LAPORAN KERJA PRAKTEK
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN STUKTUR
PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KAMPUS II IAIN METRO
DISUSUN OLEH :
ANDYANTO SAPUTRA
15510056
Latar Belakang
Proyek pembangunan yang digunakan dalam Kerja Praktek kali ini adalah
Pembangunan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Metro yang direncanakan dan
dilaksanakan oleh PT. SARJIS AGUNG INDRAJAYA. Kerja Praktek dimulai pada 7 Oktober
2019 dan selesai pada bulan Desember 2019. Lalu, pekerjaan Pembangunan Gedung
Perpustakaan Kampus II IAIN Metro meliputi stuktur bawah dan struktur atas. Struktur
bawah yaitu pondasi tapak sedangkan atas terdiri dari beton bertulang.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada kerja praktek yang dilaksanakan
pada proyek PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KAMPUS II IAIN METRO ini
diambil pembahasan mengenai metode pelaksanaan pada struktur beton bertulangnya
yaitu mulai dari pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, pelepasan
bekisting, serta proses perawatan beton pada struktur tangga, kolom, balok dan plat
lantai.
Data Proyek
◦ Nama Pekerjaan : Pekerjaan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN
Metro
◦ No. Kontrak : 03004/ln.28/K/VII/2019
◦ Tanggal Kontrak : 29 Juli 2019 s/d 31 Desember 2019
◦ Nilai Kontrak : Rp. 13.589.137.000
◦ Pelaksana : PT. Sarjis Agung Indrajaya
◦ Perencana : PT. Pola Data Consultan
◦ Pengawas : PT. Mitraplans Kons
◦ Waktu Pelaksanaan : 156 (seratus lima puluh enam) Hari Kalender
◦ Sumber Dana : SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)
Uraian Singkat Pekerjaan
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Tanah
3. Pekerjaan Struktural
4. Pekerjaan Non Struktural
5. Pekerjaan Mekanikal
6. Pekerjaan Elektrikal
Definisi Beton Bertulang
Menurut Tjokrodimuljo (1996), Ferosemen adalah suatu bahan gabungan yang
diperoleh dengan memberikan kepada mortar semen suatu tulangan yang berupa
anyaman. Ferosemen dapat diartikan beton bertulang.
Beton bertulang adalah suatu bahan konstruksi yang dihasilkan dari kombinasi
antara beton dengan baja sebagai tulangan. Beton merupakan hasil pencampuran
antara semen, air, dan bahan agregat (pasir, kerikil).
Bangunan Gedung Bertingkat
Menurut Schueller (1989), struktur bangunan bertingkat tinggi memiliki tantangan
tersendiri dalam desain untuk pembangunan strukturalnya, terutama bila terletak di
wilayah yang memiliki faktor resiko yang cukup besar terhadap pengaruh gempa. Untuk
itu dalam perancangan suatu struktur bangunan bertingkat tinggi haruslah
memperhatikan unsur-unsur dasar bagunan. Unsur-unsur tersebut adalah :
1. Unsur Linear yang berupa kolom dan balok yang mampu menahan gaya aksial dan
gaya rotasi.
2. Unsur Permukaan yang terdiri dari dinding dan plat.
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan Struktur Tangga
Pekerjaan tangga merupakan pekerjaan beton bertulang struktur tangga
yang berfungsi sebagai tempat lalu lintas antar lantai. Tangga adalah sebuah
konstruksi yang dirancang untuk menghubungkan dua tingkat vertikal yang
mempunyai jarak satu sama lain. Konstruksi tangga merupakan konstruksi yang
terdiri atas injakan dan tanjakan. Pekerjaan tangga meliputi :
1. Pekerjaan Pemasangan Bekisting
2. Pekerjaan Pemasangan Tulangan
3. Pekerjaan Pengecoran
4. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting
Material Yang Digunakan Pada Pekerjaan Tangga
1. Besi Tulangan Utama Ulir D16
2. Besi Tulangan Cakar Ayam Ulir D10
3. Kawat Bendrat
4. Beton Ready Mix
5. Multiplex/Plywood
6. Balok Kayu
7. Paku Kayu
8. Minyak Bekisting
Peralatan Yang Digunakan Pada Pekerjaan Tangga
1. Concrete Pump
2. Readymix Concrete
3. Pembengkok Besi
4. Pemotong Besi (Sarkel)
5. Palu
6. Gergaji
7. Tang Gegep / Catut
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan Struktur Kolom
Pada Pembangunan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Mretro ini kolom yang
digunakan ada 4 ukuran kolom, yaitu Kolom 70 x 70 cm, Kolom 60 x 60 cm, Kolom 40 x 40
cm, Kolom 30 x 50 cm.
Prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama,
meskipun dimensi dan jumlah tulangan pada masing-masing tipe kolom berbeda-beda.
Langkah teknis pada pekerjaan kolom adalah sebagai berikut:
1. Penentuan As kolom
2. Pekerjaan Pembesian kolom
3. Pemasangan Bekisting Kolom
4. Pengecoran Kolom
5. Pelepasan Bekisting
Material Yang Digunakan Pada Pekerjaan Kolom
1. Besi Tulangan Utama Ulir D22
2. Besi Tulangan Sekang Ulir D13
3. Kawat Bendrat
4. Beton Ready Mix
5. Multiplex/Plywood
6. Balok Kayu
7. Paku Kayu
8. Minyak Bekisting
Peralatan Yang Digunakan Pada Pekerjaan Kolom
1. Concrete Pump
2. Readymix Concrete
3. Pembengkok Besi
4. Pemotong Besi (Sarkel)
5. Palu
6. Bandul /Lot
7. Gergaji
8. Tang Gegep / Catut
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan Struktur Balok dan Pelat Lantai
Balok, merupakan elemen struktur yang berfungsi mentransmisikan beban dari plat
menuju kolom. Pada umumnya, balok dicor secara monolit dengan kolom dan plat lantai.
Lalu balok juga memiliki karakteristik penulangan pada satu sisi saja, khususnya untuk
tahanan terhadap lentur Pekerjaan balok dan plat merupakan satu kesatuan yang
dilakukan secara bersamaan, pada pembangunan gedung Perpustakan Kampus II IAIN
Metro. Teknis pekerjaan sebagai berikut :
1. Pekerjaan Pemasangan perancah dan bekisting
2. Pekerjaan Pembesian
3. Pekerjaan Pengecoran
4. Pekerjaan Pembongkaran Perancah dan Bekisting
Material Yang Digunakan Pada Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai
1. Besi Tulangan Utama Ulir D22
2. Besi Tulangan Sekang Ulir D13
3. Besi Tulangan Ulir D10 untuk Pelat Lantai
4. Kawat Bendrat
5. Beton Ready Mix
6. Multiplex/Plywood
7. Balok Kayu
8. Paku Kayu
9. Minyak Bekisting
Peralatan Yang Digunakan Pada Pekerjaan Balok Dan Pelat Lantai
1. Concrete Pump
2. Readymix Concrete
3. Pembengkok Besi
4. Pemotong Besi (Sarkel)
5. Palu
6. Gergaji
7. Tang Gegep / Catut
8. Scaffolding
Kekurangan dalam Pelaksanaan Struktural
1. Keterlambatan bahan baku besi
2. Pengecekan Uji Slump hanya di lakukan di 1-2 mubil Readymix Concreat
3. Tidak adanya perawatan beton
TERIMA KASIH

struktur bangunan gedung.ppt

  • 1.
    LAPORAN KERJA PRAKTEK METODEPELAKSANAAN PEKERJAAN STUKTUR PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KAMPUS II IAIN METRO DISUSUN OLEH : ANDYANTO SAPUTRA 15510056
  • 2.
    Latar Belakang Proyek pembangunanyang digunakan dalam Kerja Praktek kali ini adalah Pembangunan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Metro yang direncanakan dan dilaksanakan oleh PT. SARJIS AGUNG INDRAJAYA. Kerja Praktek dimulai pada 7 Oktober 2019 dan selesai pada bulan Desember 2019. Lalu, pekerjaan Pembangunan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Metro meliputi stuktur bawah dan struktur atas. Struktur bawah yaitu pondasi tapak sedangkan atas terdiri dari beton bertulang. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada kerja praktek yang dilaksanakan pada proyek PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KAMPUS II IAIN METRO ini diambil pembahasan mengenai metode pelaksanaan pada struktur beton bertulangnya yaitu mulai dari pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, pelepasan bekisting, serta proses perawatan beton pada struktur tangga, kolom, balok dan plat lantai.
  • 3.
    Data Proyek ◦ NamaPekerjaan : Pekerjaan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Metro ◦ No. Kontrak : 03004/ln.28/K/VII/2019 ◦ Tanggal Kontrak : 29 Juli 2019 s/d 31 Desember 2019 ◦ Nilai Kontrak : Rp. 13.589.137.000 ◦ Pelaksana : PT. Sarjis Agung Indrajaya ◦ Perencana : PT. Pola Data Consultan ◦ Pengawas : PT. Mitraplans Kons ◦ Waktu Pelaksanaan : 156 (seratus lima puluh enam) Hari Kalender ◦ Sumber Dana : SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)
  • 4.
    Uraian Singkat Pekerjaan 1.Pekerjaan Persiapan 2. Pekerjaan Tanah 3. Pekerjaan Struktural 4. Pekerjaan Non Struktural 5. Pekerjaan Mekanikal 6. Pekerjaan Elektrikal
  • 5.
    Definisi Beton Bertulang MenurutTjokrodimuljo (1996), Ferosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan memberikan kepada mortar semen suatu tulangan yang berupa anyaman. Ferosemen dapat diartikan beton bertulang. Beton bertulang adalah suatu bahan konstruksi yang dihasilkan dari kombinasi antara beton dengan baja sebagai tulangan. Beton merupakan hasil pencampuran antara semen, air, dan bahan agregat (pasir, kerikil). Bangunan Gedung Bertingkat Menurut Schueller (1989), struktur bangunan bertingkat tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam desain untuk pembangunan strukturalnya, terutama bila terletak di wilayah yang memiliki faktor resiko yang cukup besar terhadap pengaruh gempa. Untuk itu dalam perancangan suatu struktur bangunan bertingkat tinggi haruslah memperhatikan unsur-unsur dasar bagunan. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Unsur Linear yang berupa kolom dan balok yang mampu menahan gaya aksial dan gaya rotasi. 2. Unsur Permukaan yang terdiri dari dinding dan plat.
  • 6.
    METODE PELAKSANAAN Pekerjaan StrukturTangga Pekerjaan tangga merupakan pekerjaan beton bertulang struktur tangga yang berfungsi sebagai tempat lalu lintas antar lantai. Tangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungkan dua tingkat vertikal yang mempunyai jarak satu sama lain. Konstruksi tangga merupakan konstruksi yang terdiri atas injakan dan tanjakan. Pekerjaan tangga meliputi : 1. Pekerjaan Pemasangan Bekisting 2. Pekerjaan Pemasangan Tulangan 3. Pekerjaan Pengecoran 4. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting
  • 7.
    Material Yang DigunakanPada Pekerjaan Tangga 1. Besi Tulangan Utama Ulir D16 2. Besi Tulangan Cakar Ayam Ulir D10 3. Kawat Bendrat 4. Beton Ready Mix 5. Multiplex/Plywood 6. Balok Kayu 7. Paku Kayu 8. Minyak Bekisting
  • 8.
    Peralatan Yang DigunakanPada Pekerjaan Tangga 1. Concrete Pump 2. Readymix Concrete 3. Pembengkok Besi 4. Pemotong Besi (Sarkel) 5. Palu 6. Gergaji 7. Tang Gegep / Catut
  • 9.
    METODE PELAKSANAAN Pekerjaan StrukturKolom Pada Pembangunan Gedung Perpustakaan Kampus II IAIN Mretro ini kolom yang digunakan ada 4 ukuran kolom, yaitu Kolom 70 x 70 cm, Kolom 60 x 60 cm, Kolom 40 x 40 cm, Kolom 30 x 50 cm. Prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama, meskipun dimensi dan jumlah tulangan pada masing-masing tipe kolom berbeda-beda. Langkah teknis pada pekerjaan kolom adalah sebagai berikut: 1. Penentuan As kolom 2. Pekerjaan Pembesian kolom 3. Pemasangan Bekisting Kolom 4. Pengecoran Kolom 5. Pelepasan Bekisting
  • 10.
    Material Yang DigunakanPada Pekerjaan Kolom 1. Besi Tulangan Utama Ulir D22 2. Besi Tulangan Sekang Ulir D13 3. Kawat Bendrat 4. Beton Ready Mix 5. Multiplex/Plywood 6. Balok Kayu 7. Paku Kayu 8. Minyak Bekisting
  • 11.
    Peralatan Yang DigunakanPada Pekerjaan Kolom 1. Concrete Pump 2. Readymix Concrete 3. Pembengkok Besi 4. Pemotong Besi (Sarkel) 5. Palu 6. Bandul /Lot 7. Gergaji 8. Tang Gegep / Catut
  • 12.
    METODE PELAKSANAAN Pekerjaan StrukturBalok dan Pelat Lantai Balok, merupakan elemen struktur yang berfungsi mentransmisikan beban dari plat menuju kolom. Pada umumnya, balok dicor secara monolit dengan kolom dan plat lantai. Lalu balok juga memiliki karakteristik penulangan pada satu sisi saja, khususnya untuk tahanan terhadap lentur Pekerjaan balok dan plat merupakan satu kesatuan yang dilakukan secara bersamaan, pada pembangunan gedung Perpustakan Kampus II IAIN Metro. Teknis pekerjaan sebagai berikut : 1. Pekerjaan Pemasangan perancah dan bekisting 2. Pekerjaan Pembesian 3. Pekerjaan Pengecoran 4. Pekerjaan Pembongkaran Perancah dan Bekisting
  • 13.
    Material Yang DigunakanPada Pekerjaan Balok dan Pelat Lantai 1. Besi Tulangan Utama Ulir D22 2. Besi Tulangan Sekang Ulir D13 3. Besi Tulangan Ulir D10 untuk Pelat Lantai 4. Kawat Bendrat 5. Beton Ready Mix 6. Multiplex/Plywood 7. Balok Kayu 8. Paku Kayu 9. Minyak Bekisting
  • 14.
    Peralatan Yang DigunakanPada Pekerjaan Balok Dan Pelat Lantai 1. Concrete Pump 2. Readymix Concrete 3. Pembengkok Besi 4. Pemotong Besi (Sarkel) 5. Palu 6. Gergaji 7. Tang Gegep / Catut 8. Scaffolding
  • 15.
    Kekurangan dalam PelaksanaanStruktural 1. Keterlambatan bahan baku besi 2. Pengecekan Uji Slump hanya di lakukan di 1-2 mubil Readymix Concreat 3. Tidak adanya perawatan beton
  • 16.