A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agamayang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama,toleran,damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsadalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakatdan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
A. Kompetensi Dasar
1.1.Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya
1.2.Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
1.1.Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada zaman pra
aksara, Hindu-Buddha dan Islam
1.2.Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
sejarah
3.1. Memahami dan menerapkan konsep berpikir kronologis (diakronik), sinkronik, ruang dan waktu dalam
sejarah zaman praaksara ,perkembangan Hindu dan Islam
3.5.Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang
masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
4.5.Menalar informasi mengenai proses masuk dan berkembangnya kerajaan Hindu_Buddha
dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat
Indonesia masa kini serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan.
A. TujuanPembelajaran
Melaluidiskusi,mengamatidanmembacareferensisiwadapat:
1. MenunjukansikaptanggungjawabterhadappeninggalanhasilbudayamasaKerajaanKutaidan
TarumanagaradiIndonesia
2. MenunjukansikapperduliterhadappeninggalanhasilbudayamasaKerajaanKutaidan
TarumanagaradiIndonesia
3. Menunjukansikapjujurdalammengerjakantugas-tugasdaripembelajaransejarah
4. Menunjukansikaptanggungjawabdalammengerjakantugas-tugasdaripembelajaransejarah
5. MendeskripsikankehidupanmasyarakatpadamasaKerajaanKutaidanTarumanagara
6. MelaporkanbentukkehidupanmasyarakatKerajaanKutaidanTarumanagaradiIndonesiadan
peninggalankebudayaanpadamasaKerajaanKutaidanTarumanagaradiIndonesia
1. Letak ( peta atau tempat ) serta pemimpin atau raja yang
berkuasa di kerajaan Tarumanegara
2. Hasil budaya yang berkembang pada masa kerajaan
Tarumanegara
3. Faktor Pendorong yang menyebabkan perkembangan dan
keruntuhan Kerajaan Tarumanegara
1. LETAK GEOGRAFIS KERAJAAN
TARUMANAGARA
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak
Hindu tertua di Pulau Jawa. Kerajaan ini terletak di
Jawa Barat, tepatnya dengan pusat di daerah Bogor.
Kerajaan Tarumanegara sendiri memiliki wilayah
kekuasaan yang cukup luas, yaitu mencakup hampir
seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta
sekarang. Berdasarkan beberapa sumber sejarah
yang ditemukan disekitar lokasi kerajaan, diperoleh
informasi bahwa kerajaan ini pernah eksis dari abad
ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Beberapa catatan
sejarah juga mengatakan bahwa kerajaan ini
bercorak Hindu aliran Wisnu.Kerajaan ini mencapai
puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja
PURNAWARMAN
Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan
Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang
berasal dari berita Tiongkok antara lain:
1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-
Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai
orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah
orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih
animisme.
2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah
datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669
telah datang utusan dari To-lo-mo
To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-
katanya sama dengan Tarumanegara. Maka
berdasarkan sumber-sumber yang telah
dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui
beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan
Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara
diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.
Berdasarkan prasasti-prasati tersebut diketahui
raja yang memerintah pada waktu itu adalah
Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman
menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh
Jawa Barat yang membentang dari Banten,
Jakarta, Bogor dan Cirebon.
1. Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai
Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut
menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4
baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping
itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja
Purnawarman.
Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:
Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut
(tempat ditemukannya prasasti tersebut).
Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang
(biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti
menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu
maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.
2. Prasasti Jambu
Prasasti Jambu atau prasasti
Pasir Koleangkak, ditemukan di
bukit Koleangkak di
perkebunan jambu, sekitar 30
km sebelah barat Bogor,
prasasti ini juga menggunakan
bahwa Sansekerta dan huruf
Pallawa serta terdapat gambar
telapak kaki yang isinya
memuji pemerintahan raja
Purnawarman.
3. Prasasti Kebon Kopi
Prasasti Kebon Kopi
ditemukan di kampung Muara
Hilir kecamatan Cibungbulang
Bogor . Yang menarik dari
prasasti ini adalah adanya
lukisan tapak kaki gajah, yang
disamakan dengan tapak kaki
gajah Airawata, yaitu gajah
tunggangan dewa Wisnu
4. Prasasti Muara
Cianten
Prasasti Muara
Cianten, ditemukan
di Bogor, tertulis
dalam aksara ikal
yang belum dapat
dibaca. Di samping
tulisan terdapat
lukisan telapak kaki.
5. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi
berada di daerah
0°10’37,29” BB (dari
Jakarta) dan 6°32’27,57”,
tepat berada di puncak
perbukitan Pasir Awi (600
m dpl), Bojong Honje-
Sukamakmur Bogor.
6. Prasasti Cidanghiang
Prasasti Cidanghiyang atau
prasasti Lebak, ditemukan di
kampung lebak di tepi sungai
Cidanghiang, kecamatan Munjul
kabupaten Pandeglang Banten.
Prasasti ini baru ditemukan tahun
1947 dan berisi 2 baris kalimat
berbentuk puisi dengan huruf
Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi
prasasti tersebut mengagungkan
keberanian raja Purnawarman.
7. Prasasti Tugu
Prasasti Tugu di temukan di daerah
Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta
Utara. Prasasti ini dipahatkan pada
sebuah batu bulat panjang
melingkar dan isinya paling
panjang dibanding dengan prasasti
Tarumanegara yang lain, sehingga
ada beberapa hal yang dapat
diketahui dari prasasti tersebut.
Merupakan Prasasti terpenting dari
kerajaan Tarumanagara
Berdasarkan tulisan-tulisan yang terdapat pada
prasasti diketahui bahwa raja yang pernah
memerintah di tarumanegara hanyalah raja
purnawarman. Raja purnawarman adalah raja besar
yang telah berhasil meningkatkan kehidupan
rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang
menyatakan raja purnawarman telah memerintah
untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini
sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini
merupakan pembuatan saluran irigasi untuk
memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian
rakyat.
pemimpin atau raja yang berkuasa di kerajaan
Tarumanegara :
• Jayasingawarman 358-382 M
• Dharmayawarman 382-395 M
• Purnawarman 395-434 M
• Wisnuwarman 434-455 M
• Indrawarman 455-515 M
• Candrawarman 515-535 M
• Suryawarman 535-561 M
• Kertawarman 561-628 M
• Sudhawarman 628-639 M
• Hariwangsawarman 639-640 M
• Nagajayawarman 640-666 M
• Linggawarman 666-669 M
Kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara sudah
teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja
purnawarman yang terus berusaha untuk
meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya.
Raja purnawarman juga sangat memperhatikan
kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting
dalam melaksanakan setiap upacara korban yang
dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda
penghormatan kepada para dewa.
Prasasti tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman
memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah
terusan sepanjang 6122 tombak ( ± 12 Km ).
Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis
yang besar nagi masyarakat, Karena dapat
dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir
serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antar
daerah di kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar.
Juga perdagangan dengan daera-daerah di
sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian
masyarakat kerajaan tarumanegara sudah berjalan
teratur..
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari
prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti
kebesaran kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui
bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu
sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya,
keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan
telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di
kerajaan Tarumanegara.
Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa
pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669,
Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir,
digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman
sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung
bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda
dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri
Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan
Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan
Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri
sulungnya, yaitu Tarusbawa.
Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan
beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena
Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali
ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya
berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas
pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh
yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah
dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara..
1. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan-
tarumanegara.html (perkembangan kerajaan tarumanegara_jam :
09.47)
2. http://historysander.blogspot.com/2013/01/sejarah-kerajaan-
tarumanegara.html (perkembangan kerajaan tarumanegara_jam :
10.05)
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara 9.12
4. (keruntuhan kerajaan tarumanegara_jam :10.27)
5. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan-
tarumanegara.html
6. (hasil budaya yang berkembang di kerajaan tarumanegara_jam :
9.46)
7. http://iwak-pithik.blogspot.com/2012/10/sejarah-kerajaan-
tarumanegara.html
8. (letak kerajaan taruma negara_jam : 09.22)
9. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan-
tarumanegara.html (pemimpin kerajaan tarumanegara_jam : 11.16)
Tarumanagara

Tarumanagara

  • 3.
    A. Kompetensi Inti KI1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agamayang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,toleran,damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsadalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakatdan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
  • 4.
    A. Kompetensi Dasar 1.1.Menghayatiketeladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya 1.2.Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari 1.1.Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada zaman pra aksara, Hindu-Buddha dan Islam 1.2.Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah 3.1. Memahami dan menerapkan konsep berpikir kronologis (diakronik), sinkronik, ruang dan waktu dalam sejarah zaman praaksara ,perkembangan Hindu dan Islam 3.5.Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. 4.5.Menalar informasi mengenai proses masuk dan berkembangnya kerajaan Hindu_Buddha dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan.
  • 5.
    A. TujuanPembelajaran Melaluidiskusi,mengamatidanmembacareferensisiwadapat: 1. MenunjukansikaptanggungjawabterhadappeninggalanhasilbudayamasaKerajaanKutaidan TarumanagaradiIndonesia 2.MenunjukansikapperduliterhadappeninggalanhasilbudayamasaKerajaanKutaidan TarumanagaradiIndonesia 3. Menunjukansikapjujurdalammengerjakantugas-tugasdaripembelajaransejarah 4. Menunjukansikaptanggungjawabdalammengerjakantugas-tugasdaripembelajaransejarah 5. MendeskripsikankehidupanmasyarakatpadamasaKerajaanKutaidanTarumanagara 6. MelaporkanbentukkehidupanmasyarakatKerajaanKutaidanTarumanagaradiIndonesiadan peninggalankebudayaanpadamasaKerajaanKutaidanTarumanagaradiIndonesia
  • 6.
    1. Letak (peta atau tempat ) serta pemimpin atau raja yang berkuasa di kerajaan Tarumanegara 2. Hasil budaya yang berkembang pada masa kerajaan Tarumanegara 3. Faktor Pendorong yang menyebabkan perkembangan dan keruntuhan Kerajaan Tarumanegara
  • 7.
    1. LETAK GEOGRAFISKERAJAAN TARUMANAGARA
  • 8.
    Kerajaan Tarumanegara adalahkerajaan bercorak Hindu tertua di Pulau Jawa. Kerajaan ini terletak di Jawa Barat, tepatnya dengan pusat di daerah Bogor. Kerajaan Tarumanegara sendiri memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta sekarang. Berdasarkan beberapa sumber sejarah yang ditemukan disekitar lokasi kerajaan, diperoleh informasi bahwa kerajaan ini pernah eksis dari abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi. Beberapa catatan sejarah juga mengatakan bahwa kerajaan ini bercorak Hindu aliran Wisnu.Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja PURNAWARMAN
  • 9.
    Kerajaan Tarumanegara ialahkelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain: 1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa- Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. 2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan. 3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusan dari To-lo-mo
  • 10.
    To-lo-mo secara fonetispenyesuaian kata- katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasasti-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.
  • 12.
    1. Prasasti Ciaruteun PrasastiCiaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut). Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.
  • 14.
    2. Prasasti Jambu PrasastiJambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Purnawarman.
  • 15.
    3. Prasasti KebonKopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu
  • 16.
    4. Prasasti Muara Cianten PrasastiMuara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.
  • 17.
    5. Prasasti PasirAwi Prasasti Pasir Awi berada di daerah 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”, tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl), Bojong Honje- Sukamakmur Bogor.
  • 18.
    6. Prasasti Cidanghiang PrasastiCidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.
  • 19.
    7. Prasasti Tugu PrasastiTugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. Merupakan Prasasti terpenting dari kerajaan Tarumanagara
  • 20.
    Berdasarkan tulisan-tulisan yangterdapat pada prasasti diketahui bahwa raja yang pernah memerintah di tarumanegara hanyalah raja purnawarman. Raja purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan raja purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat.
  • 21.
    pemimpin atau rajayang berkuasa di kerajaan Tarumanegara : • Jayasingawarman 358-382 M • Dharmayawarman 382-395 M • Purnawarman 395-434 M • Wisnuwarman 434-455 M • Indrawarman 455-515 M • Candrawarman 515-535 M • Suryawarman 535-561 M • Kertawarman 561-628 M • Sudhawarman 628-639 M • Hariwangsawarman 639-640 M • Nagajayawarman 640-666 M • Linggawarman 666-669 M
  • 22.
    Kehidupan sosial kerajaanTarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.
  • 23.
    Prasasti tugu menyatakanbahwa raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak ( ± 12 Km ). Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antar daerah di kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan tarumanegara sudah berjalan teratur..
  • 24.
    Dilihat dari teknikdan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.
  • 25.
    Tarumanagara sendiri hanyamengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.
  • 26.
    Kekuasaan Tarumanagara berakhirdengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara..
  • 30.
    1. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan- tarumanegara.html (perkembangankerajaan tarumanegara_jam : 09.47) 2. http://historysander.blogspot.com/2013/01/sejarah-kerajaan- tarumanegara.html (perkembangan kerajaan tarumanegara_jam : 10.05) 3. http://id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara 9.12 4. (keruntuhan kerajaan tarumanegara_jam :10.27) 5. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan- tarumanegara.html 6. (hasil budaya yang berkembang di kerajaan tarumanegara_jam : 9.46) 7. http://iwak-pithik.blogspot.com/2012/10/sejarah-kerajaan- tarumanegara.html 8. (letak kerajaan taruma negara_jam : 09.22) 9. http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan- tarumanegara.html (pemimpin kerajaan tarumanegara_jam : 11.16)