BUPATI HULU SUNGAI TENGAH 
KEPUTUSAN BUPATI HULU SUNGAI TENGAH 
NOMOR : 060/ 187 /065/TAHUN 2014 
TENTANG 
PEMBENTUKAN TIM REFORMASI BIROKRASI 
KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH 
BUPATI HULU SUNGAI TENGAH, 
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana 
tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan 
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 
Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 
Tahun 2010 – 2014 kiranya perlu dibentuk Tim 
Reformasi Birokrasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah; 
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana 
dimaksud dalam huruf a perlu ditetapkan dengan 
Keputusan Bupati Hulu Sungai Tengah. 
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang 
Penetapan Undang – Undang Darurat Nomor 03 Tahun 
1953 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di 
Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia 
Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara 
Republik Indonesia Nomor 1820); 
2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang 
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari 
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (Lembaran Negara 
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan 
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang 
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik 
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan 
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), 
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir 
dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang 
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran 
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, 
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 
4844); 
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang 
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 
Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik 
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran 
Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang 
Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia 
Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara 
Republik Indonesia Nomor 5038);
6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang 
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan 
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik 
Indonesia Nomor 5234); 
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang 
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan 
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik 
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan 
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang 
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, 
Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah 
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia 
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara 
Republik Indonesia Nomor 4737); 
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang 
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara 
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 89, Tambahan 
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 
Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 
2010-2025; 
11. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang 
Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi 
Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional 
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden 
Nomor 23 Tahun 2010; 
12. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan 
Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang 
Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2010 – 2014; 
13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan 
Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2012 tentang 
Pedoman Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan 
Reformasi Birokrasi pada Pemerintah Daerah; 
14. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan 
Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2013 tentang 
Pedoman Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi 
Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah; 
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 
Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 
16. Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah 
Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Urusan Pemerintahan 
yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Hulu 
Sungai Tengah; 
17. Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah 
Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Struktur 
Organisasi Tata Kerja di Lingkungan Pemerintah 
kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagaimana telah 
diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu 
Sungai Tengah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang 
Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Hulu 
Sungai Tengah Nomor 11 Tahun 2010 Tentang
Pembentukan Struktur Organisasi Tata Kerja di 
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai 
Tengah. 
MEMUTUSKAN : 
Menetapkan : 
KESATU : Membentuk Tim Reformasi Birokrasi Kabupaten Hulu 
Sungai Tengah yang terdiri atas Tim Pengarah dan Tim 
Pelaksana dengan susunan Tim sebagaimana tercantum 
pada Lampiran Keputusan ini. 
KEDUA : Tugas Tim Pengarah sebagaimana dimaksud pada Diktum 
Kesatu adalah : 
a. Memberikan arahan dalam penyusunan Road Map 
reformasi birokrasi serta menetapkan Road Map; 
b. Memastikan pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai 
dengan sasaran reformasi birokrasi nasional, yang 
dapat memberikan dampak pada perbaikan birokrasi 
dan memberikan dampak pada masyarakat; 
c. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan reformasi 
birokrasi secara berkala, termasuk pelaksanaan Quick 
Wins, dan memberikan arahan agar pelaksanaan 
reformasi birokrasi tetap berjalan konsisten, terarah, 
sesuai dengan Road Map, dan berkelanjutan. 
KETIGA : Tugas Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud pada Diktum 
Kesatu adalah : 
a. Merumuskan Road Map reformasi birokrasi pemerintah 
daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah; 
b. Merumuskan quick wins; 
c. Merancang rencana manajemen perubahan; 
d. Bersama dengan unit/satuan kerja terkait 
melaksanakan Quick Wins; 
e. Melaksanakan fokus perubahan sesuai rencana yang 
tertuang dalam Road Map; 
f. Melakukan pemeliharaan terhadap area-area yang 
sudah maju; 
g. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, 
melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan 
agar target yang dihasilkan selalu dapat menyesuaikan 
kebutuhan stakeholders; 
h. Menjadi agen perubahan. 
KEMPAT : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya 
Keputusan ini dibebankan pada APBD Kabupaten Hulu 
Sungai Tengah. 
KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 
Ditetapkan di Barabai 
pada tanggal 23 September 2014 
September 2014 
BUPATI HULU SUNGAI TENGAH, 
H. HARUN NURASID

SK Tim Reformasi Birokrasi

  • 1.
    BUPATI HULU SUNGAITENGAH KEPUTUSAN BUPATI HULU SUNGAI TENGAH NOMOR : 060/ 187 /065/TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN TIM REFORMASI BIROKRASI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH BUPATI HULU SUNGAI TENGAH, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2010 – 2014 kiranya perlu dibentuk Tim Reformasi Birokrasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu ditetapkan dengan Keputusan Bupati Hulu Sungai Tengah. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang – Undang Darurat Nomor 03 Tahun 1953 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
  • 2.
    6. Undang-Undang Nomor12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025; 11. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2010; 12. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2010 – 2014; 13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Reformasi Birokrasi pada Pemerintah Daerah; 14. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah; 16. Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah; 17. Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Struktur Organisasi Tata Kerja di Lingkungan Pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 11 Tahun 2010 Tentang
  • 3.
    Pembentukan Struktur OrganisasiTata Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KESATU : Membentuk Tim Reformasi Birokrasi Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terdiri atas Tim Pengarah dan Tim Pelaksana dengan susunan Tim sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Tugas Tim Pengarah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu adalah : a. Memberikan arahan dalam penyusunan Road Map reformasi birokrasi serta menetapkan Road Map; b. Memastikan pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai dengan sasaran reformasi birokrasi nasional, yang dapat memberikan dampak pada perbaikan birokrasi dan memberikan dampak pada masyarakat; c. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi secara berkala, termasuk pelaksanaan Quick Wins, dan memberikan arahan agar pelaksanaan reformasi birokrasi tetap berjalan konsisten, terarah, sesuai dengan Road Map, dan berkelanjutan. KETIGA : Tugas Tim Pelaksana sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu adalah : a. Merumuskan Road Map reformasi birokrasi pemerintah daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah; b. Merumuskan quick wins; c. Merancang rencana manajemen perubahan; d. Bersama dengan unit/satuan kerja terkait melaksanakan Quick Wins; e. Melaksanakan fokus perubahan sesuai rencana yang tertuang dalam Road Map; f. Melakukan pemeliharaan terhadap area-area yang sudah maju; g. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan agar target yang dihasilkan selalu dapat menyesuaikan kebutuhan stakeholders; h. Menjadi agen perubahan. KEMPAT : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada APBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah. KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Barabai pada tanggal 23 September 2014 September 2014 BUPATI HULU SUNGAI TENGAH, H. HARUN NURASID