STATISTIKA

1

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK

1. SAMPEL TUNGGAL
2. INDEPENDEN
3. DEPENDEN

2

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – SAMPEL TUNGGAL

 Kapan menggunakan uji parametrik sampel tunggal????
digunakan ketika ingin menguji suatu nilai rata-rata dari satu
sampel, dengan dibandingkan dengan rata-rata sekelompok sampel-sampel
lainnya. Atau untuk mengetahui apakah sampel tersebut berasal dari populasi
tertentu, sementara tidak ada informasi mengenai populasi sampel
tersebut, sehingga perlu dibandingkan dengan sampel-sampel dari populasi
tertentu.
 Syarat penggunaan Uji t satu Sample :
1. Data harus berdistribusi normal
 Contoh :
seorang peneliti ingin menguji produktivitas Varietas baru dari satu
sampel lahan sawahnya, dengan dibandingkan dengan enam lahan sawah
disekitarnya yang menggunakan varietas lama. Apakah ada perbedaan secara
signifikan atau tidak.

3

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – SAMPEL TUNGGAL

Latihan :
seorang peneliti ingin menguji produktivitas Varietas baru dari satu
sampel lahan sawahnya, dengan dibandingkan dengan enam lahan sawah
disekitarnya yang menggunakan varietas lama. Apabila rata-rata produktifitas
varietas baru adalah 8ton/ha, dan rata-rata produktifitas 6 sawah disekitarnya
adalah
Lahan 1 = 5ton/ha
Lahan 2 = 7ton/ha
Lahan 3 = 6,5ton/ha
Lahan 4 = 7,5ton/ha
Lahan 5 = 7ton/ha
Lahan 6 = 6ton/ha
Jika taraf signifikan sebesar 5% Apakah ada perbedaan secara signifikan atau
tidak??

4

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – SAMPEL TUNGGAL

HIPOTESIS :
H0 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru = Produktifitas tanaman padi
dari varietas lama.
H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas tanaman padi
dari varietas lama.

Taraf signifikansi 5%

5

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan
Ketentuan:
langkah berikut:
Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05
1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler
Tidak berdistribusi normal bila sig <0,05
2. Berat badan dipindah ke Depedent list.
3. Perlakuan dipindah ke Factor list.
4. Klik Plots
0,607 > 0,05
5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram.
6. Centang Normality plots with test. Klik Continue  OK
Maka data berdistribusi normal, sehingga One SampleT-test
dapat dilanjutkan.
Kemudian analisis pada table “Test of Normality”.
Catatan:
Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50
Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50
Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro
Wilk.

6

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – DEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
2. One Sample T-test
1. Klik Analyze  Compare means  One Sample T Test
2. Masukkan Produktifitas_lama ke Variable, dan Test Value isi dengan
rata-rata sampel yang di test.
3. Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang
nilai signifikansi(5%))
4. Klik Continue  OK.

Kemudian analisislah pada table output.

7

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – SAMPEL TUNGGAL

Hipotesis:
H0 diterima : bila sig. > 0,05
H0 ditolak : bila sig. < 0,05 maka H1 diterima.
Maka
0,009 < 0,05
H0 ditolak dan H1 diterima
H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas
tanaman padi dari varietas lama.
HIPOTESIS
H0 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru = Produktifitas tanaman padi
dari varietas lama.
H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas tanaman padi
dari varietas lama.

8

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

 Kapan menggunakan uji parametrik INDEPENDEN????
digunakan ketika menguji data Antara variable satu tidak saling
berkaitan atau INDEPENDEN.
 Syarat penggunaan INDEPENDEN
1. Data harus berdistribusi normal
2. Kedua sampelnya INDEPENDEN (tidak berhubungan)
 Contoh :
1. seorang ingin meneliti berat badan bayi yang diberi pemijatan akan
lebih baik dari pada bayi yang tidak diberi pemijatan
2. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah berat badan sapi yang
diberikan jenis pakan A lebih baik dari yang diberi jenis pakan B.

9

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

Latihan :
1. Seorang peneliti ingin mengetahui berat badan bayi yang diberi
pemijatan apakah lebih baik dari yang tidak dipijat. Datanya sebagai
berikut. Signisifikansi 5% (0,05).

HIPOTESIS
H0: berat badan bayi yang dipijat = berat badan bayi yang tidak dipijat.
H1: berat badan bayi yang dipijat ≠ berat badan bayi yang tidak dipijat.

10

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

No

Berat badan

perlakuan

1

3,4

Dipijat

2,7

Tidak dipijat

2

3,0

Dipijat

2,8

Tidak dipijat

3

2,9

Dipijat

2,7

Tidak dipijat

4

3,1

Dipijat

2,6

Tidak dipijat

5

3,0

Dipijat

2,8

Tidak dipijat

6

3,3

Dipijat

2,8

Tidak dipijat

7

3,7

Dipijat

3,1

Tidak dipijat

8

3,5

Dipijat

3,2

Tidak dipijat

9

3,6

Dipijat

2,9

Tidak dipijat

10

11

Berat badan perlakuan

3,2

Dipijat

3,3

Tidak dipijat

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan
Maka:
langkah berikut:
Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05
1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler
Tidak berdistribusi normal bila sig <0,05
2. Berat badan dipindah ke Depedent list.
3. Perlakuan dipindah ke Factor list.
4. Klik0,05
0,67 > Plots
5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram.
0,23 > 0,05
6. Centang Normality plots with test. Klik Continue  OK
Kedua data berdistribusi normal, maka T-test Independen dapat
Kemudian analisis pada table “Test of Normality”.
dilanjutkan.
Catatan:
Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50
Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50
Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro
Wilk.

12

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – INDEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
2. T-test Jadi nilai variansinya adalah sama, maka digunakan nilai sig. yang
Independent
1. Klik Analyze  Compare means  Independent-Samples T Test
pada baris pertama pada kolom sig (2-tailed)
2. Masukkan berat badan ke Test Variable, dan perlakuan ke Grouping
Variable
H0 diterima : bila sig. > 0,05
3. Kemudian :isikansig. < 0,05 maka H1 diterima. klik Define Group.
H0 ditolak bila group variable dengan cara
Group 1 isi angka 1 (Dipijat), group 2 di isi angka 2 (Tidak dipijat) 
Continue.
Maka
4. Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang
0,04 < 0,05
nilaidi terima “berat badan bayi yang dipijat ≠ berat badan bayi
H1 signifikansi(5%))
5. Klik Continue  OK.
yang tidak dipijat.”
Kemudian analisislah pada table output apakan kedua data memiliki
nilai variansi yang sama atau tidak.
Apabila sig. >0,05 variansi sama
Apabila sig <0,05 variansi tidak sama

13

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – DEPENDEN

 Kapan menggunakan uji parametrik DEPENDEN????
digunakan ketika menguji dua sampel berpasangan atau
DEPENDEN. Dalam artian kedua sampel berasal dari sampel atau sub yang
sama namun diukur sebanyak dua kali pengukuran. Yaitu diukur sebelum
dan sesuadah sebuah perlakuan.
 Syarat penggunaan INDEPENDEN
1. Data harus berdistribusi normal
2. Kedua sampelnya DEPENDEN (Berpasangan)
 Contoh :
1. Seorang peneliti ingin mengetahui seberapa signifikan pengaruh
pelatihan marketing yang diikuti oleh sales dalam meningkatkan
prestasi penjualannya. Untuk itu dilakukan pengambilan data 10
orang sampel sales sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan.
Dengan signisifikansi 5%.

14

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – DEPENDEN

Berikut data sebelum dan sesuah mengikuti pelatihan :
Nama

Sebelum (unit/hari)

HIPOTESIS :
Sesudah (unit/hari) H0: Rata-rata penjualan sebelum
mengikuti pelatihan = Rata-rata
penjualan
sesudah
mengikuti
14
pelatihan
14

rudi

11

mira

13

angga

13

14

siska

12

13

gotik

12

14

yudi

13

15

jojo

14

16

anto

12

13

stria

13

15

yuyun

14

16

15

H1: Rata-rata penjualan sebelum
mengikuti pelatihan ≠ Rata-rata
penjualan
sesudah
mengikuti
pelatihan

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – DEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan
langkah berikut:
Maka:
1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler
Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05
2. Pindahkan Sebelum_pelatihan sig <0,05
ke
Tidak berdistribusi normal bila dan Sesudah_pelatihan
Depedent list.
3. Klik Satistic, masukkan taraf kepercayaan 95%. Kemudian
Continue. 0,05
0,287 >
4. Klik Plots 0,05
0,177 >
5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram.
6. Centang data berdistribusi normal, Klik Continue  OK
Kedua Normality plots with test. maka T-test Dependen dapat
Kemudian analisis pada table “Test of Normality”.
dilanjutkan.
Catatan:
Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50
Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50
Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro
Wilk.

16

Design by ; Radi saputra
UJI PARAMETRIK – DEPENDEN

 LANGKAH PENYELESAIAN
Hipotesis:
2. T-test Dependent
1. H0 diterima : Compare means  Paired-Samples T Test
Klik Analyze bila sig. > 0,05
2. H0 ditolak : bilaSebelum_pelatihan diterima. Variable
Masukkan
1,
dan
sig. < 0,05 maka H1 ke
Sesudah_pelatihan ke Variable 2.
3. Maka
Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang
nilai < 0,05
0,000signifikansi(5%))
4. Klik Continue  OK.
H1: Rata-rata penjualan sebelum mengikuti pelatihan ≠ Rata-rata
Kemudian analisislah pada table output.
penjualan sesudah mengikuti pelatihan

17

Design by ; Radi saputra
18

Design by ; Radi saputra

Statistika uji parametrik

  • 1.
  • 2.
    UJI PARAMETRIK 1. SAMPELTUNGGAL 2. INDEPENDEN 3. DEPENDEN 2 Design by ; Radi saputra
  • 3.
    UJI PARAMETRIK –SAMPEL TUNGGAL  Kapan menggunakan uji parametrik sampel tunggal???? digunakan ketika ingin menguji suatu nilai rata-rata dari satu sampel, dengan dibandingkan dengan rata-rata sekelompok sampel-sampel lainnya. Atau untuk mengetahui apakah sampel tersebut berasal dari populasi tertentu, sementara tidak ada informasi mengenai populasi sampel tersebut, sehingga perlu dibandingkan dengan sampel-sampel dari populasi tertentu.  Syarat penggunaan Uji t satu Sample : 1. Data harus berdistribusi normal  Contoh : seorang peneliti ingin menguji produktivitas Varietas baru dari satu sampel lahan sawahnya, dengan dibandingkan dengan enam lahan sawah disekitarnya yang menggunakan varietas lama. Apakah ada perbedaan secara signifikan atau tidak. 3 Design by ; Radi saputra
  • 4.
    UJI PARAMETRIK –SAMPEL TUNGGAL Latihan : seorang peneliti ingin menguji produktivitas Varietas baru dari satu sampel lahan sawahnya, dengan dibandingkan dengan enam lahan sawah disekitarnya yang menggunakan varietas lama. Apabila rata-rata produktifitas varietas baru adalah 8ton/ha, dan rata-rata produktifitas 6 sawah disekitarnya adalah Lahan 1 = 5ton/ha Lahan 2 = 7ton/ha Lahan 3 = 6,5ton/ha Lahan 4 = 7,5ton/ha Lahan 5 = 7ton/ha Lahan 6 = 6ton/ha Jika taraf signifikan sebesar 5% Apakah ada perbedaan secara signifikan atau tidak?? 4 Design by ; Radi saputra
  • 5.
    UJI PARAMETRIK –SAMPEL TUNGGAL HIPOTESIS : H0 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru = Produktifitas tanaman padi dari varietas lama. H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas tanaman padi dari varietas lama. Taraf signifikansi 5% 5 Design by ; Radi saputra
  • 6.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN 1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan Ketentuan: langkah berikut: Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05 1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler Tidak berdistribusi normal bila sig <0,05 2. Berat badan dipindah ke Depedent list. 3. Perlakuan dipindah ke Factor list. 4. Klik Plots 0,607 > 0,05 5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram. 6. Centang Normality plots with test. Klik Continue  OK Maka data berdistribusi normal, sehingga One SampleT-test dapat dilanjutkan. Kemudian analisis pada table “Test of Normality”. Catatan: Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50 Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50 Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro Wilk. 6 Design by ; Radi saputra
  • 7.
    UJI PARAMETRIK –DEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN 2. One Sample T-test 1. Klik Analyze  Compare means  One Sample T Test 2. Masukkan Produktifitas_lama ke Variable, dan Test Value isi dengan rata-rata sampel yang di test. 3. Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang nilai signifikansi(5%)) 4. Klik Continue  OK. Kemudian analisislah pada table output. 7 Design by ; Radi saputra
  • 8.
    UJI PARAMETRIK –SAMPEL TUNGGAL Hipotesis: H0 diterima : bila sig. > 0,05 H0 ditolak : bila sig. < 0,05 maka H1 diterima. Maka 0,009 < 0,05 H0 ditolak dan H1 diterima H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas tanaman padi dari varietas lama. HIPOTESIS H0 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru = Produktifitas tanaman padi dari varietas lama. H1 : Produktifitas tanaman padi dari varietas baru ≠ Produktifitas tanaman padi dari varietas lama. 8 Design by ; Radi saputra
  • 9.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN  Kapan menggunakan uji parametrik INDEPENDEN???? digunakan ketika menguji data Antara variable satu tidak saling berkaitan atau INDEPENDEN.  Syarat penggunaan INDEPENDEN 1. Data harus berdistribusi normal 2. Kedua sampelnya INDEPENDEN (tidak berhubungan)  Contoh : 1. seorang ingin meneliti berat badan bayi yang diberi pemijatan akan lebih baik dari pada bayi yang tidak diberi pemijatan 2. Seorang peneliti ingin mengetahui apakah berat badan sapi yang diberikan jenis pakan A lebih baik dari yang diberi jenis pakan B. 9 Design by ; Radi saputra
  • 10.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN Latihan : 1. Seorang peneliti ingin mengetahui berat badan bayi yang diberi pemijatan apakah lebih baik dari yang tidak dipijat. Datanya sebagai berikut. Signisifikansi 5% (0,05). HIPOTESIS H0: berat badan bayi yang dipijat = berat badan bayi yang tidak dipijat. H1: berat badan bayi yang dipijat ≠ berat badan bayi yang tidak dipijat. 10 Design by ; Radi saputra
  • 11.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN No Berat badan perlakuan 1 3,4 Dipijat 2,7 Tidak dipijat 2 3,0 Dipijat 2,8 Tidak dipijat 3 2,9 Dipijat 2,7 Tidak dipijat 4 3,1 Dipijat 2,6 Tidak dipijat 5 3,0 Dipijat 2,8 Tidak dipijat 6 3,3 Dipijat 2,8 Tidak dipijat 7 3,7 Dipijat 3,1 Tidak dipijat 8 3,5 Dipijat 3,2 Tidak dipijat 9 3,6 Dipijat 2,9 Tidak dipijat 10 11 Berat badan perlakuan 3,2 Dipijat 3,3 Tidak dipijat Design by ; Radi saputra
  • 12.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN 1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan Maka: langkah berikut: Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05 1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler Tidak berdistribusi normal bila sig <0,05 2. Berat badan dipindah ke Depedent list. 3. Perlakuan dipindah ke Factor list. 4. Klik0,05 0,67 > Plots 5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram. 0,23 > 0,05 6. Centang Normality plots with test. Klik Continue  OK Kedua data berdistribusi normal, maka T-test Independen dapat Kemudian analisis pada table “Test of Normality”. dilanjutkan. Catatan: Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50 Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50 Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro Wilk. 12 Design by ; Radi saputra
  • 13.
    UJI PARAMETRIK –INDEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN 2. T-test Jadi nilai variansinya adalah sama, maka digunakan nilai sig. yang Independent 1. Klik Analyze  Compare means  Independent-Samples T Test pada baris pertama pada kolom sig (2-tailed) 2. Masukkan berat badan ke Test Variable, dan perlakuan ke Grouping Variable H0 diterima : bila sig. > 0,05 3. Kemudian :isikansig. < 0,05 maka H1 diterima. klik Define Group. H0 ditolak bila group variable dengan cara Group 1 isi angka 1 (Dipijat), group 2 di isi angka 2 (Tidak dipijat)  Continue. Maka 4. Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang 0,04 < 0,05 nilaidi terima “berat badan bayi yang dipijat ≠ berat badan bayi H1 signifikansi(5%)) 5. Klik Continue  OK. yang tidak dipijat.” Kemudian analisislah pada table output apakan kedua data memiliki nilai variansi yang sama atau tidak. Apabila sig. >0,05 variansi sama Apabila sig <0,05 variansi tidak sama 13 Design by ; Radi saputra
  • 14.
    UJI PARAMETRIK –DEPENDEN  Kapan menggunakan uji parametrik DEPENDEN???? digunakan ketika menguji dua sampel berpasangan atau DEPENDEN. Dalam artian kedua sampel berasal dari sampel atau sub yang sama namun diukur sebanyak dua kali pengukuran. Yaitu diukur sebelum dan sesuadah sebuah perlakuan.  Syarat penggunaan INDEPENDEN 1. Data harus berdistribusi normal 2. Kedua sampelnya DEPENDEN (Berpasangan)  Contoh : 1. Seorang peneliti ingin mengetahui seberapa signifikan pengaruh pelatihan marketing yang diikuti oleh sales dalam meningkatkan prestasi penjualannya. Untuk itu dilakukan pengambilan data 10 orang sampel sales sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Dengan signisifikansi 5%. 14 Design by ; Radi saputra
  • 15.
    UJI PARAMETRIK –DEPENDEN Berikut data sebelum dan sesuah mengikuti pelatihan : Nama Sebelum (unit/hari) HIPOTESIS : Sesudah (unit/hari) H0: Rata-rata penjualan sebelum mengikuti pelatihan = Rata-rata penjualan sesudah mengikuti 14 pelatihan 14 rudi 11 mira 13 angga 13 14 siska 12 13 gotik 12 14 yudi 13 15 jojo 14 16 anto 12 13 stria 13 15 yuyun 14 16 15 H1: Rata-rata penjualan sebelum mengikuti pelatihan ≠ Rata-rata penjualan sesudah mengikuti pelatihan Design by ; Radi saputra
  • 16.
    UJI PARAMETRIK –DEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN 1. Penuhi syarat “data harus berdistribusi normal”. Test data dengan langkah berikut: Maka: 1. Klik analyze  Descriptive statistics  Expoler Berdistribusi Normal bila sig. > 0,05 2. Pindahkan Sebelum_pelatihan sig <0,05 ke Tidak berdistribusi normal bila dan Sesudah_pelatihan Depedent list. 3. Klik Satistic, masukkan taraf kepercayaan 95%. Kemudian Continue. 0,05 0,287 > 4. Klik Plots 0,05 0,177 > 5. Hilangkan centang Steam-and-leaf, dan centang Histogram. 6. Centang data berdistribusi normal, Klik Continue  OK Kedua Normality plots with test. maka T-test Dependen dapat Kemudian analisis pada table “Test of Normality”. dilanjutkan. Catatan: Gunakan Kolmogorov apabila sampel >50 Gunakan Shapiro Wilk apabila sampel <50 Maka yang kita gunakan sekarang adalah nilai signisifikansi Shapiro Wilk. 16 Design by ; Radi saputra
  • 17.
    UJI PARAMETRIK –DEPENDEN  LANGKAH PENYELESAIAN Hipotesis: 2. T-test Dependent 1. H0 diterima : Compare means  Paired-Samples T Test Klik Analyze bila sig. > 0,05 2. H0 ditolak : bilaSebelum_pelatihan diterima. Variable Masukkan 1, dan sig. < 0,05 maka H1 ke Sesudah_pelatihan ke Variable 2. 3. Maka Klik Options isi taraf kepercayaan 95% (didapat dari 100% dikurang nilai < 0,05 0,000signifikansi(5%)) 4. Klik Continue  OK. H1: Rata-rata penjualan sebelum mengikuti pelatihan ≠ Rata-rata Kemudian analisislah pada table output. penjualan sesudah mengikuti pelatihan 17 Design by ; Radi saputra
  • 18.
    18 Design by ;Radi saputra