10+ Slides
Corporate Life PowerPoint Template
Pemodelan Proses Perangkat Lunak
ALIYAH 50418575
INENDYA RAHMA TANIA 53418331
MUHAMMAD DAFFA DHIYA ULHAQ 54418525
TIARA ANGGITA DEWI 57418067
Untuk menyelesaikan masalah aktual
didalam sebuah seting industri, rekayasa
perangkat lunak atau tim perekayasa
harus menggabunkkan strategi
pengembangan yang melingkupi lapisan
proses, metode, dan alat bantu
F a s e - F a s e G e n e r i k
Apa yang di proses,
fungsi dan untuk kerja
apa yang dibutuhkan,
tingkah laku sistem,
interface yang
dibangun
Fase Definisi
mendefinisikan
bagaimana daya
dikontruksikan,
bagaimana fungsi
diimplementasikan
sebagai arsitektu
perangkat lunak.
Fase pengembangan
koreksi kesalahan,
penyesuaian yang
dibutuhkan ketika
lingkungan perangkat
lunak berkembang
Fase pemeliharaan
M o d e l S e k u e n s i L i n i e r
Aktivitas model sekuensial linier :
• Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi
• Analisis kebutuhan perangkat lunak
• Desain
• Generasi kode
• pengujian
• Pemeliharaan.
M e t o d e P r o t o t i p e
Prototyping paradigma dimulai dengan
pengumpulan kebutuhan. Pengembang dan
pelanggan bertemu dan mendefinisikan objektif
keseluruhan dari perangkat lunak, mengidentifikasi
segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis
Model RAD (Rapid Application Development)
Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan
tinggi” dari model sekuensial linier di mana
perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan
pendekatan konstruksi berbasis komponen.
Karena dipakai pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan
RAD melingkupi beberapa fase, yaitu:
bussiness modelling, data modelling, process modelling
,aplication generation, testing and turnover
Pemodelan Bisnis (Bussiness Modelling)
Aliran informasi di antara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis?
Informasi apa yang dimunculkan? Siapa yang memunculkannya? Ke mana informasi itu
pergi? Siapa yang memprosesnya?
Pemodelan Data (Data Modelling)
Karakteristik (disebut atribut) masing-masing objek diidentifikasi dan hubungan antara
objek-objek tersebut didefinisikan.
Pemodelan Proses (Process Modelling)
Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau
mendapatkan kembali sebuah objek data
Pembentukan Aplikasi (Application Development)
RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi keempat. RAD lebih banyak memproses
kerja untuk memakai lagi komponen program yang ada
Pengujian (Testing) dan Turnover
RAD menekankan perkembangan komponen program yang bisa dipakai kembali.
Reusabilitas menjadi batu pertama teknologi objek, dan ditemui di dalam model proses rakitan
komponen.
M o d e l E v o l u s i o n e r
Model evolusioner ditandai dengan tingkah laku yang
memungkinkan perekayasa perangkat lunak
mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih
lengkap sedikit demi sedikit.
M o d e l P e r t a m b a h a n
Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan,
perangkat lunak “yang disampaikan”.
M o d e l S p i r a l
ď‚· Komunikasi pelanggan.
ď‚· Perencanaan.
ď‚· Analisis risiko.
ď‚· Perekayasaan.
ď‚· Konstruksi dan peluncuran.
ď‚· Evaluasi pelanggan.
Model spiral yang berisi enam wilayah tugas:
M o d e l S p i r a l T i p i k a l
Model spiral memungkinkan pengembang
menggunakan pendekatan prototipe pada setiap
keadaan di dalam evolusi produk
M o d e l R a k i t a n K o m p o n e n
Menggabungkan beberapa karakteristik model spiral.
Model ini bersifat evolusioner, sehingga membutuhkan
pendekatan iteratif untuk menciptakan perangkat lunak.
M o d e l P e r k e m b a n g a n K o n k u r e n
Model proses konkuren sering digunakan sebagai
paradigma bagi pengembangan aplikasi klien/server.
Sistem klien/server dirancang dari serangkaian
komponen fungsional. Bila diaplikasikan kepada
klien/server, model proses konkuren akan
mendefinisikan aktivitas di dalam dua dimensi, yaitu:
dimensi sistem dan dimensi komponen. Isu tingkat
sistem dituju dengan menggunakan tiga aktivitas, yaitu:
desain, assembly, dan pemakaian.
M o d e l F o r m a l
Metode formal memungkinkan
perekayasa perangkat lunak untuk
mengkhususkan, mengembangkan, dan
memverifikasi sistem berbasis komputer
dengan menggunakan notasi matematis
yang tepat. Meskipun belum menjadi
pendekatan utama, model metode formal
sudah menawarkan janji perangkat lunak
yang bebas cacat/kesalahan.
Akan tetapi, perhatian tentang
kemampuan aplikasinya di dalam
lingkungan bisnis sudah mulai disuarakan
seperti berikut ini.
1. Pengembangan model formal banyak
memakan waktu dan mahal.
2. Karena beberapa pengembang
perangkat lunak perlu mempunyai latar
belakang yang diperlukan untuk
mengapli- kasikan metode formal, maka
diperlukan pelatihan yang ekstensif.
3. Sulit untuk menggunakan model-model
sebagai sebuah mekanisme komunikasi
bagi pemakai yang secara teknik belum
canggih.
Te k n o l o g i P r o s e s
Alat-alat bantu teknologi proses memperbolehkan
organisasi perangkat lunak untuk membangun
sebuah model kerangka kerja proses umum
otomatis, sejumlah tugas, dan aktivitas pelindung.
P r o d u k d a n P r o s e s
Bila proses lemah maka tidak diragukan lagi hasil
akhirnya akan buruk. Akan tetapi, ketergantungan yang
obsesive pada proses juga berbahaya. Secara singkat,
Margaret David mengomentari dualitas hasil dan proses
sebagai berikut:
Sekitar setiap sepuluh tahun lebih atau kurang dari
lima, komunitas perangkat lunak kembali mendefinisikan
“masalah” dengan menggeser fokusnya dari isu produk ke
isu proses. Demikianlah, kita telah mempergunakan
bahasa program terstruktur (produk) diikuti dengan
metode analisis terstruk- tur (proses) diikuti dengan
enkapsulasi data (produk) diikuti dengan penekanan pada
Rekayasa perangkat lunak Institute’s Software
Development Capability Maturity Model (proses).
Dualitas produk dan proses merupakan
elemen yang penting di dalam menjaga
manusia-manusia kreatif agar tetap
terjalin, sementara rekayasa
pemrograman dan perangkat lunak
diselesaikan

Sim

  • 1.
    10+ Slides Corporate LifePowerPoint Template Pemodelan Proses Perangkat Lunak ALIYAH 50418575 INENDYA RAHMA TANIA 53418331 MUHAMMAD DAFFA DHIYA ULHAQ 54418525 TIARA ANGGITA DEWI 57418067
  • 2.
    Untuk menyelesaikan masalahaktual didalam sebuah seting industri, rekayasa perangkat lunak atau tim perekayasa harus menggabunkkan strategi pengembangan yang melingkupi lapisan proses, metode, dan alat bantu
  • 3.
    F a se - F a s e G e n e r i k Apa yang di proses, fungsi dan untuk kerja apa yang dibutuhkan, tingkah laku sistem, interface yang dibangun Fase Definisi mendefinisikan bagaimana daya dikontruksikan, bagaimana fungsi diimplementasikan sebagai arsitektu perangkat lunak. Fase pengembangan koreksi kesalahan, penyesuaian yang dibutuhkan ketika lingkungan perangkat lunak berkembang Fase pemeliharaan
  • 4.
    M o de l S e k u e n s i L i n i e r Aktivitas model sekuensial linier : • Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi • Analisis kebutuhan perangkat lunak • Desain • Generasi kode • pengujian • Pemeliharaan.
  • 5.
    M e to d e P r o t o t i p e Prototyping paradigma dimulai dengan pengumpulan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan objektif keseluruhan dari perangkat lunak, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis
  • 6.
    Model RAD (RapidApplication Development) Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier di mana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen. Karena dipakai pada aplikasi sistem konstruksi, pendekatan RAD melingkupi beberapa fase, yaitu: bussiness modelling, data modelling, process modelling ,aplication generation, testing and turnover
  • 7.
    Pemodelan Bisnis (BussinessModelling) Aliran informasi di antara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis? Informasi apa yang dimunculkan? Siapa yang memunculkannya? Ke mana informasi itu pergi? Siapa yang memprosesnya? Pemodelan Data (Data Modelling) Karakteristik (disebut atribut) masing-masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan. Pemodelan Proses (Process Modelling) Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali sebuah objek data
  • 8.
    Pembentukan Aplikasi (ApplicationDevelopment) RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi keempat. RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lagi komponen program yang ada Pengujian (Testing) dan Turnover RAD menekankan perkembangan komponen program yang bisa dipakai kembali. Reusabilitas menjadi batu pertama teknologi objek, dan ditemui di dalam model proses rakitan komponen.
  • 9.
    M o de l E v o l u s i o n e r Model evolusioner ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan perekayasa perangkat lunak mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap sedikit demi sedikit.
  • 10.
    M o de l P e r t a m b a h a n Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan, perangkat lunak “yang disampaikan”.
  • 11.
    M o de l S p i r a l ď‚· Komunikasi pelanggan. ď‚· Perencanaan. ď‚· Analisis risiko. ď‚· Perekayasaan. ď‚· Konstruksi dan peluncuran. ď‚· Evaluasi pelanggan. Model spiral yang berisi enam wilayah tugas:
  • 12.
    M o de l S p i r a l T i p i k a l Model spiral memungkinkan pengembang menggunakan pendekatan prototipe pada setiap keadaan di dalam evolusi produk
  • 13.
    M o de l R a k i t a n K o m p o n e n Menggabungkan beberapa karakteristik model spiral. Model ini bersifat evolusioner, sehingga membutuhkan pendekatan iteratif untuk menciptakan perangkat lunak.
  • 14.
    M o de l P e r k e m b a n g a n K o n k u r e n Model proses konkuren sering digunakan sebagai paradigma bagi pengembangan aplikasi klien/server. Sistem klien/server dirancang dari serangkaian komponen fungsional. Bila diaplikasikan kepada klien/server, model proses konkuren akan mendefinisikan aktivitas di dalam dua dimensi, yaitu: dimensi sistem dan dimensi komponen. Isu tingkat sistem dituju dengan menggunakan tiga aktivitas, yaitu: desain, assembly, dan pemakaian.
  • 15.
    M o de l F o r m a l Metode formal memungkinkan perekayasa perangkat lunak untuk mengkhususkan, mengembangkan, dan memverifikasi sistem berbasis komputer dengan menggunakan notasi matematis yang tepat. Meskipun belum menjadi pendekatan utama, model metode formal sudah menawarkan janji perangkat lunak yang bebas cacat/kesalahan. Akan tetapi, perhatian tentang kemampuan aplikasinya di dalam lingkungan bisnis sudah mulai disuarakan seperti berikut ini. 1. Pengembangan model formal banyak memakan waktu dan mahal. 2. Karena beberapa pengembang perangkat lunak perlu mempunyai latar belakang yang diperlukan untuk mengapli- kasikan metode formal, maka diperlukan pelatihan yang ekstensif. 3. Sulit untuk menggunakan model-model sebagai sebuah mekanisme komunikasi bagi pemakai yang secara teknik belum canggih.
  • 16.
    Te k no l o g i P r o s e s Alat-alat bantu teknologi proses memperbolehkan organisasi perangkat lunak untuk membangun sebuah model kerangka kerja proses umum otomatis, sejumlah tugas, dan aktivitas pelindung.
  • 17.
    P r od u k d a n P r o s e s Bila proses lemah maka tidak diragukan lagi hasil akhirnya akan buruk. Akan tetapi, ketergantungan yang obsesive pada proses juga berbahaya. Secara singkat, Margaret David mengomentari dualitas hasil dan proses sebagai berikut: Sekitar setiap sepuluh tahun lebih atau kurang dari lima, komunitas perangkat lunak kembali mendefinisikan “masalah” dengan menggeser fokusnya dari isu produk ke isu proses. Demikianlah, kita telah mempergunakan bahasa program terstruktur (produk) diikuti dengan metode analisis terstruk- tur (proses) diikuti dengan enkapsulasi data (produk) diikuti dengan penekanan pada Rekayasa perangkat lunak Institute’s Software Development Capability Maturity Model (proses). Dualitas produk dan proses merupakan elemen yang penting di dalam menjaga manusia-manusia kreatif agar tetap terjalin, sementara rekayasa pemrograman dan perangkat lunak diselesaikan