RUPA
DASAR
ANTOINETTE L GRACE KATUUK
FAKULTAS TEKNIK
PRODI ARSITEKTUR
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
RUPA DASAR adalah sebagai
mata kuliah BASIC TOOLS
dalam jurusan disain.
RUPA DASAR sebagai karya
yang berdiri sendiri tanpa
melihat fungsinya sebagai
benda pakai.
—  Nir : tanpa/
tidak
—  Mana : bentuk /
makna /
arti
RUPA DASAR = NIRMANA
Rupa dasar atau Nirmana terdiri
dari 2 jenis ;
 
• Rupa Dasar 2D(dwimatra) atau
nirmana datar
• Rupa Dasar 3D(trimatra) atau
nirmana ruang.
UNSUR-UNSUR DASAR
RUPA :
1. Titik (dot/point)
2. Garis (line)
3. Bidang (Shape)/Bentuk(Form)
4. Ruang (space)
5. Tekstur (texture)
6. Warna (color)
1. Titik (Dot/Point)
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
Titik adalah unsur rupa yang paling
dasar dengan karakteristik tidak
memiliki panjang dan lebar, hanya
memiliki daerah atau ruang.
Titik
Titik
Titik
Titik
Titik
Titik
Fungsi dan Aplikasi Titik:
•  Titik sebagai Tanda (mewakili unsur):
Titik dapat hadir sebagai tanda dan mewakili
bentuk .Titik seringkali tidak harus berbentuk
bulat, bisa saja kotak atau segitiga.
Pengertian titik sebagai tanda, karena ukuran
yang dihadirkannya berbentuk kecil (sangat
kecil). Titik sebagai tanda merupakan wujud
pemunculan bentuk dalam ukuran terbatas.
•  Titik sebagai Garis Ilusi:
Dalam eksplorasi , titik yang dimunculkan
secara berulang secara beraturan
ataupun tak beraturan dapat
memunculkan kesan suatu garis.
•  Titik sebagai isi (volume) dan ruang:
Titik yang disusun dengan membedakan
besaran (besar-kecil secara kontinyu) dan
jaraknya dapat memunculkan kesan isi,
ruang atau volume.
•  Titik sebagai Bidang/Bentuk:
Titik dapat dijadikan atau dimanfaatkan
sebagai pembentuk bidang/bentuk. Titik-titik
yang di susun berdasarkan struktur, secara
perseptual memberi pengalaman pada suatu
bidang atau bentuk.
•  Titik sebagai Gerak:
Titik dapat pula dimanfaatkan untuk
memunculkan kesan gerak. Dengan
menyusun atau meletakkannya dalam
linearitas . (lurus, lengkung, kurva), titik
dapat menghadirkan sebuah gerakan baik
real maupun imajiner.
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
2. Garis ( Line)
u Garis mempunyai panjang tanpa lebar, mempunyai
kedudukan dan arah; kedua ujungnya berupa susunan
titik.
u Garis digunakan untuk mewujudkan bidang atau bentuk,
dan struktur.
u Garis dapat memberikan arti, simbol, dan ekspresi. Garis
sangat variatif dalam aplikasinya, contohnya: garis
menjelaskan suatu informasi dalam diagram atau garis
dapat menjelaskan sebuah peta, arsitektur, mesin, simbol,
dll.
u Garis dapat digunakan untuk mewujudkan kesan tekstur
dan kedalaman.
G A R I S
GARIS ADALAH SUATU BENTUK
YANG DIAWALI DENGAN TITIK DAN
DIAKHIRI DENGAN TITIK
Jenis Garis:
 
A. Garis Nyata
Garis nyata adalah garis yang secara perseptual
hadir sebagai wujud fisik dan sengaja di buat
untuk kebutuhan
B. Garis Ilusi
Garis ilusi adalah garis yang secara perseptual
hadir sebagai bentuk daya bayang, pemikiran serta
imajinasi terhadap titik, garis, bidang atau bentuk
nyata
 
Garis dapat dibedakan
berdasarkan:
u Raut / Bentuk yaitu :
-  Garis Lurus
-  Garis Lengkung
-  Garis Patah
u Karakter :
-  Garis Tegas / Garis Keras
-  Garis Lembut / Garis Ringan
JENIS GARIS DAN SIMBOL
- GARIS HORIZONTAL
- GARIS VERTICAL
- GARIS DIAGONAL
- GARIS LENGKUNG BENTUK S
- GARIS LENGKUNG BENTUK KUBAH
- GARIS ZIG-ZAG
- GARIS BENTUK SPIRAL
Fungsi dan Aplikasi Garis:
u Garis membangun kesan gerak
dan arah:
Garis dapat mewujudkan kesan gerak dan
arah, ketika hadir sebagai olahan rupa yang
di buat berdasarkan konsep statis maupun
dinamis.
u Garis menggambarkan bidang, bentuk
dan ruang:
Garis dapat hadir menggambarkan atau
menunjukkan arah, kontur, garis-pinggir
sebuah bidang/ membatasi bidang,
menggambar bentuk 2 dimensi maupun 3
dimensi.
u Garis menciptakan gambar dan notasi:
Garis dapat dipergunakan sebagai unsur
untuk menciptakan gambar dan notasi
(bentuk/gambar/catatan) suatu obyek atau
sistem.
u Garis pembentuk tulisan dan
tipografi (huruf):
Garis merupakan unsur dasar yang dapat di
olah untuk mencitrakan huruf dan berbagai
tulisan berdasarkan kebutuhan .
u Garis memunculkan ekspresi
Contoh Garis
Contoh Garis
Contoh Garis
Contoh Garis
Contoh Garis
3.BIDANG(SHAPE) DAN
BENTUK(FORM)
Bidang adalah salah satu unsur visual
Rupa Dasar yang memiliki wujud yang
tampak dari suatu benda, mempunyai
panjang dan lebar, serta mempunyai
kedudukan dan arah, dan dibatasi oleh
garis. Khususnya untuk benda-benda 2
Dimensional (2D).
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
Bidang terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. BIDANG ORGANIS
2. BIDANG NON ORGANIS
1. BIDANG ORGANIS
Bidang organis, atau bidang non
geometri yaitu segala sesuatu yang
terdapat di alam bebas misalnya wujud
batu, wujud daun, dan wujud rumput .
Biasanya wujud bentuk organis atau
non geometri ini tidak kaku dan super
fleksibel tapi agak sukar mengukur
keluasannya.
BIDANG ORGANIS
BIDANG ORGANIS
2. BIDANG NON ORGANIS
Bidang non organis atau bentuk
geometris, yaitu segala bentuk ciptaan
manusia, yaitu segitiga, bujur sangkar,
dan lingkaran atau dikenal dengan basic
form. Ketiga bentuk ini dan perpaduan
dari ketiga bentuk ini cenderung kaku
dan tidak fleksibel seperti pada bentuk
organis tapi mudah di ukur keluasannya.
BIDANG NON ORGANIS
BIDANG NON ORGANIS
BIDANG(SHAPE)
BIDANG(SHAPE)
2D
BENTUK (FORM)
3D
BIDANG/BENTUK (SHAPE/
FORM)
Bidang atau bentuk mempunyai panjang dan lebar, kedudukan dan arah.
BIDANG (SHAPE) terdiri atas :
-  Bidang Geometrik : dapat diukur
-  Bidang Non Organik : bentuk alam
BENTUK (FORM) terdiri atas :
-  Bentuk Geometrik : dapat
diukur
-  Bentuk Non Organik : bentuk
alam
CONTOH APLIKASI BENTUK 2D
DAN 3D DALAM TAMPILAN
DESAIN ARSITEKTUR
2D
3D
3.BIDANG/SHAPE DAN
BENTUK/FORM
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
Bentuk juga adalah salah satu unsur visual
Rupa Dasar yang memiliki wujud yang tampak
dari suatu benda, mempunyai panjang,
lebar,isi, mempunyai kedudukan dan arah,serta
dibatasi garis. Khususnya untuk benda- benda
3D. 
Secara fisik, bentuk dapat di persepsikan ke
dalam 2D dan 3D
BENTUK terbagi menjadi 2 macam,
yaitu :
1. BENTUK ORGANIS
2. BENTUK NON ORGANIS
Jenis, Aplikasi dan Karakteristik
Bidang / Bentuk:
1. Bidang/bentuk geometris adalah bidang/
bentuk matematis yang apabila potong akan
terbagi sama pada salah satu atau di kedua
sisinya. Sementara bidang/bentuk non-
geometris adalah bentuk yang dibatasi oleh
garis lurus maupun
lengkung yang apabila dipotong tidak terbagi
sama pada sisi-sisinya.
2. Bidang/bentuk konkrit (nyata) dan
abstrak
Bidang/bentuk konkrit adalah bidang/bentuk
yang ada dan bisa ditemukan di alam dan
lingkungan sehari-hari. Sebaliknya, bidang/
bentuk abstrak adalah bidang/bentuk yang
tidak ada serta mustahil ditemukan di alam
dan lingkungan sehari-hari.
3.  Bidang/bentuk Positif dan
negatif
Bidang/bentuk positif adalah bidang/bentuk
yang mengisi ruang gambar. Sedangkan bidang/
bentuk negatif adalah bidang/bentuk yang
tidak mengisi ruang. Penggunaan kedua jenis
bidang/bentuk ini, seringkali dipadu-padankan
dengan bidang/bentuk konkrit dan abstrak.
PERULANGAN BENTUK
Dalam Perulangan Bentuk,
memperlihatkan satu atau beberapa
komposisi bentuk yang digabungkan
dan diolah secara imajinatif.
Perulangan bentuk ini memperlihatkan
keserasian bentuk dan warna yang
berulang.
 
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
Ada 8 jenis Perulangan Bentuk
yang diketahui :
1. Perulangan Raut
2. Perulangan Ukuran
3. Perulangan Warna
4. Perulangan Barik
5. Perulangan Arah
6. Perulangan Kedudukan
7.  Perulangan Ruang
8.  Perulangan Gaya Berat
 
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
1.Perulangan Raut
2.Perulangan Ukuran
3.Perulangan Warna
4.Perulangan Barik
5.Perulangan Arah
6.Perulangan Kedudukan
7.Perulangan Ruang
8.Perulangan Gaya Berat
CONTOH APLIKASI PERULANGAN RAUT
CONTOH APLIKASI PERULANGAN RAUT
CONTOH APLIKASI PERULANGAN BARIK
CONTOH APLIKASI PERULANGAN WARNA
CONTOH APLIKASI PERULANGAN RUANG,
PERULANGAN UKURAN, PERULANGAN WARNA
CONTOH APLIKASI PERULANGAN ARAH,
PERULANGAN BARIK, PERULANGAN RAUT,
PERULANGAN KEDUDUKAN
Pe r t a l i a n B e n t u k i n i l e b i h
menonjolkan komposisi bentuk satu
dengan yang lainnya yang saling
mengikat dengan perantaraan suatu
bentuk yang diatur sedemikian rupa
sehingga menghasilkan komposisi
yang serasi dalam tatanannya.
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
PERTALIAN BENTUK
Ada 8 jenis Pertalian Bentuk
yang diketahui :
1. Perpisahan Bentuk
2. Persentuhan bentuk
3. Pertindihan Bentuk
4. Perlantasan Bentuk
5. Peleburan bentuk
6. Pengikisan Bentuk
7. Pengudungan bentuk
8. Pengimpitan Bentuk
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
1.Perpisahan Bentuk
2.Persentuhan Bentuk
3.Pertindihan Bentuk
4.Perlantasan Bentuk
5.Peleburan Bentuk
6.Pengikisan Bentuk
7.Pengudungan Bentuk
8.Perimpitan Bentuk
CONTOH APLIKASI PERPISAHAN BENTUK
Konsep Perpisahan
Bentuk
Bentuk dipisahkan oleh
Garis Putih
CONTOH APLIKASI PERTINDIHAN BENTUK
Konsep Pertindihan
Bentuk
CONTOH APLIKASI PERSENTUHAN BENTUK
Konsep Persentuhan
Bentuk
CONTOH APLIKASI PERTLANTASAN BENTUK
Konsep Pelantasan
Bentuk
CONTOH APLIKASI PELEBURAN BENTUK
Konsep Peleburan Bentuk
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
4. RUANG (SPACE)
Ø Ruang yang yang sebenarnya adalah bentuk 3
dimensi yang bisa dalam keadaan kosong atau
penuh dengan benda-benda. Memiliki tinggi, berat
dan kedalaman.
Ø Ruang yang muncul dalam bentuk 3Dimensi dalam
lukisan adalah ilusi yang menciptakan perasaan
kedalaman sebenarnya. Salah satunya dengan
metode perspektif.
Pada dasarnya, Ruang dapat berbentuk 2 atau
3 dimensional. Berbagai teknik dipakai untuk
memperlihatkan secara visual kedalaman
atau suasana me “ruang”. Ruang terjadi
karena adanya persepsi mengenai kedalaman
sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan
rendah.
Ruang dikatakan datar atau flat bila semua
bentuk terletak diatas bidang 2 Dimensi
dalam bidang gambar atau kertas.
 
4. RUANG (SPACE)
Ruang (Space) dapat dibagi menjadi :
q  Ruang Positif (Positive Space)
q  Ruang Negatif (Negative Space)
 
Ruang Positif yaitu adanya bentuk atau wujud dalam
suatu bidang gambar yang dibatasi oleh limit garis.
 
Ruang Negatif yaitu tidak adanya bentuk atau wujud
dalam suatu bidang gambar yang di batasi oleh limit
garis.
4. RUANG (SPACE)
RUANG POSITIVE & NEGATIVE
RUANG POSITIVE & NEGATIVE
RUANG POSITIVE & NEGATIVE
Tekstur atau barik adalah kesan (kualitas)
suatu permukaan (polos, licin, kasar, dsb),
yang dapat dirasakan oleh indera raba dan
mata. Dilingkungan keseharian, tekstur
atau barik dapat ditemukan baik pada
obyek alam maupun buatan.  
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
5. TEKSTURE
Berdasarkan indera penglihatan maka tekstur dibagi
menjadi dua yakni:
Tekstur nyata, yaitu tekstur yang
apabila diraba atau dilihat maka
akan terasa kasar dan halusnya.
Tekstur semu, yaitu tekstur yang
tak memiliki kesan yang sama
baik dilihat atau diraba.
Jenis dan Karakter Tekstur atau barik:
A. Tekstur/barik lihat
B. Tekstur/barik raba
 
Keberadaan tekstur dapat terjadi dari :
Tekstur Alam
Tekstur Buatan Munual
Tekstur Industri
Tekstur Campuran
Contoh Tekstur Buatan Manual
Contoh
Tekstur
Alam
Contoh Gambar Nirmana Warna
https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/
fahriation.wordpress.com
Contoh Gambar Nirmana Warna
https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/
darksiteofthemoon.wordpress.com
Contoh Gambar Nirmana Warna
https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/
arif3cahyadi.blogspot.com
Contoh Gambar Nirmana Garis
itsaytnid.blogspot.com
https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/
Contoh Gambar Nirmana Garis
nursabariaharif.blogspot.com
UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
5. WARNA/COLOUR
DEFINISI WARNA
Secara fisik, warna merupakan kesan yang di
terima oleh mata yang di bantu oleh pantulan
cahaya pada obyek. Warna yang diterima oleh mata
sebelumnya telah mengalami dispersi dan
kemudian dipersepsikan dalam jenis, nama,
karakter serta kelompok. Proses pendispersian
warna, berbeda dan bergantung pada kualitas
obyek, cahaya, lingkungan dan persepsi kita
masing-masing.
 
 
Menurut kejadiannya WARNA dibagi menjadi 2 :
 
Warna Additive, adalah warna yang berasal dari cahaya
dan disebut Spektrum.
Warna Subtractive, adalah warna yang berasal dari
bahan dan disebut Pigmen.
 
Warna pokok additive adalah Merah (RED) , Hijau
(GREEN), Biru (BLUE) dan dalam komputer disebut
model warna RGB.
 
Warna pokok subtractive adalah Sian (CYAN), Magenta
dan Kuning (YELLOW), dan dalam komputer disebut
model warna CMY.
WARNA PRIMER ADITIF (MERAH, HIJAU dan BIRU) yaitu Warna
yang berasal dari cahaya dan disebut spektrum, dalam
komputer dikenal RGB.
Contoh televisi,game,wallpaper, pelangi. Tidak utk kebutuhan
cetak.
R
	
B
G
WARNA PRIMER SUBTRAKTIF yaitu Warna yang berasal dari
bahan dan disebut Pigmen. Dalam komputer dikenal CYMK.
Untuk kebutuhan cetak.
WARNA HITAM
disebut “K”
(key) dari istilah “key
plate” dalam percetakan
(plat cetak yang
menciptakan detail
artistik pada gambar,
biasanya menggunakan
warna tinta hitam).
C M Y K
C M Y
K
WARNA SEKUNDER
Warna Sekunder merupakan warna campuran
warna-warna dasar atau hasil campuran
warna-warna primer dengan proporsi 1 : 1
yaitu :
Oranye : Pencampuran warna merah
dan kuning
Hijau : Pencampuran warna biru dan
kuning
Ungu : Pencampuran warna biru dan
merah
WARNA TERSIER
WARNA TERSIER adalah
campuran satu warna
asas dengan warna
sekunder di
sebelahnya.
WARNA TERSIER
Warna	NETRAL	merupakan	hasil	
campuran	ketiga	warna:	dasar/
primer,	sekunder,	tersier	dalam	
proporsi	1:1:1.	Sehingga	warna	yang	
dihasilkan	cenderung	gelap,	warna	
coklat	atau	warna	hitam.
WARNA NETRAL
HUBUNGAN ANTAR WARNA
MONOKROMATIS/ ANALOGUS
KOMPLEMENTER
MONOKROMATIS/ ANALOGUS
WARNA ANALOGUS adalah warna yang terlihat sama dan
mirip tetapi memiliki perbedaan , atau warna yang
masih berdekatan. Misalnya dari warna merah – orange
kemerahan - orange. Ketiga warna ini masih
berdekatan.
MONOKROMATIS/ ANALOGUS
Kombinasi warna yang
berasal dari satu warna
tetapi memiliki value dan
intensitas yang berbeda-
beda sehingga terlihat
seperti ada gradasi warna.
Perhatikan warna biru muda
dan biru tua. Merah – merah
orange – dan orange. Hijau
muda – hijau tua dan biru
muda.
— Wa r n a K o m p l e m e n t e r a d a l a h
kombinasi warna kontras yg saling
melengkapi. Kerjasama antar warna yg
tampak berlawanan tapi cocok dan
membentuk citra dan efek secara visual
mempunyai kesan dinamis.
• Warna Komplementer :
— Split Komplementer
— Triad Komplementer
— Tetrad Komplementer
WARNA KOMLEMENTER
Warna Komplementer Kombinasi
warna
kontras,
dengan
posisi 180°
Warna Split Komplementer
WarnaTriad Komplementer
Warna Tetrad
Komplementer
TES
GRADASI WARNA
Gradasi Warna adalah perubahan dari satu warna
ke warna lainnya secara bertahap. Misalnya warna
hitam dicampur dengan warna putih. Maka warna
tengahnya, bisa ditampilkan lebih dari satu.
Tergantung komposisi pencampurannya. Misalnya
warna antara/transisi ini berubah dari warna
hitam ke putih dibuat menjadi 6. Maka ketujuh
warna transisi ini berubah dari warna hitam
menuju ke warna putih secara bertahap. Derajat
perubahan warna inilah yang disebut sebagai
Gradasi Warna.
 
GRADASI WARNA
GRADASI
WARNA
GRADASI WARNA
GRADASI WARNA
GRADASI
WARNA
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
- Kesatuan
- Keseimbangan
- Proporsi
- Irama
- Dominasi
Kesatuan (Unity) :
merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang
sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam
sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut
terlihat cerai-berai, kacau-balau yang
mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman
dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip
hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur
rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah,
dan sebagainya), maka kesatuan telah tercapai.
memecah keberaturan.
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
Keseimbangan (Balance) :
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan
agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah..
Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat
diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan
dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada
yang saling membebani.
Proporsi (Proportion) : Proporsi termasuk
prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian dalam
sebuah karya. Untuk itu diperlukan diperlukan perbandingan–
perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah
perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi
Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer
dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga
karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan
Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618.
Dalam bidang desain proporsi ini dapat dilihat dalam
perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
Irama (Rhythm); adalah
pengulangan gerak yang teratur dan terus
menerus. Dalam bentuk–bentuk alam dapat
diambil contoh pengulangan gerak pada ombak
laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-
lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah
hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur
rupa.
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
Dominasi (Domination) : merupakan
salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada
dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari
kata Dominance yang berarti keunggulan.Sifat
unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu
unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam
dunia desain, dominasi sering juga disebut Center
of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi
mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk menarik
perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk
memecah keberaturan.
PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
DEFINISI DWIMATRA DAN
TRIMATRA
Nirmana/RUPA DASAR dua dimensi/
dwimatra adalah panjang dan lebar
dalam suatu bidang datar, tidak memiliki
kedalaman atau ketebalan. Dalam bidang
tersebut akan terdapat kesan ruang,
volume, dimensi yang bersifat optis,
khayali dan ilusif, kedalaman tidak
teraba, namun terasa oleh mata.
DEFINISI DWIMATRA DAN
TRIMATRA
Nirmana/ Rupa Dasar 3 dimensi, atau 3D,
dibatasi dengan 3 sisi yaitu sisi panjang,
sisi lebar dan sisi tinggi /dalam. Dengan
kata lain pengertiannya yaitu karya seni
yang memilki volume dan ada di dalam
sebuah ruang. Menempati ruang. Dan bisa
dilihat dari segala sudut pandang.
CONTOH TRIMATRA
SEKIAN

RUPA DASAR

  • 1.
    RUPA DASAR ANTOINETTE L GRACEKATUUK FAKULTAS TEKNIK PRODI ARSITEKTUR UNIVERSITAS NEGERI MANADO
  • 2.
    RUPA DASAR adalahsebagai mata kuliah BASIC TOOLS dalam jurusan disain. RUPA DASAR sebagai karya yang berdiri sendiri tanpa melihat fungsinya sebagai benda pakai.
  • 3.
    —  Nir :tanpa/ tidak —  Mana : bentuk / makna / arti RUPA DASAR = NIRMANA
  • 4.
    Rupa dasar atauNirmana terdiri dari 2 jenis ;   • Rupa Dasar 2D(dwimatra) atau nirmana datar • Rupa Dasar 3D(trimatra) atau nirmana ruang.
  • 5.
    UNSUR-UNSUR DASAR RUPA : 1.Titik (dot/point) 2. Garis (line) 3. Bidang (Shape)/Bentuk(Form) 4. Ruang (space) 5. Tekstur (texture) 6. Warna (color)
  • 6.
    1. Titik (Dot/Point) UNSUR-UNSURDASAR RUPA Titik adalah unsur rupa yang paling dasar dengan karakteristik tidak memiliki panjang dan lebar, hanya memiliki daerah atau ruang.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 15.
    Fungsi dan AplikasiTitik: •  Titik sebagai Tanda (mewakili unsur): Titik dapat hadir sebagai tanda dan mewakili bentuk .Titik seringkali tidak harus berbentuk bulat, bisa saja kotak atau segitiga. Pengertian titik sebagai tanda, karena ukuran yang dihadirkannya berbentuk kecil (sangat kecil). Titik sebagai tanda merupakan wujud pemunculan bentuk dalam ukuran terbatas.
  • 16.
    •  Titik sebagaiGaris Ilusi: Dalam eksplorasi , titik yang dimunculkan secara berulang secara beraturan ataupun tak beraturan dapat memunculkan kesan suatu garis.
  • 17.
    •  Titik sebagaiisi (volume) dan ruang: Titik yang disusun dengan membedakan besaran (besar-kecil secara kontinyu) dan jaraknya dapat memunculkan kesan isi, ruang atau volume.
  • 18.
    •  Titik sebagaiBidang/Bentuk: Titik dapat dijadikan atau dimanfaatkan sebagai pembentuk bidang/bentuk. Titik-titik yang di susun berdasarkan struktur, secara perseptual memberi pengalaman pada suatu bidang atau bentuk.
  • 19.
    •  Titik sebagaiGerak: Titik dapat pula dimanfaatkan untuk memunculkan kesan gerak. Dengan menyusun atau meletakkannya dalam linearitas . (lurus, lengkung, kurva), titik dapat menghadirkan sebuah gerakan baik real maupun imajiner.
  • 20.
    UNSUR-UNSUR DASAR RUPA 2.Garis ( Line) u Garis mempunyai panjang tanpa lebar, mempunyai kedudukan dan arah; kedua ujungnya berupa susunan titik. u Garis digunakan untuk mewujudkan bidang atau bentuk, dan struktur. u Garis dapat memberikan arti, simbol, dan ekspresi. Garis sangat variatif dalam aplikasinya, contohnya: garis menjelaskan suatu informasi dalam diagram atau garis dapat menjelaskan sebuah peta, arsitektur, mesin, simbol, dll. u Garis dapat digunakan untuk mewujudkan kesan tekstur dan kedalaman.
  • 21.
    G A RI S GARIS ADALAH SUATU BENTUK YANG DIAWALI DENGAN TITIK DAN DIAKHIRI DENGAN TITIK
  • 22.
    Jenis Garis:   A. GarisNyata Garis nyata adalah garis yang secara perseptual hadir sebagai wujud fisik dan sengaja di buat untuk kebutuhan B. Garis Ilusi Garis ilusi adalah garis yang secara perseptual hadir sebagai bentuk daya bayang, pemikiran serta imajinasi terhadap titik, garis, bidang atau bentuk nyata  
  • 23.
    Garis dapat dibedakan berdasarkan: u Raut/ Bentuk yaitu : -  Garis Lurus -  Garis Lengkung -  Garis Patah u Karakter : -  Garis Tegas / Garis Keras -  Garis Lembut / Garis Ringan
  • 24.
    JENIS GARIS DANSIMBOL - GARIS HORIZONTAL - GARIS VERTICAL - GARIS DIAGONAL - GARIS LENGKUNG BENTUK S - GARIS LENGKUNG BENTUK KUBAH - GARIS ZIG-ZAG - GARIS BENTUK SPIRAL
  • 25.
    Fungsi dan AplikasiGaris: u Garis membangun kesan gerak dan arah: Garis dapat mewujudkan kesan gerak dan arah, ketika hadir sebagai olahan rupa yang di buat berdasarkan konsep statis maupun dinamis.
  • 26.
    u Garis menggambarkan bidang,bentuk dan ruang: Garis dapat hadir menggambarkan atau menunjukkan arah, kontur, garis-pinggir sebuah bidang/ membatasi bidang, menggambar bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi.
  • 27.
    u Garis menciptakan gambardan notasi: Garis dapat dipergunakan sebagai unsur untuk menciptakan gambar dan notasi (bentuk/gambar/catatan) suatu obyek atau sistem.
  • 28.
    u Garis pembentuk tulisandan tipografi (huruf): Garis merupakan unsur dasar yang dapat di olah untuk mencitrakan huruf dan berbagai tulisan berdasarkan kebutuhan . u Garis memunculkan ekspresi
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    3.BIDANG(SHAPE) DAN BENTUK(FORM) Bidang adalahsalah satu unsur visual Rupa Dasar yang memiliki wujud yang tampak dari suatu benda, mempunyai panjang dan lebar, serta mempunyai kedudukan dan arah, dan dibatasi oleh garis. Khususnya untuk benda-benda 2 Dimensional (2D). UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
  • 35.
    Bidang terbagi menjadi2 macam, yaitu : 1. BIDANG ORGANIS 2. BIDANG NON ORGANIS
  • 36.
    1. BIDANG ORGANIS Bidangorganis, atau bidang non geometri yaitu segala sesuatu yang terdapat di alam bebas misalnya wujud batu, wujud daun, dan wujud rumput . Biasanya wujud bentuk organis atau non geometri ini tidak kaku dan super fleksibel tapi agak sukar mengukur keluasannya.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    2. BIDANG NONORGANIS Bidang non organis atau bentuk geometris, yaitu segala bentuk ciptaan manusia, yaitu segitiga, bujur sangkar, dan lingkaran atau dikenal dengan basic form. Ketiga bentuk ini dan perpaduan dari ketiga bentuk ini cenderung kaku dan tidak fleksibel seperti pada bentuk organis tapi mudah di ukur keluasannya.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
    BIDANG/BENTUK (SHAPE/ FORM) Bidang ataubentuk mempunyai panjang dan lebar, kedudukan dan arah. BIDANG (SHAPE) terdiri atas : -  Bidang Geometrik : dapat diukur -  Bidang Non Organik : bentuk alam BENTUK (FORM) terdiri atas : -  Bentuk Geometrik : dapat diukur -  Bentuk Non Organik : bentuk alam
  • 45.
    CONTOH APLIKASI BENTUK2D DAN 3D DALAM TAMPILAN DESAIN ARSITEKTUR 2D 3D
  • 46.
    3.BIDANG/SHAPE DAN BENTUK/FORM UNSUR-UNSUR DASARRUPA Bentuk juga adalah salah satu unsur visual Rupa Dasar yang memiliki wujud yang tampak dari suatu benda, mempunyai panjang, lebar,isi, mempunyai kedudukan dan arah,serta dibatasi garis. Khususnya untuk benda- benda 3D.  Secara fisik, bentuk dapat di persepsikan ke dalam 2D dan 3D
  • 47.
    BENTUK terbagi menjadi2 macam, yaitu : 1. BENTUK ORGANIS 2. BENTUK NON ORGANIS
  • 51.
    Jenis, Aplikasi danKarakteristik Bidang / Bentuk: 1. Bidang/bentuk geometris adalah bidang/ bentuk matematis yang apabila potong akan terbagi sama pada salah satu atau di kedua sisinya. Sementara bidang/bentuk non- geometris adalah bentuk yang dibatasi oleh garis lurus maupun lengkung yang apabila dipotong tidak terbagi sama pada sisi-sisinya.
  • 52.
    2. Bidang/bentuk konkrit(nyata) dan abstrak Bidang/bentuk konkrit adalah bidang/bentuk yang ada dan bisa ditemukan di alam dan lingkungan sehari-hari. Sebaliknya, bidang/ bentuk abstrak adalah bidang/bentuk yang tidak ada serta mustahil ditemukan di alam dan lingkungan sehari-hari.
  • 53.
    3.  Bidang/bentuk Positifdan negatif Bidang/bentuk positif adalah bidang/bentuk yang mengisi ruang gambar. Sedangkan bidang/ bentuk negatif adalah bidang/bentuk yang tidak mengisi ruang. Penggunaan kedua jenis bidang/bentuk ini, seringkali dipadu-padankan dengan bidang/bentuk konkrit dan abstrak.
  • 54.
    PERULANGAN BENTUK Dalam PerulanganBentuk, memperlihatkan satu atau beberapa komposisi bentuk yang digabungkan dan diolah secara imajinatif. Perulangan bentuk ini memperlihatkan keserasian bentuk dan warna yang berulang.   UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
  • 55.
    Ada 8 jenisPerulangan Bentuk yang diketahui : 1. Perulangan Raut 2. Perulangan Ukuran 3. Perulangan Warna 4. Perulangan Barik 5. Perulangan Arah 6. Perulangan Kedudukan 7.  Perulangan Ruang 8.  Perulangan Gaya Berat   UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
  • 56.
  • 57.
  • 58.
  • 59.
  • 60.
  • 61.
  • 62.
  • 63.
  • 64.
  • 65.
  • 66.
  • 67.
  • 68.
    CONTOH APLIKASI PERULANGANRUANG, PERULANGAN UKURAN, PERULANGAN WARNA
  • 69.
    CONTOH APLIKASI PERULANGANARAH, PERULANGAN BARIK, PERULANGAN RAUT, PERULANGAN KEDUDUKAN
  • 70.
    Pe r ta l i a n B e n t u k i n i l e b i h menonjolkan komposisi bentuk satu dengan yang lainnya yang saling mengikat dengan perantaraan suatu bentuk yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi yang serasi dalam tatanannya. UNSUR-UNSUR DASAR RUPA PERTALIAN BENTUK
  • 71.
    Ada 8 jenisPertalian Bentuk yang diketahui : 1. Perpisahan Bentuk 2. Persentuhan bentuk 3. Pertindihan Bentuk 4. Perlantasan Bentuk 5. Peleburan bentuk 6. Pengikisan Bentuk 7. Pengudungan bentuk 8. Pengimpitan Bentuk UNSUR-UNSUR DASAR RUPA
  • 72.
  • 73.
  • 74.
  • 75.
  • 76.
  • 77.
  • 78.
  • 79.
  • 80.
    CONTOH APLIKASI PERPISAHANBENTUK Konsep Perpisahan Bentuk Bentuk dipisahkan oleh Garis Putih
  • 81.
    CONTOH APLIKASI PERTINDIHANBENTUK Konsep Pertindihan Bentuk
  • 82.
    CONTOH APLIKASI PERSENTUHANBENTUK Konsep Persentuhan Bentuk
  • 83.
    CONTOH APLIKASI PERTLANTASANBENTUK Konsep Pelantasan Bentuk
  • 84.
    CONTOH APLIKASI PELEBURANBENTUK Konsep Peleburan Bentuk
  • 85.
    UNSUR-UNSUR DASAR RUPA 4.RUANG (SPACE) Ø Ruang yang yang sebenarnya adalah bentuk 3 dimensi yang bisa dalam keadaan kosong atau penuh dengan benda-benda. Memiliki tinggi, berat dan kedalaman. Ø Ruang yang muncul dalam bentuk 3Dimensi dalam lukisan adalah ilusi yang menciptakan perasaan kedalaman sebenarnya. Salah satunya dengan metode perspektif.
  • 86.
    Pada dasarnya, Ruangdapat berbentuk 2 atau 3 dimensional. Berbagai teknik dipakai untuk memperlihatkan secara visual kedalaman atau suasana me “ruang”. Ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah. Ruang dikatakan datar atau flat bila semua bentuk terletak diatas bidang 2 Dimensi dalam bidang gambar atau kertas.   4. RUANG (SPACE)
  • 87.
    Ruang (Space) dapatdibagi menjadi : q  Ruang Positif (Positive Space) q  Ruang Negatif (Negative Space)   Ruang Positif yaitu adanya bentuk atau wujud dalam suatu bidang gambar yang dibatasi oleh limit garis.   Ruang Negatif yaitu tidak adanya bentuk atau wujud dalam suatu bidang gambar yang di batasi oleh limit garis. 4. RUANG (SPACE)
  • 88.
  • 89.
  • 90.
  • 91.
    Tekstur atau barikadalah kesan (kualitas) suatu permukaan (polos, licin, kasar, dsb), yang dapat dirasakan oleh indera raba dan mata. Dilingkungan keseharian, tekstur atau barik dapat ditemukan baik pada obyek alam maupun buatan.   UNSUR-UNSUR DASAR RUPA 5. TEKSTURE
  • 92.
    Berdasarkan indera penglihatanmaka tekstur dibagi menjadi dua yakni: Tekstur nyata, yaitu tekstur yang apabila diraba atau dilihat maka akan terasa kasar dan halusnya. Tekstur semu, yaitu tekstur yang tak memiliki kesan yang sama baik dilihat atau diraba.
  • 93.
    Jenis dan KarakterTekstur atau barik: A. Tekstur/barik lihat B. Tekstur/barik raba   Keberadaan tekstur dapat terjadi dari : Tekstur Alam Tekstur Buatan Munual Tekstur Industri Tekstur Campuran
  • 94.
  • 95.
  • 97.
    Contoh Gambar NirmanaWarna https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/ fahriation.wordpress.com
  • 98.
    Contoh Gambar NirmanaWarna https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/ darksiteofthemoon.wordpress.com
  • 99.
    Contoh Gambar NirmanaWarna https://tekoneko.net/contoh-gambar-nirmana/ arif3cahyadi.blogspot.com
  • 100.
    Contoh Gambar NirmanaGaris itsaytnid.blogspot.com
  • 101.
  • 102.
    UNSUR-UNSUR DASAR RUPA 5.WARNA/COLOUR DEFINISI WARNA Secara fisik, warna merupakan kesan yang di terima oleh mata yang di bantu oleh pantulan cahaya pada obyek. Warna yang diterima oleh mata sebelumnya telah mengalami dispersi dan kemudian dipersepsikan dalam jenis, nama, karakter serta kelompok. Proses pendispersian warna, berbeda dan bergantung pada kualitas obyek, cahaya, lingkungan dan persepsi kita masing-masing.  
  • 103.
      Menurut kejadiannya WARNAdibagi menjadi 2 :   Warna Additive, adalah warna yang berasal dari cahaya dan disebut Spektrum. Warna Subtractive, adalah warna yang berasal dari bahan dan disebut Pigmen.   Warna pokok additive adalah Merah (RED) , Hijau (GREEN), Biru (BLUE) dan dalam komputer disebut model warna RGB.   Warna pokok subtractive adalah Sian (CYAN), Magenta dan Kuning (YELLOW), dan dalam komputer disebut model warna CMY.
  • 107.
    WARNA PRIMER ADITIF(MERAH, HIJAU dan BIRU) yaitu Warna yang berasal dari cahaya dan disebut spektrum, dalam komputer dikenal RGB. Contoh televisi,game,wallpaper, pelangi. Tidak utk kebutuhan cetak. R B G
  • 108.
    WARNA PRIMER SUBTRAKTIFyaitu Warna yang berasal dari bahan dan disebut Pigmen. Dalam komputer dikenal CYMK. Untuk kebutuhan cetak. WARNA HITAM disebut “K” (key) dari istilah “key plate” dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).
  • 109.
    C M YK C M Y K
  • 113.
    WARNA SEKUNDER Warna Sekundermerupakan warna campuran warna-warna dasar atau hasil campuran warna-warna primer dengan proporsi 1 : 1 yaitu : Oranye : Pencampuran warna merah dan kuning Hijau : Pencampuran warna biru dan kuning Ungu : Pencampuran warna biru dan merah
  • 115.
    WARNA TERSIER WARNA TERSIERadalah campuran satu warna asas dengan warna sekunder di sebelahnya.
  • 116.
  • 117.
  • 121.
  • 122.
    MONOKROMATIS/ ANALOGUS WARNA ANALOGUSadalah warna yang terlihat sama dan mirip tetapi memiliki perbedaan , atau warna yang masih berdekatan. Misalnya dari warna merah – orange kemerahan - orange. Ketiga warna ini masih berdekatan.
  • 123.
    MONOKROMATIS/ ANALOGUS Kombinasi warnayang berasal dari satu warna tetapi memiliki value dan intensitas yang berbeda- beda sehingga terlihat seperti ada gradasi warna. Perhatikan warna biru muda dan biru tua. Merah – merah orange – dan orange. Hijau muda – hijau tua dan biru muda.
  • 126.
    — Wa r na K o m p l e m e n t e r a d a l a h kombinasi warna kontras yg saling melengkapi. Kerjasama antar warna yg tampak berlawanan tapi cocok dan membentuk citra dan efek secara visual mempunyai kesan dinamis. • Warna Komplementer : — Split Komplementer — Triad Komplementer — Tetrad Komplementer WARNA KOMLEMENTER
  • 127.
  • 128.
  • 129.
  • 130.
  • 131.
  • 132.
    GRADASI WARNA Gradasi Warnaadalah perubahan dari satu warna ke warna lainnya secara bertahap. Misalnya warna hitam dicampur dengan warna putih. Maka warna tengahnya, bisa ditampilkan lebih dari satu. Tergantung komposisi pencampurannya. Misalnya warna antara/transisi ini berubah dari warna hitam ke putih dibuat menjadi 6. Maka ketujuh warna transisi ini berubah dari warna hitam menuju ke warna putih secara bertahap. Derajat perubahan warna inilah yang disebut sebagai Gradasi Warna.  
  • 133.
  • 134.
  • 135.
  • 136.
  • 137.
  • 138.
    PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA -Kesatuan - Keseimbangan - Proporsi - Irama - Dominasi
  • 139.
    Kesatuan (Unity) : merupakansalah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dan sebagainya), maka kesatuan telah tercapai. memecah keberaturan. PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
  • 140.
    PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA Keseimbangan(Balance) : Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah.. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
  • 141.
    Proporsi (Proportion) :Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya. Untuk itu diperlukan diperlukan perbandingan– perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618. Dalam bidang desain proporsi ini dapat dilihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman. PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
  • 142.
    Irama (Rhythm); adalah pengulangangerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk–bentuk alam dapat diambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain- lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur rupa. PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
  • 143.
    Dominasi (Domination) :merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan.Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan. PRINSIP-PRINSIP DASAR RUPA
  • 144.
    DEFINISI DWIMATRA DAN TRIMATRA Nirmana/RUPADASAR dua dimensi/ dwimatra adalah panjang dan lebar dalam suatu bidang datar, tidak memiliki kedalaman atau ketebalan. Dalam bidang tersebut akan terdapat kesan ruang, volume, dimensi yang bersifat optis, khayali dan ilusif, kedalaman tidak teraba, namun terasa oleh mata.
  • 145.
    DEFINISI DWIMATRA DAN TRIMATRA Nirmana/Rupa Dasar 3 dimensi, atau 3D, dibatasi dengan 3 sisi yaitu sisi panjang, sisi lebar dan sisi tinggi /dalam. Dengan kata lain pengertiannya yaitu karya seni yang memilki volume dan ada di dalam sebuah ruang. Menempati ruang. Dan bisa dilihat dari segala sudut pandang.
  • 146.
  • 164.