SlideShare a Scribd company logo
KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN DIARE
disampaikan pada
Pertemuan Sosialisasi Pencatatan dan Pelaporan Program Diare
TUJUAN PENGENDALIAN &
PENCEGAHAN
TUJUAN UMUM
Melaksanakan kegiatan pengendalian diare, secara
berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang
optimal
TUJUAN KHUSUS
• Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
• Mencegah terjadinya penularan
• Menurunkan angka kesakitan dan kematian
BESARAN MASALAH DIARE
DIARE :
• Diare, merupakan salah satu penyebab
kematian utama pada bayi dan balita
(Riskesdas 2007)
• Jumlah tersebut diperparah dengan terjadinya
KLB Diare, sehingga perlu peningkatan SKD
KLB Diare
DIARE PENYEBAB KEMATIAN NO. 1
PADA BAYI DAN BALITA
(Riskesdas 2007)
29 – 11 bulan
1 – 4 tahun
POTRET SANITASI INDONESIA
Tidak
menggunakan
air bersih
terlindungi
42,5%
MCK yang tidak
berfungsi
Belum
Mendapat
Layanan
Pengelolaan
Sampah
76,6%
Jamban tidak
sanitair
Tidak melakukan CTPS
pada 5 waktu penting
81,5%
49,5
%
20,9%
Sumber Data : Hasil Kajian Environmental Health Risk
Assesment (EHRA) Tahun 2012-2013
SASARAN STRATEGIS P ISP (DIARE)
1. Meningkatnya kab/kota yang melaksanakan
advokasi dan atau sosialisasi sebesar 90%
pada tahun 2019.
2. Meningkatnya kab/kota yang mempunyai
LROA menjadi 90% pada tahun 2019.
3. Meningkatnya kab/kota yang melaksanakan
SKD KLB sebesar 90% pada tahun 2019
B. INDIKATOR KEGIATAN ISP ( DIARE)
LANGKAH SELANJUTNYA
(DIARE)
 Advokasi dan Sosialisasi
 Aktifasi Layanan Rehidrasi Oral
 Peningkatan kapasitas SDM
 SKD KLB
 Meningkatkan jejaring kemitraan dengan profesi,
akademisi, LSM, LS/LP, swasta
TATALAKSANA DIARE
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
?
Perubahan
konsistensi
dan frekuensi
 cair
  3x/ hari
 < 7 hari
Buang air besar dengan konsistensi yang
lebih lunak atau cair yang terjadi dengan
frekuensi 3 kali atau lebih dalam 24 jam
• Berdasarkan lama berlangsungnya :
– Diare akut
• Diare yang berlangsung dalam waktu < 14 hari
– Diare persisten
• Diare yang berlangsung dalam waktu ≥ 14 hari
Diare disertai darah  Diare disentri
ETIOLOGI DIARE
Infeksi
Malabsorpsi
Keracunan
makanan
Gangguan
kekebalan
tubuh
Masalah lain
Alergi
• Virus
• Bakteri
• Parasit
Karbohidrat
Alergi susu sapi
Paling sering:
Rotavirus
50-60%
AIDS
Sindroma usus
pendek
Diagnosis
Diare
Laboratorium
Pemeriksaan
Fisik
Anamnesis
• Lama, frekuensi dan volume
diare
• Konsistensi tinja, warna, bau,
lendir
• Muntah  volume dan frekuensi
• Buang air kecil
• Makanan dan minuman selama
diare
• Gejala lain (panas, batuk, pilek,
campak)
• Tindakan yang telah dilakukan
• Berat badan
• Tanda vital
• Tanda dehidrasi
• Tanda tambahan
• Pernapasan cepat dan dalam, bising
usus menurun, perianal rash
• Feses rutin
• Dehidrasi berat  lab
lengkap (darah, feses)
Adaptasi dari MTBS, Depkes 2007
Hanya untuk kalangan medis
Diare akut
(<14 hari)
Bagaimana cara menanganinya ??
18
Hanya
untuk
kalangan
medis
TATALAKSANA WHO
• Rehidrasi oral
1
• Zinc diberikan 10-14 hari
2
• ASI dan makanan lain tetap diteruskan
3
• Antibiotik selektif
4
• Nasehat dan penyuluhan pada orang tua
5
DIARE TANPA DEHIDRASI :
RENCANA TERAPI A
Pengobatan di rumah
1. Berikan cairan lebih banyak dari biasanya untuk mencegah
dehidrasi: oralit, air tajin, kuah sayur
atau jumlah cairan setiap BAB :
– < 2 tahun : 50-100 ml
– 2-10 tahun : 100-200 ml
2. Makanan /ASI tetap diteruskan
3. Bawa ke fasilitas kesehatan bila ditemukan :
– Diare bertambah cair
– Muntah – muntah
– Panas badan
– Sangat haus
– Tidak mau makan atau minum
– Diare berdarah
DIARE DEHIDRASI RINGAN-SEDANG :
RENCANA TERAPI B
• Diatasi di sarana kesehatan
• Rehidrasi oral dengan oralit
• Jumlah oralit :
75 ml/kg dalam 4 jam pertama
Atau
< 1 tahun : 300 ml
1-5 tahun : 600 ml
> 5 tahun : 1200 ml
Dewasa : 2400 ml
Berat badan
tidak diketahui
PERBEDAAN ORALIT LAMA DAN BARU
(OSMOLARITAS RENDAH)
Lebih mendekati osmolaritas plasma
Kurang berisiko hipernatremia dan
kurang bersifat menarik cairan
intraseluler dalam lumen usus
Mengurangi pengeluaran
cairan diare
Natrium
(mmol/L)
Kalium
(mmol/L)
Sitrat
(mmol/L
)
Klorida
(mmol/
L)
Glukosa
(mmol/L)
Osmolaritas
(mOsm/L)
Oralit
Lama
90 20 10 80 111 311
Oralit
Baru
75 20 10 65 75 245
DIARE DEHIDRASI BERAT :
RENCANA TERAPI C
• Dirawat di pelayanan kesehatan
• Rehidrasi intravena: Ringer laktat
Usia 30 ml/kgBB 70 ml/kgBB
Usia < 1 tahun 1 jam 5 jam
Usia ≥ 1 tahun ½ jam 2 ½ jam
Dinilai tiap 15-30 menit:
• Bila belum membaik  cairan dipercepat  dinilai kembali
• Bila anak sudah mau minum beri oralit 5 ml/kg /jam
Nilai kembali derajat dehidrasi:
• Bayi (setelah 6 jam)
• Balita (setelah 3 jam)
Ikuti arah anak panah, Bila jawaban dari pertanyaan YA teruskan kekanan
Bila TIDAK, teruskan kebawah
Dapatkah saudara
memberikan cairan
intravena ( IV ) ?
TIDAK
 Mulai diberi cairan IV segera. Bila penderita bisa
minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai
 Beri 100 ml/kg cairan Ringer Laktat atau NaCl 0.9%
(bila RL tdk ada) dibagi sbb:
 Diulangi lagi bila denyut nadi masih lemah atau tidak
teraba
Umur Pemberian 1
30 ml/kg
Kemudian
70 ml/kg dlm
Bayi < 1 thn 1 jam* 5 jam
Anak = 1 thn ½ jam 2 ½ jam
YA
 Tiap 15-30 menit nilai kembali: bila nadi belum teraba,
percepat tetesan IV
 Beri oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya
setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak)
 Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi dehidrasi 
pilih rencana terapi yg sesuai (A,B atau C)
Adakah terapi terdekat
(dalam 30 menit) YA
TIDAK
 Kirim penderita untuk terapi intravena
 Bila penderita bisa minum, sediakan oralit dan
tunjukkan cara memberikannya selama di perjalanan
Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit. Berikan 20
ml/kg/jam selama 6 jam (total 12 ml/kg)
Nilailah penderita tiap 15-30 menit :
 Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-
pelan
 Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam rujuk penderita
untuk terapi IV
Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana terapi
yang sesuai
Apakah saudara
dapat
menggunakan pipa
nasogastrik untuk
rehidrasi
YA
Mulai rehidrasi melalui pipa nasogastrik dengan oralit.
Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam ( total 120ml/kg)
Nilailah penderita tiap 1-2 jam :
• Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan-
pelan
• Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, rujuk
penderita untuk terapi IV
Setelah 6 jam nilai kembali kondisi penderita dan pilih
rencana terapi yang sesuai
TIDAK
Apakah penderita bisa
minum?
YA
PEMBERIAN ZINC
- Memperpendek lamanya diare
- Mengurangi tingkat keparahan diare
- Mencegah terjadinya diare kembali dalam
2 – 3 bulan berikutnya
Memperpendek masa rawat inap dan mengurangi
penggunaan antibiotik yang tidak perlu
Dosis
-< 6 bulan  10 mg
-> 6 bulan  20 mg
selama 10-14 hari
Fungsi Biologis Zinc
• Meningkatkan imunitas dan resistensi
mukosa usus terhadap infeksi
• Bekerja sebagai antioksidan yang penting
dan mempertahankan integritas membran
seluler
• Mempercepat perbaikan barier mukosa
• Merangsang produksi antibodi untuk
melawan patogen usus
ANTIBIOTIK
• Hanya diberikan bila ada indikasi
Sebagian besar diare infeksi disebabkan
Rotavirus (tidak perlu antibiotik)
Memperpanjang
diare
Mempercepat
resistensi
kuman
Menambah biaya
pengobatan
Antibiotik
tidak
rasional
ANTIBIOTIK PADA DIARE
Penyebab Antibiotik Pilihan Antibiotik Alternatif
Kolera Tetrasiklin 12,5 mg/kgBB
4x sehari (3 hari)
Eritromisin 12,5
mg/kgBB
4x sehari (3 hari)
Shigella
(disentri)
Ciprofloxacin 15 mg/kg
2x sehari (3 hari)
Pivmecillinam 20
mg/kgBB
4x sehari (5 hari)
Amoebiasis Metronidazole 10 mg/kgBB
3x sehari (5-10 hari)
Giardiasis Metronidazole 5 mg/kgBB
3x sehari (5-10 hari)
Sumber : WHO, 2005
OBAT ANTIDIARE
• Tidak mempunyai keuntungan praktis
• Tidak diindikasikan untuk pengobatan diare akut
OBAT ANTI MUNTAH
• Contoh :
– Prochlorperazine
– Chlorpromazine
Muntah umumnya akan berhenti sendiri bila sudah
ter-rehidrasi
Umumnya tidak perlu diberikan
Merugikan
Anak
mengantuk
Anak tidak
mau minum
GIZI
• Tetap diberikan dan ditingkatkan setelah anak
sembuh
• Memberikan makanan kaya zat gizi sebanyak
anak mampu menerima
• Diet makanan lunak (sesuai usia) :
Rendah serat, porsi kecil namun sering
• Mempercepat kembalinya fungsi usus normal
sehingga mencegah memburuknya status gizi
Nasihat
pada ibu/
pengasuh
PENCEGAHAN
ASI eksklusif 6 bulan
Perbaikan gizi
makanan
Penggunaan air bersih
Cuci tangan Immunisasi campak Jamban
Terima
kasih...

More Related Content

What's hot

Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
Pemberian makan bayi dan anak (pmba)Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
Mila Aria Purba
 
Materi iii tatalaksana gizi buruk
Materi iii tatalaksana gizi burukMateri iii tatalaksana gizi buruk
Materi iii tatalaksana gizi burukJoni Iswanto
 
Konsep gizi seimbang
Konsep gizi seimbangKonsep gizi seimbang
Konsep gizi seimbanganita sriwaty
 
Bagan MTBS
Bagan MTBSBagan MTBS
Bagan MTBS
moharip1
 
PPT Gizi Balita
PPT Gizi Balita PPT Gizi Balita
PPT Gizi Balita
Chiyapuri
 
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi buruk
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi burukMateri iv 10 langkah tata laksana gizi buruk
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi burukJoni Iswanto
 
Peradangan telinga tengah
Peradangan telinga tengahPeradangan telinga tengah
Peradangan telinga tengahYohanita Tengku
 
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpspKuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
ans.surya ans
 
Nilai normal tanda tanda vital
Nilai normal tanda tanda vitalNilai normal tanda tanda vital
Nilai normal tanda tanda vital
Tri Kusniati
 
Kardiotokografi
KardiotokografiKardiotokografi
Kardiotokografi
Dokter Tekno
 
KPSP & DDST
KPSP & DDST KPSP & DDST
KPSP & DDST
Amalia Senja
 
Jalan lahir normal &amp; kala 3 &amp; 4
Jalan lahir normal &amp; kala  3 &amp; 4Jalan lahir normal &amp; kala  3 &amp; 4
Jalan lahir normal &amp; kala 3 &amp; 4
fikri asyura
 
Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri
Aris Rahmanda
 
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal EsensialBuku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
Lena Setianingsih
 
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAANPEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
Dokter Tekno
 
kelas balita 12-59 bulan.ppt
kelas balita 12-59 bulan.pptkelas balita 12-59 bulan.ppt
kelas balita 12-59 bulan.ppt
irwan56
 
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada NeonatusTatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Dokter Tekno
 
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)Nenggar Sesanti
 

What's hot (20)

Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
Pemberian makan bayi dan anak (pmba)Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
Pemberian makan bayi dan anak (pmba)
 
Materi iii tatalaksana gizi buruk
Materi iii tatalaksana gizi burukMateri iii tatalaksana gizi buruk
Materi iii tatalaksana gizi buruk
 
Konsep gizi seimbang
Konsep gizi seimbangKonsep gizi seimbang
Konsep gizi seimbang
 
Bagan MTBS
Bagan MTBSBagan MTBS
Bagan MTBS
 
PPT Gizi Balita
PPT Gizi Balita PPT Gizi Balita
PPT Gizi Balita
 
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi buruk
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi burukMateri iv 10 langkah tata laksana gizi buruk
Materi iv 10 langkah tata laksana gizi buruk
 
Peradangan telinga tengah
Peradangan telinga tengahPeradangan telinga tengah
Peradangan telinga tengah
 
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpspKuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
Kuesioner pra-skrining-perkembangan-kpsp
 
Nilai normal tanda tanda vital
Nilai normal tanda tanda vitalNilai normal tanda tanda vital
Nilai normal tanda tanda vital
 
Kardiotokografi
KardiotokografiKardiotokografi
Kardiotokografi
 
KPSP & DDST
KPSP & DDST KPSP & DDST
KPSP & DDST
 
Jalan lahir normal &amp; kala 3 &amp; 4
Jalan lahir normal &amp; kala  3 &amp; 4Jalan lahir normal &amp; kala  3 &amp; 4
Jalan lahir normal &amp; kala 3 &amp; 4
 
Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri Anemia pada remaja putri
Anemia pada remaja putri
 
Sindrom metabolik dr anjang
Sindrom metabolik dr anjangSindrom metabolik dr anjang
Sindrom metabolik dr anjang
 
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal EsensialBuku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
Buku saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial
 
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAANPEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
PEMBERIAN MGSO4 DI RSIA BUDI KEMULIAAN
 
kelas balita 12-59 bulan.ppt
kelas balita 12-59 bulan.pptkelas balita 12-59 bulan.ppt
kelas balita 12-59 bulan.ppt
 
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada NeonatusTatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
Tatalaksana Gawat Nafas Pada Neonatus
 
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
 
Nutrisi pada BBLR
Nutrisi pada BBLRNutrisi pada BBLR
Nutrisi pada BBLR
 

Similar to Tatalaksana_diare_251016(1).pptx

Tatalaksana diare 2017
Tatalaksana diare 2017Tatalaksana diare 2017
Tatalaksana diare 2017
intanwida
 
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptxDiare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
udjkw
 
SOP DIARE (REVISI).docx
SOP DIARE (REVISI).docxSOP DIARE (REVISI).docx
SOP DIARE (REVISI).docx
rida90
 
mamuju tengah.pptx
mamuju tengah.pptxmamuju tengah.pptx
mamuju tengah.pptx
rahmawulandari9
 
Diare
Diare Diare
Diare
Erlina Wati
 
DIARE
DIAREDIARE
Diare
DiareDiare
Penanganan dehidrasi
Penanganan dehidrasiPenanganan dehidrasi
Penanganan dehidrasi
Pranowo Budi Sulistyo
 
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptxTatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
WahyuIwansari
 
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anakDiare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
Gefilem98
 
Buku saku lintas diare
Buku saku lintas diareBuku saku lintas diare
Buku saku lintas diareDian Ratih
 
diare dan konstipasi
diare dan konstipasidiare dan konstipasi
diare dan konstipasiEva Selvyana
 
Penanggulangan diare
Penanggulangan diarePenanggulangan diare
Penanggulangan diare
Muhammad Munandar
 
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptxPPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
IanKurniawan11
 
Diare_WHO.ppt
Diare_WHO.pptDiare_WHO.ppt
Diare_WHO.ppt
AtikaNurRahmawati
 

Similar to Tatalaksana_diare_251016(1).pptx (20)

Tatalaksana diare 2017
Tatalaksana diare 2017Tatalaksana diare 2017
Tatalaksana diare 2017
 
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptxDiare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
Diare akut 1234kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.pptx
 
SOP DIARE (REVISI).docx
SOP DIARE (REVISI).docxSOP DIARE (REVISI).docx
SOP DIARE (REVISI).docx
 
Diare
Diare Diare
Diare
 
mamuju tengah.pptx
mamuju tengah.pptxmamuju tengah.pptx
mamuju tengah.pptx
 
Diare Pada Anak
Diare Pada AnakDiare Pada Anak
Diare Pada Anak
 
B K M 5lamp456
B K M 5lamp456B K M 5lamp456
B K M 5lamp456
 
Diare
Diare Diare
Diare
 
DIARE
DIAREDIARE
DIARE
 
DIARE.pptx
DIARE.pptxDIARE.pptx
DIARE.pptx
 
Diare
DiareDiare
Diare
 
Penanganan dehidrasi
Penanganan dehidrasiPenanganan dehidrasi
Penanganan dehidrasi
 
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptxTatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
Tatalaksana-Diare-baru pad anak anak dan dewasa.pptx
 
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anakDiare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
Diare akut yang disertai dehidrasi ringan sedang pada anak
 
Buku saku lintas diare
Buku saku lintas diareBuku saku lintas diare
Buku saku lintas diare
 
Materi iii jan-2013
Materi iii jan-2013Materi iii jan-2013
Materi iii jan-2013
 
diare dan konstipasi
diare dan konstipasidiare dan konstipasi
diare dan konstipasi
 
Penanggulangan diare
Penanggulangan diarePenanggulangan diare
Penanggulangan diare
 
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptxPPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
PPT DIARE PADA An. A DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS CISOKA KAB. TANGERANG.pptx
 
Diare_WHO.ppt
Diare_WHO.pptDiare_WHO.ppt
Diare_WHO.ppt
 

Recently uploaded

PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptxPENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
SRIWIDOWATI5
 
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdfKonsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
roomahmentari
 
Kebutuhan khusus pada permasalahan psikologis.pptx
Kebutuhan khusus  pada permasalahan psikologis.pptxKebutuhan khusus  pada permasalahan psikologis.pptx
Kebutuhan khusus pada permasalahan psikologis.pptx
royalbalidigitalprin
 
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
serdangahmad
 
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CAREGerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
liamasliha1
 
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOMCDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
LinaJuwairiyah1
 
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPIPERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
nirmalaamir3
 
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
zirmajulianda1
 
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
Cara Menggugurkan Kandungan 087776558899
 

Recently uploaded (9)

PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptxPENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
PENGELOLAAN POSYANDU ILP DI WILAYAH.pptx
 
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdfKonsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
Konsep Dasar Keperawatan Komplementer 2020.pdf
 
Kebutuhan khusus pada permasalahan psikologis.pptx
Kebutuhan khusus  pada permasalahan psikologis.pptxKebutuhan khusus  pada permasalahan psikologis.pptx
Kebutuhan khusus pada permasalahan psikologis.pptx
 
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
342048743-MATERI-KONSELING-MENYUSUI.pptx
 
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CAREGerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
Gerakan Sayang Ibu dan Bayi WOMEN_CENTERED_CARE
 
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOMCDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
CDOB Cara Distribusi Obat yang Baik Peraturan BPOM
 
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPIPERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN KEMOTERAPI
 
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
04 KONSEP BIAYA PELAYANAN KESEHATAN dan TARIF .pptx
 
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
(Aborsi kandungan) obat penggugur kandungan untuk masa depan yang belum mau {...
 

Tatalaksana_diare_251016(1).pptx

  • 1. KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DIARE disampaikan pada Pertemuan Sosialisasi Pencatatan dan Pelaporan Program Diare
  • 2. TUJUAN PENGENDALIAN & PENCEGAHAN TUJUAN UMUM Melaksanakan kegiatan pengendalian diare, secara berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal TUJUAN KHUSUS • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran • Mencegah terjadinya penularan • Menurunkan angka kesakitan dan kematian
  • 3. BESARAN MASALAH DIARE DIARE : • Diare, merupakan salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita (Riskesdas 2007) • Jumlah tersebut diperparah dengan terjadinya KLB Diare, sehingga perlu peningkatan SKD KLB Diare
  • 4. DIARE PENYEBAB KEMATIAN NO. 1 PADA BAYI DAN BALITA (Riskesdas 2007) 29 – 11 bulan 1 – 4 tahun
  • 5. POTRET SANITASI INDONESIA Tidak menggunakan air bersih terlindungi 42,5% MCK yang tidak berfungsi Belum Mendapat Layanan Pengelolaan Sampah 76,6% Jamban tidak sanitair Tidak melakukan CTPS pada 5 waktu penting 81,5% 49,5 % 20,9% Sumber Data : Hasil Kajian Environmental Health Risk Assesment (EHRA) Tahun 2012-2013
  • 6. SASARAN STRATEGIS P ISP (DIARE) 1. Meningkatnya kab/kota yang melaksanakan advokasi dan atau sosialisasi sebesar 90% pada tahun 2019. 2. Meningkatnya kab/kota yang mempunyai LROA menjadi 90% pada tahun 2019. 3. Meningkatnya kab/kota yang melaksanakan SKD KLB sebesar 90% pada tahun 2019
  • 7. B. INDIKATOR KEGIATAN ISP ( DIARE)
  • 8. LANGKAH SELANJUTNYA (DIARE)  Advokasi dan Sosialisasi  Aktifasi Layanan Rehidrasi Oral  Peningkatan kapasitas SDM  SKD KLB  Meningkatkan jejaring kemitraan dengan profesi, akademisi, LSM, LS/LP, swasta
  • 9. TATALAKSANA DIARE Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
  • 10. ?
  • 11. Perubahan konsistensi dan frekuensi  cair   3x/ hari  < 7 hari Buang air besar dengan konsistensi yang lebih lunak atau cair yang terjadi dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam 24 jam
  • 12. • Berdasarkan lama berlangsungnya : – Diare akut • Diare yang berlangsung dalam waktu < 14 hari – Diare persisten • Diare yang berlangsung dalam waktu ≥ 14 hari Diare disertai darah  Diare disentri
  • 13. ETIOLOGI DIARE Infeksi Malabsorpsi Keracunan makanan Gangguan kekebalan tubuh Masalah lain Alergi • Virus • Bakteri • Parasit Karbohidrat Alergi susu sapi Paling sering: Rotavirus 50-60% AIDS Sindroma usus pendek
  • 14. Diagnosis Diare Laboratorium Pemeriksaan Fisik Anamnesis • Lama, frekuensi dan volume diare • Konsistensi tinja, warna, bau, lendir • Muntah  volume dan frekuensi • Buang air kecil • Makanan dan minuman selama diare • Gejala lain (panas, batuk, pilek, campak) • Tindakan yang telah dilakukan • Berat badan • Tanda vital • Tanda dehidrasi • Tanda tambahan • Pernapasan cepat dan dalam, bising usus menurun, perianal rash • Feses rutin • Dehidrasi berat  lab lengkap (darah, feses)
  • 15. Adaptasi dari MTBS, Depkes 2007 Hanya untuk kalangan medis Diare akut (<14 hari)
  • 17. 18 Hanya untuk kalangan medis TATALAKSANA WHO • Rehidrasi oral 1 • Zinc diberikan 10-14 hari 2 • ASI dan makanan lain tetap diteruskan 3 • Antibiotik selektif 4 • Nasehat dan penyuluhan pada orang tua 5
  • 18. DIARE TANPA DEHIDRASI : RENCANA TERAPI A Pengobatan di rumah 1. Berikan cairan lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi: oralit, air tajin, kuah sayur atau jumlah cairan setiap BAB : – < 2 tahun : 50-100 ml – 2-10 tahun : 100-200 ml 2. Makanan /ASI tetap diteruskan 3. Bawa ke fasilitas kesehatan bila ditemukan : – Diare bertambah cair – Muntah – muntah – Panas badan – Sangat haus – Tidak mau makan atau minum – Diare berdarah
  • 19. DIARE DEHIDRASI RINGAN-SEDANG : RENCANA TERAPI B • Diatasi di sarana kesehatan • Rehidrasi oral dengan oralit • Jumlah oralit : 75 ml/kg dalam 4 jam pertama Atau < 1 tahun : 300 ml 1-5 tahun : 600 ml > 5 tahun : 1200 ml Dewasa : 2400 ml Berat badan tidak diketahui
  • 20. PERBEDAAN ORALIT LAMA DAN BARU (OSMOLARITAS RENDAH) Lebih mendekati osmolaritas plasma Kurang berisiko hipernatremia dan kurang bersifat menarik cairan intraseluler dalam lumen usus Mengurangi pengeluaran cairan diare Natrium (mmol/L) Kalium (mmol/L) Sitrat (mmol/L ) Klorida (mmol/ L) Glukosa (mmol/L) Osmolaritas (mOsm/L) Oralit Lama 90 20 10 80 111 311 Oralit Baru 75 20 10 65 75 245
  • 21. DIARE DEHIDRASI BERAT : RENCANA TERAPI C • Dirawat di pelayanan kesehatan • Rehidrasi intravena: Ringer laktat Usia 30 ml/kgBB 70 ml/kgBB Usia < 1 tahun 1 jam 5 jam Usia ≥ 1 tahun ½ jam 2 ½ jam Dinilai tiap 15-30 menit: • Bila belum membaik  cairan dipercepat  dinilai kembali • Bila anak sudah mau minum beri oralit 5 ml/kg /jam Nilai kembali derajat dehidrasi: • Bayi (setelah 6 jam) • Balita (setelah 3 jam)
  • 22. Ikuti arah anak panah, Bila jawaban dari pertanyaan YA teruskan kekanan Bila TIDAK, teruskan kebawah Dapatkah saudara memberikan cairan intravena ( IV ) ? TIDAK  Mulai diberi cairan IV segera. Bila penderita bisa minum, berikan oralit, sewaktu cairan IV dimulai  Beri 100 ml/kg cairan Ringer Laktat atau NaCl 0.9% (bila RL tdk ada) dibagi sbb:  Diulangi lagi bila denyut nadi masih lemah atau tidak teraba Umur Pemberian 1 30 ml/kg Kemudian 70 ml/kg dlm Bayi < 1 thn 1 jam* 5 jam Anak = 1 thn ½ jam 2 ½ jam YA  Tiap 15-30 menit nilai kembali: bila nadi belum teraba, percepat tetesan IV  Beri oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak)  Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi dehidrasi  pilih rencana terapi yg sesuai (A,B atau C)
  • 23. Adakah terapi terdekat (dalam 30 menit) YA TIDAK  Kirim penderita untuk terapi intravena  Bila penderita bisa minum, sediakan oralit dan tunjukkan cara memberikannya selama di perjalanan Mulai rehidrasi melalui mulut dengan oralit. Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam (total 12 ml/kg) Nilailah penderita tiap 15-30 menit :  Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan- pelan  Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam rujuk penderita untuk terapi IV Setelah 6 jam nilai kembali penderita dan pilih rencana terapi yang sesuai Apakah saudara dapat menggunakan pipa nasogastrik untuk rehidrasi YA Mulai rehidrasi melalui pipa nasogastrik dengan oralit. Berikan 20 ml/kg/jam selama 6 jam ( total 120ml/kg) Nilailah penderita tiap 1-2 jam : • Bila muntah atau perut kembung berikan cairan pelan- pelan • Bila rehidrasi tidak tercapai setelah 3 jam, rujuk penderita untuk terapi IV Setelah 6 jam nilai kembali kondisi penderita dan pilih rencana terapi yang sesuai TIDAK Apakah penderita bisa minum? YA
  • 24. PEMBERIAN ZINC - Memperpendek lamanya diare - Mengurangi tingkat keparahan diare - Mencegah terjadinya diare kembali dalam 2 – 3 bulan berikutnya Memperpendek masa rawat inap dan mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak perlu Dosis -< 6 bulan  10 mg -> 6 bulan  20 mg selama 10-14 hari
  • 25. Fungsi Biologis Zinc • Meningkatkan imunitas dan resistensi mukosa usus terhadap infeksi • Bekerja sebagai antioksidan yang penting dan mempertahankan integritas membran seluler • Mempercepat perbaikan barier mukosa • Merangsang produksi antibodi untuk melawan patogen usus
  • 26. ANTIBIOTIK • Hanya diberikan bila ada indikasi Sebagian besar diare infeksi disebabkan Rotavirus (tidak perlu antibiotik) Memperpanjang diare Mempercepat resistensi kuman Menambah biaya pengobatan Antibiotik tidak rasional
  • 27. ANTIBIOTIK PADA DIARE Penyebab Antibiotik Pilihan Antibiotik Alternatif Kolera Tetrasiklin 12,5 mg/kgBB 4x sehari (3 hari) Eritromisin 12,5 mg/kgBB 4x sehari (3 hari) Shigella (disentri) Ciprofloxacin 15 mg/kg 2x sehari (3 hari) Pivmecillinam 20 mg/kgBB 4x sehari (5 hari) Amoebiasis Metronidazole 10 mg/kgBB 3x sehari (5-10 hari) Giardiasis Metronidazole 5 mg/kgBB 3x sehari (5-10 hari) Sumber : WHO, 2005
  • 28. OBAT ANTIDIARE • Tidak mempunyai keuntungan praktis • Tidak diindikasikan untuk pengobatan diare akut
  • 29. OBAT ANTI MUNTAH • Contoh : – Prochlorperazine – Chlorpromazine Muntah umumnya akan berhenti sendiri bila sudah ter-rehidrasi Umumnya tidak perlu diberikan Merugikan Anak mengantuk Anak tidak mau minum
  • 30. GIZI • Tetap diberikan dan ditingkatkan setelah anak sembuh • Memberikan makanan kaya zat gizi sebanyak anak mampu menerima • Diet makanan lunak (sesuai usia) : Rendah serat, porsi kecil namun sering • Mempercepat kembalinya fungsi usus normal sehingga mencegah memburuknya status gizi
  • 32. PENCEGAHAN ASI eksklusif 6 bulan Perbaikan gizi makanan Penggunaan air bersih Cuci tangan Immunisasi campak Jamban