratified random sampling)
an pembagian populasi menjadi subkelompok atau strata dan memilih sampel acak dari setiap strata.
la populasinya heterogen dan Anda ingin memastikan bahwa sampel mewakili subkelompok yang berbeda.
el acak bertingkat kurang proporsional (Disproportionate stratified random sampling)
untuk menentukan jumlah sample bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional
stematik. Teknik dilakukan dengan menggunakan interval dalam memilih sampel penelitian.
h mengurutkan populasi terlebih dahulu.
dengan membagi jumlah populasi dengan sampel yang dibutuhkan
ng)
an pembagian populasi menjadi beberapa kelompok atau cluster dan kemudian secara acak memilih beberapa cluster tersebut.
ng Teknik ini berguna ketika populasi tersebar di wilayah geografis yang luas.
in atau tidak praktis untuk mensurvei semua orang.
ed, cluster, dan simple random sampling. Biasanya multi stage sampling dilakukan kepada populasi yang jumlahnya sangat besar
.
Teknik Sampling Acak
Sederhana
Teknik sampling acak sederhana adalah metode
pengambilan sampel acak tanpa
memperhatikan strata atau kelompok
tertentu. Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk
dipilih sebagai sampel.
Teknik Sampling Acak Bertingkat
Pengertian
Metode sampling yang mengelompokkan populasi dan
memilih sampel secara bertingkat.
.
Teknik Sampling Acak Bertingkat tidak Proposio
Pengertian
Pengambilan Sampel Bertingkat yang Tidak Proporsional
Pengambilan sampel disproporsional adalah prosedur di mana jumlah elemen yang dimasukkan dalam
sampel dari setiap strata tidak sebanding dengan keterwakilannya dalam total populasi. Unsur-unsur
populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel. Fraksi sampling yang
sama tidak berlaku untuk setiap strata
Misalnya pegawai dari PT tertentu mempunyai mempunyai 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90
orang lulusan S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka 3 orang lulusan S3 dan empat
orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok itu terlalu kecil bila dibandingkan
denan kelompok S1, SMU dan SMP.
.
Teknik Sampling Sistematis
Pengertian Teknik dilakukan dengan menggunakan interval dalam memilih sampel penelitian.
Langkah pertama adalah mengurutkan populasi terlebih dahulu.
Kemudian cari interval dengan membagi jumlah populasi dengan sampel yang dibutuhkan
.
Teknik Sampling Cluster
Pengertian Cluster sampling biasanya menganalisis suatu populasi tertentu
yang sampelnya terdiri dari lebih dari beberapa elemen:
misalnya kota, keluarga, universitas, dan sebagainya
.
Teknik Multi stage Sampling
Teknik ini berguna ketika populasi tersebar di wilayah geografis yang luas.
Namun tidak mungkin atau tidak praktis untuk mensurvei semua orang.
gabungan antara stratified, cluster, dan simple random sampling.
Biasanya multi stage sampling dilakukan kepada populasi yang jumlahnya sangat besar
.
NON-PROBABILITY SAMPLING
Sampling Kuota
Sampling Incidental
Proposive Sampling
Snowbal Sampling
.
Non-probability sampling adalah teknik pengambilan
sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sampel.
Pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas
kemungkinan yang dapat diperhitungkan, tetapi
semata mata, hanya berdasarkan pada segi
kepraktisan.
Teknik Sampling Kuota
Quota sampling : teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri ciri tertentu
sampai jumlah kuota yang diinginkan. Teknik ini bergantung pada kuota yang sudah ditentukan
sebelumnya. Peneliti cukup menentukan sampel yang menurutnya representatif. Selain itu, proporsi
dari jenis data tertentu perlu juga untuk dipertimbangkan.
Sampel diambil dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang
diinginkan.
Teknik Sampling Kuota
Contoh
1. Peneliti akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan
RSUD Cepu, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Apabila pengumpulan datanya
belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai,
karena belum memenuhi kuota yang diinginkan.
2. Pengambilan sampel dari 100 bidan PNS. Jika kuota sampel yang dibutuhkan adalah 100
bidan, maka pengambilan sampel dapat dilakukan dengan memilih sampel secara bebas
dengan karakteristik yang telah ditentukan peneliti.
Teknik Sampling Incidental
Teknik penarikan sampel ini didasarkan pada kemudahan.
Sampel dapat terpilih karena berada pada waktu, situasi
dan tempat yang tepat.
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu
siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu
dengan peneliti dapat digunakan sampel. Cara ini cocok
untuk penelitian yang sifatnya umum.
Teknik Sampling Incidental
Misalnya
1. Mengukur kepuasan warga Jakarta kepada fasilitas
transportasi. Jadi peneliti bisa berjaga di sekitar stasiun
dan halte kemudian menanyai orang-orang yang
menggunakan fasilitas tersebut.
2. Peneliti ingin mengetahui minat siswa untuk
mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan
sampel, peneliti memberikan angket kepada para
pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai
sampel.
Proposive Sampling
Proposive sampling adalah teknik non-probabilitas
yang sering digunakan karena kemudahannya.
 Teknik pengambilan sampel dengan
pertimbangan pertimbangan tertentu
 Langkah awal yang harus dilakukan adalah
menentukan kriteria sampel yang sesuai dengan
penelitian.
 Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran
aktif, maka sampel yang dipilih yaitu resonden
yang ahli dalam bidang pembelajaran aktif misal
guru, wakil kepala sekolah, kurikulum, dll
Proposive Sampling
Contohnya
 Kita ingin meneliti penyakit kanker serviks. Kriteria
terdiri dari pasien kanker serviks, rentang usia misal
18-30 tahun, serta sudah memiliki suami.
 Penelitian untuk meneliti sikap mahasiswa kebidanan
terhadap peraturan pemerintah mengenai UU
Kesehatan. Maka dipilih beberapa Perguruan Tinggi
yang dianggap dapat mewakili berdasarkan
penyelidikan dan kenyataan sebelumnya.
Snowbal Sampling
 Snowball sampling dikenal pula dengan sebutan bola salju.
 Teknik penentuan sampel yang mula mula jumlahnya kecil,
kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding
lama lama akan menjadi besar.
 Digunakan jika peneliti tidak mempunyai informasi tentang
anggota populasi.
 Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang sensitive
atau rahasia. Misalnya tentang jaringan peredaran narkoba
 Dalam penentuan sampel, pertama tama dipilih satu atau dua
orang, tetapi karena dua orang ini belum merasa lengkap
terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang
lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data
yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya
sehingga jumlah sampel menjadi banyak.
Pengambilan sampel non-probabilitas Pengambilan sampel probabilitas
Pemilihan sampel berdasarkan penilaian
subjektif peneliti.
Sampel dipilih secara acak.
Tidak semua orang mempunyai kesempatan
yang sama untuk berpartisipasi.
Setiap orang dalam populasi mempunyai
peluang yang sama untuk terpilih.
Peneliti tidak mempertimbangkan bias
pengambilan sampel.
Digunakan ketika bias pengambilan sampel
harus dikurangi.
Berguna ketika populasi mempunyai ciri-ciri
yang serupa.
Berguna ketika populasinya beragam.
Sampel tidak mewakili populasi secara akurat.
Digunakan untuk membuat sampel yang
akurat.
Mencari responden itu mudah.
Menemukan responden yang tepat tidaklah
mudah.
Perbedaan Pengambilan Sampel Non-Probabilitas
dan Pengambilan Sampel Probabilitas
Kelebihan dan Kelemahan Teknik
Sampling
Kelebihan Teknik Sampling
Menghasilkan data yang
representatif dari populasi.
Kelemahan Teknik Sampling
Memungkinkan adanya kesalahan
dalam pemilihan sampel yang
dapat memengaruhi validitas
hasil.
TERIMA KASIH
Daftra Pustaka:
Alfindasari, Dessy. 2014. Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif
https://www.statistikian.com/2017/06/teknik-sampling-dalam-penelitian.html
https://gamastatistika.com/2019/09/20/jenis-jenis-teknik-sampling-dalam-penelitian/
https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/macam-teknik-sampling?page=all
https://penerbitdeepublish.com/probability-sampling/

TEKNIK SAMPLING_MARFITA & PUTRI_KEL 4.pptx

  • 1.
    MATA KULIAH METODE PENELITIANPENDIDIKAN . TEKNIK SAMPLING Oleh Marfita Ike Prajayana NIM 202320660111128 Putri Dwi Yuliana NIM 202320660111129 . Dosen: Dr. Erna Yayuk, M.Pd
  • 2.
    Pengertian Sampling dalam PenelitianPendidikan Sampling dalam penelitian pendidikan merupakan proses pemilihan sampel dari populasi yang akan diteliti. Pengertian teknik pengambilan sampel menurut Sugiyono (2001) adalah: Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel (Sugiyono, 2001: 56). Pengertian teknik pengambilan sampel menurut Margono (2004) adalah: Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat- sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.
  • 3.
    Tujuan Penggunaan Teknik Sampling Representatif Memastikansampel mewakili populasi dengan baik. Kevalidan Menjamin data yang dikumpulkan valid dan dapat dipercaya. Generalisasi Memungkinkan hasil penelitian diterapkan pada populasi yang lebih luas.
  • 4.
  • 5.
    JENIS-JENIS TEKNIK SAMPLING ProbabilitySampling •simple random sampling, •stratified random sampling, •systematic sampling •multi-stage sampling, dan •area atau cluster sampling .
  • 6.
    PROBABILITY SAMPLING pling adalahmetode atau pengambilan sampel dengan cara acak sehingga semua orang dalam populasi memiliki kemungkinan dijadikan sampel oleh peneliti el Acak Sederhana (Simple Random sampling) an pemilihan sampel secara acak dari populasi tanpa bias. ngambilan sampel probabilitas yang paling dasar dan mudah. el acak bertingkat (Proportionate stratified random sampling) an pembagian populasi menjadi subkelompok atau strata dan memilih sampel acak dari setiap strata. la populasinya heterogen dan Anda ingin memastikan bahwa sampel mewakili subkelompok yang berbeda. el acak bertingkat kurang proporsional (Disproportionate stratified random sampling) untuk menentukan jumlah sample bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional stematik. Teknik dilakukan dengan menggunakan interval dalam memilih sampel penelitian. h mengurutkan populasi terlebih dahulu. dengan membagi jumlah populasi dengan sampel yang dibutuhkan ng) an pembagian populasi menjadi beberapa kelompok atau cluster dan kemudian secara acak memilih beberapa cluster tersebut. ng Teknik ini berguna ketika populasi tersebar di wilayah geografis yang luas. in atau tidak praktis untuk mensurvei semua orang. ed, cluster, dan simple random sampling. Biasanya multi stage sampling dilakukan kepada populasi yang jumlahnya sangat besar .
  • 7.
    Teknik Sampling Acak Sederhana Tekniksampling acak sederhana adalah metode pengambilan sampel acak tanpa memperhatikan strata atau kelompok tertentu. Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
  • 8.
    Teknik Sampling AcakBertingkat Pengertian Metode sampling yang mengelompokkan populasi dan memilih sampel secara bertingkat. .
  • 9.
    Teknik Sampling AcakBertingkat tidak Proposio Pengertian Pengambilan Sampel Bertingkat yang Tidak Proporsional Pengambilan sampel disproporsional adalah prosedur di mana jumlah elemen yang dimasukkan dalam sampel dari setiap strata tidak sebanding dengan keterwakilannya dalam total populasi. Unsur-unsur populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel. Fraksi sampling yang sama tidak berlaku untuk setiap strata Misalnya pegawai dari PT tertentu mempunyai mempunyai 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka 3 orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok itu terlalu kecil bila dibandingkan denan kelompok S1, SMU dan SMP. .
  • 10.
    Teknik Sampling Sistematis PengertianTeknik dilakukan dengan menggunakan interval dalam memilih sampel penelitian. Langkah pertama adalah mengurutkan populasi terlebih dahulu. Kemudian cari interval dengan membagi jumlah populasi dengan sampel yang dibutuhkan .
  • 11.
    Teknik Sampling Cluster PengertianCluster sampling biasanya menganalisis suatu populasi tertentu yang sampelnya terdiri dari lebih dari beberapa elemen: misalnya kota, keluarga, universitas, dan sebagainya .
  • 12.
    Teknik Multi stageSampling Teknik ini berguna ketika populasi tersebar di wilayah geografis yang luas. Namun tidak mungkin atau tidak praktis untuk mensurvei semua orang. gabungan antara stratified, cluster, dan simple random sampling. Biasanya multi stage sampling dilakukan kepada populasi yang jumlahnya sangat besar .
  • 13.
    NON-PROBABILITY SAMPLING Sampling Kuota SamplingIncidental Proposive Sampling Snowbal Sampling . Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas kemungkinan yang dapat diperhitungkan, tetapi semata mata, hanya berdasarkan pada segi kepraktisan.
  • 14.
    Teknik Sampling Kuota Quotasampling : teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Teknik ini bergantung pada kuota yang sudah ditentukan sebelumnya. Peneliti cukup menentukan sampel yang menurutnya representatif. Selain itu, proporsi dari jenis data tertentu perlu juga untuk dipertimbangkan. Sampel diambil dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
  • 15.
    Teknik Sampling Kuota Contoh 1.Peneliti akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan RSUD Cepu, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Apabila pengumpulan datanya belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang diinginkan. 2. Pengambilan sampel dari 100 bidan PNS. Jika kuota sampel yang dibutuhkan adalah 100 bidan, maka pengambilan sampel dapat dilakukan dengan memilih sampel secara bebas dengan karakteristik yang telah ditentukan peneliti.
  • 16.
    Teknik Sampling Incidental Teknikpenarikan sampel ini didasarkan pada kemudahan. Sampel dapat terpilih karena berada pada waktu, situasi dan tempat yang tepat. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sampel. Cara ini cocok untuk penelitian yang sifatnya umum.
  • 17.
    Teknik Sampling Incidental Misalnya 1.Mengukur kepuasan warga Jakarta kepada fasilitas transportasi. Jadi peneliti bisa berjaga di sekitar stasiun dan halte kemudian menanyai orang-orang yang menggunakan fasilitas tersebut. 2. Peneliti ingin mengetahui minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan sampel, peneliti memberikan angket kepada para pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai sampel.
  • 18.
    Proposive Sampling Proposive samplingadalah teknik non-probabilitas yang sering digunakan karena kemudahannya.  Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan pertimbangan tertentu  Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan kriteria sampel yang sesuai dengan penelitian.  Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran aktif, maka sampel yang dipilih yaitu resonden yang ahli dalam bidang pembelajaran aktif misal guru, wakil kepala sekolah, kurikulum, dll
  • 19.
    Proposive Sampling Contohnya  Kitaingin meneliti penyakit kanker serviks. Kriteria terdiri dari pasien kanker serviks, rentang usia misal 18-30 tahun, serta sudah memiliki suami.  Penelitian untuk meneliti sikap mahasiswa kebidanan terhadap peraturan pemerintah mengenai UU Kesehatan. Maka dipilih beberapa Perguruan Tinggi yang dianggap dapat mewakili berdasarkan penyelidikan dan kenyataan sebelumnya.
  • 20.
    Snowbal Sampling  Snowballsampling dikenal pula dengan sebutan bola salju.  Teknik penentuan sampel yang mula mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding lama lama akan menjadi besar.  Digunakan jika peneliti tidak mempunyai informasi tentang anggota populasi.  Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang sensitive atau rahasia. Misalnya tentang jaringan peredaran narkoba  Dalam penentuan sampel, pertama tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya sehingga jumlah sampel menjadi banyak.
  • 21.
    Pengambilan sampel non-probabilitasPengambilan sampel probabilitas Pemilihan sampel berdasarkan penilaian subjektif peneliti. Sampel dipilih secara acak. Tidak semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Setiap orang dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih. Peneliti tidak mempertimbangkan bias pengambilan sampel. Digunakan ketika bias pengambilan sampel harus dikurangi. Berguna ketika populasi mempunyai ciri-ciri yang serupa. Berguna ketika populasinya beragam. Sampel tidak mewakili populasi secara akurat. Digunakan untuk membuat sampel yang akurat. Mencari responden itu mudah. Menemukan responden yang tepat tidaklah mudah. Perbedaan Pengambilan Sampel Non-Probabilitas dan Pengambilan Sampel Probabilitas
  • 22.
    Kelebihan dan KelemahanTeknik Sampling Kelebihan Teknik Sampling Menghasilkan data yang representatif dari populasi. Kelemahan Teknik Sampling Memungkinkan adanya kesalahan dalam pemilihan sampel yang dapat memengaruhi validitas hasil.
  • 23.
  • 24.
    Daftra Pustaka: Alfindasari, Dessy.2014. Teknik Sampling Pada Penelitian Kualitatif https://www.statistikian.com/2017/06/teknik-sampling-dalam-penelitian.html https://gamastatistika.com/2019/09/20/jenis-jenis-teknik-sampling-dalam-penelitian/ https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/macam-teknik-sampling?page=all https://penerbitdeepublish.com/probability-sampling/