Kisah Enam Orang Buta Melihat Gajah (Cerita Rakyat India) 
Dahulu kala hiduplah enam orang buta. Mereka sering mendengar tentang gajah. 
Namun karena mereka semua belum pernah melihatnya, mereka ingin sekali tahu 
seperti apa gajah itu. Maka mereka beramai-ramai pergi melihat gajah. 
Orang buta pertama mendekati gajah. Ia tersandung dan ketika terjatuh, ia menabrak 
sisi tubuh gajah yang kokoh. “Oh, sekarang aku tahu!” katanya, “Gajah itu seperti 
tembok.” 
Orang buta kedua meraba gading gajah. “Mari kita lihat...,” katanya, “Gajah ini bulat, 
licin dan tajam. Jelaslah gajah lebih mirip sebuah tombak.” 
Yang ketiga kebetulan memegang belalai gajah yang bergerak menggeliat-geliat. 
“Kalian salah!” jeritnya, “Gajah ini seperti ular!” 
Berikutnya, orang buta keem pat melompat penuh semangat dan jatuh menimpa lutut 
gajah. “Ah!” katanya, “Bagaimana kalian ini, sudah jelas binatang ini mirip sebatang 
pohon.” 
Yang kelima memegang telinga gajah. “Kipas!” teriaknya, “Bahkan orang yang paling 
buta pun tahu, gajah itu mirip kipas.” 
Orang buta keenam, segera mendekati sang gajah, ia menggapai dan memegang ekor 
gajah yang berayun-ayun. “Aku tahu, kalian semua salah.” Katanya. Gajah mirip 
dengan tali.” 
Demikianlah keenam orang buta itu bertengkar. Masing-masing tidak mau mengalah. 
Semua teguh dengan pendapatnya sendiri, yang sebagian benar, namun semuanya 
salah. Mereka semua hanya meraba bagian tubuh gajah yang berlainan, mereka tidak 
melihat keseluruhan hewan gajah itu sendiri.
Kisah Kucing dan Harimau (Cerita Rakyat Cina) 
Dahulu kala, kucing bersahabat dengan harimau. Mereka selalu bersama-sama di 
hutan . Harimau tidak pandai berburu, maka kucing yang mencari hewan buruan untuk 
mereka berdua. Karena tubuh kucing kecil, maka ia hanya dapat menangkap hewan-hewan 
kecil untuk mereka makan. 
Harimau sering merasa lapar karena makanannya hanya sedikit. Ia sering melihat 
kucing berburu dan berpikir, kalau ia berburu, tentu ia akan mendapat mangsa yang 
lebih besar dan ia dapat makan sampai puas. 
“Kucing,” kata harimau. “Aku ingin berburu, tapi aku tidak tahu caranya. Ajari dong,” 
“Gampang, kok,” kata kucing. Lalu ia mulai mengajarkan cara mengejar hewan buruan. 
Esoknya, kucing menunjukkan bagaimana menerkam dan menangkap buruannya. 
Harimau belajar dengan cepat. Ia sudah dapat menangkap hewan buruan besar. Tapi 
harimau tidak puas. “Kucing sangat pintar,” katanya dalam hati. “Pasti ada ilmu lain 
yang dimilikinya. Ia harus mengajarkannya kepadaku.” 
“Hai, kucing,” kata harimau. “Kau sudah mengajarkan aku berburu. Ajari aku 
kepandaian lain, dong.” 
“Kepandaian apa lagi?” jawab kucing. “Semua sudah kuajarkan kepadamu” 
Harimau masih penasaran. Ia berpikir terus, bagaimana caranya agar kucing 
menunjukkan kemampuan yang belum diajarkannya. “Mungkin kalau aku 
mengejutkannya,” kata harimau dalam hati, “kucing akan menggunakan ilmu itu.” 
Pada suatu hari, kucing sedang tidur. Harimau mengendap-endap dan menerkam 
kucing! Kucing terkejut tapi ia dapat menghindar dan memanjat sebatang pohon yang 
tinggi. 
Pada saat itu kucing baru teringat bahwa ia belum mengajarkan cara memanjat pohon 
kepada harimau. Sementara harimau yang merasa dikhianati, marah besar. 
“Kucing!” teriak harimau dari bawah pohon. “Aku tahu kau bukan teman yang baik. 
Akan kubalas kau!” 
Harimau menunggu kucing turun dari pohon, tapi kucing tetap bertahan . Akhirnya 
harimau merasa lelah dan lapar, ia pun pergi sambil mengancam,” Kau tidak bisa lari 
dariku. Ke manapun kau pergi, aku akan mencarimu.” 
Setelah harimau pergi, kucing turun dari pohon dan lari ke perkampungan manusia. 
Kepandaiannya menangkap tikus membuat manusia suka padanya dan sering
membarinya makanan. Kucing pun tinggal di perkampungan. Namun, walaupun kucing 
tahu harimau tidak dapat mengejarnya ke perkampungan, ia selalu berhati-hati. Setiap 
membuang kotoran selalu ditimbunnya dengan tanah agar tidak dapat ditemukan oleh 
harimau 
burung layang-layang (Cerita Rakyat kadazan) 
Dalam sebuah hutan yang tebal, tinggal seekor burung layang-layang yang suka 
meniru. Pada suatu petang, burung layang-layang telah mendengar suara teriakan 
daripada burung-burung yang lain. "Ke tepi! Ke tepi! beri laluan kepada raja Burung. " 
Burung layang-layang berasa hairan mendengar teriakan tersebut. Tidak lama 
kemudian, beberapa ekor burung merak melalui kawasan itu. Burung layang-layang 
terpegun melihat kecantikan bururng merak. Maka, timbullah perasaan pada burung 
layang-layang yang ingin menjadi seperti burung merak. burung layang-layang menoleh 
ke kiri dan ke kanan lalu melihat beberapa helai bulu burung merak tercicir di atas 
tanah. Apabila kumpulan burung merak telah berlalu, burung layang-layang mengutip 
semua bulu merak yang tercicir di atas tanah dan menyisipkan ke badannya. Apabila 
selesai, burung layang-layang berjalan di atas laluan burung merak tadi.Burung-burung 
lain yang melihatnya berteriak," Ke tepi! Ke tepi! Berikan laluan kepada Raja Burung." 
Burung layang-layang berasa sangat seronok dan berjalan lebih pantas sehingga 
terlupa tentang bulu-bulu burung merak yang disisipkan di badannya. Lalu, satu demi 
satu bulu burung merak tertanggal dan tercicir di atas tanah. Burung-burung lain yang 
menyaksikan kejadian tersebut ketawa berdekah-dekah sambil berteriak, " Rupa-rupanya 
burung layang-layang menyamar menjadi Raja Burung." Burung layang-layang 
berlalu dari situ sambil menundukkan kepalanya kerana berasa sangat malu. Semasa 
berjalan dengan kepala bertunduk, burung layang-layang telah terlanggar burung 
merak. Apabila burung layang-layang mendongak, dia mendapati burung merak sedang 
berdiri di hadapannya dengan muka yang bengis. Burung merak berkata, " kami tidak 
suka kepada burung yang cuba menyamar menjadi burung yang lain. Pergi dari sini!" 
Burung layang-layang segera terbang meninggalkan kawasan tersebut. Semasa 
terbang, burung layang-layang ternampak sekumpulan burung seakan-akan serupa 
dengan dirinya. Burung layang-layang mendekati burung dalam kumpulan tersebut. 
Seekor burung dalam kumpulan itu bertanya, "Anda ahli baru dalam kumpulan inikah?" 
Burung layang-layang pun menjawab, "Ya, saya ahli baru dalam kumpulan ini." Burung 
layang-layang berasa sangat gembira kerana telah mendapat sahabat baru.
BERUK TUNGGAL (Cerita Rakyat iban) 
Kononnya, ada sebuah istana terletak di tebing sebatang sungai. Rajanya mempunyai 
tujuh orang puteri. Baginda amat sayang kepada Puteri Bongsu. 
Di tebing sebelah istana ada sebuah pondok buruk. Penghuninya seorang perempuan 
setengah umur. Kerjanya bertani. 
Perempuan itu sangat inginkan seorang anak. Pada suatu hari, dia minum air di sebuah 
tempurung. Selepas itu dia mengandung lalu melahirkan seekor beruk. Ia dinamakan 
Beruk Tunggal. 
Setelah besar, Beruk Tunggal menolong ibunya bertani. Tahun itu padi menjadi tetapi 
diserang tikus. Beruk Tunggal menangkap semua tikus yang menyerang padinya. 
Kemudian dia mencari Raja Tikus. Apabila bertemu, Raja Tikus itu diberi amaran. Raja 
Tikus ketakutan kerana ia tahu Beruk Tunggal jelmaan seorang anak raja kayangan. 
“Hamba tidak tahu huma ini kepunyaan tuanku,” kata Raja Tikus. 
“Padi aku sudah habis. Apakah tindakan kamu?” Tanya Beruk Tunggal. 
“Hamba akan suruh rakyat hamba mengumpulkan butir emas,” kata Raja Tikus. 
“Baiklah, aku terima pemberian itu!” kata Beruk Tunggal. Kemudian, segala tikus itu 
datang membawa butir emas. Banyaklah emas di pondok Beruk Tunggal. 
Beruk Tunggal meminta emaknya meminang puteri raja. Emaknya pun pergi ke istana. 
Raja terkejut mendengar permohonan perempuan itu. Namun raja menyampaikan juga 
permohonan itu kepada ketujuh-tujuh orang puterinya. 
“Kahwin dengan beruk?” Tanya Puteri Sulung. Puteri yang lain turut hairan. Hanya 
Puteri Bongsu yang bersopan-santun sahaja yang sanggup menjadi isteri Beruk 
Tunggal. 
Raja dan permaisuri kasihan kepada Puteri Bongsu. Baginda meminta hantaran 
sebentuk cincin berlian. Pada fikiran raja, tentulah perempuan miskin itu tidak berdaya 
menyediakannya. 
Beruk Tunggal memohon kepada ayahandanya, Raja Kayangan. Pada malam itu, 
ayahanda Beruk Tunggal menghantar secupak cincin berlian. Emak Beruk Tunggal pun 
mempersembahkan cincin berlian yang secupak itu ke istana. 
Dia meminta baginda memilih sebentuk cincin yang sesuai. Raja tidak dapat mengelak. 
Puteri Bongsu pun dikahwinkan dengan Beruk Tunggal.
Selepas itu baginda tidak mahu mereka tinggal di istana. Puteri Bongsu mengikut Beruk 
Tunggal tinggal dipondoknya. Pada malam pertama, Puteri Bongsu menemui sarung 
beruk. Esoknya, Beruk Tunggal tidak bersarung lagi. Dia bertukar menjadi seorang 
pemuda yang kacak. 
“Kekanda sebenarnya putera Raja Kayangan. Bakarlah sarung beruk itu. Taburkan 
sedikit debunya di luar pondok. Pintalah sesuka hati adinda,” kata putera Raja 
Kayangan. 
Puteri Bongsu mengikut suruhan putera raja itu. Sebentar itu juga pondoknya bertukar 
menjadi istana, lengkap dengan taman yang indah 
HARIMAU GUNUNG LEDANG (Cerita Rakyat melayu) 
Pada suatu masa, Gunung Ledang terlalu banyak didiami oleh harimau. Ketika harimau 
gunung itu turun, banyaklah binatang ternakan dibahamnya. 
Pada suatu hari, harimau itu turun beramai-ramai dari gunung itu. Sekawan kerbau 
yang dijaga oleh seorang budak habis dibaham oleh mereka. Orang kaya tuan punya 
kerbau itu sangat marah. 
“Kamu lalai dan tidak menjaga kerbau aku. Kamu mesti ganti semua kerbau yang telah 
dibaham itu,” kata orang kaya itu dengan marah. 
Budak itu sangat susah hati. Sudahlah hidupnya tidak ada tempat berlindung, kini 
malang pula menimpa. Dia bermenung dibawah sepohon pokok. 
“Jangan susah hati. Ambil getah ini dan sapukan kepada mulut harimau itu nanti,” kata 
seorang tua yang menjelma tiba-tiba. 
Budak itu bertekad. Harimau dari gunung itu mesti diajar. Dia mengambil upah menjaga 
sekawan kerbau kepunyaan seorang kaya yang lain. Sampai ketikanya, seekor harimau 
yang besar datang. Budak itu dengan berani pergi kepada harimau itu. 
“Kamu pencuri bedebah mesti diajar!” kata budak itu dengan berani. Harimau yang 
besar itu tergamam. Dia memikirkan budak itu lebih kuat daripadanya. 
Budak itu menyapukan getah pada mulut harimau. Apabila getah itu kering, harimau 
tidak boleh membuka mulutnya. Kuku harimau itu juga disapu getah. Ia tidak dapat 
mengeluarkan kukunya. 
Budak itu juga mengikat kaki harimau. Apabila getah itu kering, harimau tidak boleh 
membuka mulutnya. Kuku harimau itu juga disapu getah. Ia tidak dapat mengeluarkan 
kukunya. 
Budak itu juga mengikat kaki harimau. Hari telah malam, dia memanggil semua orang 
kampung datang. Orang kampung sangat hairan melihat keberanian budak itu. 
Budak itu berkata kepada harimau yang sudah terbaring tidak bergerak, “Mulai malam 
ini, kamu jangan ambil binatang peliharaan orang kampung.”
Harimau itu dibiarkan di situ sehingga tengah hari esoknya. Apabila matahari 
memancar, getah itu pun cair. Harimau melarikan diri kerana ketakutan. Sejak itu tiada 
lagi harimau datang membaham binatang ternakan di kawasan itu

Ahmad hizqil tugasan

  • 1.
    Kisah Enam OrangButa Melihat Gajah (Cerita Rakyat India) Dahulu kala hiduplah enam orang buta. Mereka sering mendengar tentang gajah. Namun karena mereka semua belum pernah melihatnya, mereka ingin sekali tahu seperti apa gajah itu. Maka mereka beramai-ramai pergi melihat gajah. Orang buta pertama mendekati gajah. Ia tersandung dan ketika terjatuh, ia menabrak sisi tubuh gajah yang kokoh. “Oh, sekarang aku tahu!” katanya, “Gajah itu seperti tembok.” Orang buta kedua meraba gading gajah. “Mari kita lihat...,” katanya, “Gajah ini bulat, licin dan tajam. Jelaslah gajah lebih mirip sebuah tombak.” Yang ketiga kebetulan memegang belalai gajah yang bergerak menggeliat-geliat. “Kalian salah!” jeritnya, “Gajah ini seperti ular!” Berikutnya, orang buta keem pat melompat penuh semangat dan jatuh menimpa lutut gajah. “Ah!” katanya, “Bagaimana kalian ini, sudah jelas binatang ini mirip sebatang pohon.” Yang kelima memegang telinga gajah. “Kipas!” teriaknya, “Bahkan orang yang paling buta pun tahu, gajah itu mirip kipas.” Orang buta keenam, segera mendekati sang gajah, ia menggapai dan memegang ekor gajah yang berayun-ayun. “Aku tahu, kalian semua salah.” Katanya. Gajah mirip dengan tali.” Demikianlah keenam orang buta itu bertengkar. Masing-masing tidak mau mengalah. Semua teguh dengan pendapatnya sendiri, yang sebagian benar, namun semuanya salah. Mereka semua hanya meraba bagian tubuh gajah yang berlainan, mereka tidak melihat keseluruhan hewan gajah itu sendiri.
  • 2.
    Kisah Kucing danHarimau (Cerita Rakyat Cina) Dahulu kala, kucing bersahabat dengan harimau. Mereka selalu bersama-sama di hutan . Harimau tidak pandai berburu, maka kucing yang mencari hewan buruan untuk mereka berdua. Karena tubuh kucing kecil, maka ia hanya dapat menangkap hewan-hewan kecil untuk mereka makan. Harimau sering merasa lapar karena makanannya hanya sedikit. Ia sering melihat kucing berburu dan berpikir, kalau ia berburu, tentu ia akan mendapat mangsa yang lebih besar dan ia dapat makan sampai puas. “Kucing,” kata harimau. “Aku ingin berburu, tapi aku tidak tahu caranya. Ajari dong,” “Gampang, kok,” kata kucing. Lalu ia mulai mengajarkan cara mengejar hewan buruan. Esoknya, kucing menunjukkan bagaimana menerkam dan menangkap buruannya. Harimau belajar dengan cepat. Ia sudah dapat menangkap hewan buruan besar. Tapi harimau tidak puas. “Kucing sangat pintar,” katanya dalam hati. “Pasti ada ilmu lain yang dimilikinya. Ia harus mengajarkannya kepadaku.” “Hai, kucing,” kata harimau. “Kau sudah mengajarkan aku berburu. Ajari aku kepandaian lain, dong.” “Kepandaian apa lagi?” jawab kucing. “Semua sudah kuajarkan kepadamu” Harimau masih penasaran. Ia berpikir terus, bagaimana caranya agar kucing menunjukkan kemampuan yang belum diajarkannya. “Mungkin kalau aku mengejutkannya,” kata harimau dalam hati, “kucing akan menggunakan ilmu itu.” Pada suatu hari, kucing sedang tidur. Harimau mengendap-endap dan menerkam kucing! Kucing terkejut tapi ia dapat menghindar dan memanjat sebatang pohon yang tinggi. Pada saat itu kucing baru teringat bahwa ia belum mengajarkan cara memanjat pohon kepada harimau. Sementara harimau yang merasa dikhianati, marah besar. “Kucing!” teriak harimau dari bawah pohon. “Aku tahu kau bukan teman yang baik. Akan kubalas kau!” Harimau menunggu kucing turun dari pohon, tapi kucing tetap bertahan . Akhirnya harimau merasa lelah dan lapar, ia pun pergi sambil mengancam,” Kau tidak bisa lari dariku. Ke manapun kau pergi, aku akan mencarimu.” Setelah harimau pergi, kucing turun dari pohon dan lari ke perkampungan manusia. Kepandaiannya menangkap tikus membuat manusia suka padanya dan sering
  • 3.
    membarinya makanan. Kucingpun tinggal di perkampungan. Namun, walaupun kucing tahu harimau tidak dapat mengejarnya ke perkampungan, ia selalu berhati-hati. Setiap membuang kotoran selalu ditimbunnya dengan tanah agar tidak dapat ditemukan oleh harimau burung layang-layang (Cerita Rakyat kadazan) Dalam sebuah hutan yang tebal, tinggal seekor burung layang-layang yang suka meniru. Pada suatu petang, burung layang-layang telah mendengar suara teriakan daripada burung-burung yang lain. "Ke tepi! Ke tepi! beri laluan kepada raja Burung. " Burung layang-layang berasa hairan mendengar teriakan tersebut. Tidak lama kemudian, beberapa ekor burung merak melalui kawasan itu. Burung layang-layang terpegun melihat kecantikan bururng merak. Maka, timbullah perasaan pada burung layang-layang yang ingin menjadi seperti burung merak. burung layang-layang menoleh ke kiri dan ke kanan lalu melihat beberapa helai bulu burung merak tercicir di atas tanah. Apabila kumpulan burung merak telah berlalu, burung layang-layang mengutip semua bulu merak yang tercicir di atas tanah dan menyisipkan ke badannya. Apabila selesai, burung layang-layang berjalan di atas laluan burung merak tadi.Burung-burung lain yang melihatnya berteriak," Ke tepi! Ke tepi! Berikan laluan kepada Raja Burung." Burung layang-layang berasa sangat seronok dan berjalan lebih pantas sehingga terlupa tentang bulu-bulu burung merak yang disisipkan di badannya. Lalu, satu demi satu bulu burung merak tertanggal dan tercicir di atas tanah. Burung-burung lain yang menyaksikan kejadian tersebut ketawa berdekah-dekah sambil berteriak, " Rupa-rupanya burung layang-layang menyamar menjadi Raja Burung." Burung layang-layang berlalu dari situ sambil menundukkan kepalanya kerana berasa sangat malu. Semasa berjalan dengan kepala bertunduk, burung layang-layang telah terlanggar burung merak. Apabila burung layang-layang mendongak, dia mendapati burung merak sedang berdiri di hadapannya dengan muka yang bengis. Burung merak berkata, " kami tidak suka kepada burung yang cuba menyamar menjadi burung yang lain. Pergi dari sini!" Burung layang-layang segera terbang meninggalkan kawasan tersebut. Semasa terbang, burung layang-layang ternampak sekumpulan burung seakan-akan serupa dengan dirinya. Burung layang-layang mendekati burung dalam kumpulan tersebut. Seekor burung dalam kumpulan itu bertanya, "Anda ahli baru dalam kumpulan inikah?" Burung layang-layang pun menjawab, "Ya, saya ahli baru dalam kumpulan ini." Burung layang-layang berasa sangat gembira kerana telah mendapat sahabat baru.
  • 4.
    BERUK TUNGGAL (CeritaRakyat iban) Kononnya, ada sebuah istana terletak di tebing sebatang sungai. Rajanya mempunyai tujuh orang puteri. Baginda amat sayang kepada Puteri Bongsu. Di tebing sebelah istana ada sebuah pondok buruk. Penghuninya seorang perempuan setengah umur. Kerjanya bertani. Perempuan itu sangat inginkan seorang anak. Pada suatu hari, dia minum air di sebuah tempurung. Selepas itu dia mengandung lalu melahirkan seekor beruk. Ia dinamakan Beruk Tunggal. Setelah besar, Beruk Tunggal menolong ibunya bertani. Tahun itu padi menjadi tetapi diserang tikus. Beruk Tunggal menangkap semua tikus yang menyerang padinya. Kemudian dia mencari Raja Tikus. Apabila bertemu, Raja Tikus itu diberi amaran. Raja Tikus ketakutan kerana ia tahu Beruk Tunggal jelmaan seorang anak raja kayangan. “Hamba tidak tahu huma ini kepunyaan tuanku,” kata Raja Tikus. “Padi aku sudah habis. Apakah tindakan kamu?” Tanya Beruk Tunggal. “Hamba akan suruh rakyat hamba mengumpulkan butir emas,” kata Raja Tikus. “Baiklah, aku terima pemberian itu!” kata Beruk Tunggal. Kemudian, segala tikus itu datang membawa butir emas. Banyaklah emas di pondok Beruk Tunggal. Beruk Tunggal meminta emaknya meminang puteri raja. Emaknya pun pergi ke istana. Raja terkejut mendengar permohonan perempuan itu. Namun raja menyampaikan juga permohonan itu kepada ketujuh-tujuh orang puterinya. “Kahwin dengan beruk?” Tanya Puteri Sulung. Puteri yang lain turut hairan. Hanya Puteri Bongsu yang bersopan-santun sahaja yang sanggup menjadi isteri Beruk Tunggal. Raja dan permaisuri kasihan kepada Puteri Bongsu. Baginda meminta hantaran sebentuk cincin berlian. Pada fikiran raja, tentulah perempuan miskin itu tidak berdaya menyediakannya. Beruk Tunggal memohon kepada ayahandanya, Raja Kayangan. Pada malam itu, ayahanda Beruk Tunggal menghantar secupak cincin berlian. Emak Beruk Tunggal pun mempersembahkan cincin berlian yang secupak itu ke istana. Dia meminta baginda memilih sebentuk cincin yang sesuai. Raja tidak dapat mengelak. Puteri Bongsu pun dikahwinkan dengan Beruk Tunggal.
  • 5.
    Selepas itu bagindatidak mahu mereka tinggal di istana. Puteri Bongsu mengikut Beruk Tunggal tinggal dipondoknya. Pada malam pertama, Puteri Bongsu menemui sarung beruk. Esoknya, Beruk Tunggal tidak bersarung lagi. Dia bertukar menjadi seorang pemuda yang kacak. “Kekanda sebenarnya putera Raja Kayangan. Bakarlah sarung beruk itu. Taburkan sedikit debunya di luar pondok. Pintalah sesuka hati adinda,” kata putera Raja Kayangan. Puteri Bongsu mengikut suruhan putera raja itu. Sebentar itu juga pondoknya bertukar menjadi istana, lengkap dengan taman yang indah HARIMAU GUNUNG LEDANG (Cerita Rakyat melayu) Pada suatu masa, Gunung Ledang terlalu banyak didiami oleh harimau. Ketika harimau gunung itu turun, banyaklah binatang ternakan dibahamnya. Pada suatu hari, harimau itu turun beramai-ramai dari gunung itu. Sekawan kerbau yang dijaga oleh seorang budak habis dibaham oleh mereka. Orang kaya tuan punya kerbau itu sangat marah. “Kamu lalai dan tidak menjaga kerbau aku. Kamu mesti ganti semua kerbau yang telah dibaham itu,” kata orang kaya itu dengan marah. Budak itu sangat susah hati. Sudahlah hidupnya tidak ada tempat berlindung, kini malang pula menimpa. Dia bermenung dibawah sepohon pokok. “Jangan susah hati. Ambil getah ini dan sapukan kepada mulut harimau itu nanti,” kata seorang tua yang menjelma tiba-tiba. Budak itu bertekad. Harimau dari gunung itu mesti diajar. Dia mengambil upah menjaga sekawan kerbau kepunyaan seorang kaya yang lain. Sampai ketikanya, seekor harimau yang besar datang. Budak itu dengan berani pergi kepada harimau itu. “Kamu pencuri bedebah mesti diajar!” kata budak itu dengan berani. Harimau yang besar itu tergamam. Dia memikirkan budak itu lebih kuat daripadanya. Budak itu menyapukan getah pada mulut harimau. Apabila getah itu kering, harimau tidak boleh membuka mulutnya. Kuku harimau itu juga disapu getah. Ia tidak dapat mengeluarkan kukunya. Budak itu juga mengikat kaki harimau. Apabila getah itu kering, harimau tidak boleh membuka mulutnya. Kuku harimau itu juga disapu getah. Ia tidak dapat mengeluarkan kukunya. Budak itu juga mengikat kaki harimau. Hari telah malam, dia memanggil semua orang kampung datang. Orang kampung sangat hairan melihat keberanian budak itu. Budak itu berkata kepada harimau yang sudah terbaring tidak bergerak, “Mulai malam ini, kamu jangan ambil binatang peliharaan orang kampung.”
  • 6.
    Harimau itu dibiarkandi situ sehingga tengah hari esoknya. Apabila matahari memancar, getah itu pun cair. Harimau melarikan diri kerana ketakutan. Sejak itu tiada lagi harimau datang membaham binatang ternakan di kawasan itu