Cerita ini menceritakan tentang Si Tanggang yang meninggalkan ibunya yang miskin untuk merantau. Dia kemudian menjadi kaya tetapi melupakan ibunya. Ketika ibunya mengunjunginya, Si Tanggang menghalau ibunya dengan kasar. Akibatnya, kapal Si Tanggang karam dalam badai dan dia menjadi batu karena telah menderhaka kepada ibunya. Cerita ini memberikan pesan untuk menghargai orang tua.